BAB  2
LANDASAN  PERANCANGAN
2.1  Tinjauan Umum
Dalam  upaya  pen gumpulan  data  untuk  mendukung  pembahasan  masalah  dalam 
Tugas  Akhir  ini,  maka  didapatkan  beberapa  sumber  data  untuk  men unjang 
proyek Tugas Akhir yang diperoleh dari sumber-sumber sebagai berikut: 
2.1.1 Data & Literatur
Pencarian data literatur melalui buku, artikel dan website: 
• 
Buku “Ayo Lawan Kemacetan” by Eka Sari Lorena 
• 
Buku “Semiotika Dalam Riset Komunikasi” b y Nawiroh Vera, M.Si. 
• 
Buku “Protes Publik Transportasi  Indonesia” b y Agus Pambagio 
• 
Buku “Design For Social Impact” by Ideo 
• 
Buku “Semiotika Komunikasi” by Drs. Alex Sobur, M.Si. 
• 
Buku “Behavior Modification” b y Raymond G. Miltenberger 
• 
Buku  “Color  Basic  Panduan  Dasar  Warna  u ntuk  Desainer  dan  Industri 
Grafika” b y Anne Dameria
• 
Buku “Tipografi dalam Desain Grafis” b y Danton Sihombing M.F.A. 
• 
Buku “Writing and Illustrating the Graphic Novel” by Dani
Cooney 
2.1.2 Hasil Survey Lapangan
a. Wawancara dengan narasumber dan  pihak terkait: 
• 
Bpk. Marbun selaku juragan angkot R19 Tangerang 
• 
Bpk. Saragih selaku Ketua Sekretariat Paguyuban R19 Tangerang 
• 
Bayu Rendra S.Kom. selaku Kesiswaan SMA Islamic Village Tangerang 
• 
Yuniyanti Chuzaifah selaku Ketua Komnas Perempuan 
• 
Supir-supir angkot di tempat peristirahatan R19 Tangerang 
b. Melakukan questionnaire terhadap 116 koresponden dengan kesimpulan: 
• 
Dari  116 koresponden, 101  koresponden  tidak  mengenali wajah  supir angkot 
yang  biasa  mereka  gunakan,  12  koresponden  tidak  terlalu  kenal,  3 
koresponden kenal. 
  
• 
Dari  116  koresponden,  33 koresponden  merasa  nyaman  di  dalam  an gkot  dan 
83 koresponden merasa tidak nyaman di dalam angkot. 
• 
Dari  116  koresponden,  74  koresponden  merasa  kebersihan  angkot  sangat 
penting,  40  koresponden  merasa  penting  dan  2  koresponden  merasa 
kebersihan di angkot biasa saja. 
• 
Dari 116  koresponden, 83  korespond en merasa tergan ggu  oleh  fasilitas sound 
system  di  dalam  angkot,  25  koresponden  merasa  biasa  saja,  4  koresponden 
merasa tidak merasa terganggu dan 4 koresponden berfikiran lain. 
• 
Dari  116  koresponden,  71  koresponden  merasa  angkot  sebagai  pen yebab 
kemacetan,  21  mengan ggap  angkot  justru  menguran
kemacetan  dan  24 
koresponden berfikir lain. 
c.  Hal-hal  yang  membuat  was-was  ketika  menggunakan  jasa  angkutan 
perkotaan: 
• 
Pencopetan. 
• 
Pelecehan Seksual. 
• 
Saat  keadaan  dimana  angkot  dipenuhi  penumpang  laki-laki  (khusus 
perempuan). 
• 
Supir genit dan suka berbicara kasar. 
• 
Takut  terjadi  kecelakaan  akibat angkot  yang  ngebut/  menyalip  sembarangan/ 
ugal-ugalan. 
• 
Pengamen/anak punk yang suka meminta uan g secara paksa. 
• 
Tindakan krimnal ketika sendirian di dalam angkot yang sepi. 
• 
Penumpang lain  yang merokok. 
• 
Berita-berita negatif tentang kejahatan di angkot. 
• 
Jika  supirnya  remaja/anak  kecil  (sehingga  timbul  pandangan  negatif  “Supir 
belum mempunyai Surat Ijin Mengemudi”). 
d.  Kesan tentang Angkutan Perkotaan: 
   Pandangan Negatif:
• 
Panas 
• 
Bau 
• 
Lama (karena ngetem) 
  
• 
Sempit (karena penumpang yang dipaksakan melebihi batas kuantitas an gk ot) 
• 
Ugal-ugalan 
• 
Rawan Kriminal (Rampok/C opet) 
• 
Ngetem 
• 
Berhenti seenaknya/mendadak 
• 
Kotor 
• 
Tidak tertib lalu lintas 
• 
Asap rokok 
• 
Pengamen yang menyeramkan 
• 
Kondisi angkot memprihatinkan (belum diremajakan) 
  Pandangan Positif :
• 
Mudah ditemukan 
• 
Kendaraan untuk umum 
• 
Membantu mencapai tujuan dibanding berjalan kaki 
• 
Relatif Murah 
• 
Ekonomis 
• 
Angkutan umum yang dibutuhkan 
• 
Bisa naik dan berhenti dimana saja (bukan di halte  yang telah ditentukan) 
• 
Mengurangi kemacetan 
• 
Bisa bertemu dengan orang lain (bersosialisasi) 
• 
Bertemu dengan cem2an/ wanita cantik 
• 
Tidak terkena hujan 
• 
Transportasi umum  yang merakyat 
• 
Rute  yang dituju jelas 
• 
Mengangkut banyak penumpang sehingga berpotensi mengurangi kemacetan 
• 
Fasilitas angkot  yang diharapkan: 
• 
Lampu saat malam 
• 
Pengharum mobil (parfum) 
• 
Kipas An gin / AC 
• 
Musik yang bisa membuat hati rileks 
• 
Radio berkualitas 
  
• 
Bel berhenti 
• 
Tulisan (berapa tempat duduk  yang tersisa) 
• 
Kaca bening (bisa terlihat dari luar dan tidak gelap) 
• 
Kursi n yaman (optional: empuk) 
• 
Papan rute 
e.  Kriteria  supir  angkot  yang  menjadi  panutan  di  masyarakat  dan  pengguna 
angkutan perkotaan: 
• 
Supir  yang  memiliki  SIM  (Surat  Ijin  Mengemu di)  dan  bukan  Remaja/Anak 
Kecil yang belum memiliki SIM (Surat Ijin Mengemudi). 
• 
Supir  yang  men gutamakan  keselamatan  dan  ken yamanan  penumpang, 
terutama: wanita, lansia, dan anak-anak. 
• 
Supir yang memiliki sopan santun dan etika dalam melayani penumpang.  
• 
Supir yang berkualitas dan bertanggung jawab terhadap penumpang. 
• 
Supir yang menaati Tata Tertib Lalu Lintas yang berlaku. 
• 
Supir yang menghargai pengendara kendaraan lain. 
• 
Supir  yang  mengerti  batas  waktu  ngetem,  sehingga  tidak  terlalu  lama  dan 
merugikan penumpang angkot. 
• 
Supir yang memelihara kebersihan angkot. 
• 
Supir yang tidak merokok di dalam angkot sambil berkendara. 
• 
Supir  yang berani  melarang penumpang  agar tidak  merokok di dalam angkot 
guna ken yamanan penumpang lain. 
• 
Supir yang berpakaian rapih dan meyakinkan. 
• 
Supir  yang cerdas,  yakni  mampu menangani hal-hal yang tidak  diinginkan  di 
dalam angkot terkait. 
• 
Supir  yang  menggunakan  kartu  identitas,  yang  ber guna  jika  terjadi  hal  yang 
tidak diinginkan mudah untuk melapor ke pihak  yang bersangkutan. 
  
f.  Dokumentasi Visual: 
Gambar 2.1 Interview Supir Angkot R19 Tangerang 1 
 
  
Gambar 2.2 Interview Supir Angkot R19 Tangerang 2 
  
 
Gambar 2.3 Interview Ketua Sekretariat Paguyuban R19 Tangerang 
 
  
 
Gambar 2.4  Interview Dengan Pihak KOMNAS Perempuan  
  
2.1.3 Data Penyelenggara 
a.  Dinas Perhubungan Kota T angerang 
Gambar 2.5 Logo Dinas Perhubungan Kota Tangerang 
 
 
-
Alamat  : Jalan Sintanala No.1 Indonesia 15121
-
Telepon : (021) 55794856
-
Website  : dishub.tangerangkota.go.id
-
VISI  : “Mewujudkan transportasi yang handal”
-
MISI  : 1. Mengembangkan sistem transportasi  yang efektif;
  2. Mewujudkan pelayanan angkutan  yang optimal; 
3. Menciptakan ketertiban dan keteraturan lalu lintas; 
4. Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. 
Adapun makna dari 4 (empat) misi  yang dirumuskan oleh Dinas Perhubungan 
Kota Tangerang adalah sebagai berikut : 
1. Mengembangkan sistem transportasi yang efektif adalah upaya 
mengembangkan pola transportasi kota yang terencana, terstruktur, terintegrasi 
dan komprehensif; 
2. Mewujudkan pelayanan angkutan yang optimal adalah Melakukan langkah-
langkah peningkatan kualitas layanan melalui pembinaan, pengendalian dan 
pengaturan dalam penyelenggaraan layan an angkutan umum. 
3. Menciptakan ketertiban dan keteraturan lalu lintas adalah Melakukan 
  
 ya  semangat  fundamentalisme  dan  primordialisme  yang  didukung  oleh  militerisme,  serta  masih  langgen gn ya  impunitas  para  pelaku  pelanggaran  HAM  berat,  termasuk  yang mengakibatkan korban perempu an.
tindakan-tindakan  yang bersifat pencegahan maupun penindakan dalam rangka 
menjaga ketertiban dan keteraturan berlalu lintas; 
4. Mengembangkan Kapasitas Sumber Daya Manusia adalah upaya dalam 
meningkatkan kualitas aparatur agar lebih profesional dalam menjalankan tugas 
yang didukung dengan fasilitas kerja  yang memadai. 
b. 
KOMNAS Perempuan 
 
Gambar 2.6 Logo KOMNAS Perempuan 
-
Alamat  : Jl. Latuharhari 4B. Jakarta. Indonesia. 10310
-
Telepon : +62-21-3903963
-
Fax  : +62-21-3903922
-
Visi, Misi & Nilai Dasar :
Komnas  Perempuan  memandang  bahwa  kekerasa
terhadap  perempuan  adalah 
perwujudan  ketimpangan  historis  dalam  hubunga
kekuasaan  antara  laki-laki 
dan  perempuan  dan  merupakan  hambatan  yan
bersifat  struktural  bagi 
tercapainya  keadilan  sosial,  perdamaian  da
pengembangan  diri  yang 
berkelanjutan.  Kekerasan  terhadap  perempua
merupakan suatu  fenomena  yang 
sudah ada sejak lama, walaupun tiap  zama
memunculkan  kekhasannya sendiri-
sendiri mengikuti kondisi sosial, politik, ekonomi da
budaya yang berlaku. 
Fokus  kerja  Komnas  Perempuan  didasari  pad
penilaian  bahwa  per soalan 
mutakhir  tentang  kekerasan  terhadap  perempua
dipengaruhi  oleh  beberapa 
kecend erungan  besar  pada  tahun-tahun  yan g  aka
datang,  yaitu:  semakin 
meningkatnya  f eminisasi  kemiskinan,  berkembang
  
-
Visi : 
Terciptanya  tatanan,  relasi  sosial  dan  pola  perilak
yang  kondusif  untuk 
mewujudkan  kehidupan  yang  menghargai  keberagama
dan  bebas  dari  rasa 
takut, tindakan atau  ancaman dan diskriminasi  sehingg
kaum  perempuan  dapat 
menikmati hak asasinya sebagai manusia. 
-
Misi :
• 
Meningkatkan  upaya  pencegahan  dan  penanggulangan  segala  bentuk 
kekerasan  terhadap  perempuan  dan  mendorong  pemenuhan  hak  korban 
atas  kebenaran, keadilan dan pemulihan dalam berbagai dimensi, termasuk 
hak  ekonomi,  sosial,  politik,  budaya  yang  berpijak  pada  prinsip  hak  atas 
integritas diri; 
• 
Meningkatkan  kesadar an  publik  bahwa  hak -hak  perempuan  adalah  hak 
asasi  manusia dan kekerasan  terhadap  perempuan adalah pelanggaran  hak
asasi manusia; 
• 
Mendorong pen yempurnaan peraturan  perundan g-undangan  dan kebijakan 
yang  kondusif  serta  membangun  sinergi  dengan  lembaga  pemerintah  dan 
lembaga  publik  lain  yang  mempunyai  wilayah  kerja  atau  juridiksi  yang 
sejenis  untuk  pemenuhan  tanggungjawab  negara  dalam  penghapusan 
segala bentuk kekerasan terhadap perempuan; 
• 
Mengembangkan sistem  pemantauan,  pendokumentasian dan  evaluasi atas 
fakta  kekerasan  terhadap  perempuan  dan  pelanggaran  hak  asasi 
perempuan  atas  kinerja  lembaga-lembaga  negara  serta  masyarakat  dalam 
upaya pemenuhan hak perempuan, khususnya korban kekerasan; 
• 
Memelopori  dan  mendorong  kajian-kajian  yang  mendukung  terpenuhinya 
mandat Komnas Perempuan; 
• 
Memperkuat  jaringan  dan  solidaritas  antar  komunitas  korban,  pejuang 
hak-hak  asasi  manusia,  khususnya  di  tingkat  lokal,  nasional  dan 
internasional; 
• 
Menguatkan  kelembagaan  Komnas  Perempuan  sebagai  komisi  nasional 
yang  independen,  demokratis,  efektif,  efisien,  akuntabel  dan  responsif 
terhadap penegakan hak asasi perempuan. 
  
-
Nilai Dasar : 
Dalam menjalankan organisasi  dan kegiatannya,  Komnas  Perempuan  berpegang 
pada tujuh (7) nilai dasar:
• 
kemanusiaan –  bahwa  setiap  oran g  wajib  dihar gai  sebagai  manusia  utuh 
yang memiliki harkat dan martabat yang sama tanpa kecuali; 
• 
kesetaraan  dan  keadilan  jender –  bahwa  relasi  antara  laki-laki  dan 
perempuan  pada  hak ekatnya  adalah   setara  dan  segala  tatanan  sosial, 
termasuk  sistem  dan  budaya  organisasi,  yang  sedang  diupayakan 
terbangun  seh arusn yalah  menjamin  tidak  terjadi  diskriminasi  dan 
penindasan  berdasarkan  asumsi-asumsi  tentang  ketimpangan  peran  antara 
laki-laki dan perempuan; 
• 
keberagaman – bahwa perbedaan atas dasar suku, ras, agama, kepercayaan 
dan  budaya  merupakan  suatu  hal  yang  perlu  dihormati,  bahkan 
dibanggakan,  dan  bahwa  keberagaman  yan g  sebesar-besarnya  merupakan 
kekuatan dari suatu komunitas atau organisasi jika dikelola dengan baik; 
• 
solidaritas –  bahwa kebersamaan antara pihak-pihak  yang  mempunyai  visi 
dan  misi  yang  sama,  termasuk  antara  aktivis  dan  korban,   antara  tin gkat 
lokal, nasional dan internasional, serta antara organisasi dari latar belakang 
yang  berbeda-beda,  merupakan  sesuatu  yang  perlu  senantiasa  diciptakan, 
dipelihara dan  dikembangkan  karena tak ada  satu  pun pihak dapat berhasil 
mencapai  tujuan  untuk  menciptakan  masyarak at  yang  adil  dan  makmur 
secara sendiri-sendiri; 
• 
kemandirian – bah wa  posisi  yang mandiri tercapai  jika ada kebebasan  dan 
kondisi  yang  kondusif  lainn ya  bagi  lembaga  untuk  bertindak  sesuai 
dengan  kebutuhan dan kepentingan penegakan  hak-hak  asasi manusia bagi 
kaum  perempuan  tanpa  tekanan  dan  kewajiban-kewajiban  yang  dapat 
menjauhkan lembaga dari visi dan misinya; 
• 
akuntabilitas –  bahwa  transparansi  dan  pertanggungjawaban  kepada 
konstituensi  dan  masyarakat  luas  merupakan  kewajiban  dari  setiap 
institusi  publik  yan g  perlu  dijalankan  melalui  mekanisme-mekanisme 
yang jelas; 
• 
anti  kekerasan  dan  anti  diskriminasi –  bahwa,  dalam  proses  berorganisasi, 
bernegosiasi  dan  bekerja,  tidak  ak an  terjadi  tindakan-tindakan  yang 
  
mengandung  unsur  kekerasan  ataupun  diskriminasi  terhadap  pihak 
manapun. 
c.  ORGANDA
Gambar 2.7 Logo Organda
 
-
Alamat  : Panglima Polim No. 105D,  Jakarta Selatan
-
Telepon : (021) 7221467
-
FAX  : (021) 7265064 
-
Tentang ORGANDA :
ORGANDA adalah  satu  –  satunya  wadah  organisasi  pengusaha  angkutan 
bermotor di jalan yang mempunyai peran penting dalam 
menunjang kelancaran 
roda  perekonomian  b angsa.  Sebagai  organisasi  yang  Professional  dan 
Independen  mampu  mewujudkan  transformasi  bidang  usaha  angkutan 
transportasi  darat  guna  meningkatkan  usaha  para  anggota  serta  mendukung 
peningkatan  pelayan an  kepada  masyarakat.  Diharapkan  den gan  diterbitkannya 
Anggaran  Dasar  dan  Anggaran  Rumah  Tangga  ORGANDA  dap at  dijadikan 
petunjuk  dan  pedoman  untuk  melaksanakan  tugas  dan  fungsi  organisasi  serta 
benar  –  benar  dipahami,  dihayati d an  selanjutnya  disosialisasikan  kepada  para 
pengurus  dan  jajaran  ORGANDA  seluruh  Indonesia.  Hal  tersebut  sangat 
penting  dan  berguna  untuk  mengembalikan  fungsi  ORGANDA  sebagai 
  
organisasi  profesi  yan g  independen  dan  mengedepanka
kepentingan  para 
anggota  melalui  pengelolaan  organisasi  yang  profession
dan  inovatif. 
-
VISI :
Mampu  Menjadi  Organisasi  Yang  Profesional  dan  Inde
enden  serta  mampu 
mewujudkan transformasi bidang usaha transportasi darat  gun
meningkatkan 
usaha  para  anggota  serta  mendukung  peningkata
pelayanan  kepada 
masyarakat. 
MISI :
• 
Mengembalikan  fungsi  ORGANDA  sebagai  organisasi  profesi  yang 
independen  serta  mengedepankan  kepentingan  para  anggota  melalui 
pengelolaan  organisasi  secar a  Profesional  oleh  sumber  daya  manusia  yang 
memiliki  pengetahuan  dan  pengalaman  dibidang  transportasi  pada  umumnya 
dan transportasi darat pada khususnya. 
• 
Memberikan  pelayanan  dan  bantuan  secara  optimal  kepada  seluruh  anggota 
ORGANDA  berkaitan  dengan  aspek  ekonomi,  hukum,  keamanan  dan 
kepastian  berusaha  melalui  peningkatan  koordinasi  dan  kerjasama  dengan 
Pemerintah,  pen egak  hukum,  perguruan  tin ggi,  para  mitra  kerja  dan  pihak-
pihak lainn ya yang terkait dengan sektor transportasi darat. 
• 
Aktif  memberikan  sar an  dan  masukan  kepada  Pemerintah  mengenai  kondisi 
terkini  serta  hal-hal  yang  mempengaruhi  dunia  usaha  transportasi  darat 
berdasarkan  k epada  analisa,  penelitian  dan  pengkajian  yang  komprehensif 
agar  dapat  menjadi  pertimbangan  dalam  setiap  kebijakan  disektor 
transportasi. 
• 
Mewujudkan  ORGANDA  sebagai  organisasi  p rofesi  yang  terus  melakukan 
inovasi  dalam  rangka  mengatasi  tantangan  dan  hambatan  disektor  usaha 
transportasi  darat  dan   berupaya  menciptakan  peluang  usaha  melalui 
kerjasama baik dalam maupun diluar negeri. 
• 
Revitalisasi  transportasi  darat  sebagai  tulang  punggung  masyarakat  dalam 
melakukan  kegiatan  sosial  dan  ekonominya,  melalui  peningkatan  pelayanan, 
efisiensi biaya produksi  dan biaya operasional dengan  melibatkan Pemerintah 
dalam meringankan beban usaha para anggota. 
  
2.1.4 Target
a.  Demografi
1.  Usia     : 14 – 17 tahun 
2.  Jenis Kelamin  : Pria dan Wanita 
3.  SES     : C  
4.  Kewarganegaraan   : Indonesia 
5.  Pendidikan    : SMP – SMA 
6.  Pekerjaan    : Pelajar 
b.  Geografi
• 
Wilayah    : Perkotaan 
• 
Iklim    : Tropis 
• 
Kepadatan    : Sangat pada penduduk 
c.  Psikografi
Senang  mengikuti  sebuah  trend  dan  mainstream  yang  ada  di  kalangannya, 
mereka  biasan ya  ak an  berlomba-lomba  untuk  menjadi  yang  terupdate  di 
lingkun gannya.  Tidak  mau  kalah  dengan  kalangan  SES  atas,  senang  bila 
diundang  pada  suatu  event  yang  membuat  mereka  berkumpul  dan  ber gaul. 
Masih  senang  untuk  mengekslpor  hal-hal  baru  di  sekitarnya,  keingintahuan 
yang  tinggi  dan  tertarik  dengan  b anyak  hal.  Untuk  urusan  fashion/stylish 
mereka senang terlihat menyerupai kalangan SES atas. 
 
2.2  Tinjauan Khusus
2.2.1 Konsep Dasar Transportasi
Pengertian  transportasi  yang  dikemukakan  oleh  Nasution  (1996)  diartikan 
sebagai  pemindahan  barang  dan  manusia  dari  tempat  asal  k e  tempat  tujuan. 
Sehingga  dengan  kegiatan  tersebut  maka  terdapat  tiga  hal  yaitu  adan ya  muatan 
yang  diangkut, tersedianya kendaraan  sebagai alat angkut, dan terdapatnya  jalan 
yang  dapat  dilalui.  Proses  pemindahan  dari  gerakan  tempat  asal,  dimana 
kegiatan  p engangkutan  dimulai  dan  ke  tempat  tujuan  dimana  kegiatan  diakhiri. 
Untuk  itu  dengan  adan ya  pemindahan  barang  dan  manusia  tersebut,  maka 
  
transportasi  merupakan  salah  satu  sektor  yang  dapat  menunjan g  kegiatan 
ekonomi  (the  promoting  sector)  dan  pemberi  jasa  (the  servicing  sector)  bagi 
perkembangan  ekonomi.  Pengertian  lainn ya  dikemukakan  oleh  Soesilo  (1999) 
yang  mengemukakan  bahwa  transportasi  merupakan  perger akan  tin gkah  laku 
orang  dalam  ruang  baik   dalam  membawa  dirinya  sendiri  maupun  membawa  
barang. 
Selain  itu,  Tamin  (1997:5)  mengungkapkan  bahwa,  prasar ana  transp ortasi 
mempunyai  dua  peran  utama,  yaitu:  (1)  sebagai  alat  bantu  untuk  mengarahkan 
pembangunan  di  d aerah  perkotaan;  dan  sebagai  prasarana  bagi  pergerakan 
manusia  dan/atau  barang  yang  timbul  akibat  adan ya  kegiatan  di  daerah 
perkotaan  tersebut.  Dengan  melihat  dua  peran  yang di  sampaikan  di  atas,  peran 
pertama  sering  digunakan  oleh  perencana  pengembang  wilayah  untuk  dapat 
mengembangkan  wilayahnya  sesuai  dengan  rencana.  Misalnya  saja  akan 
dikembangkan  suatu  wilayah  baru  dimana  pada  wilayah  tersebut  tidak  akan 
pernah  ada  peminatnya  bila  wilayah  tersebut  tidak  disediakan  sistem  prasarana 
transportasi.  Sehingga  pada  kondisi  tersebut,  parsarana  transportasi  akan 
menjadi  penting  untuk  aksesibilitas  menuju  wilayah  tersebut  d an  akan 
berdampak  pada  tingginya  minat  masyar akat  untuk  menjalankan  kegiatan 
ekonomi.  Hal  ini  merupakan  penjelasan  per an  prasar ana  transportasi  yang 
kedua,  yaitu untuk mendukung pergerakan manusia dan barang. 
Kegiatan  ekonomi  dan  transportasi  memiliki  keterkaitan  yang  sangat  erat, 
dimana  keduanya  dapat saling  mempengaruhi. Hal  ini seperti  yang diun gk apkan 
oleh  Tamin  (1997:4)  bahwa pertumbuhan ekono mi  memiliki  keterkaitan dengan 
transportasi,  karena  akibat  pertumbuhan  ekonomi  maka  mobilitas  seseorang 
meningkat  dan  kebutuhan  pergerakann ya  pun  menjadi  meningkat  melebih 
kapasitas prasarana  transportasi  yang  tersedia.  Hal  ini dapat  disimpulkan  bahwa 
transportasi  dan  per ekonomian  memiliki  keterkaitan  yang  erat.  Di  satu  sisi 
transportasi  dapat  mendorong  peningkatan 
kegiatan  ekonomi  suatu  daerah, 
karena  dengan  adanya  infrastruktur  transportasi  maka  suatu  daerah  dapat 
meningkat  kegiatan  ekonominya.  Namun  di  sisi  lain,  akibat  tingginya  kegiatan 
ekonomi  dimana  pertumbuhan  ekonomi  meningkat  maka  akan  timbul  masalah 
transportasi,  karena  terjadinya  kemacetan  lalu  lintas,  sehingga  per lunya 
penambahan  jalur  transportasi  untuk  mengimbangi  tingginya  kegiatan  ekonomi 
tersebut.  
  
Pentingn ya  peran  sektor  transportasi  bagi  kegiatan  ekonomi  mengharuskan 
adan ya sebuah  sistem  transportasi yang handal, efisien,  dan efektif. Tr ansportasi 
yang  efektif  memiliki  arti  bahwa  sistem  transportasi  yang  memenuhi  kapasitas 
angkut  yang  terpadu 
atau  terinterigasi  dengan  antar  moda  transportasi,  tertib, 
teratur,  lancar,  cepat  dan  tepat,  selamat,  aman,  nyaman  dan  biaya  terjangkau 
secara ekonomi.  Sedangkan  efisiensi  dalam  arti  beban  publik  sebagai pengguna 
jasa transportasi menjadi rendah dan memiliki utilitas yang tinggi. 
2.2.2 Teori Behaviorisme
 
Secara  pragmatis,  teori  belajar  dapat  dipahami  sebagai  prinsip  umum  atau 
kumpulan  prinsip  yang  saling  berhubungan  dan  merupakan  penjelasan  atas 
sejumlah fakta dan penemuan yang berkaitan dengan peristiwa belajar. 
Behaviorisme  merupakan  salah  satu  pendekatan  untuk  memahami  perilaku 
individu  yang han ya dipandang dari sisi fenomena  jasmaniah, dan  mengabaikan 
aspek-aspek  mental.  Dengan  kata  lain,  behaviorisme  tidak  mengakui  adanya 
kecerdasan,  bakat,  minat  dan  p erasaan  individu  dalam  suatu  belajar.  Peristiwa 
belajar  semata-mata  melatih  refleks-refleks  sedemikian  rupa  sehingga  menjadi 
kebiasaan  yang  dikuasai  individu.  Teori  kaum  behavoris  lebih  dikenal  dengan 
nama teori  belajar,  karena seluruh perilaku  manusia adalah hasil belajar. B elajar 
artinya  perbahan  perilak u  organise  sebagai  pengaruh  lingkungan.  Behaviorisme 
tidak  mau  mempersoalkan  apakah  manusia  baik  atau  jelek,  rasional  atau 
emosional,  behaviorisme  hanya  ingin  mengetahui  bagaimana  perilakunya 
dikendalikan oleh faktor-faktor lingkungan. 
Teori  belajar  behaviorisme  adalah  sebuah  teori 
yang  dicetuskan  oleh  Gage  dan
Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil da
pengalaman.  
Lalu  teori  ini  berkembang  menjadi  aliran  psikologi  belaja
yang  berpengaruh 
terhadap  arah  pengembangan  teori  dan  praktik  pendidika
dan  teori 
pembelajaran,  ini  dikenal  sebagai  aliran  behavioristik.  Dala
arti  teori  b elajar 
yang  lebih  menekankan   pada  tingkah  laku  manusi
Memandang  individu 
sebagai makhluk reaktif  yang memberi respon terhadap lingkunga
  
1. Mementingkan faktor lingkungan 
2. Menekankan pada faktor bagian 
3.  Menekankan  pada  tingkah  laku  yang  nampak  dengan  mempergunakan
metode obyektif.
4.  Bersifat mekanis 
5.  Mementingkan masa lalu 
6.  Mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil 
7.  Mementingkan pembentukan reaksi atau respon 
8.  Menekankan pentingnya latihan 
9.  Mementingkan mekanisme hasil belajar
10.  Mementingkan  p eranan  kemampuan  dan  hasil  belajar  yang  diperoleh  adalah
munculnya perilaku  yang diinginkan.
2.2.3  Teori Kampanye
Kampan ye  menurut  Kamus  Besar  Bahasa  Indonesia  berati  suatu  gerakan 
(tindakan) serentak (untuk melawan, men gadakan  aksi). Sedangkan sosial adalah 
semua  hal  yang  berkenaan  dengan  masyarakat.  Jadi  Kampanye  sosial, 
merupakan  suatu  gerak an  yan g  dilakukan  untuk  mengubah  perilaku  sesuatu 
yang  berkenaan  dengan  kelompok  masyarakat  agar  menuju  ke  arah  tertentu 
sesuai dengan gerakan yang dilaksanakan oleh pembuat kampanye.  
Roger  dan  Storey  (1987)  mendefinisikan  kampanye  sebagai  “serangkaian 
tindakan  komunikasi  yang  terancana  den gan  tujuan  menciptakan  efek  tertentu 
pada  sejumlah  besar  khalayak  yan g  dilakukan  secara  berkelanjutan  pada  kurun
waktu tertentu”.  Dan agar masyarakat lebih menanggapi keb eradaan suatu  pesan 
yang  disampaikan  melalui  kampan ye,  maka  dalam  pembuatan  kampanye  harus 
memiliki beberapa fungsi, antara lain: 
• 
Mengubah pola pikir masyarakat  
• 
Mencapai  tujuan  dengan  menggugah  kesadaran  dan  pendapat  masyarakat 
pada isu tertentu,  
• 
Pengembangan  usaha  d engan  membujuk  khalayak  memb eli  produk  yang 
dipasarkan,  
• 
Memban gun citra positif.  
  
Charles  U.Larson  (1992)  sendiri  membagi  jenis  kampanye  ke  dalam  tiga 
kategori yakni: 
• 
Product-oriented  campaigns  atau  kampan ye  yang  berorientasi  pada  produk 
umumnya  terjadi  di  lingkungan  bisnis.  Istilah  lain  yang  serin g  dipertukarkan 
dengan  kampan ye  jenis  ini  adalah  commercial  campaigns  atau  corporate 
campaign.  Motivasi  yang  mendasarinya  adalah  memperoleh  keuntungan 
finansial.  Cara  yang  d itempuhnya  ad alah  memperkenalkan  p roduk  dan 
melipatgandakan penjualan sehingga diperoleh keuntungan yang diharapk an.  
• 
Candidate-oriented  campaigns  atau  kampanye  yan g  berorientasi  pada 
kandidat  umumnya  yang  dimotivasi  oleh  hasrat  untuk  meraih  kekuasaan 
politik.  Karena  itu  jenis  kampanye  ini  dapat  juga  disebut  sebagai  political 
campaigns  (kampan ye  politik).  Tujuannya  antara  lain  adalah  untuk 
memenangkan  dukungan  masyarakat  terhadap  kandidat-  kandidat  yang 
diajukan  partai  politik  agar  dapat  menduduki  jabatan-jabatan  politik  yang 
diperebutkan lewat proses pemilihan umum.  
• 
Ideologically  or  cause  oriented  campaigns  adalah  jenis  kampanye  yang 
berorientasi  pada  tujuan-tujuan  yang  bersifat  khusus  dan  sering  kali 
berdimensi  perubahan  sosial.  Karena  itu  kampanye  jenis  ini  dalam  istilah 
Kotler  disebut  sebagai  social  change  campaigns,  yakni  kampan ye  yang 
ditujukan  untuk 
menangani  masalah  masalah  sosial  melalui  perubahan   sikap 
dan perilaku publik yang terkait. 
2.2.4 Teori Tipografi
Menurut  Danton  Sihombing  M.F.A.  Dalam  bukunya  yang  berjudul  “Tipografi 
dalam  Desain  Grafis,” 
menjelaskan  b ahwa  tipografi  merupakan  properti  visual 
yang  pokok  dan  efektif   lewat  penerapan  yang  fungsional  dan  memiliki  nilai 
estetika,  tipografi mamp u menghadirkan  energi  yang berpotensi menerjemahkan 
atmosfir-atmosfir  yang  tersirat  dalam  sebuah  komunikasi  visual  verbal  yang 
dituangkan melalui abstraksi bentuk-bentuk visual. 
Typefont  untuk  setiap  kalimat  informasi menggunakan  Yanone  Kaffeesatz, serta 
untuk  Penekanan  yang  dilakukan  dalam  pola  rancangan  visual  agar  dapat 
menstimulasi  penglihatan,  sehingga  timbul  hirarki  penekanan  teks  yang
  
dilakukan (Focal Point) menggunakan Typefont Bangers. 
Sintaktis tipografi: Penataan  elemen  visual dalam  kesatuan bentuk yang  kohesif. 
Sintaktis tipografi  meliputi pengaturan elemen  komposisi yang  terkecil, meliputi 
huruf, kata, garis, kolom, serta margin. 
2.2.5 Psikologi Warna Merah, Kuning dan Hitam
a.  Merah
• 
Hidup 
• 
Cerah 
• 
Pemimpin 
• 
Gairah 
• 
Kuat 
Bendera  Indonesia  adalah  merah  dan  putih,  Merah  berarti  berani  dan  putih 
berarti  suci.  Demikianlah  para  pemimpin  bangsa  kita  dahulu  mengasosiasikan 
warna  merah  pada  bendera  kita  sebagai  lambang  keberanian.  Merah  memang 
identik dengan rona buah apel, kelopak mawar, warna darah, dan panasnya nyala 
api,  sehingga  berasosiasi  pada  sesuatu  yang  membangkitkan    selera kegairahan, 
emosi,  menggelegak  dan   semangat  yang    membara.  Merah  banyak  digunakan 
sebagai  lambang  keberanian,  kekuatan,  sensualitas  dan  bahaya.  Merah  sangat 
ekspresif dan dinamis dalam mempresentasikan cinta dan kehidupan. 
Dalam  lingkaran  warna,  merah  adalah  warna  paling  panas  dan  memiliki 
gelombang  warna  paling  p anjang  sehingga  warna  inilah  yang  paling  cep at 
tertangkap  mata.  Itu  sebabnya  merah  biasanya  merupakan  warna  pertama  yang 
dikenali anak-anak sekaligus menjadi warna yang paling menarik bagi mereka. 
b.  Kuning
• 
Segar 
• 
Cepat  
• 
Jujur 
• 
Adil 
• 
Tajam 
• 
Cerdas 
  
Kuning  merupakan  seb uah  warna  yang  cocok  dipakai  untuk  penjualan  atau 
dalam  pamer an  karena  lebih  menarik  mata  dibandingkan  dengan  warna  lain. 
Kuning adalah  warna matahari, sumber energi dan sumber  cahaya alam di  bumi. 
Cerahn ya  bias  sinar  matahari  pagi  dengan  latar  langit  yang  biru  adalah  suasana 
yang  terekam  dalam  ingatan  kita k etika mengasosiasikan  warna ini.  Begitu  pula 
dengan segarnya warna jeruk lemon. 
Sebagai  salah  satu  warn a  primer,  kuning  adalah  warna  dengan  efek  yang  kuat, 
sehingga secara psikologis warna ini sangat efektif  diterapkan pada hal-hal yang 
membutuhkan motivasi dan menaikan mood. 
Dalam  psikologi  warna,  kuning  dikaitkan  dengan  kecerdasan,  ide  baru   serta 
kepercayaan  terhadap  potensi  diri.  Warna  ini  adalah  warna  yang  sangat  p ositif 
sehingga  dapat  dipakai  untuk  menghilangkan  keragu-raguan,  melambangkan 
kejujuran,  mengeliminasi  pemikiran  negatif,  dan  memberi  semangat.  Kuning 
juga  sangat  membantu  orang  dalam  menghadapi  rasa  takut  dan  depresi. Karena 
itu,  warna  ini  banyak  digunakan  pada  ruang-ruang  pemulihan  rumah  sakit  atau 
pusat rehabilitasi. 
c.  Hitam
• 
Kuat 
• 
Kreativitas 
• 
Magis 
• 
Idealis 
• 
Fokus 
Hitam  dapat  menggamb arkan  keheningan,  kematangan  berpikir  dan  kedalaman 
akal  yang  menghasilkan  karya.  Terutama  karya-karya  yang  bernilai  seni.  Tak 
heran  jika  para  seniman,  seperti  pelukis,  penyair  dan  pelakon  teater  juga 
menggemari  warna  ini.  Demikian  juga  mereka  berkecimpung  di  dunia  desain 
seperti  para  arsitek,  desainer  dan  fotografer. Bagi  para  penggemar mode,  warna 
hitam  adalah  warna  yan g  abadi,  selalu  terlihat  modern  dan  gaya.  Hitam  juga 
sangat  digemari  sekaligus  menampilkan  kesan  elegan  dan  mewah.  Jika  kita 
memakai  rok/celana  panjang  berwarna  hitam,  maka  untuk  kemeja/T-shirt  yang 
akan  kita gunakan  dapat kita pilih hampir semua warna.  Apak ah itu warna  putih, 
merah, kuning dan lainn ya. 
  
2.2.6  Teori Semiotika Charles Sanders Peirce
Charles  Sanders  Peirce  dikenal  dengan  model  triadic  dan  konsep  trikonominya 
yang terdiri atas berikut ini. 
• 
Representamen; bentuk  yang diterima oleh tanda atau berfungsi sebagai tanda 
(Saussure  men amakannya  signifier). Representamen  kadang  diistilahkan juga 
menjadi sign. 
• 
Interpretant;  bukan  penafsir  tanda,  tetapi  lebih  merujuk  pada  makna  dari 
tanda. 
• 
Object;  sesuatu  yan g  merujuk  pada  tanda.  Sesuatu  yang  diwakili  oleh 
representamen  yang  berkaitan  dengan  acuan.  Object  dap
berupa 
representasi mental (ada  dalam pikiran), dapat juga berupa sesuat
yang nyata 
di luar tanda. (Peirce, 1931 & Silverman, 1983, dalam Chandler). 
Model  triadik  dari  Peirce  sering  juga  disebut  sebag
“triangle  meaning 
semiotics”  atau  dikenal  dengan  teori  segitiga  makna,  yan
dijelaskan  secara 
sederhana:  “tanda  adalah   sesuatu  yang  dikaitkan  pad
seseorang  untuk  sesuatu 
dalam  beberapa  hal  atau  kapasitas.  Tanda  menunjuk  pad
seseorang,  yakni, 
menciptakan  di  benak  orang  tersebut  suatu  tanda  yan
setara,  atau  suatu  tanda 
yang  lebih  berkembang,  tanda  yang  diciptakannya  dinamaka
interpretant  dari 
tanda  pertama.  Tanda  itu  menunjukan  sesuatu,  yak
objeknya”  (Fiske,  2007: 
63). 
 
Gambar 2.8  Triangle Meaning Charles Sanders Peirce
 
Dalam model  Peirce, makna dihasilkan  melalui  rantai  dari  tanda-tanda (menjadi 
interpretants),  yan g  berhubungan   dengan  model  dialogisme  Mikhail  Bakhtin,
  
dimana  setiap  ekspresi  budaya  selalu  sudah  merupakan  respons  atau  jawaban 
terhadap  ekspresi  sebelumnya,  dan  yang  menghasilkan  respons  lebih  lanjut 
dengan menjadi addressible kepada orang lain (Martin Irvine, 1998-2010). 
• 
Representament/sign (tanda). 
• 
Object (sesuatu yang dirujuk). 
• 
Interpretant (“hasil” hubungan representament dengan objek). 
2.2.7  Teori Illustrasi Mc Cloud
Mc  Cloud  (2001:28)  ilustrasi  kartun  merujuk  pda  bentuk  abstrak  dan  sederhana 
sehingga  semakin  jauh  dari  citra  foto  yang  asli.  Masih  menurut  McCloud, 
gambar  realis  merupakan  ikon  yan g  paling  mirip  dengan  manusia  atau  objek 
aslin ya.  Sehingga  seniman  yang  hendak  melukiskan  keindahan  dan  k erumitan 
dunia  fisik  akan  menggunak an  aliran  realis.  Intinya  ilustrasi  merupakan 
penggambaran  secara  visual  cerita  dari  sebuah  komik.  Ada  banyak  ragam  gaya 
yang  dimiliki  para  illustrator.  Bahkan  setiap  wilayah  atau  Negara  memiliki 
karakter  ilustrasi  tersendiri  yang  justru  menjadi  ciri  khas  dari  wilayah  atau 
Negara tersebut.  
Kolaborasi  ilustrasi  dengan  kata  kata  menurut  McCloud  mengacu  pada  enam 
pola: 
1.  Gabungan  khusus  kata  kata  artinya  ilustrasi  hanya  sebagai  pendukung  dan 
tidak menambah banyak makna karena teks  yang ada sudah komplit 
2. Gabungan khusus gambar,maksudnya adalah kata kata hanya  ada sebagai  efek 
suara dari ilustrasi yang ada. 
3.  Gabun gan  khusus  duo,kata  kata  dan  ilustrasi  menempati  kedudukan  yang 
sama karena keduanya menyampaikan pesan yang sama penting 
4.  Gabun gan  aditif  atau  gabungan  yang  saling  menguatkan,artinya  kata  kata 
memperkuat atau memperdalam makna ilustrasi demikian pula sebaliknya 
5.  Gabungan  pararel  ,kata  kata  dan  ilustrasi  mengikuti  alur  yang  berbeda  tanpa 
saling bersimpangan 
6.  Gabungan  montase,  disini  kata  kata  diperlakukan  sebagai  unsur  yang  paling 
penting dalam gambar. 
  
7.  Gabungan  interdependen,  gabungan  ini  paling  ban yak  digunakan  karena 
antara kata kata dan gambar sama sama berpern dalm menyampaikan gagasan 
yang tak dapat dilakukan oleh hanya salah satu dari keduanya. 
Ilustrasi  pad a  dasarnya  merupakan  terjemahan  dari  teks.  Ilustrasi  mampu 
membantu  mengkomunikasikan  pesan  dengan  cepat,tepat  dan  tegas. 
Kemampuan  yang  lain  adalah  kekuatannya  yan g  mampu  membentuk  suasana 
penuh  emosi  dan  membuat  gagasan  menjadi  seakan  akan  n yata.  Sehingga 
dengan  ilustrasi  ini  maka pesan dalam  teks  akan  menjadi  lebih  berkesan  karena 
pembaca  lebih  mudah  mengin gat  gambar  daripada  teks.  Menurut  cara 
membuatn ya,ilustrasi dibuat  dengan  dua  cara  yaitu manual  drawing  dan dengan 
bantuan  computer  graphic.  Manual  drawing  secara  umum  diartikan  sebagai 
membuat  goresan atau coretan disuatu  permukaan dengan menekankan alat  pada 
permukaan  tersebut,alat  yang  dipakai  adalah  pensil,  kuas,  krayon  dan  lain  lain. 
Berbeda dengan ilustrasi dengan bantuan computer graphic, ilustrasi yang dibuat 
memanfaatkan  tools  yang  terdap at  dalam  beb erapa  software  yang  khusus 
digunakan  sebagai  program  ilustrasi  baik  yang  berbasis  vector  ataupun  bitmap. 
Adapun  software  yang  biasa  digunakan  dalam  pembuatan  ilustrasi  jenis  ini 
adalah Corel draw,Adobe photoshop,Freehand maupun Adobe Illustrator. 
2.3 Analisa SWOT
a.  Strength:
• 
Sebuah  gerakan  kampanye  sosial  satu-satunya  di  Indonesia  yang  memiliki 
tujuan untuk memperbaiki citra supir angkutan perkotaan. 
• 
Melibatkan  masyar akat  sebagai  observator  sehingga  nilai  yang  ditujukan 
lebih mudah tersampaikan. 
• 
Gerakan  kampan ye  sosial  yang  berjalan  pada  arah  terfokus  namun  dapat 
menjadi  solusi  pen yelesaian  beberapa  masalah  sekaligus,  karena  pihak  yang 
dilibatkan dalam ruang lingkup masalah  yang sama. 
b.  Weakness:
• 
Harus menghadapi dan berurusan dengan preman dari trayek-trayek tertentu. 
• 
Sistem angkutan perkotaan yang belum kondusif. 
  
c.  Opportunities:
• 
Menjadi  suatu  nilai  baru  di  masyarakat  sehingga  berkesempatan  membuat 
masyarakat lebih peduli dan terlibat. 
• 
Memberikan nilai baru terhadap angkutan perkotaan menjadi lebih kreatif dan 
unik. 
• 
Keunikan  dari  nilai  yang  dib erikan  menarik  minat  media  dan  pihak 
pemerintahan untuk turut serta dalam mengembangkan gerakan ini. 
d.  Threat:
• 
Kurangnya kepedulian dan keberanian masyarakat untuk melakukan 
perubahan dan keluar dari zona n yaman.