Johnny
Andrean
yang
merintis
salon
pertamanya
di
tahun
1978,
saai
im
telah
mengembangkan 163
cabang
salon dengan
merek
(brand)
namanya
di
seluruh
Indonesia. Sebanyak 50
persen
dari selwuh
cabangnya itu
dikelola
melalui
ke!ja
sama
dengan investor. Investor
tersebut
berfungsi sebagai
penyedia
modal, tetapi
tidak bertanggung
jawab
terhadap
pengelolaan usaha.
Selwuh
manajemen
dari
ang salon menjadi kewenangan kantor pusat
bisms Johnny And:rean
Cabang
salon
Johnny
Andrean
tidak
hanya
di
kota-kota
besar,
melainkan
di
bebernpa
kota
menengah
dan
kecil,
seperti
Cirebon,
Surakarta,
dan
Sidooljo.
Di
samping
salon,
Johnny
Andrean
juga membuka
37sekolah
dan pusat pelatihan
keternmpilan gunting rambut
Sementara
itu,
Salon
Rudy
Hadisuwamo
mengembangkan
sistem
warnl.aba.
Sebanyak
80
persen
dari
seluruh
salon
milik
penata
rambut
Rudy
Hadisuwamo
dikembangkan dengan sistem waralaba. Mengenai lokasinya, 60
persen di mal atau
pusat
pertokoan,
dan
selebihnya
di
ruko
atau
perumahan.
Saat
ini,
Rudy
mempunyai sekitar
130 cabang
di Indonesia, terbagi atas
beberapa nama sesuai
dengan
segmen
pelariggan.
Hadisuwarno
Salon,
misalnya,
ditujukan
bagi
masyarakat dari
kalangan ekonomi
atas.
"Segmen pelanggan dari salon
nu
unnunnya berusia 35 tahun ke atas dan mapan dari segi keuangan," kata Rudy.
Untuk
pengunjung dari
kalangan
menengah
ke
atas,
Rudy
menyediakan
Rudy
Salon.
Ada pula
Brown
Salon
dengan segmen
pengunjung khusus
remaja berusia
antam 13 hingga 30 tahun.
|