|
BAB2
Data dan
Analisa
a
(Komik Jepang)
Sejaral! Komik Jepang
Tahun
1815,
istilah
manga
diciptakan oleh
semman pengukir
kay
terkenal, Hokusai. Ia memakai dua huruf Cina- man ('!alai')
dan ga ('gambar')
untuk
menyebut
coret-coretan
komiknya.
Seribu
tahun
sebelum
Hokusai
Jepang memiliki gambar-gambar yang mirip manga tapi hila manga merupakan
'seni
lanjutan'
seperti
yang
dinyatakan
Will
Eisner, contoh-contoh pertama
yang paling
jelas
adalah gulungan
kertas bergambar abad
pertengahan Jepang
yang
mengkombinasikan gambar
untuk
menceritakan kejadian berikut tulisan
untuk menyampaikan cerita. Gulungan kertas bergambar di masa awal (seperti
gulungan
kertas
abad
XII
atau
abad XIII)
merupakan
manga
elit
dan
modern
untuk
massa. Di
akhir abad XVIII, kultur konsumen yang subur
di masyarakat
kelas mengengah
perkotaan
menghasilkan
media yang mirip manga
untuk
massa.
Dicetak
di balok
kayu, buku
cerita
dewasa dengan
narasi dan
dialog
di
sekitar
ilustrasi
kuas
tinta mengaburkan
perbedaan
antara
teks
dan
gambar.
Seperti
juga
manga,
karya
ini
menghadirkan
humor,
drama,
fantasi,
bahkan
pomografi.
Jepang
yang
agresif
mengimpor
pengetahuan
dari
barat, juga
kebudayaan,
dan
teknologi
di
akhir
abad
XIX,
'manga'
ini
digantikan
oleh
gabungan dari gambar kartun
pribumi dan
barat
dalam terbitan yang bersifat
satir.
Pada awal
hingga
pertengahan
abad XX,
komik Jepang
dan U.S.
mirip
|
|
dalam hal
gaya dan popularitas,
namun
manga
Jepang
berkembang
cepat
sementara komik U.S.
mundur.
Seorang
seruman
yang
pantas
mendapat
penghargaan
untuk
manga
mode
yaitu,
almarhum
Tezuka
Osamu,
sang
'dewa'
manga.
Mighty
Atom, karyany
yang
paling temama, terkenal
di
seluruh
dunia;
versi
animasi
di tahun
1960a
disiarkan
di
U.S.
sebagai Astro
Boy.
Dalam
autobiografinya,
Tezuk
menggambarkan bagaimana manganya berbeda dari para pendahulunya:
"Kebanyakan
manga diambil
dari
perspektif
2
dimensi
seperti
pertunjuka
panggung. Tempat masuk para pemain dari
kanan kiri
panggung berfokus
pad
penonton.
Saya
menyadari
bahwa
tak
ada
cara
untuk
menghasi!kan
kekuata
atau
dampak
psikologis
dengan
pendekatan
seperti
ini,
maka
saya
mula
memperkenalkan teknik sinematik dari film-film Jerman dan Perancis dari
masa ketika saya masih menjadi siswa. Saya memanipulasi
close-up
dan sudut
pandang dan mencoba
memakai
banyak
panel atau
banyak
halaman
untuk
menangkap gerakan
secara tepat
dan
ekspresi wajah
yang
sebelumnya
hanya
berpanel
tunggal.
Maka
saya
menghasilkan
karya
yang
lebih
dari
1000
halaman
banyaknya.
Potensi dari
manga
lebih dari
sekedar humor;
dengan
tema berair
mata,
kesedihan,
kernarahan dan
kebencian,
saya
rnernbuat cerita
yang tak selalu berakhir bahagia" dernikian komentar Tezuka Osarnu.
Setelah menggambarkan
komik
strip
4
panel
untuk
koran,
Tezuka
mendebut
buku komik di tahun 1947 dengan
New
Treasure Island,
cerita yang diterbitkan
|
|
sebagai akahon ('buku
merah'), komik murah
yang mendapat sebutan itu
karena tinta merah mencolok pada sampulnya. Akahon merupakan industri baik
yang menyajikan
bagi
anak-anak
hiburan
sederhana
yang
tetjangkau
dalam
kemiskinan
di
awal
masa
Jepang habis
perang.
New
Treasure
Island segera
mengubah
manga, dengan menjual
400000 eksemplar secara tak terduga
Tezuka pindah
ke
apartemen sederhana di
Tokyo agar lebih dekat dengan
penerbitan, dan dengan
pesat
mengembangkan pengikut
berupa
seniman
seniman
manga
pemula, bahkan sebagian dari
mereka ikut pindah ke gedung
yang
sama.
Inovasi
Tezuka
mengarahkan
pada
perluasan,
restrukturisasi
radikal dari
pasar: anak-anak yang
dibesarkan seiring
manga dari
Tezuka
dan
pengikutnya,
tak
seperti
pendahulunya, tak
berhenti
membaca
manga
ketika
mereka
di
sekolah
menengah.
Ataupun
ketika
sekolah
menengah
atas.
Atau
ketika kuliah.
Sejarah Komik Indonesia
Pada
tahun
1950-an
komik
di
Indonesia
mulai
bermunculan
meskipun
dalam
mengambil ceritanya
komik
di
Indonesia
ini
masih
meniru
dari
barat
Dan
kira-kira
pada
tahun
1960-an
sampai
dengan
1970-an
komik
Indonesia
mencapai masa keemasaanya. Pada masa itulah nama-nama komikus Indonesia
seperti R.A. Kosasih dengan Sri Asih dan Mahabarata-nya,
Genes T.H. dengan
si Buta
dari Goa
Hantu-nya, Hans
Jaladara
dengan
Panji
Tengkorak-nya,
dan
banyak
lagi
menjadi
sangat
terkenal
di
kalangan
penggemar
komik
d
Indonesia.
|
|
Namun pada
tahun
1980-an
dan
1990-an, semng
dengan
masuknya
komik-komik
import
dari terjemahan
Barat
(Eropa
dan
Amerika)
maka
produksi komik-kornik
di
Indonesia merosot jauh.
Ditambah !agi
dengan
masuknya
Manga
pada
awal
1990-an
membuat
pasaran
komik
asalnegri
kita
ini semakin merosot lagi.
Manfaat "MACHIKO llfANGA
SCHOOL"
Tentunya
tidalc
seorangpun yang ingin menggunakan uangnya untuk
sesuatu yang tidak
berguna.
Demikian
juga orang
yang
ingin
bergabung
dengan
"M4CHIKO M4NGA
SCHOOL"
Tentunya orang ingin rnendapatkan
keuntungan-keuntungan
setelah
bergabung
dengan
"M4CHIKO
M4NGA
SCHOOL"
Sebagai perusahaan
jasa
yang
bergerak
dibidang
pengaJaran
maka
"MACHIKO
MANGA
SCHOOL"
menyedialcan
kelebihan
sendiri
untuk
pemakai jasa mereka dibandingkan perusahaan lain.
Adapun kelebihan mereka
adalah.:
"
Pengajar yang telah berpengalaman dalam bidangnya.
"
Murid-murid
diajarkan
baik
secara
teori
dan
praktek
Hal
ini
mernbuktikan
sistem
yang
digunakan
dalam
belajar
tidak
sembarangan_
"
Murid-murid
juga
belaj ar
dengan
mengunakan
naskah
yang
pernah
digunakan untuk membuat
Manga.
|
|
"
Tidak
hanya mengajarkan
skill
dalam
menggambar
saja
"MACHIKO
MANGA SCHOOL"
juga
mengajarkan bagaimana membuat cerita
yang baik.
"
"MACHIKO MANGA
SCHOOL"
juga
menyediakan berbaga
peralatan
yang
diperlukan
seorang
komikus
dengan
diskon
khusu
untuk para muridnya.
"
"MACHIKO
MANGA
SCHOOL"
juga
menyediakan
buku-buk
untuk refernsi yang diperlukan murid-muridnya. Buku tersebut
dapat
dipinjam ataupun dibeli.
"
"MACHIKO MANGA SCHOOL"
juga bekerjasama dengan
beberapa
perusahaan penerbit
komik baik
dalam
dan
luar
negri yang
nantinya
berguna
untuk
membawa
mu.tidnya untuk
menjadi
bekerja
seorang
komikus
l
Wawancara
Penulis rnelakctan wawancara
dengan Machiko
sensei
(
dalam
bahasa
nesia berarti
'Guru')
yang
merupakan
pengajar
dan
kepala
sekolah
dari
CHIKO MANGA SCHOOL"
ini. Beliau tidak hanya mengajar di
sekolahManga
aja, melainkan beliau juga telah selama kurang lebih 25 (dua puluh lima) tahun
engalaman
hingga
sekarangsebagai
pengarang
komik yang
telah
manghasilkan
rapa karya komik.
Menurut beliau pembentukan
sekolah
Manga
berasal dari
banyaknya
umsi
komik
di
Indonesia
sekarang
ini.
Dewasa ini
banyak
sekali
ketertarikan
|
|
masyarakat terhadap
komik,
mulai
dari
membaca,
menkoleksi,
menirukan
bar,
membuat
tokoh sendiri,
sampai
dengan
membuat
cerita.
Namun
sanga
angkan
di
Indonesia
masih
sangat
sedikit
lembaga-lembaga
pendidikan
yan
gajarkan
membuat
komik
dengan baik.
Kebanyakan
lembaga-lembaga tersebu
a
mengajarkan
kepada
murid-muridnya
sebatas
menggambar
saja.
Untuk
it
hika
sensei tergerak
untuk
membuat
suatu
lembaga pendidikan
yang
baik
da!a
bentuk
dan
membekali
seseorang
untuk
menjadi
seorang
komikus
yan
sional.
Baik
da!am
menggambar,
menggunakan
efek-efek
tertentu
yan
dukung suasana da!am cerita, sampai dengan menerbitkan buku komik sendiri.
Adapun visi dan misi dari lembaga ini adalah:
:
Membuat Komikus dari
negara Indonesia
:
Melatill calon-calon komikns di negara Indonesia
isa SWOT
Dengan
memperhatikan
SWOT dari
"MACHIKO
MANGA
SCHOOL
gai
bahan
pertimbangan
dalam
pembentukan
identitas,
Penulis
berharap
dapa
bentuk
suatu identitas tersendiri yang baik
dan terarah
dibandingka
lumnya.
ngth (Keknatan)
Mempunyai
pengajar
profesional
yang
sudah
lama
terjun
sebagai
komikus
selama 25 (dua puluh lima) tahun.
|
|
Mempunyai
bahan
pengaJaran
yang
baik,
hal
ini
dikarenakan
dalam
pengajaran mereka menggunakan naskah asli yang
pernah
digunakan untuk
membuat komik.
Mempunyai perpustakaan yang cukup untuk
bahan refrensi bagi para murid.
Mempunyai
persediaan barang-barang yang akan
digunakan untuk
membuat
komik
kness (Kelemahan)
Karena
pengajar
komik
langsung
dari
Jepang,
tentu
saJa
sulit
sekali
berkomunikasi dengan pengajar secara langsung tanpa penerjemah.
Biaya
pendidikan
di
lembaga
ini tergolong
relatif
mahal,
dan
hanya
dapat
dicapai oleh kalangan menengah keatas.
Alat-alat yang dijual relatif cukup banyak dan cukup mahal.
ortunity (Peimmg)
Kurangnya lembaga-lembaga sejenis yang bergerak seprofesional ini.
Cukup
banyaknya pengemar komik Jepang
(manga)
di
Indonesia
yang
juga
berminat untuk mengembangkan kemampuannya dalam membuat komik.
Adanya dukungan
dari
pihak-pihak
distributor
komik
baik
di
dalam
negeri
maupun di luat negeri yang mau untuk menerbitkan karya-karya lulusan dari
lembaga ini.
at (Ancamarn)
|
|
Meskipun
sudah
ada
yang
ingin
untuk
membantu
untuk
menerbitkan
karya
lulusan
lembaga
ini
namun tetap
dapat
dikatakan
masih
kurang. Hal
ini
disebabkan
karena
minat
para
pembaca
komik
di
Indonesia
yang
selektif
dalam pemilihan pengarang khususnya
pengarang dalam negeri.
Perkomikan di
Indonesia masih
belum dapat
dikatakan sebagai profesi yang
dapat
ditekuni.
Hal
ini
menyebabkan
orang
tua
ragu
untuk
menyekolahkan
anaknya untuk belajar di "MACHIKO MANGA
SCHOOL".
|