|
i
:
J
'
6
.f
r sistem
infonnasi yang
dLlcenal
sela.'lll! ini.
Dalam per&'lcangan
database tradisional
i
ldigunakan
rnetode
nonnalisas
seda.'lgk:an
dalam
penmcanga.'l
data
warehouse,
!
i
\normalisasi bukan!ah cara yang
terbaik,
sebaliknya di\renal perancangan
data
warehouse
: i
i
\dengan metode
denormalisasi.
Menurut I.mnon dan
Hackathorn (1994, pl),
data
warehouse
adalah kumpulan
I
!
data
yang
bersifat
berorientasi subyek, terintegrasi, time
variant,
dan
nonvolatile
untuk
I
mendukung
manajemen proses
peTigambilan keputusa.'l.
'
: i
I
Menurut
Williams (1998,
p531),
data warehouse
adalah
sekumpulan data
historis
yang
digw"'18kan dal.a\-n
pengambilan
keputusan.
Data
warehouse
yang
efektif
mernungkinkan user
mendapatk:an kesellli--uha.n
data
dengan
cepat
dan
mudah.
Jadi, data warehouse
dapat
dikataka.YJ
sebagai
suatu
proses
yang terdiri
ciaJi
tahapan-tahapan
sebagai
beri.kut :
1.
Proses menggahungkan
data
2. Proses mentransforrr;asikan data
3
_ Proses
mendistribusikan
data
'
'
'
4. Proses
mengguna.kan data
!
Proses
pembangunan
dan
pengembangan
data
warehouse dikenal
dengan
istilah
;
I
data
warehousing.
Data
warehousing adaiah
suatu
proses
pengintegrasian
data-data
f
pemsahaa.'1 ya11.g
ada di seluruh
ling_kungannya ke
dalam suatu
tempat
penyimpanan
i
I
tunggal
dari
ma.TJa
pengguna
ak:hir
dapat
dengan
muda.ft rnembuat
query data
(menyaring
.
'
I
dan rnemilah data
sesuai
dengan
kebutuhan),
membuat
Japoran serta
menganalisis laporan
: i
tersebut.
I
|