Orang-orang muda mulai menulis nama mereka sendiri atau
nama panggilan di dinding bangunan, kotak, kotak telepon,
underpass da n a khirnya didalam subwa y kereta bawah tanah.
Pertama, ini disebut Single Hitting ke mudian dikenal dengan
Tagging. Itu ke tika beberapa anak-anak mulai bersaing dengan
orang lain melalui tulisan tanda tangan mereka sendiri. Mungkin
koleksi terbesa r tanda tangan atau the biggest colle ction of
signatures didapatka n oleh seseorang bernama TAKI 183, yang
memberikan wawancara dengan surat kabar The New York Times di
1971. Nama sebenarnya da ri TAKI 183 adalah Demetrius, Dia
adalah seorang Yunani muda yang bekerja di Ne w York.
Ia se ring bepergia n dengan menggunaka n kereta bawah tanah
dan disaat itu ia menulis tag-nya hampir di mana-mana .Nama-
nama Writers
terkenal lainya dalam masa itu seperti : JOE 136,
BARBARA 62, EEL 159, YANK 135, EVA 62. Pada pergantian masa
dari tahun 60-an dan 70-a n, MTA (Metropolitan Transit Authority)
harus menghabiskan lebih da ri 300.000 dollar untuk menghapus
coretan di kereta bawa h tanah. Jumlah ini setara dengan 80.000 jam
kerja yang diperlukan untuk menghapus grafiti. Namun para
writers bukan hanya anak muda ,ada juga Gangs atau Geng
untuk menunjukan daerah kekuasaan mereka , da n juga untuk
menjadi terkenal,ini digunakan sebagai bentuk komunikasi .
Mungkin itu adalah salah satu fakta ya ng paling penting, karena
setelah penerbitan sebuah wawancara dengan
TAKI 183, ratusan
anak-a nak mulai menulis nama mereka di seluruh dunia.
Nama-na ma yang ditulis ditempat-tempat Hardcore sangat
cepat menjadi popular dan terkenal. Dan pembuat tagging ini
hanya dengan hitungan hari, membuat mereka
menjadi pahlawan
dalam kelompok komunitas mere ka. Ketika Cat Semprot (Spray
Paint) ditemukan Graffiti menjadi semakin popular, serta lebih
terlihat. Setelah beberapa waktu dinding tembok mulai tidak ada
lagi ruang kosong, dan tag baru mulai tak terlihat di antara banyak
lainnya. Hal ini penting untuk memulai gaya baru, yang aka n lebih
boros dan jelas tidak biasa.
|