|
23
Menjelang
Dinasti JV"'oog,
ada
abakus
yang
mempunyai
2
hagian,
yaitu
bagian atas
terdiri
dari 1
madk
dan
bagian
bawah terdiri
dari
5
I!Ial".ik-manik,
dimana abakus tersebut
ditemukan di
dal.arn
Candi
Lu
Weizhen (tahun 1543
M
talum 1610
Ill!).
Abakus dibuat sedemikian rupa, sehingga mudah
dibawa kemana
mana
dan
cepat
dal.am
memberikan
jav.>aban.
Abakus
teiab
digunakan
sejak
dahulu,
babkan
sampai
sekarang
pun
masih
tetap
digunakan.
Abakus
dibuat
dengan
berbagai
rnacam
ukuran,
dan
abakus
terbesar
mempunyai
tinggi
26
em
dengan
panjar,g
36
em
dan
117
batang,
yang
telah
berillllur
ratusan
tahun
dan disimpan di
Darentang,
sebuah furrnasi tradisional
di
Tianjin.
Mar>ik-manik abal.ms
dapat
juga berbentuk
bundar atau
belal.r
ketupat Abakus
tradisional mempunyar
2
ma·rik-rmmik diatas batang
pembatas
horisont.al
dan
5
rnaf'.ik-rnanik
dibawab
batang
pembatas
tersebut.
Metode
perhitunga1mya tetap
tidak berubal.r sampai sek!l<'img.
Walaupun
pada
saat
ini
dunia
telal.r
mernasuki jaman
elektronik,
penggunaan
dad
ahakus
tidak
berkunmg
di
Cina.
Berbagai
penelitian
telah
menunjukkan bahwa operasi
penambahan dan
pengurangan,
abakus tetap
lebih cepat daripada
kallrulator,
seperti
terlihat
pada !a1npiran L-2.
Abacus
Committee
me!akuka.n
pene!itian
dan
menemukan
frekuensi
hubu: gan
antara 4 proses
dalam
bisnis, adalalr
sebagai
berikut:
per.ambah&'l SO%, pen ;;'1!rangan 25%, perkalian
20%,
pembagia\1.
5%.
Apabila angka-angka
yang
digunakan untuk
perkalian dan
pembagian tidak
melampaui
10
digit, pengguna
!ebih
cekata,'J,Imabir dal.am
melakukan
perhitungan denga.;ab!iLlcus dibandingir.an dengan kaikulator.
|