BAB  2
LANDASAN  PERANCANGAN
2.1 Tinjauan Umum 
2.1.1. Data dan Literatur
Data dan informasi untuk mendukung pen yusunan laporan Tugas Akhir ini 
diperoleh dari berbagai sumber, antara lain: 
1.  Literatur, pencarian bahan melalui buku, artikel, dan literatur dari 
internet mengenai h al-hal yang berhubun gan dengan tema yang 
diangkat. 
2.  Wawancara dengan pemilik dan pendiri usaha, Ibu Esther Sadikin 
Pengumpulan data ini dilakukan dengan berhadapan langsung dengan 
beliau untuk melakukan tanya jawab sesuai dengan pencarian data 
Tugas  Akhir sehingga mendapatkan data yan g  akurat. 
3.  Pen yebaran kuisioner 
Pengumpulan data ini dilakukan dengan membagikan kuesioner 
kepada konsumen  Khakikakiku yang berisi pertanyaan-pertanyaan 
yan g b erhubungan dengan kemasan dan produk Khakikakiku. 
2.1.2 Hasil Wawancara dengan Pendiri Khakikakiku
Pada  awalnya  Ibu  Esther  Sadikin  memulai  usahan y
dalam  bidang 
aksesoris  wanita.  Kecintaannya  dalam  dunia  fashio
membuat  bisnisnya 
berkembang  sampai  pada  akhirn ya  mendirika
Khakikakiku  pada  tahun 
2010.  Khakikakiku  merupakan  produk  sepatu  wanit
yang  berkualitas 
dengan harga terjangkau. 
Konsumen  dapat  melakukan  pembelian  den gan  cara  online  maupun 
offline.  Namun  saat  ini,  Khakikakiku  lebih  menekankan  dalam  bisnis
offline.  Hingga  saat  ini  Ibu  dengan  tiga  anak  ini  sudah  mempun yai 
beberapa toko baik itu di Bandung atau pun Jakarta. 
Produk  Khakikakiku  sangat  mengutamakan  kualitas  sehingga  terasa 
nyaman  dipakai.  Khakikakiku  juga  merupakan  sebuah  brand  lokal  yang
  
4
memberdayak an  pengrajin-pengrajin  kecil.  Hampir  semu
bahan-bahan 
untuk  sepatu  dan  sandal  merupakan  produk  dalam  neger
Selain  itu 
beberap a  produk  Khakikakiku  juga  dapat  di-customize  sesu
keinginan 
konsumen.  Beb erapa  produk  yang  menjadi  favorit  par
pelanggan 
diantaranya sandal  couple,  sepatu  flat  “one  shoe  many  styles
organizer, 
dan  produk  sepatu  terbaru  yang  sedang  menjadi  tren 
kalangan  anak 
muda yang disebut sepatu docmart. 
Saat  ini,  Khakikakiku  masih  dapat  bersaing  dengan  kompetitor-
kompetitornya,  diantaranya The Little Things  She Needs, dan  juga Payless 
Shousource. Bila dibandingkan, harga produk  yang  mereka pasarkan  tidak 
jauh  berbeda  dengan  Khakikakiku,  namun  untuk  kualitas  Khakikakiku 
masih jauh lebih baik.  
2.1.3 Hasil Responden masyarakat
Untuk  menghasilkan  data-data  faktual  lainnya,  maka  dilakukan  pencarian 
data melalui  kuesioner.  Kuesioner/an gk et  merupakan  alat  riset  atau  survei 
yang  terdiri  atas  serangkaian  pertanyaan  tertulis,  bertujuan  mendapatkan  
tanggapan  dari  kelompok  orang  terpilih  melalui  wawancar a  pribadi  atau 
melalui  daftar  pertanyaan,  kuesioner  ini  disebar  untuk  beberapa  kalangan 
sesuai  dengan  target  dari  produk  ini.  Kuesioner  ini  bermaksud  untuk 
mendapatkan  jawaban  yang 
dapat  menbantu  penyusunan  tugas  akhir  ini 
agar menjadi lebih maksimal. 
Berdasarkan riset terhadap 25 pelan ggan wanita Khakikakiku yang berusia 
17-21 tahun, didapatlah data sebagai berikut: 
  77,78% merupak an mahasiswa 
  55,56% mementingk an kualitas sebuah produk sepatu 
dibandingkan dengan model/bentuk sepatu (22,22%), har ga sepatu 
(22,22%) 
  88,89% mengatakan p entingnya kemasan (box) sepatu agar dapat 
menyimpan kembali sepatunya 
  
5
  44,44% memilih manfaat/kegunaan kemasan sebagai elemen 
paling penting dalam sebuah kemasan, disusul bentuk (33,33%), 
dan bahan/tekstur (22,22%) 
  50% membeli Khakikakiku karena produknya yang berkualitas 
38,46% memberikan gambaran “kasual” untuk Khakikakiku 
2.1.4 Sepatu 
2.1.4.1 Sejarah Sepatu
Sepatu  adalah  salah  satu  dari  sekian  hal  pertama  yang  diciptakan  nenek 
mo yang  kita.  Kebutuhanlah  yang  memaksa  mereka  menemukan  metode 
untuk  melindungi  kaki  dari  tajamnya  batu,  pasir  yang  membakar  kaki 
dan  tanah  lapan g  yang  bergelombang,  dalam  'petualangan '  mereka 
mencari makanan dan tempat tinggal. 
Para  ahli  sejarah  memperkirakan  bahwa  sepatu  pertama  kali  dibuat pada 
zaman Esatau  sekitar  5 juta tahun lalu.  Sepatu itu dibuat dari kulit hewan. 
Sepatu  primitif  (kuno)  dalam  jumlah  besar  pernah  ditemukan  di 
pedalaman  Missouri,  Amerika  Serikat  (AS).  Diperkirakan  sepatu  itu 
berasal  dari  8000  (SM).  Sepatu  lainnya  ju ga  pernah  ditemukan  di 
pegunungan Prancis dan kemungkinan berasal dari 3300 SM. 
Selain  dari  kulit  binatang,  ada juga  sepatu  yang  terbuat  dari  rumput  atau 
semak. Gunanya, untuk melindungi kaki dari teriknya sin ar matahari atau 
dinginnya  suhu.  Selain  di  Missouri,  ditemukan  juga  alas  kaki  yang 
berasal dari peradaban Mesir Kuno, Viking,dan China kuno. 
Alas  kaki  yang  berasal dari Mesir  Kuno, berhiaskan  gambar  yang sangat 
indah.  Alas  kaki  tersebut  merupakan  milik  raja  Mesir.  Alas  k aki  pada 
saat  itu  digunakan  untuk  menunjukkan  status  sosial  pen ggunanya.  Di 
zaman  itu, han ya par a bangsawan dan oran g-o rang kayalah yan g mampu 
untuk memakai sepatu. 
Masyarakat  Yunani  Kuno  juga  memiliki 
alas  kaki  yan g  sangat 
menunjang  kegiatan  mereka  sehari-hari.  Sepatu  mereka memiliki banyak 
  
6
tali  yan g  diikat  di  sekeliling  betis.Tentara  Romawi  Kuno  juga  memiliki 
sepatu  yang  sangat  khas.  Sepatu  ini  disebut  caligae.  Saat  para  tentara 
Romawi  kembali dari  peperangan  dan  menang,  caligae diberi  paku  yang 
berasal d ari perunggu, perak, bahkan emas.  
  2.1.4.2 Jenis-Jenis Sepatu Wanita
  Flat,  sepatu  flat  merupakan  sepatu  hak  datar.  Sepatu  flat  merupakan 
salah satu sepatu sehari-hari  yang nyaman karena  tidak memili
hak 
sehingga  pemakainya  tidak  akan  pegal.  Pakaian  apa  saj
cocok 
dipadukan  dengan  flat  shoes,  asalkan  selalu  sesuaika
warna  dan 
model  flat  shoes  dengan  busana  Anda.  Hindari  pemakaia
sepatu 
datar  dengan  rok  selutut,  outfit  anda  terlihat  ber
dibawah,  sangat 
kuno dan membuat kaki terlihat pendek. 
  Kitten  Heels,  sepatu  yang b ertumit  pendek  atau h ak medium meman g 
terkesan sederhana,  jenis sepatu ini sangat serasi dipadanka
dengan 
gaun  semi  formal  dan  stelan  kantor  (Blazer  casual,  ro
lurus,  atau 
rok model A-Line). Cocok saat kamu mengenakan celana 7/8. 
  Pumps  Shoes,  juga  disebut  high  heels  memiliki  ciri  hak  yang  tinggi 
dan  semua  sisi  kaki  tertutup.  Tampilan  juga  akan  terlih
lebih 
sempurna  ketika  memadumadankan  pemakaian  high  heel
dengan 
rok  ataupun  skinny  jeans.  Cocok 
dikenakan  denga
setelan  blazer 
dan celan a. 
  Stiletto,  sepatu  jenis  ini  memiliki  ciri  khas  lancip  dibagian  depan  
dengan  sol  yang  tipis  dan  tumit  yan g  tinggi.  Sepat
jenis  ini 
umumnya  digunakan  un tuk  acara  formal  seperti  pest
karena  akan  
memberi kesan feminin dan  sexy buat ladies. Memilih sepat
berhak 
stiletto  sedikit  lebih  rumit,  pastikan  haknya  kuat  da
tidak  mudah 
goyah agar bisa berjalan dengan n yaman.  
  Loafers, untuk mendapatkan  kesan  yang rapi,  cerdas,  bersih  dan  gesit 
maka sepatu  jenis  loafers  merupakan  pilihan  yang  paling tepat.  Bagi 
  
7
Anda  yang  memiliki  kaki  jenjang, loafer  bis
dipadukan  dengan  rok 
mid-length.  Padukan  celana  chino,  long  sleeve  moti
garis,  tas  tali 
panjang  dengan  loafer  datar  untuk  memberika
tampilan  musim 
panas yang edgy. 
  Peep  Toe,  Dengan  lubang  di  ujung  sepatu  memungkinkan  kaki  anda 
untuk  bernapas  dan  menjaga  sirkulasi  darah  teta
lancer.  Ciri  khas 
lainn ya  adalah  bagian  belakangn ya  yang  tertutu
sehingga  tetap 
cocok dan sopan dipakai dalam acara yang resmi maupu
santai. 
  Wedges,  mempun yai  hak  tinggi  dan  sol  yan g  lebar.  Sepatu  jenis  ini 
sangat cocok digunakan  bagi kamu yang  memiliki  ka
yang sensitif 
dan  mudah  sakit  saat  memakai  sepatu  dengan  tum
yang  lancip. 
Biasanya  sepatu  model  ini  dikenakan  bagi  and
yang  mempun yai 
betis besar agar terlihat lebih seimbang.  
  Boots,  ada  banyak  jenis  sepatu  boots  khusus  wanita,  mulai  dari 
yang  dikenakan  hingga  setinggi  paha  atau  diatas  mata  kaki,  bahan 
yang  ditawarkan  pun  juga  beraneka  ragam,  seperti  kulit,  suede 
hingga jelly  yang sedang menjadi trend.  
2.1.5 Khakikakiku 
2.1.5.1 Sejarah Khakikakiku
Khakikakiku  merupakan  salah  satu  brand  lokal  (home  industry)  yang 
didirikan  oleh Esther  Sadikin, wanita  kelahiran 1 3 September 1978.  Awal 
mula  beliau  mendirikan  Khakikakiku  yaitu  kar ena  kecintaannya  akan 
produk-produk  fashion.  Toko  pertama  yang  dibukanya  terletak  di  Kota 
Bandung  di  pusat  perbelanjaan  Paris  Van  Java.  Dengan  ketekunan  dan 
kerja  keras  beliau,  hingga  saat  ini,  Khakikakiku  sudah  memiliki  beberapa 
toko dan mulai memperluas usahanya sampai ke Jakarta d an sekitarnya.  
Demi  memperhatikan  kesehatan,  Khakikakiku  meluncurkan  sebuah 
produk  baru  yaitu  sepatu  ortotik  yang  memiliki  banyak  manfaat  untuk 
kesehatan tubuh. 
  
8
  2.1.5.2 Pemasaran Khakikakiku
Pemasaran  produk Khakikakiku  hanya dilakukan pada beberapa  toko yang 
terdapat  di  beberapa  pusat  perbelanjaan  ternama.  Dimulai  dengan 
produksinya  yang  berlokasi  di  Kota 
Bandun g  lalu  dilanjutkan  dengan 
pengiriman  ke  toko-toko  Khakikakiku.  Khakikakiku  memiliki  beberapa 
caban g toko di Bandun g  dan Jakarta, antara lain: 
-
Paris Van Java (Bandung) 
-
Citraland (Jakarta) 
-
Fx Sudirman (Jakarta) 
-
Supermall Karawaci (Jakarta) 
Dengan  letakn ya  yan g  cukup  strategis  yang  terletak  di  beberapa  mall 
ternama memudahk an para konsumen untuk mengenalinya.  
  2.1.5.3 Visi dan Misi Khakikakiku
Visi: Mengajak konsumen untuk cinta dan ban gga terhadap produk lokal. 
Misi: Membuat alas kaki yan g n yaman dan berkualitas dengan harga yang 
pantas untuk kepuasan para konsumen. 
2.1.5.4 Logo Khakikakiku
  
  
Gambar 2.1 Logo Khakikakiku 
Sumber:  Ibu Esther Sadikin 
  2.1.5.5 Produk Khakikakiku
Khakikakiku  memproduksi  beberapa  macam  alas  kaki  seperti  sandal, 
sepatu  flat,  wedges,  dan  boots,  juga  pernak-pernik  sepatu  yan g  dibuat 
handmade.  Selain  alas  kaki,  Khakikakiku  ju ga  memproduksi  beberapa 
macam  aksesoris  sep erti  dompet,  dan  berbagai  macam    tas  baik  untuk 
kosmetik  ataupun  keperluan  fashion.  Produk  Khakikakiku  mempunyai
  
9
harga  yang  berkisar  antara  Rp.  20.000,00  samp
dengan  Rp.  320.000,00. 
Adapun rangkain produk Khakikakiku adalah sebagai berikut: 
  
Gambar 2.2 Sendal Khakikakiku 
  
Gambar2.3 Flats Khakikakiku 
  
  
10
Gambar 2.4 Flats Khakikakiku 
  
Gambar 2.5 Flats Khakikakiku 
  
Gambar 2.6 Wedges Khakikakiku 
  
Gambar 2.7 “Docmart” Khakikakiku 
  
11
Dompet Khakikakiku
  
Gambar 2.8 Dompet Khakikakiku 
  
Gambar 2.9 Organizer Khakikakiku 
  
Gambar 2.10 Tas Khakikakiku 
  
12
   
2.1.5.6 Target Market
  Target Primer
Demografi
-
Jenis kelamin: Perempuan 
-
Usia: 17-21 tahun  
-
Status Ekonomi Sosial: Menengah ke  atas 
-
Kewar ganegaraan: WNI dan turis WNA yang berkunjung di  
     pusat perbelanjaan  
-
Pekerjaan: Pelajar, mahasiswa, dan karyawan 
Psikografi
Mencintai produk fashion, cinta produk Indonesia, 
mengutamakan kualitas sebuah produk, cerdas, senang 
bersosialisasi, menyukai hang out ke mall dan pusat perbelanjaan. 
Geografi
Kota-kota besar di Indonesia terutama Bandung dan Jakarta serta
sekitarn ya. 
  Target Sekunder
Business to Consumer
Mengikuti event-event seperti pameran yang diadakan oleh  
instasi terkait. 
Geografi
Kota-kota besar di Indonesia terutama Bandung dan Jakarta serta  
sekitarn ya. 
2.1.5.7 Kompetitor
1. The Little Thin gs She Needs 
The  Little  Things  She  Needs  merupakan  brand  Indonesia  yang  hadir  sejak 
tahun  2009,  menawarkan  koleksi  footwear  dan  aksesoris  wanita  dengan 
berbagai  pilihan  style  d an  range  harga  yang  relatif  terjangkau.  Berkomitmen 
untuk  mengakomodasi  kebutuhan  wanita  dengan  menawarkan  pilihan  sepatu 
  
 menyenangkan  bagi  keluarga dengan harga yang sangat menarik.
13
dan  aksesoris  yan g  beragam  juga  selalu  mendengar,  serta  memahami 
kebutuhan  para  wanita.,  TLTSN  mengajak  para  konsumennya  untuk 
mengekspresikan  kepribadian  setiap  wanita  dengan  selalu  meluncurkan 
produk-produk dengan model terkini. 
  
Gambar 2.11 Flats The Little Things She Needs 
  
Gambar 2.12 Logo The Little Things She Needs 
2. Payless Shoesource 
Payless  Shoersource,  Inc,  adalalah  sebuah  perusahaan  da
Colective  Brands, 
Inc.  yang  merupakan  peritel  khusus  sepatu  keluarga  terbesa
di  belahan  bumi 
barat  yang  berdedikasi  untuk  lebih  mendemokratisasika
mode  dan  desain  alas
kaki  serta  aksesoris  dan  memberi  inspirasi  mode  yan
  
14
Tim  Payless  telah  membentuk  sebuah  wadah  organisasi  penuh  semangat, 
mementingkan  keinginan  konsumen  dan  berd edikasi  untuk  mendemokra-
tisasikan  mode  dan desain untuk sepatu dan  aksesoris, memberi inspirasi pilihan 
mode yan g  men yenangkan  bagi  keluar ga. Payless juga melakukan strategi  bisnis 
'House  of  Brands'  yang  bertujuan  untuk  menawarkan  merek  terkenal  yang 
mengetengahkan  gaya  terkini  yang  ditawarkan  dengan  harga  menarik  dalam 
suasana berbelanja  yang menyenangkan d an men ginspirasi. 
  
Gambar 2.13 Sepatu Payless Shoesource 
Sumber: http://fun2bfrugal.com/payless-shoe-sou rce-gift-cards-50-off 
  
Gambar 2.14  Logo Payless 
2.2 Tinjauan Khusus
2.2.1 Landasan Teori
2.2.1.1 Teori Kemasan
Menurut  Kamus  Besar  Bahasa  Indonesia,   kemasan  adalah hasil 
mengemas; bungkus  pelindung  barang  dagangan  (niaga).  Kemasan  dapat 
didefinisikan  sebagai  seluruh  kegiatan  merancang  dan  memproduksi 
wadah  atau  bungkus  atau  kemasan  suatu 
produk.  Kemasan  meliputi  tiga 
hal, yaitu merek, kemasan itu sendiri dan label.  
Agar  berhasil,  maka  penampilan  sebuah  kemasan  harus  mempunyai  daya 
tarik. Daya tarik  pada kemasan  dapat digolongkan menjadi dua,  yaitu daya 
  
15
tarik  visual  (estetika)  dan  daya  tarik  praktis  (fungsional).  (Christine  S. 
Cenadi,  Jurnal  Nirmana  Vol.  2,  No.  1,  Januari  2000,  Jurusan  Desain 
Komunikasi Visual, Fakultas Seni dan Desain,Universitas Kristen Petra) 
1. Daya tarik visual (estetika) 
Daya  tarik  visual  mengacu  pada  penampilan  kemasan  yang  mencakup 
unsur-unsur  grafis  untuk  menciptakan  suatu  kesan.  Sebuah  desain  yang
baik  harus  mampu  mempengaruhi  konsumen  untuk  memberikan  respons 
positif tanpa disadarinya. 
2. Daya tarik praktis (fungsional) 
Daya  tarik praktis merupakan  efektivitas dan  efisiensi suatu  kemasan yang 
ditujukan  kepada  konsumen  maupun  distributor.  Misalnya,  untuk 
kemudahan  penyimpanan  atau  pemajangan  produk.  Beberapa  daya  tarik 
praktis lainnya yang perlu dipertimbangkan antara lain : 
  Dapat melindungi produk 
Mudah dibuka atau ditutup kembali untuk disimpan 
Porsi yang sesuai untuk produk makanan/minuman 
Dapat digunakan kembali (reusable) 
Mudah dibawa, dijinjing atau dipegang 
Memudahkan pemakai untuk menghabiskan isinya dan mengisi 
kembali dengan jenis produk yang dapat diisi ulang (refill) 
Menurut Marianne R. Klimchuck dan Sandra A. Krasovec (2007: 51), 
desain kemasan mendorong kesuksesan pemasaran ketika: 
  Desain kemasan itu merefleksikan kualitas  yang bagus dengan 
harga yang wajar. 
  Isi produk dan pesan pemasaran ditampilkan dengan jelas dan 
langsung. 
  Desain kemasan tahan lama selama di penyimpanan, pemajan gan 
maupun penggunaan produk. 
  Elemen-elemennya teratur dan efektif, dan tidak tampak kotor atau 
usang di rak. 
  Desain kemasan sesuai dengan kategori 
  
16
   Desain kemasan inovatif dan kompetitif 
Saat  ini,  kemasan  produk  alas  kaki  Khakikakiku  kuran
memiliki  daya 
tarik visual  yang  kuat un tuk  dapat menonjol  dari  kompetito
lainnya.  Dan 
juga  belum  memiliki  kemasan  yang  dapat  berfun gsi  untuk 
mengidentifikasi  produk-produk  tersebut.  Oleh  k arena  it
kemasan  baru 
Khakikakiku  harus  dapat  menonjol  dari  kompetitor,  mampu 
mengidentifikasi  produk  dengan  baik,  mampu  melindun
produkn ya, 
serta  harus  mampu  merefleksikan  citra  produk  Khakikakik
sendiri  agar  
mudah dikenali dan diingat konsumen. 
2.2.1.2 Teori Layout
Dalam  membuat  desain  suatu  kemasan,  diperlukan  kemampuan  dalam 
meramu seluruh elemen  desain  secara b ersamaan, meliputi warna,  bentuk, 
ilustrasi,  dan  tipografi.  Untuk  menarik  perhatian  audiens  terhadap  sebuah 
desain,  lebih  baik  hanya  memfokuskan  pada  salah  satu  untuk  menjadi 
elemen  utama  grafisnya.  Misaln ya  tipografi  menjadi  centre  of  attention, 
warnanya  saja  yang  eye-catching,  ataupun  image-n ya  saja  yang  dramatis 
untuk menarik perh atian audiens. 
Menurut  Surianto  Rustan,  S.Sn  (2008:  0),  layout  merupakan  tata  letak 
elemen-elemen  desain  terhadap  suatu  bidan g  dalam  media  tertentu  untuk 
mendukung konsep/pesan yang dib awanya. 
Prinsip-prinsip layout adalah sebagai berikut: 
1.  Sequence 
Istilah  lainnya adalah urutan perhatian,  atau  disebut  juga denga
istilah 
hierarki/  flow/  aliran.  Merupakan  urutan  prioritas  da
elemen-elemen 
yang  harus  dilihat  pertama  sampai  terakhir.  Sequenc
diperlukan 
karena  bila  semua  info rmasi  ditampilkan  sama  kua
pembaca  akan 
kesulitan  menangkap  pesannya.  Dengan  adanya  sequenc
  
17
2.  Emphasis 
Dapat diciptakan melalui beberap a cara, yaitu: 
   Memberi ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan elemen-
elemen layout lainnya pada halaman tersebut. 
   Warna yang kontras/ berbeda sendiri dengan latar belakang dan 
elemen lainnya. 
    Letakkan pada posisi yang menarik perhatian. 
  Menggunakan bentuk atau style yang berbeda dengan sekitarnya. 
3.  Balance 
Merupakan pembagian berat yang merata pada suatu bidan
layout. 
4.  Unity 
Merupakan  prinsip  kesatuan  elemen-elemen  d esain  dalam  layout. 
Tidak  hanya  dalam  hal  penampilan  tetapi  juga  mencakup  selarasnya 
elemen-elemen  yang  terlihat  secara  fisik  dan  pesan  yang  ingin 
disampaikan dalam konsepnya. 
Dalam  kemasan  produk  alas  kaki  Khakikakiku ,  yang  ingin  dijadikan 
centre  of  attention  adalah  tipografi  yang  berbeda  pada  kemasan  untuk 
setiap  jenis  ukurannya.  Tujuannya  adalah  menciptakan  sebuah  sistem 
desain  pada  setiap  kemasan  sehingga  mampu    bersaing  dengan  produk 
kompetitor.
2.2.1.3 Teori Tipografi
Menurut Marianne R. Klimchuck dan Sandra A. Krasovec (2007: 92), 
tipografi desain kemasan digunakan untuk mengkomunikasikan pesan 
pemasaran pada media tiga dimensi. Pada  awalnya kemasan  akan dilihat 
dari kejauhan oleh konsumen dari berbagai latar budaya, sosial dan etnis 
yang berbeda, dalam waktu yang singkat. 
Tipografi untuk desain kemasan haruslah : 
  Dapat dibaca dan mudah dibaca dari jarak beberapa kaki jauhnya 
Didesain pada skala dan bentuk struktur tiga dimensi 
  
18
   Dapat dimen gerti oleh sejumlah pengamat yan g b erbeda-beda latar 
belakangnya 
  Dapat dipercaya dan informatif dalam mengkomu nikasikan informasi 
produk 
Kemasan Khakikakiku menggunakan font handwritten untuk menonjolkan 
bahwa produk Khakikakiku dibuat secar a handmade den gan pengrajin-
pengrajin yang berkualitas. Dan juga jenis san serif untuk body text agar 
memiliki tingkat keterbacaan  yang tinggi. 
2.2.1.4 Teori Warna
Warna  adalah  salah  satu  aspek  yang  paling  berpengaruh  dari  desain 
kemasan.  Konsumen  lebih  mengidentifikasi  warna  kemasan  atau  produk 
sebelum  fitur  visual  lainn ya.  Warna  membedakan  kepribadian,  menarik 
perhatian  ke  atribut-atribut  lainnya,  dan  memungkinkan  membuat 
perbedaan  dari  kompetitor.  Marianne  R.  Klimchuck  dan  Sandra  A. 
Krasovec (2007: 107). 
Jill Morton, konsultan warna dan CEO perusahaan ColorCom menyatakan, 
“Sebagai  alat  marketing,  warna  dapat  menjadi  k ekuatan  persuasif  bawah 
sadar. Sebagai  suatu komponen fun gsional dari  penglihatan mausia, warna 
dapat  menarik  perhatian,  menyejukan  atau  menyakitkan  mata,  dan 
berkontribusi  pada  kesuksesan  suatu  produk,  jasa,  atau  bahkan  suatu 
interior ruangan. Warna  yang salah dapat menjadi kesalahan  yang mahal.” 
Menurut E.P. Danger, beberapa mafaat warna bagi kemasan adalah 
sebagai berikut: 
a.  Sasaran pertama dari sebuah kemasan ialah mudah terlihat, dan warna  
dapat mencapai hal ini. 
b.  Kemasan yan g baik menarik perhatian dan memicu tindakan pembeli,  
efek fisiologis dari warna membantu menjamin tingkatan perh atian 
yang maksimal. 
c.  Kemasan seharusnya memiliki keterlibatan dan kualitas pengenalan  
yang maksimal, efek psikologis dari warna  akan menjamin bahwa 
orang men genali kemasan tersebut bila dipajang. 
  
   Switzerland:  AVA Publishing SA.
19
d.  Kemasan tersebut harus mepengaruhi orang untuk memandangnya dari  
dekat dan membelin ya, warna akan menolong menjamin bahwa 
kemasan tersebut menjual. 
e.  Kemasan sudah seharusnya menarik perhatian. 
f.  Warna dalam kemasan akan meningkatkan keterbacaan tulisan. 
g.  Warna dalam kemasan dapat membantu mengkoordinir kemasan dan  
Promosi lainnya. 
Tint dan Shade
  Tint adalah unsur putih  yang dimasukkan ke dalam salah satu 
warna di antara gugus lingkaran warna. Semakin banyak unsur 
putih dimasukkan ke dalam warna  yang lain, maka warna yan g lain 
tersebut semakin pucat. Kesannya melembut, seperti merah akan 
terlihat pink, biru terkesan menjadi biru muda dan sebagainya.  
  Shade adalah warna  yang telah dicampur hitam. Warna-warn a 
shade terkesan memberat, kusam, jorok dan dekil. Namun jika 
ditempatkan dengan tepat, hasilnya akan terlihat lain. 
Warna dasar yang digunakan dalam kemasan Khakikakiku adala
putih 
untuk menampilkan kesan clean. Warna-warna tint dipakai untuk
mendapatkan kesan lembut dan menampilkan desain yang lebi
feminim 
sesuai dengan produk Khakikakiku yang dikhususkan untu
wanita.  
2.2.1.5 Teori Ilustrasi
Secara umum, ilustrasi adalah media instruksional  yang besa
informasi 
dapat dicerna lebih mudah ketika disampaikan secara visua
Penerapan 
proses kreatif dengan menjadi inventif, imajinatif dan as
intrinsik dan 
melekat pada individu. Ini adalah sesuatu yang tidak dap
diberikan, 
namun dapat dibawa keluar, dikendalikan dan diarahkan. Mal
Alan. 
(2007). Illustration a theoretical & contextual perspectiv
  
20
Ilustrasi pada kemasan merupakan salah satu unsur yang penting dan 
sering digunakan dalam komunikasi sebuah kemasan, karena sering 
dianggap sebagai bahasa universal. Ilustrasi yang sederhana didasarkan 
pada fungsinya  yang khas. Fungsi ilustrasi dalam kemasan adalah: 
  Untuk menarik perhatian: warna, bentuk, ukuran 
Untuk menonjolkan salah satu keistimewaan produk 
Untuk memenangkan persaingan dalam menarik perhatian konsumen 
Untuk merangsang minat membaca keseluruhan pesan 
Untuk menjelaskan suatu pern yataan 
Untuk menciptakan suatu suasana yang khas 
Untuk menonjolkan suatu merk atau menunjang slogan yang 
ditampilkan 
Ilustrasi yang digunakan  adalah simbol kelinci yang menggambarkan 
beberap a nilai Khakikakiku, yaitu: 
  Love: Setiap produk Khakikakiku dibuat dengan kecintaannya pada 
fashion den gan terus mengembangkan produknya mengikuti tren. 
  Playfulness: Khakikakiku selalu memberikan model-model sepatu yang 
baru dan tidak takut untuk membuat produk-produk  yang unik. 
  Compassionate: Mempekerjakan pengrajin-pengrajin kecil yang 
berkualitas demi membantu perekonomian masyarakat sekitar. 
Gambar 2.15 Kelinci 
Sumber: Error! Hyperlink reference not valid.www.pinterest.com/ 
peter_rabbit_by_ 
  
21
sarauribe363-d58b y25  
2.2.1.6 Teori Psikologi Remaja
Dari  pengamatan  terhadap  beberapa  belas  orang  ana
melalui  cermin 
searah  (one-way  mirror)  Gessel  menyimpulkan  bahw
perkembangan 
ditentukan  oleh  faktor  biologis  dan  berlaku  umu
Teori  ini  disebu  teori 
normatif  dan  menurut  teori  ini  masa  remaja  bukanla
masa  top an  dan 
badai (strum und drang). Tingkah laku yang nampak di berbag
tingkatan 
usia remaja menurut Gessel antara lain sebagai berikut: 
Umur 10 tahun: santai, tenang, sibuk dengn diri sendiri, ingi
langsung  
   memenuhi keingin annya. 
Umur 11 tahun: lebih tegang, ingin bertanya selalu, dan melih
segala  
sesuatu dari sudut pandangannya sendiri saja. 
Umur  16  tahun  ke  atas:  kembali  lebih  tenan g  da
lebih  bebas  berteman 
dengan kawan-kawan sebaya maupun orang dewasa. 
2.2.2 Analisa SWOT
Strength
  Kemasan praktis yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi produk 
dengan lebih mudah. 
  Merupakan home industry yang mementingkan ku alitas serta 
kenyamanan produknya. 
 
Weakness
  Identitas dari kemasan yang tidak sesuai dengan feel Khakikakiku. 
Kemasan yang terlihat kaku secara visual sedangkan produk 
Khakikakiku yang sangat feminim. 
Opportunity
  Tingginya tingkat permintaan produk sepatu di masyarakat khususn ya 
para wanita remaja. 
  
22
Threat
  Kuran gn ya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap produk lokal. 
Munculnya kompetitor baru yang akan menyaingi Khakikakiku