![]() 29
.
A.m(T)
=
panjang
gelombang dengan
intensitas
maksimum
yang
dipancarkan oleb
suatu
materi pada temperatur T
C
=
konstanta yang nilainya 2898 ).1111/
K
T
=
temperatur materi
yang diamati,
dalam hal
ini adalah kebakaran hutan.
Maka
dengan
naiknya
temperatur,
pancaran
energi
termal bergeser
ke gelombang
pendek.
Dalam
pembakaran biomasa,
termasuk
kebakaran
hutan,
ada
dua
fase
pembakaran
yaitu
fase
bara
dengan
temperatur
berkisar
antara
400-500
K,
dan
api
dengan
temperatur mencapai
800-1200
K,
sedangkan
temperatur
areal
tanpa
kebakaran
sekitar
300 K
Dengan
perbedaan temperatur
yang
sangat
tinggi
ini,
maka
kebakaran
hutan akan mudah terdeteksi oleh satelit
Sesuai
hukurn
pergeseran Wien,
maka sensor
AVHRR
pada channel
ke
tiga
yang
beroperasi pada
panjang gelombang
(3,55-3,95)
).lm
paling
cocok
untuk
mendeteksi
kebakaran
hutan. Dari channel tiga
ini
paling
efektif pada panjang gelombang 3,7
).1111.
Untuk
fase
bara, kebakaran hutan
minimal
seluas 10"³ dari
Iuas (1,
lxl,l
)km² atau
sekitar luasan (35x35)m² dapat terdeteksi
oleh sensor AVHRR
pada channel ketiga
Sedangkan fase
api
dapat mendeteksi
luasan yang
lebih kecil
lagi, yaitu sebesar
I
O""
dari
luas
satu pixel
atau seluas (llxl 1)
m²
Untuk
luasan
kebakaran yang lebih
kecil
dari itu
satelit belum mampu untuk
mendeteksinya
2.3.2 Mananajemen Kebakarun Hutan
Untuk
mengatasi teijadinya
kebakaran
hutan yang tidak diinginkan
dibutuhkan
suatu
manajemen
kebakaran hutan yang
meliputi sebelum
teijadinya
kebakaran, saat
|