|
E. Elemen Interior dan Furnitur
Secara keseluruhan elemen interior Rumah Angklung mengikuti interior pusat
perbelanjaan Pasaraya. Lantai menggun akan p arket dan sebagian homogenus tile,
sementara dinding dilapisi wallpaper bambu hijau cerah. Untuk fasilitas pelatihan musik
disediakan fasilitas duduk menggunak an kursi makan model Thonet No.01 dengan
material besi finishing cat duco hitam. Disamping itu terdapat meja dan standing untuk
partitur.
F. Permasalahan
Keterbatasan ruang membuat fasilitas untuk belajar dan berdiskusi komunitas
pencinta Angklung ini cukup terbatas. Biasanya mereka berlatih angklung menggunakan
area yang disediakan dengan fasilitas duduk kursi dan storage angklung yang cukup
rapi. Sementara terkadang mereka duduk di lantai dengan kombinasi bertingkat
(sebagian duduk bersila, sebagian duduk separuh berdiri dan beberap a di ataranya
berdiri) sambil berlatih angklung. Posisi berdiri disesuaikan komposisi angklung yang
dimainkan.
2.2.4 Kesimpulan Hasil Observasi
Berdasark an observasi pada keempat komunitas seni budaya ini menunjukan
keberagaman, baik kegiatan maupun fasilitasn ya. Di antaranya terdapat kekurangan dan
kelebihan, namun saling melengkapi sebagai sebuah wadah berkesenian, terutama seni
pertunjukan.
|