![]() Di film ini pe nulis menggunakan warna-warna cool seerti biru tosca dan pink
pada scene malam hari, dan warna biru tua dan kuning pada sc ene pagi hari yang
dirasa dapat menghadirkan perbedaan mood tentang sua tu ade gan yang berbeda.
Pemilihan warna biru tosca yan memberikan kesan suram, dan warna pink yang
memberika n kesan soft dirasa dapat memberikan empha sis tersendiri dikarenakan
kedua warna tersebut saling bertolak belakang. Warna-warna denga n saturasi yang
rendah tersebut dengan warna bayangan yang kontras berwarna hitam sangatlah
menyatu dan memberikan kesan tersendiri.
Sedangkan untuk scene pada bagian pagi hari yang mengguna kan warna biru
tua dan kuning membuat mood pada adegan ini terasa hangat, da mai dan terlihat
indah.
2.2.1.7 Teori Sinematografi
Di dalam buku karya Joseph V. Mascelli, A.S.C. yang berjudul The
Five Cs of Cinematography dijelaskan bahwa perhatian audiens selama
suatu adegan berlangsung bisa tertuju terhadap suatu pusat dengan
prinsip-prinsip se bagai berikut:
1. Posisi, Gerakan, Action, dan Suara
Sebuah karakter bisa mendapatkan perhatian dari penonton jika
diposisikan di ba gian yang
paling dominan dari sebuah komposisi
menggerakkan ke posisi terbaik ketika adegan berlangsung,
menaruhnya terpencil dari karakter a tau elemen-elemen lain,
menempatkan di tempa t yang kontrasnya lebih baik dengan
background, serta gerak mendadak dari suatu pemain sebelumnya
pasif.
2. Pencahayaan, Nilai Nada, dan Warna
Secara normal, mata penonton akan lebih tertarik terhadap bagian
yang mendapat cahaya lebih terang, nada yang paling cerah, atau
bagian yang paling berwa rna dari gambar.
3. Pemfokusan Seca ra Sele ktif
Metode yang sangat efektif untuk menarik penonton ke pusat
perhatian adalah dengan melakukan pengaturan fokus secara
|