![]() 17
(:li±D=lttf=J
R
> :(B.³>
(S)
:(2,1·5,4);
(5,4-5,7);
(5,7-8,10)
:(6,3-6,7);
(6,7·8,7);
(8,7-8,5)
1
2 3
4
5 6 7 8 9 10
Gambar 2.3(b) Model data vector
2.
Data non-spasial
atau
disebut
juga
data
attribut
adalah
suatu
data
yang berasal
dari
catatan
statistik,
sensus, catatan
lapangan,
dan tabular
lainnya
yang
dapat
dibubungkan
dengan
data
gengrafis
(peta)
untuk menampilkan
informasi
yang
diperlukan.
Data
ini
diperoleb
dengan
cara
manual,
seperti
data
yang
diperoleb
dari
basil kuesioner maupun data basil pengamatan
atau pengukuran
secara langsung
di
lapangan,
yang
kemudian dimasukkan
secara
manual dengan
papan
ketik atau
keyboard atau dengan peralatan data entry
lainnya
untuk
disimpan dalarn
berbagai
media
penyimpanan.
Data
attribut ini
disimpan dalam
bentuk database,
tabel dan
dapat
ditampilkan pada
peta
dengan
pola
tertentu
baik
titik
maupun
simbol
tertentu.
Dalam
sistem
informasi
geogmfi
data attribut
diperlukan
untuk
pengkodean
yang
digunakan untuk analisis data.
Penggabungan data
spasial
dan
data non..spasial
dikenal dengan
basis
data
spasial. Unsur
data
spasial dan
data
non-spasial yang dikumpulkan
dalam realisasinya
disimpan
dalarn
perangkat
keras
komputer.
Dengan cara
demikian
data
dapat
|