Rudy
Hadisuwamo
pun
menyetujui. Dia
menegaskan,
di
Jabotabek
saat
ini
jumlah salon
ada
sekitar 5.000
unit.
Ini
menunjukkan orang
masih
melihat
adanya
peluang
bisnis
di
salon.
Selain
itu
didukung
pula
dengan
keberadaan
sekolah
pemi:a rambut yang sudah tersebar
kemana-mana.
"Pada
prilisipnya salon
adalah
bisnis
yang
menjual
jasa,
karenanya
kita
harus
poodai
dalam
mengasah
ketrampilan
penataan
rambut
serta
memberikan
service
yang memuaskan
pada pelanggan.
Tempat yang
mewah tidak
menJamm
pelayanannya baik, akhimya kembali juga pada layanan," kata Johny.
Mengenai
keberadaan
salon
di
Jakarta
yang
letalmya
saling
berdekatm,
kata
Rudy, sebagai salah satu
pengurus di
Yayasan Tiara
Kusuma, hal seperti itu
sangat
sulit dihindarkan karena memang selama ini tak ada
pengatura. "Kami tidak berbak
melarang mereka, kerena memang belum ada
aturannya. Paling tidak dengan
lokasi yang berdekatan, kompetisi makin ketat dan penilaian tergantung konsumen.
Seperti hukmn alam yang kuat akan survive," jelas Rudy.
Dhanel
dari
Gue
Loe
Salon
pun
berpendapat
sama.
Menurut
Dhanel,
dengan
semakin
banyak
salon
akan
memacu
pengusaha salon
untuk
meningkatkan mutu
dan pelayanan.
Mengenai
kenaikan
biaya
listrik,
akan
bisa
mempengaruhi
barga
pela:yanan
di
salon.
Diperkirakan
teljadi
kenaikan
sebesar
lO
perse11.
Rudy
mengungkapkan
bahwa operasional di salon 10
persen menggunakan tenaga Jistrik.
''Kita
pun
barus menyesuaikan, bila tidak
dinaikkan akan
sulit
menutup biaya
|