|
E. Elemen Interior dan Furnitur
Furnitur yang digunakan pada SAU didominasi furnitur bambu. Selain karena
memang tema yang diangkat ialah diorama kampung Sunda, juga memanfaatkan
kekayaan alam sekitar Jawa Barata (Bandun g) yang masih kaya akan sumber daya
material bambu. Akan tetapi bentuk furnitur cenderung kaku dan ukurann ya yang besar
seringkali justru tidak terpakai dan memenuhi satu dua saung. Di samping itu pada
area area tertentu di SAU juga terdap at furnitur lain sepeti kursi betawi pada restoran
dan alas duduk rendah ala dingklik yang digunak an pengrajin angklung di area
produksi.
Untuk aksesoris yan g terdapat di sana tidak banyak. Ada lampu sangkar burung yang
tampak catchy pada gathering area, lalu treatment pandan dan bambu pada vitrine di
Galeri cinderamata, juga lampu gantung dari anyaman bambu.
F. Permasalahan
Ruang lingkup permasalahan interior dan furnitur yang terdapat di Saung Angklung
Udjo yaitu :
1. Belum ada SOP penyimpanan yang baik sehingga serin gkali menambah cost untuk
treatment angklung.
2. Ruang kelas yang random. Kelebihannya siswa dapat memilih tempat berlatih
sendiri, namun di sisi lain aktivitas dan storage ruang kelas menjadi tidak
terkontrol.
|