|
BAB 2
LANDASAN PERANCANGAN
2.1 Tinjauan Umum
2.1.1. Data dan Literatur
Data dan informasi untuk mendukung pen yusunan laporan Tugas Akhir ini
diperoleh dari berbagai sumber, antara lain:
1. Literatur, pencarian bahan melalui buku, artikel, dan literatur dari
internet mengenai h al-hal yang berhubun gan dengan tema yang
diangkat.
2. Wawancara dengan pemilik dan pendiri usaha, Ibu Esther Sadikin
Pengumpulan data ini dilakukan dengan berhadapan langsung dengan
beliau untuk melakukan tanya jawab sesuai dengan pencarian data
Tugas Akhir sehingga mendapatkan data yan g akurat.
3. Pen yebaran kuisioner
Pengumpulan data ini dilakukan dengan membagikan kuesioner
kepada konsumen Khakikakiku yang berisi pertanyaan-pertanyaan
yan g b erhubungan dengan kemasan dan produk Khakikakiku.
2.1.2 Hasil Wawancara dengan Pendiri Khakikakiku
Pada awalnya Ibu Esther Sadikin memulai usahan y
dalam bidang
aksesoris wanita. Kecintaannya dalam dunia fashio
membuat bisnisnya
berkembang sampai pada akhirn ya mendirika
Khakikakiku pada tahun
2010. Khakikakiku merupakan produk sepatu wanit
yang berkualitas
dengan harga terjangkau.
Konsumen dapat melakukan pembelian den gan cara online maupun
offline. Namun saat ini, Khakikakiku lebih menekankan dalam bisnis
offline. Hingga saat ini Ibu dengan tiga anak ini sudah mempun yai
beberapa toko baik itu di Bandung atau pun Jakarta.
Produk Khakikakiku sangat mengutamakan kualitas sehingga terasa
nyaman dipakai. Khakikakiku juga merupakan sebuah brand lokal yang
|
|
4
memberdayak an pengrajin-pengrajin kecil. Hampir semu
bahan-bahan
untuk sepatu dan sandal merupakan produk dalam neger
Selain itu
beberap a produk Khakikakiku juga dapat di-customize sesu
keinginan
konsumen. Beb erapa produk yang menjadi favorit par
pelanggan
diantaranya sandal couple, sepatu flat one shoe many styles
organizer,
dan produk sepatu terbaru yang sedang menjadi tren
kalangan anak
muda yang disebut sepatu docmart.
Saat ini, Khakikakiku masih dapat bersaing dengan kompetitor-
kompetitornya, diantaranya The Little Things She Needs, dan juga Payless
Shousource. Bila dibandingkan, harga produk yang mereka pasarkan tidak
jauh berbeda dengan Khakikakiku, namun untuk kualitas Khakikakiku
masih jauh lebih baik.
2.1.3 Hasil Responden masyarakat
Untuk menghasilkan data-data faktual lainnya, maka dilakukan pencarian
data melalui kuesioner. Kuesioner/an gk et merupakan alat riset atau survei
yang terdiri atas serangkaian pertanyaan tertulis, bertujuan mendapatkan
tanggapan dari kelompok orang terpilih melalui wawancar a pribadi atau
melalui daftar pertanyaan, kuesioner ini disebar untuk beberapa kalangan
sesuai dengan target dari produk ini. Kuesioner ini bermaksud untuk
mendapatkan jawaban yang
dapat menbantu penyusunan tugas akhir ini
agar menjadi lebih maksimal.
Berdasarkan riset terhadap 25 pelan ggan wanita Khakikakiku yang berusia
17-21 tahun, didapatlah data sebagai berikut:
77,78% merupak an mahasiswa
55,56% mementingk an kualitas sebuah produk sepatu
dibandingkan dengan model/bentuk sepatu (22,22%), har ga sepatu
(22,22%)
88,89% mengatakan p entingnya kemasan (box) sepatu agar dapat
menyimpan kembali sepatunya
|
|
5
44,44% memilih manfaat/kegunaan kemasan sebagai elemen
paling penting dalam sebuah kemasan, disusul bentuk (33,33%),
dan bahan/tekstur (22,22%)
50% membeli Khakikakiku karena produknya yang berkualitas
38,46% memberikan gambaran kasual untuk Khakikakiku
2.1.4 Sepatu
2.1.4.1 Sejarah Sepatu
Sepatu adalah salah satu dari sekian hal pertama yang diciptakan nenek
mo yang kita. Kebutuhanlah yang memaksa mereka menemukan metode
untuk melindungi kaki dari tajamnya batu, pasir yang membakar kaki
dan tanah lapan g yang bergelombang, dalam 'petualangan ' mereka
mencari makanan dan tempat tinggal.
Para ahli sejarah memperkirakan bahwa sepatu pertama kali dibuat pada
zaman Esatau sekitar 5 juta tahun lalu. Sepatu itu dibuat dari kulit hewan.
Sepatu primitif (kuno) dalam jumlah besar pernah ditemukan di
pedalaman Missouri, Amerika Serikat (AS). Diperkirakan sepatu itu
berasal dari 8000 (SM). Sepatu lainnya ju ga pernah ditemukan di
pegunungan Prancis dan kemungkinan berasal dari 3300 SM.
Selain dari kulit binatang, ada juga sepatu yang terbuat dari rumput atau
semak. Gunanya, untuk melindungi kaki dari teriknya sin ar matahari atau
dinginnya suhu. Selain di Missouri, ditemukan juga alas kaki yang
berasal dari peradaban Mesir Kuno, Viking,dan China kuno.
Alas kaki yang berasal dari Mesir Kuno, berhiaskan gambar yang sangat
indah. Alas kaki tersebut merupakan milik raja Mesir. Alas k aki pada
saat itu digunakan untuk menunjukkan status sosial pen ggunanya. Di
zaman itu, han ya par a bangsawan dan oran g-o rang kayalah yan g mampu
untuk memakai sepatu.
Masyarakat Yunani Kuno juga memiliki
alas kaki yan g sangat
menunjang kegiatan mereka sehari-hari. Sepatu mereka memiliki banyak
|
|
6
tali yan g diikat di sekeliling betis.Tentara Romawi Kuno juga memiliki
sepatu yang sangat khas. Sepatu ini disebut caligae. Saat para tentara
Romawi kembali dari peperangan dan menang, caligae diberi paku yang
berasal d ari perunggu, perak, bahkan emas.
2.1.4.2 Jenis-Jenis Sepatu Wanita
Flat, sepatu flat merupakan sepatu hak datar. Sepatu flat merupakan
salah satu sepatu sehari-hari yang nyaman karena tidak memili
hak
sehingga pemakainya tidak akan pegal. Pakaian apa saj
cocok
dipadukan dengan flat shoes, asalkan selalu sesuaika
warna dan
model flat shoes dengan busana Anda. Hindari pemakaia
sepatu
datar dengan rok selutut, outfit anda terlihat ber
dibawah, sangat
kuno dan membuat kaki terlihat pendek.
Kitten Heels, sepatu yang b ertumit pendek atau h ak medium meman g
terkesan sederhana, jenis sepatu ini sangat serasi dipadanka
dengan
gaun semi formal dan stelan kantor (Blazer casual, ro
lurus, atau
rok model A-Line). Cocok saat kamu mengenakan celana 7/8.
Pumps Shoes, juga disebut high heels memiliki ciri hak yang tinggi
dan semua sisi kaki tertutup. Tampilan juga akan terlih
lebih
sempurna ketika memadumadankan pemakaian high heel
dengan
rok ataupun skinny jeans. Cocok
dikenakan denga
setelan blazer
dan celan a.
Stiletto, sepatu jenis ini memiliki ciri khas lancip dibagian depan
dengan sol yang tipis dan tumit yan g tinggi. Sepat
jenis ini
umumnya digunakan un tuk acara formal seperti pest
karena akan
memberi kesan feminin dan sexy buat ladies. Memilih sepat
berhak
stiletto sedikit lebih rumit, pastikan haknya kuat da
tidak mudah
goyah agar bisa berjalan dengan n yaman.
Loafers, untuk mendapatkan kesan yang rapi, cerdas, bersih dan gesit
maka sepatu jenis loafers merupakan pilihan yang paling tepat. Bagi
|
|
7
Anda yang memiliki kaki jenjang, loafer bis
dipadukan dengan rok
mid-length. Padukan celana chino, long sleeve moti
garis, tas tali
panjang dengan loafer datar untuk memberika
tampilan musim
panas yang edgy.
Peep Toe, Dengan lubang di ujung sepatu memungkinkan kaki anda
untuk bernapas dan menjaga sirkulasi darah teta
lancer. Ciri khas
lainn ya adalah bagian belakangn ya yang tertutu
sehingga tetap
cocok dan sopan dipakai dalam acara yang resmi maupu
santai.
Wedges, mempun yai hak tinggi dan sol yan g lebar. Sepatu jenis ini
sangat cocok digunakan bagi kamu yang memiliki ka
yang sensitif
dan mudah sakit saat memakai sepatu dengan tum
yang lancip.
Biasanya sepatu model ini dikenakan bagi and
yang mempun yai
betis besar agar terlihat lebih seimbang.
Boots, ada banyak jenis sepatu boots khusus wanita, mulai dari
yang dikenakan hingga setinggi paha atau diatas mata kaki, bahan
yang ditawarkan pun juga beraneka ragam, seperti kulit, suede
hingga jelly yang sedang menjadi trend.
2.1.5 Khakikakiku
2.1.5.1 Sejarah Khakikakiku
Khakikakiku merupakan salah satu brand lokal (home industry) yang
didirikan oleh Esther Sadikin, wanita kelahiran 1 3 September 1978. Awal
mula beliau mendirikan Khakikakiku yaitu kar ena kecintaannya akan
produk-produk fashion. Toko pertama yang dibukanya terletak di Kota
Bandung di pusat perbelanjaan Paris Van Java. Dengan ketekunan dan
kerja keras beliau, hingga saat ini, Khakikakiku sudah memiliki beberapa
toko dan mulai memperluas usahanya sampai ke Jakarta d an sekitarnya.
Demi memperhatikan kesehatan, Khakikakiku meluncurkan sebuah
produk baru yaitu sepatu ortotik yang memiliki banyak manfaat untuk
kesehatan tubuh.
|
![]() 8
2.1.5.2 Pemasaran Khakikakiku
Pemasaran produk Khakikakiku hanya dilakukan pada beberapa toko yang
terdapat di beberapa pusat perbelanjaan ternama. Dimulai dengan
produksinya yang berlokasi di Kota
Bandun g lalu dilanjutkan dengan
pengiriman ke toko-toko Khakikakiku. Khakikakiku memiliki beberapa
caban g toko di Bandun g dan Jakarta, antara lain:
-
Paris Van Java (Bandung)
-
Citraland (Jakarta)
-
Fx Sudirman (Jakarta)
-
Supermall Karawaci (Jakarta)
Dengan letakn ya yan g cukup strategis yang terletak di beberapa mall
ternama memudahk an para konsumen untuk mengenalinya.
2.1.5.3 Visi dan Misi Khakikakiku
Visi: Mengajak konsumen untuk cinta dan ban gga terhadap produk lokal.
Misi: Membuat alas kaki yan g n yaman dan berkualitas dengan harga yang
pantas untuk kepuasan para konsumen.
2.1.5.4 Logo Khakikakiku
Gambar 2.1 Logo Khakikakiku
Sumber: Ibu Esther Sadikin
2.1.5.5 Produk Khakikakiku
Khakikakiku memproduksi beberapa macam alas kaki seperti sandal,
sepatu flat, wedges, dan boots, juga pernak-pernik sepatu yan g dibuat
handmade. Selain alas kaki, Khakikakiku ju ga memproduksi beberapa
macam aksesoris sep erti dompet, dan berbagai macam tas baik untuk
kosmetik ataupun keperluan fashion. Produk Khakikakiku mempunyai
|
![]() 9
harga yang berkisar antara Rp. 20.000,00 samp
dengan Rp. 320.000,00.
Adapun rangkain produk Khakikakiku adalah sebagai berikut:
Gambar 2.2 Sendal Khakikakiku
Gambar2.3 Flats Khakikakiku
|
![]() 10
Gambar 2.4 Flats Khakikakiku
Gambar 2.5 Flats Khakikakiku
Gambar 2.6 Wedges Khakikakiku
Gambar 2.7 Docmart Khakikakiku
|
![]() 11
Dompet Khakikakiku
Gambar 2.8 Dompet Khakikakiku
Gambar 2.9 Organizer Khakikakiku
Gambar 2.10 Tas Khakikakiku
|
|
12
2.1.5.6 Target Market
Target Primer
Demografi
-
Jenis kelamin: Perempuan
-
Usia: 17-21 tahun
-
Status Ekonomi Sosial: Menengah ke atas
-
Kewar ganegaraan: WNI dan turis WNA yang berkunjung di
pusat perbelanjaan
-
Pekerjaan: Pelajar, mahasiswa, dan karyawan
Psikografi
Mencintai produk fashion, cinta produk Indonesia,
mengutamakan kualitas sebuah produk, cerdas, senang
bersosialisasi, menyukai hang out ke mall dan pusat perbelanjaan.
Geografi
Kota-kota besar di Indonesia terutama Bandung dan Jakarta serta
sekitarn ya.
Target Sekunder
Business to Consumer
Mengikuti event-event seperti pameran yang diadakan oleh
instasi terkait.
Geografi
Kota-kota besar di Indonesia terutama Bandung dan Jakarta serta
sekitarn ya.
2.1.5.7 Kompetitor
1. The Little Thin gs She Needs
The Little Things She Needs merupakan brand Indonesia yang hadir sejak
tahun 2009, menawarkan koleksi footwear dan aksesoris wanita dengan
berbagai pilihan style d an range harga yang relatif terjangkau. Berkomitmen
untuk mengakomodasi kebutuhan wanita dengan menawarkan pilihan sepatu
|
![]() 13
dan aksesoris yan g beragam juga selalu mendengar, serta memahami
kebutuhan para wanita., TLTSN mengajak para konsumennya untuk
mengekspresikan kepribadian setiap wanita dengan selalu meluncurkan
produk-produk dengan model terkini.
Gambar 2.11 Flats The Little Things She Needs
Gambar 2.12 Logo The Little Things She Needs
Sumber: http://m.vemale.com/
2. Payless Shoesource
Payless Shoersource, Inc, adalalah sebuah perusahaan da
Colective Brands,
Inc. yang merupakan peritel khusus sepatu keluarga terbesa
di belahan bumi
barat yang berdedikasi untuk lebih mendemokratisasika
mode dan desain alas
kaki serta aksesoris dan memberi inspirasi mode yan
|
![]() 14
Tim Payless telah membentuk sebuah wadah organisasi penuh semangat,
mementingkan keinginan konsumen dan berd edikasi untuk mendemokra-
tisasikan mode dan desain untuk sepatu dan aksesoris, memberi inspirasi pilihan
mode yan g men yenangkan bagi keluar ga. Payless juga melakukan strategi bisnis
'House of Brands' yang bertujuan untuk menawarkan merek terkenal yang
mengetengahkan gaya terkini yang ditawarkan dengan harga menarik dalam
suasana berbelanja yang menyenangkan d an men ginspirasi.
Gambar 2.13 Sepatu Payless Shoesource
Sumber: http://fun2bfrugal.com/payless-shoe-sou rce-gift-cards-50-off
Gambar 2.14 Logo Payless
2.2 Tinjauan Khusus
2.2.1 Landasan Teori
2.2.1.1 Teori Kemasan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kemasan adalah hasil
mengemas; bungkus pelindung barang dagangan (niaga). Kemasan dapat
didefinisikan sebagai seluruh kegiatan merancang dan memproduksi
wadah atau bungkus atau kemasan suatu
produk. Kemasan meliputi tiga
hal, yaitu merek, kemasan itu sendiri dan label.
Agar berhasil, maka penampilan sebuah kemasan harus mempunyai daya
tarik. Daya tarik pada kemasan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu daya
|
|
15
tarik visual (estetika) dan daya tarik praktis (fungsional). (Christine S.
Cenadi, Jurnal Nirmana Vol. 2, No. 1, Januari 2000, Jurusan Desain
Komunikasi Visual, Fakultas Seni dan Desain,Universitas Kristen Petra)
1. Daya tarik visual (estetika)
Daya tarik visual mengacu pada penampilan kemasan yang mencakup
unsur-unsur grafis untuk menciptakan suatu kesan. Sebuah desain yang
baik harus mampu mempengaruhi konsumen untuk memberikan respons
positif tanpa disadarinya.
2. Daya tarik praktis (fungsional)
Daya tarik praktis merupakan efektivitas dan efisiensi suatu kemasan yang
ditujukan kepada konsumen maupun distributor. Misalnya, untuk
kemudahan penyimpanan atau pemajangan produk. Beberapa daya tarik
praktis lainnya yang perlu dipertimbangkan antara lain :
Dapat melindungi produk
Mudah dibuka atau ditutup kembali untuk disimpan
Porsi yang sesuai untuk produk makanan/minuman
Dapat digunakan kembali (reusable)
Mudah dibawa, dijinjing atau dipegang
Memudahkan pemakai untuk menghabiskan isinya dan mengisi
kembali dengan jenis produk yang dapat diisi ulang (refill)
Menurut Marianne R. Klimchuck dan Sandra A. Krasovec (2007: 51),
desain kemasan mendorong kesuksesan pemasaran ketika:
Desain kemasan itu merefleksikan kualitas yang bagus dengan
harga yang wajar.
Isi produk dan pesan pemasaran ditampilkan dengan jelas dan
langsung.
Desain kemasan tahan lama selama di penyimpanan, pemajan gan
maupun penggunaan produk.
Elemen-elemennya teratur dan efektif, dan tidak tampak kotor atau
usang di rak.
Desain kemasan sesuai dengan kategori
|
|
16
Desain kemasan inovatif dan kompetitif
Saat ini, kemasan produk alas kaki Khakikakiku kuran
memiliki daya
tarik visual yang kuat un tuk dapat menonjol dari kompetito
lainnya. Dan
juga belum memiliki kemasan yang dapat berfun gsi untuk
mengidentifikasi produk-produk tersebut. Oleh k arena it
kemasan baru
Khakikakiku harus dapat menonjol dari kompetitor, mampu
mengidentifikasi produk dengan baik, mampu melindun
produkn ya,
serta harus mampu merefleksikan citra produk Khakikakik
sendiri agar
mudah dikenali dan diingat konsumen.
2.2.1.2 Teori Layout
Dalam membuat desain suatu kemasan, diperlukan kemampuan dalam
meramu seluruh elemen desain secara b ersamaan, meliputi warna, bentuk,
ilustrasi, dan tipografi. Untuk menarik perhatian audiens terhadap sebuah
desain, lebih baik hanya memfokuskan pada salah satu untuk menjadi
elemen utama grafisnya. Misaln ya tipografi menjadi centre of attention,
warnanya saja yang eye-catching, ataupun image-n ya saja yang dramatis
untuk menarik perh atian audiens.
Menurut Surianto Rustan, S.Sn (2008: 0), layout merupakan tata letak
elemen-elemen desain terhadap suatu bidan g dalam media tertentu untuk
mendukung konsep/pesan yang dib awanya.
Prinsip-prinsip layout adalah sebagai berikut:
1. Sequence
Istilah lainnya adalah urutan perhatian, atau disebut juga denga
istilah
hierarki/ flow/ aliran. Merupakan urutan prioritas da
elemen-elemen
yang harus dilihat pertama sampai terakhir. Sequenc
diperlukan
karena bila semua info rmasi ditampilkan sama kua
pembaca akan
kesulitan menangkap pesannya. Dengan adanya sequenc
|
|
17
2. Emphasis
Dapat diciptakan melalui beberap a cara, yaitu:
Memberi ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan elemen-
elemen layout lainnya pada halaman tersebut.
Warna yang kontras/ berbeda sendiri dengan latar belakang dan
elemen lainnya.
Letakkan pada posisi yang menarik perhatian.
Menggunakan bentuk atau style yang berbeda dengan sekitarnya.
3. Balance
Merupakan pembagian berat yang merata pada suatu bidan
layout.
4. Unity
Merupakan prinsip kesatuan elemen-elemen d esain dalam layout.
Tidak hanya dalam hal penampilan tetapi juga mencakup selarasnya
elemen-elemen yang terlihat secara fisik dan pesan yang ingin
disampaikan dalam konsepnya.
Dalam kemasan produk alas kaki Khakikakiku , yang ingin dijadikan
centre of attention adalah tipografi yang berbeda pada kemasan untuk
setiap jenis ukurannya. Tujuannya adalah menciptakan sebuah sistem
desain pada setiap kemasan sehingga mampu bersaing dengan produk
kompetitor.
2.2.1.3 Teori Tipografi
Menurut Marianne R. Klimchuck dan Sandra A. Krasovec (2007: 92),
tipografi desain kemasan digunakan untuk mengkomunikasikan pesan
pemasaran pada media tiga dimensi. Pada awalnya kemasan akan dilihat
dari kejauhan oleh konsumen dari berbagai latar budaya, sosial dan etnis
yang berbeda, dalam waktu yang singkat.
Tipografi untuk desain kemasan haruslah :
Dapat dibaca dan mudah dibaca dari jarak beberapa kaki jauhnya
Didesain pada skala dan bentuk struktur tiga dimensi
|
|
18
Dapat dimen gerti oleh sejumlah pengamat yan g b erbeda-beda latar
belakangnya
Dapat dipercaya dan informatif dalam mengkomu nikasikan informasi
produk
Kemasan Khakikakiku menggunakan font handwritten untuk menonjolkan
bahwa produk Khakikakiku dibuat secar a handmade den gan pengrajin-
pengrajin yang berkualitas. Dan juga jenis san serif untuk body text agar
memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi.
2.2.1.4 Teori Warna
Warna adalah salah satu aspek yang paling berpengaruh dari desain
kemasan. Konsumen lebih mengidentifikasi warna kemasan atau produk
sebelum fitur visual lainn ya. Warna membedakan kepribadian, menarik
perhatian ke atribut-atribut lainnya, dan memungkinkan membuat
perbedaan dari kompetitor. Marianne R. Klimchuck dan Sandra A.
Krasovec (2007: 107).
Jill Morton, konsultan warna dan CEO perusahaan ColorCom menyatakan,
Sebagai alat marketing, warna dapat menjadi k ekuatan persuasif bawah
sadar. Sebagai suatu komponen fun gsional dari penglihatan mausia, warna
dapat menarik perhatian, menyejukan atau menyakitkan mata, dan
berkontribusi pada kesuksesan suatu produk, jasa, atau bahkan suatu
interior ruangan. Warna yang salah dapat menjadi kesalahan yang mahal.
Menurut E.P. Danger, beberapa mafaat warna bagi kemasan adalah
sebagai berikut:
a. Sasaran pertama dari sebuah kemasan ialah mudah terlihat, dan warna
dapat mencapai hal ini.
b. Kemasan yan g baik menarik perhatian dan memicu tindakan pembeli,
efek fisiologis dari warna membantu menjamin tingkatan perh atian
yang maksimal.
c. Kemasan seharusnya memiliki keterlibatan dan kualitas pengenalan
yang maksimal, efek psikologis dari warna akan menjamin bahwa
orang men genali kemasan tersebut bila dipajang.
|
|
19
d. Kemasan tersebut harus mepengaruhi orang untuk memandangnya dari
dekat dan membelin ya, warna akan menolong menjamin bahwa
kemasan tersebut menjual.
e. Kemasan sudah seharusnya menarik perhatian.
f. Warna dalam kemasan akan meningkatkan keterbacaan tulisan.
g. Warna dalam kemasan dapat membantu mengkoordinir kemasan dan
Promosi lainnya.
Tint dan Shade
Tint adalah unsur putih yang dimasukkan ke dalam salah satu
warna di antara gugus lingkaran warna. Semakin banyak unsur
putih dimasukkan ke dalam warna yang lain, maka warna yan g lain
tersebut semakin pucat. Kesannya melembut, seperti merah akan
terlihat pink, biru terkesan menjadi biru muda dan sebagainya.
Shade adalah warna yang telah dicampur hitam. Warna-warn a
shade terkesan memberat, kusam, jorok dan dekil. Namun jika
ditempatkan dengan tepat, hasilnya akan terlihat lain.
Warna dasar yang digunakan dalam kemasan Khakikakiku adala
putih
untuk menampilkan kesan clean. Warna-warna tint dipakai untuk
mendapatkan kesan lembut dan menampilkan desain yang lebi
feminim
sesuai dengan produk Khakikakiku yang dikhususkan untu
wanita.
2.2.1.5 Teori Ilustrasi
Secara umum, ilustrasi adalah media instruksional yang besa
informasi
dapat dicerna lebih mudah ketika disampaikan secara visua
Penerapan
proses kreatif dengan menjadi inventif, imajinatif dan as
intrinsik dan
melekat pada individu. Ini adalah sesuatu yang tidak dap
diberikan,
namun dapat dibawa keluar, dikendalikan dan diarahkan. Mal
Alan.
(2007). Illustration a theoretical & contextual perspectiv
|
![]() 20
Ilustrasi pada kemasan merupakan salah satu unsur yang penting dan
sering digunakan dalam komunikasi sebuah kemasan, karena sering
dianggap sebagai bahasa universal. Ilustrasi yang sederhana didasarkan
pada fungsinya yang khas. Fungsi ilustrasi dalam kemasan adalah:
Untuk menarik perhatian: warna, bentuk, ukuran
Untuk menonjolkan salah satu keistimewaan produk
Untuk memenangkan persaingan dalam menarik perhatian konsumen
Untuk merangsang minat membaca keseluruhan pesan
Untuk menjelaskan suatu pern yataan
Untuk menciptakan suatu suasana yang khas
Untuk menonjolkan suatu merk atau menunjang slogan yang
ditampilkan
Ilustrasi yang digunakan adalah simbol kelinci yang menggambarkan
beberap a nilai Khakikakiku, yaitu:
Love: Setiap produk Khakikakiku dibuat dengan kecintaannya pada
fashion den gan terus mengembangkan produknya mengikuti tren.
Playfulness: Khakikakiku selalu memberikan model-model sepatu yang
baru dan tidak takut untuk membuat produk-produk yang unik.
Compassionate: Mempekerjakan pengrajin-pengrajin kecil yang
berkualitas demi membantu perekonomian masyarakat sekitar.
Gambar 2.15 Kelinci
Sumber: Error! Hyperlink reference not valid.www.pinterest.com/
peter_rabbit_by_
|
|
21
sarauribe363-d58b y25
2.2.1.6 Teori Psikologi Remaja
Dari pengamatan terhadap beberapa belas orang ana
melalui cermin
searah (one-way mirror) Gessel menyimpulkan bahw
perkembangan
ditentukan oleh faktor biologis dan berlaku umu
Teori ini disebu teori
normatif dan menurut teori ini masa remaja bukanla
masa top an dan
badai (strum und drang). Tingkah laku yang nampak di berbag
tingkatan
usia remaja menurut Gessel antara lain sebagai berikut:
Umur 10 tahun: santai, tenang, sibuk dengn diri sendiri, ingi
langsung
memenuhi keingin annya.
Umur 11 tahun: lebih tegang, ingin bertanya selalu, dan melih
segala
sesuatu dari sudut pandangannya sendiri saja.
Umur 16 tahun ke atas: kembali lebih tenan g da
lebih bebas berteman
dengan kawan-kawan sebaya maupun orang dewasa.
2.2.2 Analisa SWOT
Strength
Kemasan praktis yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi produk
dengan lebih mudah.
Merupakan home industry yang mementingkan ku alitas serta
kenyamanan produknya.
Weakness
Identitas dari kemasan yang tidak sesuai dengan feel Khakikakiku.
Kemasan yang terlihat kaku secara visual sedangkan produk
Khakikakiku yang sangat feminim.
Opportunity
Tingginya tingkat permintaan produk sepatu di masyarakat khususn ya
para wanita remaja.
|
|
22
Threat
Kuran gn ya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap produk lokal.
Munculnya kompetitor baru yang akan menyaingi Khakikakiku
|