Home Start Back Next End
  
area  ini  terdapat  furnitur  berupa  kursi  bale  (seukuran  2  seater  sofa)  terbuat  dari 
bambu  dilengkapi  dengan  coffee  table  yang  juga  terbuat  dari  bambu.  Kursi  dan 
meja  kopi  disusun  saling  berhadap an  dengan  komposisi  meja  di  tengah  dan  kursi 
mengitari  pada  empat  penjurun ya,  demikian  pola  tersebut  diulangi  kembali  pada 
keseluruhan  area.  Pola  ini  cenderung  memberikan  interaksi  terpisah   di  antara 
penggunanya.  
Demikian  pula  halnya  terdapat  pada  Komunitas  Salihara.  Serambi  Salihara 
memiliki  fasilitas  duduk  tunggal b erupa  sofa  – sofa  1  seater  yan g  biasa  digunakan 
pada  saat  forum  dan  kuliah  umum  yang  juga  dilengkapi  dengan  coffee  table, 
sedangkan  bagi audiensi  disediakan kursi  lipat dengan ukuran stand ar dining chair. 
Kursi  –  kursi  tunggal  ini  disusun  dengan  kompisisi  tertentu  manakala  dibutuhkan 
untuk  forum  tertentu,  dan  kembali  dalam  posisi  lounge  saat  ruangan  tidak 
digunak an untuk   kegiatan diskusi  yang formal/besar.   Di samping  itu, juga terdapat 
credenza  yang  menjadi  satu  dengan  built  –  in  storage  tempat  meletakkan  buku  – 
buku  bacaan  yang  dapat  dibaca  di  tempat  saja.  Sementara  itu,  pada  Rumah 
Angklung  Jakarta  tidak  terdapat  fasilitas  ruang  khusus  discussion  lounge.    Untuk 
mewadahi kegiatan diskusi dan berkumpul, biasa mereka lakukan pada area belajar.
Dari hasil observasi tersebut  dapat  dikatakan  furnitur pada   area  berkumpul / 
diskusi  yang  ada  telah  memenuhi  sarana  yang  diperlukan,  namun  kebutuhan  yang 
diakomodir  sifatnya  standar  dan  belum  mengatasi  kebutuhan  akan  fasilitas  yang 
lebih spesifik misalnya d alam konteks kepr aktisan. 
2. Aksesoris Interior 
Selain  furnitur,    untuk  aksesoris  penunjang  juga  terdapat  aksesoris  berupa 
lampu 
–lampu  gantung  berbentuk  sarang  burung  yang  berfungsi  sebagai  accent 
light pada gathering area Saung Angklung Udjo. Sedangk an di Komunitas Salihara 
terdapat  banyak  lukisan –  lukisan  karya  seniman,  baik anggota  komunitas  maupun 
seniman  lainnya sebagai  aksen  pada  ruang  diskusi  Serambi Salihara.  Dalam  hal  ini 
didapat  dari  hasil  observasi  bahwa  p enggunaan  aksesoris  ruang  pada  area  diskusi 
bukanlah menjadi hal  yang utama,  kehadirannya menjadi penunjang tampilan ruang 
dan/atau sebagai apresiasi karya seni  yang ada.   
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter