Home Start Back Next End
  
11
c.
Network Layer
Lapisan
ini mengontrol operasi dari subnet. Masalah desain utama
dari lapisan
ini adalah menentukan bagaimana paket diarahkan dari
sumber ke tujuan. Rutenya dapat berdasarkan tabel statis
yang terhubung
dengan jaringan dan jarang diubah, atau tabel
tersebut dapat di
update
secara otomatis untuk menghindari komponen yang gagal. Selain itu, rute
juga dapat ditentukan pada awal setiap percakapan, misalnya, sesi
terminal, seperti login ke sebuah remote machine. Pada akhirnya, desain
ini
dapat bersifat sangat dinamis, dengan ditentukan lagi untuk masing-
masing paket untuk mencerminkan beban jaringan saat itu.
d.
Transport Layer
Fungsi dasar dari lapisan ini adalah menerima data dari lapisan
atasnya, membaginya kedalam unit yang lebih kecil jika diperlukan,
mengirimkan data ini ke network layer, dan memastikan bahwa semua
bagian sampai dengan benar di ujung lainnya. Selain itu, semua ini harus
dilakukan secara efisien dan dalam cara yang mengisolasi lapisan atas
dari perubahan teknologi perangkat seiring waktu berjalan.
e.
Session Layer
Lapisan
ini memungkinan pengguna pada mesin yang berbeda untuk
memulai sesi diantara pengguna tersebut. Sesi menawarkan berbagai
layanan, termasuk pengendalian dialog (menjaga giliran pengiriman data),
manajemen token
(mencegah kedua pihak menjalankan operasi yang
sama secara bersamaan), dan sinkronisasi (membuat checkpoint transmisi
panjang yang memungkinkan transmisi
untuk memulai dari posisi
terakhir dimana terjadi crash dan melakukan pemulihan).
f.
Presentation Layer
Tidak seperti lapisan
sebelumnya, yang sebagian besar berkaitan
dengan pergerakan bit, lapisan
ini lebih berkaitan dengan sintaks dan
semantik
dari informasi yang dikirimkan. Untuk memungkinkan
komputer dengan perbedaan internal representasi data untuk
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter