'   . l
l
'
'
.
BAB2
LANDASAN TEORI
2.1 
Sistem 
Telepon
:
'
.
.
:1      •
Sistem   telepon  
dimulai  
dengan  
local   loop 
(Jaringan  
!oka!), 
yang
menghubungkan 
pesawat
te!epon
dengan
sentral
telepon
melalui
sepasang
kabel. 
:
.
'
.
(Schweber,
W., !998,  p459)
:
;
1
2.1.1 
Pesawat
Telepon
Skema 
dari
pesawat telepon
biasa ditunjukan
pada
gambar
2. l.
Earphone:
Speaker
l
i
Hybrid inside 
i
?hone
Gambar
2.1 
Skema
pesawat telepon
biasa 
\  
'
Ketika
pesawat
telepon
sedang
on-hook
(gagang
pesawat
di!etakan),
ia
seperti 
ra."lgkaian yang  terbuka 
dan 
tidak 
ada arus
yang 
mengalir 
dan 
hanya
terdapat
tegangan
DC dari sentral
sebesar
-48
V. Ketika
pesawat
telepon
menjadi
6
  
7
ofihook 
(gagang diangkat)
maka akan terjadi
rangkaian
te1iutup dan arus akan
mengalir  sebesar 20 rnA, dengan tegangan sebesar  -6 V sampai -8 V.  Adanya
arus yang mengalir pada  rangkaian akan dideteksi oleh sentral telepon dan akan
diindikasikan bahwa pesawat telepon sedang off-hook.
Ketika ada panggilan
yang masulc   Suatu sinyal
AC   yang dinamakan
"Ringing  Voltage"   sebesar
-90 
Vrms dikirim dari sentral telepon
ke
pesawat
telepon,
tegangan
ini
alcan
mengaktifkan
bel
elektronik
dari
pesawat
telepon.
Rangkaian bel
dihubungkan dengan kabel local loop
melalui
kapasitor 
secara
seri 
yang  akan 
memblok  arus  DC  dan 
melewatkan  arus  AC  serta 
untuk
mencegah pesawat telepon yang sedang on-hook menghabiskan tegangan baterai
sentral.
Dua kabel
antara pesawat
telepon
dan
local
loop  dinamakan  Tip
dan
Ring.  Tip  dan Ring  meru.pakan dua buah kabel berdiameter
114 
inci  yang
digunakan sejak
penggunaan
telepon pertama kali sebagai
konektor
fisik
yang
dapat dimasukan dan dicabut secara mudah.
2.1.2 
Alat Panggil
Untuk melakukan panggilan dikenal dua macam alat panggil, yaitu pulse
dan tone dialing. Pada pulse dialing
ketika suatu
angka di
panggil,
local
loop
a..lcan
te1iutup/terbuka sebanyak jumlah angka yang dipanggil, dengan jangkauan
10
tutup/buka per
detik
dan
duty cycle sebanyak
50
%. 
Sentra! telepon akan
memonitor dan menghitung uru.tan dari tutup/buka untuk mengetahui angka yang
dipanggil.
,     '
r    '
;     '
,
  
  
  I
I
I
1
2
4
'
8
Ala:panggil 
yang
kedua
adalah 
tone dialing.
Pada
tone dialing,
setiap
angka
direpresentasikan 
oleh
pasangan
tone
yang
unik,
seperti  ditunjukan 
pada
gambar
2.2.
Terdapat 
empat 
group
tone  rendah.
masing 
-
masing 
untuk 
setiap
baris,
dan
3
group
tone
tinggi,
masir;.g
-
masing
untuk
setiap
kolom
(satu 
group
tone
tinggi
lagi hanya
terdapat
pada
telepon
khusus).   
Sentral
telepon
akan
mendeteksi
pasangan
frekuensi
tersebut
untuk
mengetahui
angka
yang
dipanggi!.
Coiurnn
Column
Co!umn
Cof:1mn{Absent on most phones)
Row1   
qJ----qJ-- 
-cp--
69'7 
H:r.
I
Rcw2   
$---ctJ---8--
-rt
770Hz
'
'
I
I
I
I
RowS   r
$---¢---$---$--
852Hz
Row4  
--r--r--r
941Hz
:200Hz 
1336
H:t
1477
t-lz
1633Hz
I
I  .
j.:
I
.
'
i
C'.rambar 2.2 
Pengelompolan
Frekuensi
DTMF
2.1.3
Pembentukan
Hu!:mngan
Untuk
pencbentulmn hubunga..;telepon 
malm
antara
sentral  dan
pesawat
telepon
tetjadi
komunikasi
lebih
dahulu.
Komunikasi
ini dilakukan
dalam
bentuk
saling 
mengirim 
sinyal 
-
si::yal 
seperti 
dial
tone,
ringing
tone,
busy
tone,
congestion tone
serta  pengiriman 
nomor
yang 
dipanggil 
oleh 
pesawat 
telepon.
Masing
-
masing
tone
tersebut
dijelaskan
pada tabel
2. l.
.
.
Untuk  
memulai    panggi!an,  
pemanggil 
mengangkat 
handset,    yang
mengakibatkan   saklar 
hook
menr;.tup
dan 
menyebabkan  
adanya 
aliran 
arus.
Kecika 
terdeteksi  
adanya  
aliran  
arus,  
perangkat  
di   sentral 
teiepon  
akan
I
'
l
I
  
  :
j.
'
\   
I
.
!
I
I
9
menghubu.'lgka.>
loop 
pemanggil 
ke
tone
receiver 
dan
mengirimkan
dial
tone
j   '
'
!':
ur1tuk mengindikasikan  bahwa  bahwa  sentral  telepon  siap 
untuk  menerima
l
'
:
i
nomor
yang akan dipanggil. Ketika
mendengar
dial  tone, 
pema.'lggil
menekan
tombol 
untuk 
nomor 
yang 
dipanggii, 
yang  akan 
mengirimkan 
pasangan
frekuensi kepada
tone
receiver
di sentral telepon.
.
Tahe\2.1 
Karakteristik Nada
.
,-·---·
.
·- 
·----,
!
Jenis 
I
Frekuensi
Cadence
G)ial t
ne 
i
425 Hz
±
25 Hz 
\
Continous
I
Busy
Tone 
---!
.
-
4
-2+
5Hz± 25
H;-i-O
.
:Ss-o 05 s
O
.
ff-·
,
·-.::-j
L  
g-est
_'1_Ton_ 
_L'1'25
Hz±
25 Hz 
.l.0.25 S
On; 
0.25 S
Off  
J
!
.
I
Ring
Back
Trme
5Hz±
25 Hz 
jl.o
SOn;- Off 
J
(PT Telkom,
1996, 
p
VIII-19) 
;
Pada  saat
:mmor 
yang
dipanggi: 
telah  lengkap,  perangkat  disentral
telepon akan menentukan status dari
loop
yang r:Jelayani
nomor ya.1g dipanggil.
Jika
loop
yang dipanggi! dalam kondisi
,
®
Sedang dignnakan 
atal!
jaringan sedang
sibuk,
pesawat di sentral telepon
'
akan memberikan
busy
sinya: atau
congestion
sinyal kepada pemanggil yang
l
:nengindikasikan bahwa panggilan tidak dapat dilanjutkan.
"
Tidak
digm:nakan,
Ringing 
voltage
akan
diberikan, pada
saat  ya::1g 
sama
sinyal
Ringback 
diberikan pada
loop 
pemanggil, sehirtgga pe=ggil
akan
mengetahui bahwa nomor yang dipanggil sedang berdering.
l
'
Ketika 
pesawat
telepon   yang   berdering
diangkat
maka
akan
I
:
memutuskan
Ringer
dan menglmbungkan rangkaian
microphone 
dan
earphone
  
1
I
i
'
'
.
ke
ioap.
Peruba.'ra.'l
impedailsi yang dihasilkan 
memberitahukan sentral telepon
bahwa  pa:1ggilan telah  dijawab  dan  hubungan  telah  terjadi.  Sentral  telepon
kemudian
n:enghentilam
Ringing
voltage 
kepada
yang dipanggil
dan
Ringback
sinyal kepada pemanggil.
Ketika
pembicara.an
telah se!esai, maka masing - masiJ:g
a.kan meletakan
gagang pesawat telepon
(on-hook).  
Hal ini akan menghentikan aliran arus
yang
menandakan pemutusan hubungan.
Loop
kembali berada dalarn kondisi
idle
dan
siap meneri..'ll.a panggilan berikutnya.
2.2
Konsep Sistem
Te!epon Bergerak
Pada
sistem
telepon bergerak
seorang
pengguna
terhubur:g dengan
jaringan
melalui
tmnsmisi si.r::yal  radio. Pengguna dari telepon bergera.l;:
dapat
berpindahpindah dan
melakukan ataupuil menerima panggi!an dimana
saja
selama ia masih
dalan:jangkananjaringan telepon bergerak.
Sistem  'feliepon 
Selulmr
Istilah
"Selular" berdasarkan
fu:..1a
bahwa
area
dimana
sistem
telepon
hergerak beroperasi dibagi kedalam sejumlah area kecil
yang dinama.lcan "celr',
Suatu
cell
biasanya terdiri dari satu
transmitter 
dan
receiver 
radio  dengan daya
yang rendah.
Transmitter 
dan
receiver 
radio dengan daya yang
rendal1 tersebut
di.;1an:akan
base 
station,  
Biasanya  terdapat  satu  
base   station  
seti .p 
cell,
meskipun
dibeberapa sistem
selula:-,
setiap
cell
mungkin
saja
dibagi
kedalam
sejumlah sektor, dengan setiap sektor mempnnyal
base
station
tersendiri.  Ketika
suan 
mobile
station
berada daiam
cell
tertentu, maka ia
akan men-transmit
atau
I
!
.
  
11
me-receive  
sinyal radio dari
base
station
yang ada di
cell
tersebut.  Setiap
base
station  alam
tersambung dengan suatu 
Mobile  Switching 
Center 
(MSC)) yang
berf..:ngsi 
untuk
menghuoungkan sistem
telepor:
selular
C.engan
sistem
telepon
tetap.
Gambar
2.3
merepresentasikan struktur
dari
sistem telepon selnlar
Sistem 
Celular 
Sistem Tefepon Tetap
0
=
Ce!!
S!'!le
GJ.
=
Base Station
=
Mobfle Station
Telephone
'-------l
Gambar
Sistem Telepon Selular
da."1Sistem Telepon Tetap
2.2.1.1
Hand Off
Hand 
Off 
adalah kemampuan
untuk  
memindahkan
proses
pereakapan
dari satu
base
station
yang menangani proses percakapan tcrsebut ke
base station
yang lain kare::-w 
lemalmya sinyal dari
base
station.
2.2.1.21)ro1J <7all
Drop
Call
adalah
proses terputusnya
percakapan
pada
sistem
telepon
selular.
Drop
Call 
dapat terjadi jika
mobile
station
memasuki area yang :
a. 
Terhalang  oleh  kondisi  geografi
untuk  menerima  sinyal  radio  dari 
base
station.
  
  
12
.
1
b.  
Tidak 
dipunyai 
oieh  suatu 
cell
sehingga 
tidak 
mempunyai
base
station  yang
I
dapat 
menerima
atau 
mengirimkan  transmisi  
radio 
(hal 
ini 
sering 
disebut
sebaga;
diluar
coverage
area)
c.  
Mempunyai cell tetapi
sedang
dalam
kondisi 
rusak.
2.2.1.3
Roaming
Roaming  adalah
suatu  kemarnpuan 
dari  sistem  telepon 
selula:r
ya::tg
rr.emungkinkan suatu
mobile station
untuk
tetap
dapat   dilayani
wa\aupun
mobile
station
tersebut  berada
diluar
dae7ah pelayanan asalnya.
2.3 
Sistem  Telepon
Selutar
C:DMA
Semua 
sistem  
telepon 
se!ular  
yang  ada 
berdasarkan
prinsip
yang 
telah
dUelaskan 
pada 
bagian 
diatas.   
Perbedaaimya
hanya 
terdapat  
di 
penerapannya
saja, 
seperti  
eara   penggunaa'1
channel 
radio 
oleh   beberapa
pengguna,  cara
pengkodean sinyal  bicara,
pemilihan
band
radio
dan
modulasi frekuensi 
carrier.
2.3.1 
Tekuik 
.Akses
Bersama
Di  sistem 
selular 
yang  lama,  suatu 
kanal  snara  akan 
menempati
seluTUh
I
:
'
I
.
I
!
kana!
radionya,
sedangkan
pada 
sistem 
yang 
lebih 
baru  satu 
kanal 
radio 
akan
ditempati  oleh 
beberapa   kana] 
suara.   Hal 
ini 
dilakukan 
untuk 
me!lingkatkan
kapasitas sistem.  Berikut  ini
merupakan tipe
pembagian kode
akses:
  
_
J
i
I
r
"
ln
I
I
r
I
13
l
:
'
,==:=J 
I
I
"
..
"I i
I
'li
I
!'ll' 1
I
,,,
1
I
'
I
It=====
J
I
I
'
'   
II
I'
'
"c
I
==:::::==
Frekutnsi
=J.
!
I , I
I
,.
·
'  '   
'
l
                                  
(b)TDMA
(c:)CD A
'
l
'
Gambar 2.4 
Tekn:k
Akses Bersama
a.   Frequency Division
Multiple
Access
(FDMA) 
I
.
Sistem  FDMA 
adalah  sistem 
dimana 
masing
·masing 
pengguna!pemakai 
!
menduduki
suatu
frekuensi
yang
berbeda 
beda 
(Gambar
2.4
a).
Sistem
ini
dig-ch'lakan oleh teknologi
NMT
d&'1 A.1\1PS
h. 
Time
Division
Multiple
Access
(TDMA)
Dalam
sistem 
TDMA  pengg:Ina/pemakai 
dipisahkm1 oleh  waktu 
(time slot)
yang  berbeda  dalam
sebua.lj frekuensi 
bersama 
(Gambar 
2.4  b).
Tekno!ogi
GSM
merupakan
teknologi
yang meuggu.:1akan sistem
TDMA.
I
I
e.  
Code
Division
Multiple
Access
(CDMA)
Pada
sistem 
CDMA  pengguna/pema.kai
menggunaka.u
waktu  dan  frekuensi
yang
sama,
namun
menggunakan
kode yang
berbeda
(Gambar
2.4
c).
2.3.2 
K<: nsep Sistem
Telepon 
Selular
CDMA
CDMA  
didasarkan 
pada 
prinsip 
bahwa 
setiap 
pengguna  
mempt;nym
sebuah  
kode   yang  
Ul1ik  
yang 
digunakan  
oleh  
sistecn 
untuk  
membedakan
pengguna 
dari  pengguna 
yang 
lain  ketika 
ciigunakan
secara 
bersamam1
pada
frek:uensi band
ya.'lg sama.
  
.
  
'
14
CDl'v1A
menggunakan  teknik
yang
dikenai
sebagai
penyebaran  spektrum
untuk
mena'llbah
cfisiensi
dari
penggunaac'l kana!RF. 
Teknik
ini
memungkidmn
banyak 
pemakai 
dapat 
mengakses 
secara 
serempak 
pada 
frek:uensi
pembawa
1
:
i,'
yang sama. Sistem
ini
menggunakan
kode- kode
yang
unik (Pseudonoise) untuk 
.
.,   
'
I
membedakan
pemakai
yang satu
dengan
yang lain.
2.3.2.1Pengulangan
F:reimensi
'    
'
!
'
'
Dai&'1l sistem   selular   CDMA,  
karena  
sistem  
ini 
tahan  
terhadap
interferensi  
w.aka  ta 
tidak   memerlukan   perencanaan  
pengulangan  
frekuensi
sehingga 
seluruh  base
station 
mengg=akan
frekuensi 
yang 
sama.Yang
membedakan 
base
station
yang
satu
dengan 
yang
lain
adaiah
penggunaan 
kode
PN (Pseudonoise) yang khusus
disetiap
base
station.
2.3.2.2
Rake Receiver
Konsep  selclar  CDMA 
yang  lain 
adalah  ketahan.an
sinyalnya  terhadap 
.
pantulan   gedu11g
"gedung 
(multipath  
fading). 
CDl\1A 
dirancang   mampu 
;
'
:
menerima 
dan 
menggabungkan   sinyal 
-
sinyal 
pantulan 
untuk 
mendapatkan 
:
.
penerirr"aa.rt
y<U"lg
terbaik.
Hal
ini
dimur1gkinkan karena
adauya
tiga
penerimaan
daiam
satu
mobile
station
(rake
receiver). 
1
:
1  .
,,      :
l
'
.
'
2.3.2.3 
Soft Hand
Off
Keunggulan 
lain  
daci
CDMA  adalah  kemampurcn untuk 
sofi hand
off,
di.mana sistem
CDMA
mampu
memegang
sebuah
percakapan  oleh
dua
atau
tiga
base  station 
yac'lg
berbeda.  Dengan
kemampuatl  ini
drop  call
akibat  kegagalan
l
I
.
'
.
j
.
  
   I
'
:
15
peralihan
kana!yang
disebabkan 
karena
tidak
adanya
kanal
di
base
station
yang
dituju
dapat
dihindari.
2.3.2.4
Kent::ol
Daya
Agar  seluruh 
sinyal 
dapat 
diterima 
dengan 
baik  seluruhnya 
oleh 
base
station,  
maka
selun.u'1 sinyal
yang
diterii11a
base
station
perlu
dikontrol 
agar
ke:matannya 
sama.   
Untuk 
memungkinkan 
hal 
tersebut 
maka 
setiap 
mobile
station 
akan  mengirim..l;:an sinyal 
dengan
keknatan  sinyal 
yang
berbeda    
beda
tergantung 
jaral'
dari 
mobile 
station  ke base  station  tersebut.
Hal
ini 
dapai
l
.
dilakakan 
k:arena
terdapat 
kontrol 
daya 
pada 
sistem  CDMA 
sehingga 
mobile 
!
station
dapat
menghemat
energi
bateral-nya.
2.3.3
Kelehih2cil CDr.lA
:j    
'
Beberapa
kelebihan
CDMA
dibandingkan
dengan
teknik
ak.ses lai!lllya :
a.
Tingkat
keamanan
yang
lebih
tinggi.
b.   Soft
Hand Off
.
l
i
c.  
Peningkatar:: kapasitas
sistem.
I
.
'
d.   Lebih tahan
terhadap
interferensi.
e.  
Efisie:1si spectrum
yang :inggi.
2.3.4
Kekurangan Cl)J\clA
'
Disamping  kelebiha.'l - kelebihan
CDMA
memi!iki
beberapa
kelemahan
:
sebagal
berikut
:
a.  
s:stem belurn mapa::masih
terus
dikembangkan
  
    t
.
b.  
Belum
terdapat
standar
yang
global
c.  
Tingkat
produksi
masih
rendah
2.4 
Fixed wireles:r Terminal
(FWT)
l
i
1
16 
i.
'
'
Teknologi  
fixed  wireless 
(selular 
tetap) 
merup<L\an suatu   teknologi
dimana  seoraz;g pengguna
atau
pemakai
dapat
menghubt.mgkan
pesawat
telepon
fax  dan 
komputer
bkiaesaj,armingsain:
egsain:
te!epon 
selula:r.  Fixed wireless
'
.
n:embet"kan
akses
yang
cepat
pada
jasa
telepon
yang
bed,"Ualitas tinggi,
handal
I
I
dan
murah. 
Ketika 
pengguna
atau
pemakai 
rr;engangkat
gagang 
telepon, 
maclal
\
akau   terdengar  
dial  tone 
dan 
pesav.'llt
telepon   akan  
beroperasi   seperti  
ia
terhubung 
ke jaringa_'1 telepon
tetap
(PSTN).  
TenrJnal
darifixed
wireless
dapat
berupa
pesawat
telepon
biasa,
mesi:n fax
dan
komputer.
MSC COMA
'
m
PSTN
I
I
.
'
i
'
I
.
Basa Statior.
,-
Mobile
--
S
tat!on FW
-
T
···
I
'
    
,
j
OTHER
MOBlLE
StATION
I
.
I
I
.
:
¹
....
_
F
W
T
Te!e.phone
J
I
Gatnbar 2.5 
FWT dalam
Jarrngan CDJ\fl.A
l
l
I
  
'
  
i
i
j
17
2.4.1
FWT
CDMA
Telular
FWI'
CDMA
Telular
meupakan suatu produk FWT berdasarkan sistem
.
I
selula:CDl\lA,  yang dibuat olch
perasahaan telekomunikasi Teblar.
Gambar
;
2.5
mengilustrasikan bagaimana
FWT
diintegrasikan ke dalarn arsitektur sistem
selular CDMA.
FWT  dapat  dihubungkan  dengan 
tiga  buah  pesawat  telepon
yang
menggunakan  bel  elektromagnetik  sampai  sejau.l-t   100  meter,  tetapi  selama
I
:
pembicaraan hanya dapat  digunaka!J
tidak lebih
dari dua pesawat telepon secara
,
1  '
bersama:m.
2A.3.l
Kemampuan
Fwi menyediakan
fitur
beri.kut :
J     I
a.  
Tone
dari panggilan yang sedang berlangslli>.g sepe11i
dial tone
dan
busy tone.
b.  
DTMF da>.
Pulse Dialing
c.  
Fi:ur  pelanggan
(Call 
Waiting, 
Call 
Forwarding,   Caller  
ID, Three-Way
Calling
dan Recall,
Hook
Flash)
cL   
Multi
parallel
(sampai tiga buah untuk
telepon
mekanik dan
sampai
lima
tmtuk telepon elektronik)
e.  
Echo
cancelataion
f.
Internal
backup batte1y
12
V
.
2.5
Global
Positionilzg
System
(GPS) 
I
,
.
GPS 
adalah
suatu
Jaringan
satelit 
yang
secara  
terus 
menerus
i
.
.
mentransmisikan infonr.asi
ya:1g
telah dikodekan, yang
memungkinkan
untuk
i
  
   •
!
·i     
'
'
'I
18
mengidentifikasi 
suatu
lokasi
di
bumi
secara
teliti 
dengan
mengukur 
jarak  dad
1
l
:
satelit
yang
secara
konstan
memutari
bumi. 
Sate!it
tersebut
memancarkan  sinyal
radio 
ya.'lg sangat
lemah  sehingga 
memrn1gkinkan
seseorang 
yang
mempunyai
pe11erima GPS 
untuk
menentukan
lokasillya dibu:ni.
(Gannin,  2001,
pl)
j
:
i
i
2.5.1 
Komponen
GPS
;
:
Terdapat 
tiga 
buah 
komponen 
untuk 
membentuk   sistem 
GPS, 
ketiga
l
komponen
tersebut
dijelaskan
dibavvah ini:
1           
l
1
'
I
Segmen 
ruang  angkasa,  ter::liri dari  sedikitnya 
24  sate!it  (21  aktif
+
3
cadangan) 
yang 
merupakan 
jantnng 
dari 
sistem 
ini.  Sate!it  tersebut 
terletuk
dalam 
posisi  'high orbit'
sekitar  12.000 
mil
dari 
pennukaan
bumi. 
Satelit-
i
.
,!        '
satelit 
tersebut  diatur  sedemi.kian
rupa  sehingga  penerima 
GPS 
di 
bumi  dapat
i
:1           '
selalu
menerima
siayal
dari sedikitnya
4
buah
sate!it. 
.
i
i  
.
:
i
'
I  
'
2.5.1.2 Segmen 
Konkol
l
.
Segmen 
kor.trol  berfimgsi
untuk  mengontrol 
satetii 
GPS 
supaya  tetap
berjalan  
sesuai
dengan  orbitnya
dan
mengatm 
infonnasi 
waktu.
Terdapat  lima 
,
'    
'
bua.'1
stasiun  kontrol 
yang
terdapat 
di  bumi
4
stasi:Lc'1
tidak  berawak 
dan 
l
j
.
.
stasiun 
kontrol   utama. 
stasiun 
yang 
tidak 
berawak 
secara 
terus 
menerus 
l
:
menerima
data
dari
satelit
kemudian
mengirimkan 
infonnasi 
tersebut  ke
stasiun 
j   .
l
kontrol 
utama.  Stasiun 
kontrol 
utama 
kemudiaJl. membetulkan 
data  satelit  dan
mengirimka.'lllya kembali
ke satelit.
I
i
l
  
19
2.5.1.3
Segmen  Penggnna
Merupakan 
perangkat 
eiektronik 
yang 
digunakan 
oleh 
pe1:gguna
yang
dapat
menerima 
sinyal 
dari
empat 
satelit, 
menghitung 
perbedaan 
waktu,
dan
menenrukan
posisi.
Tidak
ada
':latas 
untuk
receiver 
yang
dapat 
digunakan
secara
bersamaan,
karena satelit
tidak
memancarkan
ke
pengguna
tertentn
tetapi
memancarkanr:ya
kesemua
pengguna.
2.5.2
Prinsip  kerja
Penerima   GPS 
harus 
mengetahui 
dna 
hal 
untnk 
dapat   melakukan
fungsinya.
Yang
pertama
adzlah
mengetahui
dimana
letak
satelit
(posisinya) 
dan
sejauh
mana
mereka
berada
Garak).
2.5.2.1
Lokasi
Penerima
GPS
mengambil
dua
jenis
data
dari
informasi
yang
dikirimkan
oieh 
satelit. 
Jenis 
yang 
adalah 
data 
'almanac', 
berisi 
posisi 
yang
mendekati
(lokasi)
dari satelit.
Data tersebut
secara
tems
menerus
ditransmisikan 
I
I
dan
disimpan
daiam
memory
penerima
GPS
sehingga
ia
dapat  mengetahui
orbit 
!
dari  sateEt 
da.'l dima:1a
setiap  satelit  seharusnya 
berada.  Data 
almanac
secara
periodik
di update
dengan
inform?.si yang baru
ketika
satelit
bergerak.
Setiap
satelit
dapat
bergerak
diluar
orbit
yang
telah
ditentnkan, 
karena
itu
stasiun  
monitor  
dibu:mi           
selalu  
menjaga  
orbit, 
ketinggian,  
lokasi   dan
kecepatan
satelit.
Stasiun
bumi
mengirimkan  data
orbit
ke
stasiun
kontrol
pusat
yang
kemudian
membetulkan
dan
mengirimkannya 
kembali     
satelit.
Data
yang
te!ah
dibetulkan 
dan
posisi
yang
pasti
dari
satelit
dinamakan 
data
'ephemeris',
  
   .  '
i
'
'
I
20
dimana data terse\'lut  aka."l benar selama kurang !ebih 6 jam, dan ditransmisikan
dalam  informasi  yang  dikodekan  ke  penerima  GPS.  Dengart  menerima  data
almanac  dan
ephemeris,  penerima GPS dapat
mengetahui  posisi  dari  satelit
setiap wakm.
2.5.2.2
Penerima
GPS perlu
mengetal:ui sejm.L'J.  mana satelit
itu berada Qa.rak)
sehingga  ia  dapat  menentukan
posis:nya  dari  bumi.
Satelit 
mentrasmisikan
r:
I
sinyal
yang telah dikodekan, sinyal
yang dikodekan
tersebut
disebut 'pseudo-                    
'     
.
random
code'
karena
mirip
seperti
signal
noise.
Ketika satelit
menghasilkan
pseudo-random code,
penerima  
GPS
juga
menghasilkan kode yang
sama
dan
berusaha untuk mencocokan dengan sinyal dari satelit. Penerima GPS kemudian
membandingkan         kode
tersebut
untuk
dapat
menghitung
seberapa
banyak
!
'
delay (atau menggeser) kodenya supaya cocok dengan kode dari
sateiit.
Wakt11
delay (atau geser) dikalikan dengan kecepatan untuk mengetahuijarak.
2.5.2.3
Penentu:m 
Koordinat
Dengar;.
mempunyai data tentang
lokasi satelit dan
jarak, penerima GPS
dapat
menentukan posisinya dibumi. 
Contoh : Pada
suatu
sateii: lokasi
kita 
'
.
I
'
.
'
J   
:
berjarak 
11.000 
mil,
maka  lokasi  kita  dapat  berada  dimana  saja  dari  suatu
'
lingkaran dengan radius 11.000 mil. Lalu pada sate!it kedua lokas:kita be:jarak
l
:
12.000
miL Malm pada
lingkaran pertama akan berpotongan dengan
lingkarat1
kedua
yang
membetuk potongan
lingkaran.
Jika 
kita
mempunyai
sateiit  yang
  
    '
'
'
!
21
;;:etiga maka
akan  mempunyai  dua  buah
potongan 
lingkaran 
dimana 
tiga
buah 
·I
,
satelit
saling
be;potongan. 
'
¹ 
'
'
1   '
Meskipun
terdapat
dua
buah kemungkinan 
posisi,
mereka
sangat
berbeda
i
L
pada
posisi
lattide
atau
longitude
dan
altitude.
Untuk 
menentukan 
dari
lokasi 
!
tersebut
yang
mana
lokasi
yang
ber. penerima
GPS
memerlukan  altitude yang
mendekati, 
dengan  
begitu 
penerima 
dapat 
menghitung 
posisi 
dua 
dimensi 
.
!  :
(/attitude,   longitude). 
Dengan  
menambah..kan 
satelit    ke  
empat,  
penerima 
i
'
I
'
mempunyai
koordinat
tiga dimensi
(lattide, longitude
dan
altitude). 
I
i
:
,
'
'
2.6 
Perhitnngan
Pulsa
Perhirungan 
pulsa 
pada 
sistem  telepon 
selular 
merupakan 
sesuatu 
hal
I
.
yang sangat
rumit
jika dibandingan
sistem
te!epon tetap. 
Sifat
dari
pelanggannya
ya.'lg 
selalu   bergerak  
akan   menyebabkan 
perubahan  
·-   perubahan   
dari
I
'
perhittngan
pu:sa
selan1a te::jadi
pereakapan. 
Karena
adanya
fasi!itas
roaming
suatu 
pereakapan 
yang 
pertama 
kali 
dikategorikan   sebagai 
percakapan   SLJJ
(Sambungan 
Langsu:J.g Jarak
Jaul::)
akan
menjadi
percakapan
Jokal 
jika
mobile
I
station
memasuki 
area
dari 
non:or 
te!epo'l 
yang  dipanggil, 
sebaliknya 
suatu
'
.
'
percakapan 
lokal 
akan 
menjadi 
menjadi 
percakapan 
SLJJ 
jika 
mobile  station
r::teninggalka:n area dari
pelayar""n lokaL
Karena  hal
itu  
maka
posisi 
dari  
mobile station
harus 
dapat  diketahui
dengan
pasti.  
Pada
umunu:ya 
untuk
dapat
menentukan  
clidaerah
mana
mobile
station
tersebut 
berada,  sistem 
billing 
operator 
selular 
akan   
melihat 
di 
base
station
mana  
mobile station
tersebut
dilayani.
Dari
base station
tersebut  
dapat
di;;:etahui apaka.1jenis pereakapan
yang
dilakukan
termasuk
lokal atau SLJJ,
juga
  
.
l
}     .
22
dapat
diketahui   apakah
mobile station
tersebut
sedfu<g
roaming
atau
tidak. Pada
WARIEL 
bergerak, 
lokasi 
dari
base
station
tidak  
tersedia  karena  infonnasi
i  
'
tersebut 
hanya 
terdapat 
pada 
data 
percakapan 
di
ser:tral
telepon, 
untuk
'
l'
mengetahuinya  WARTEL  memerlukan
GPS  dan  koordinat  dari 
base  station.
Dari
dua
data
tersebut
dapat
diketahui  di
base station
mana
WARTEL
tersebut
J       .
'
:
dilayani. 
Hal
ini
dilakukan  de;1gan
menentukan 
jarak
terdekat  antara  koordinat 
l
I
.
WARTEL
dengan
koordinat
base station.
2.6.1 
Pola Penomoran
Peno!21.oran adalah
suatu
kegiatan
untuk
memberi
nomor
-
nomor
kepada
setiap  pesawat  pe!angga.11,   Hal
ini
dimaksudkan 
untuk  memberikan 
ciri
-
ciri
khusus  kepada  pesawat  tersebut  (Goil7
li
Saydam,  1992,
P78). 
Sesuai 
dengan
ketentuan  ITU-T,
digit
maksimum
untuk
nomor
telepon  intemasional
adalah
15
digit    Untuk  
memenuhi  
ketentuan  
ITU-
T  
ini  
bat,'>'i   
Indonesia  
yang  
sudah
mempunyai
kode
negara
62 (2
digit),
makajumlah digit
maksimmn
untuk
nomor
nasior al tir:ggal
13
digit.
Awa!an Jarak .Jauh 
+
Kode Wilayah  
+
Nomor
Pelanggan
(Trunk
Pref!k) 
(Area
Code)
(SCJbscriber Number)
Nomor
Teiepon  Nasiona!
Gambar
2.6 
Pola
Penomoran  
(Dirjen
Postel,
2000,
pli-6)
2.6.L1 
Keterntmm
l::mum
a.   Awahm Jarak Jau!Jl
Adalah  angka
yang
harus
diputar
terlebi:1 da.'Iulu hila
kita
ingin  melakukan
pereakapan
SLJJ. Untuk
awalanjarakjauh dipal<ai angka
0
(nol)
I
.
1
'
:
I
;
.
'
.
l
'
'
l
'
l
i
1
I
i   •
l
'
l
.
j
:
  
I•
23
b. 
Kode Wilayah
Mer,;pakan
kombinasi  angka
-
angka  yang  menunjukan  wilayah  tempat
pela;1ggan berada.  Menurut 
ketentuan  ITT,  bahwa  digit 
pertama  kode
wilayah
yang bo!eh cigunakan
adalah
angka
2,3,4,5,6,7
dan
9.
Sedangkan
a:",gka
1
di.gunakan
untuk hubunga:". intemasional terbatas. Digit 8 digunakan
U.."ltuk  sambungan telepon bergerak dan
digit 0
dipak:ai
untuk
awalan
jarak
jauh.
c.   Nemor Telepon
Pelanggan
Nomor
telepon  pclanggan  merupa.latn nomor  telepon 
yang
harus  diputar
untuk
mencapai pelanggan dalam kota
yang sama. Bila
si pemanggil berada
disuatu kota ingin
menghubungi nomor pelanggan dikota lain, maka ia
harus
memutar
lebih
dulu
kode
\Vilayah
dari
kota
tempat  pelanggan
yang
akan
dipanggiL
Untuk pelangga:telepon selular
ketentuan
ini
tidak berlaku.
I
,,
2.6.2
Pembebanan
i
Titik
pembebanan (Point Of
Charging,
POC) 
adalah  tempat
dimana
pembebanan
wtuk 
percakapan
tersebut
ditentukan
dan  dicatat,  dan  kegiatan
perhitungan pembebax1an dimulai. Titik pembebanan berf<lngsi scbagai jarak dan
zoning
dati percakapan telepon.  Titik
pembeb2.nan
dinyatakan dalam koordinat
bumi yang bempa besaran garis  bujuc (derajat, menit) dan besaran ga.r:is !intang
(derajat
+
100, Meait). (Dirjen Poste:, 2000, piV-2)
Penentuan
titik
pembebanan
m1
biasanya
berdasarkan
wilayah
pemerintahan
dikarenaka.:1
masyarakat
!ebih
mudah
mengenal
lokasi
dat:J 
luas
wiiayal1 pemerintahan  daripada 
mengenal  wilayah  atau 
daerah  pengelolaan
  
24
operator penyedia jasa
teiekomunikasi.  Penentuan titik pernbebanan dila.kukan
oleh telkom sebagai pemegang hak eksklusif penyedia jasa telepon tetap
Untuk  sistem  selular  penentuan
titik  pembebanan  berdasarkan 
base
station.  
Penentuan  titik  pembebanan  untuk 
base 
station 
juga  berdasarkan
v, layah pemerintal1an bukan berdasarkan cakupan dari base station tersebut
2.6.3 
Z1ming
Zoning  
adalah  kelompok  ja2:"ak    pada 
pemakaian  jasa 
telepon   yang
memiliki  
charging 
ya11g
sama. Perhitungan
zoning 
dihitung berdasarkan
jarak
udara (lengkung burni) antara titik pernbebanan pemanggii dan titik pembebanan
yang dipanggil.
Jara.k
udara
antar
titik pembebanan
dihitu.rtg
berdasa:-kan
pada
koordinat titik pembebanan dengan
melaJ::nkan suatu pendekatan bahwa
I
(satu)
menitjara.l;: le;tgkung bumi
=
1,85 km. (PT Telkom, 1997, p3)
Sekarang iai terdapat empat buah pembagian zona,  nama dan jarak anta:-
zona diperlihatkan pada tabel2.2
I
No Zona
IJarak (km)
0--30
I
1
>3o-2oo
l>2o_c;_-_s_o_c
Tabel 2.2
Zoning
I
Keterangan
I
Lokal
---
 
--  500 
jSLJ  --------------- 
(PI Telkom, 1997, pXVII)
  
25
2.6.4
Komponen Pu!sa
a. 
Air  Time, 
Biaya 
pemakaia.'1
atau 
pendudukan   fi·ekuensi 
oieh 
pelanggan
telepon 
bergerak.
Jarak, Biaya
untuk
suatcjarak
percakapan
dari
titik
pembebanan
pemanggil
dengan  
titik   pembebanan  
y&"Ig  
dipanggil  
dengan  
memperhatikan 
zona
percakapat1 tersebut.
"'
Lokal,  jika 
zone  dari
Jarak  adalah 
0
(no!),
maka 
percakapan 
tersebut
dikatego-::ikan sebagai
percakapan
lokal.
"'
SLJJ,  jika  
zone
dari
Jarak  lebih  besiT
dari
1
(satu), 
maka  percakapan
tersebut
dikategorikan
sebagai
percakapan
SLJ.T.
dL  
Rnaming,
Biaya
yang dikenakan
jika
suatu 
mobile
station
melakukan
suatu
i
percakapan
dil.uar daerah
pelayanan
a%lnya.
Terdiri
dari
:
"
Behan
Roaming,
biaya
beban
yang
dikenakan
pada
mobile
station
jika
ia 
i
!
I
melakukan
suatu
percakapan
diluar
daerah
pelayanan
asalnya.
Pasif   Roaming,
biaya   yang 
ditangg;;ng 
oleh   mobile  station
jika   ta
menerima
suatu
panggilan
diluar
daerah 
pelayanan
asalnya.
"
Aktif   Roaming, 
biaya 
yang 
dita_nggung
oleh  
mobile 
station   jika
ra
melakukan
suatu
panggiian
diluar
daerah 
pelayanan
asalnya. 
i
c.  
Behan, 
Biaya
tambal:'.an
yang
ditanggung  oleh
pelanggan 
WARTEL  unt.: k
satu percakapan
telepon. 
Terdiri
dari
Beban
aktif,
biaya
beban
unt,;k
melakukan
sat::r par1ggilan
Beban
pasif,
biaya
beban
untuk
menerima 
satu
panggilan
d.   Interval, Waktu
dari
percakapan
unr.:k dianggap
sebagai
satu
pulsa telepon.
  
26
e, 
Perhitu.'lgan
pulsa
dibedakar,
untiL:C  perhitungan 
pada
hari  kerja
dan
libur
atau
hari
raya.
f.
Jam,
Perhitungan 
pulsa
dibedakan 
ur:tuk
perhitungan 
pada
jam- jam
sibuk
dan
pada
jam tidak
sibuk
seperti
pada
malam
hari.
Dilikn:ll,
Besamya 
diskon 
yang 
diberikan 
oleh  pengelola 
WARTEL
pada
waktu,
jenis
par,ggil&'l dan
Tipe pelanggan
tertentu.
2.6.5
Perhitlmgan
Pulsa
Untuk
perhitangan 
pulsa
pada
WARTEL
bergerak       
berdasarkan  pada
perhitungan 
pulsa   
pelanggan 
Cl.JlVlA 
biasa 
dengan
melakukan 
beberapa
penyesuaian 
terutama
pada
perhitungan 
antara
mobile station
ke
mobile
station
dima:na
letak
mobile station        
dipanggil
tida.J,: dapat
diketahui.
2.6.5.1 
Mobile
Station 
Operator
Je!is 
percakapan 
ini   
te::iadi
jika 
pelanggan 
WARTEL
menghubungi
mobile  station 
sistem  
CDMA 
Untuk     
mengetahuinya,    dila.l<ukan
dengan
menganalisa
digit 
nomor
telepon
yang
dipanggil,
dimana 
mobile station
CDWlA
mempunyai 
office
code (Kode awalanjarakjauh
+
kode
wilayah) 
082181.
Jeris
percakapan
ini
dibagi
kedalam
beberapa
kategori:
a.  
 
keMSCDMA
Pelm1ggan WA..TEL
memanggil.
mobile station
CDMA,
keduanya
tidak  ada
ya1:g
mela.'<:ukan
roaming
(Gan1bar 2.7)
Pulsa 
BebanAktif+ 2
*Air Time+
JaraL ........................................(2.1)
Dimana:
.Tarak =
POC
MSC C:::J 1A Kota B -
POC
WARTEL
  
-
--.&
I
i:
27
Jika
Jara.k
ZO
maka Jarak
=
Rp
0.00
MSC CDMA K<>ta
A
MSC CPMA Kot:>  1';1
1';1
/
G
MS CD.\fA KMn A
(WARTEL) 
MS COMA Ket&D
Ga.uhar
2.7 
Call Flow
WARTELke MS CDMA
b. 
W
ARTEL
Roaming ke
MS CDMA 
i
Pelanggan 
WARTEL
mema.'"lggil
mobile station
CDMA.
WARTEL  sedang 
:
herada
dalam posisi
roaming
(Gam bar
2.8)
l':.ilsa =Behan Aktif + 2
*
Air Time
+ Jarak
+Behan
Roaming ...........
(2.2)
Dimanz. : Jarai>:
=
POC
MSC
CDMA
Kota B
-
POC
WARTEL
Jika
Jarak =
ZO
maka Jarak =
Rp 0.00
Gantbac 2.8 
Call Flow
WARTEL
Roaming
ke
:'viS CDMA
2.6.5.2  W
ARTEL
ke
Mobile  .Ytation Bedm Operator
J
enis 
percakapan 
ini 
adalalt 
setiap 
percakapan     yang 
dilakukan 
oleh
pelanggan 
WARTEL 
jika
ia
menghubungi 
penyedia
jasa
telepon 
bergerak 
lain
selain 
CDMA. 
Seperti 
menghubungi 
lvfobile station A.MPS,
N2'v1T  atau
GSM.
Untuk   
mengetahliL'lya,
dilakukan   dengan 
mer.ganalisa 
office  code, 
dimana
I
,.
i
  
28
mobile  station
selain 
CO!v'LA 
memounyai 
office  code
08  selain 
082181
(COMA)
dan
080 (layanan
JAPATI)
a.   WARTELke MS Non CDMA
Pehmggan  WARTEf
memanggil 
mobile station Non
COMA,  WARTEL
tidak
berada
dalam
posisi
roaming
(Gambar
2.9)
Pulsa
=
Beban
Aktif
+
2
*Air Time+
Jarak
....................................(2A)
Dimana
:
Janik 
POC MSC
Non
CDMA- POC
WARTEL
MSCD MK<>b.A
(WAR'fEl)
Gam'Jar 2.9 
Cali
Flow
WARTEL 
ke  MS
Non
COMA
h. 
W
ARTEL Roaming ke  f•fS Non CDMA
Peim::gga\1
WARTEL 
memanggil
mobile station
Non
CDMA, 
WARIEL
berada dalam
posisi
roaming
(Gambar
2.10)
P
u.sa
1
= •
B
ec
b
nL
Ak•1"1"
'
'
·
_
7
*
·
••1
4
r
zme .-
·.
Jara
k
+
B
e
b
ar1
R
oamm
·
g
.............-
(
7
·
5\
,
Dimana
Jarak =
POC
MSC
Non
CDMA-
POC
WARTEL
I
-u..-
m
WI 
MS 
on  CD;!;1A
MS<:rioo
rioo
COMA
Gombar 2.10  CallFlowWARTELRoaming
MSNon  CDMA
  
29
2.6.5.3
WARIEL  ke PSTN
Pada
jenis
percakapa_rt
ini
adaiah
setiap
percakapan  
yang
dilakukan 
oleh
pelanggan
WARTEL
jika
ia
menghubungi 
sistem
telepon tetap.
I
a.   W ARTEL  ke  PSTN
Pel<mggan
WARTEL
memartggii 
PSTN, 
WARTEL
tidak 
berada 
dalam
pasisi
roaming
(Gambar
2.11) 
I
!'·
P
tlsa 
Beban
Aktlf +
Air
Time+
Jarak
.........................................(2.6)
Dimana:
Jarak
=
POC
PSTN- POC
WARTEL
/
MS CD!Y.A Raln
A
\'WAR TEL)
I
---[!]
'
'
!\.'ilK CDIHAb:olli
b:olli
A
Sootr.ol P$TN
G:::mbar 2.11  
Call
Flow WARTEL
ke  PSTN
b.  WARTEL
Roaming  
ke  PSTN
Pelanggan 
WARTEL 
memanggil 
PSTN, 
WARTEL 
berada 
dalam 
posisi
roaming
(Gambar
2.12)
Pu!sa
=Behan Aktif + 
Air Tii.ze
+
Jarak"'" Beban
Roaming
.................(2.7)
Dimana
:  Jarak 
POC
PSTN- POC
WARTEL
MSC COMA
K
la A
Gan:bar
2.12  
Call
How  WARTEL
Roaming- PSTN
  
  •
30
2.6.5.4  WARTEL   ke IDD
Pada jenis percakapa.'t
ini ao.alah setiap percakapan 
yang dilakukan o!eh
pelanggan
W
ARTEL jika ia menghubungi
nomor
IDD
a.  
WARTEL   
ke 
mD
Peianggan
WARTEL
memanggil
IDD,
WARTEL tidak  berada dalam
pos:si
maming (Gambar
2.13)
Pulsa
=
Beban
1ctif
+
Air
Time
-i 
IDD .........................................(2.8)
MS
('!J)l.A Kt
ta A
(WARTft.)
Ganbar 2.13  
Call
Flow
WARIEL 
ke
IDD
.
IJ.
W
ARTEI.Roami11g
ke
Pelanggan
W
TEL
memanggil
IDD,
WARTEL
berada
dalam 
posisi
roaming
(Gambar
2.14)
Puisa =Behan
Aktif
+
Air Time+
IDD + Beban
Roaming 
................(2.9}
MSC
COMA
Kota
A
MSC COMA K<lta C
Gambar 2.14  
Call
Flow
WARTEl..
Roaming 
ke  IDD
  
31
2.6.5.5  WARTEL 
Menerima
Panggilan
Pada
jenis
percakapac'l ini adalah
setiap
percakapan  
yang
dilakukan
oleh
pelanggan
WARTEL
jika ia 
dihubungi  
oleh
semua
sistem
telepon
a.   WARTEL  Menerima
Panggilru:n
Pelanggan  WAR'fEL 
meneriDia
panggilan,   
WARTEL 
tidak 
berada 
daiam
posisi
roaming
(Gambar
2.15)
Pulsa =
Beban
Pasif .................................................................
(2.10)
MS CDMA
Kot!A
{WARTEL)
Gambar
2.15  
Call
Flow WARTEL
me:1erima panggilan
b.   WARTEL
Roaming 
Menerima
Panggi!:lll:l!
Peianggan
WARTEL 
mer:erima
panggilan,  
WARTEL
berada
dalam
posisi
roaming
(Gambar
2.16)
Pulsa
=
Beban
Pasif +
Beban
Roaming+
Jarak ..............................
(2.11)
Dimac'la:
Jarak
=
POC
WARIEL- POC
KOTA
A
Gambar
2. i6  
Call
Flow
WARTEL
Roaming
menerima
panggilan
  
  
32
2.1 
::vl:ikrok<llltroler AT8\IC51
AT89C51
adalah
suam produk
mikrokontroler
buatan
ATMEL
yang
kompatibel 
dengan
MCS-5
rn•.
AT89C51
merupakan
mikrokontroler
8
bit
yang
mempunyai 
daya
rendah,
CMOS  berdaya
kelja
tinggi  
dengan 
4K   bytes
Flash
programmable
dan erasable
read
only
memory
(PEROM).  
Mikrokontroler
ini
di.produksi
dengan
teknologi  
Nonvolatile
memory
yang
berkerapatan 
tinggi
dan
instruction 
set
dan
pinout-nya  kompatibel
dengan 
standar    80C5l   dan
80C52.
Dengan  
adanya 
fasilitas 
flash 
on-chip 
menjadikan  
Program 
Memory 
dapat
diprogram 
ulang 
didalam 
sistem 
atau  melah.ti
programer 
Nonvolatile 
memory
yang 
konventionaL
Fit:ur yang terda;Jat pada
AT89C51
adalah
$   
CPU
8-bit
yang
dioptimasikau  untuk aplikasi
control
@           
32
VO
bidirectional
dan dapat
dialamati
secara
terpisah
<>          
128
bytes
Data
RAM
on-chip
Dua 16-bit
timer/counter
*   Full Duplex
t;ART
e    5 sumber
Interupt dengan
2
level
prioritas
• 
4K
bytes Program
Memory 
on-chip
64K Bytes ruEL'lg alamat
Program Memory
e   
64K
Bytes
rua=:1g alamat
Data
Memory
2.8
DTYAF
Decoder
MT8870
MT8870  
merupakan
suatu
perangkat
decoder
untuk DTMF   
yang
mengintegrasikan 
fungsi  dari
bandsplit  filter
dan
digital  decoder. 
Bagiac'1 filter
I
I
'
  
33
menggunakan  teknik
penyambungan
kapasitor 
untuk
menyarL11g
kelompok
frekuensi 
tinggi
dan
rendac. Bagian 
decoder
menggunakan 
teknik 
perhitnnga11
digital 
untuk 
mendeteksi 
dan 
mengkodekan  
16 
pasang 
tone 
dari      
DTiv!F
ked>Lam
kode   4 
bit  
Jumlah  
perangkat 
eksterna! 
dibrangi  dengan 
adanya
rangkaian 
internal
seperti
penguat 
differensial, 
Clock
oscillator
dan
bus
three-
state.
DTMF
Decoder
ini
terdiri
dari 
beberapa
sub sistem
yaitu filter,
decoder,
oscillator
dan
rangkaian
steering.
Diagram
Blok 
dari
DTMF
Decoder
qjelask '1
pada
gambar
2.17.
j!-Jy·····-'-"'-
?-1-·   ,,,, ......
GS-lf-----1
:::.>co----,--1>
c...,
OSC1
STD
TOE
Gambar
2.17  
Diagram
Blok 
'\1T8870
2.7.1 
Filter
Pemisalllm
kelompok  
tone   rendah 
dan   tinggi  
dilakukan  
dengan
memasukan
sinyal DTMF
kedalam
dua
filter
kapasitor
berorde
enam,
yang
menghasilkan
kelompok
frekuensi
rendah
dan
kelompok
frekuensi
tinggi
Bagian
filter
ini
juga
membuailg
frekuensi
dari
dial
tone
(350
Hz
dan
440 Hz).
Masing-
  
34
masing 
keluaran 
filter 
dimasukan 
kembali 
ke 
dalam 
filter 
kapasitor 
berorde
tw1ggal
untuk
mengha!uskan
kembali
sinyaL
2.7.2
Decoder
Seteial: difilter
sinyal
tersebut
kemudian
dimasc;kan
ke
dalam
sebuah
decoder
yang
berfungsi
lliltuk 
menentukan
frekuensi
dari
tone
yang
diterima
dan
untllk
mernastikan
bal1wa
tone
tersebut
memenuhi
standar
dari
frekuensi
D'Th1F.
S:Jatu 
algoritma    
perata 
-
rataan   yang 
sangat   komplek  
diterapkan  
tmtuk
menghindari  adanya
suatu 
tone
palsu
yang
berasal
dari
sinyallain
seperti
suara
dengarr rnernberika.c'1 tolerasi 
yang
kecil
pada
deviasi
dan variasi
frekuensi
.
2.7.3 
R1mgkll.ian
Steering
Sebelum
sinyal
yang telah
di kodekan
di 
keluarkan,
sebelumnya
sinyal
tersebut 
dicheck 
apak:ah
durasi  dari 
sinyal  benar.   
Jika 
durasinya 
benar 
baru
sinyal
tersebut
dikelurkan
melalui
output
Q1
-
Q4
yang
aka.11
merepresentasikan
niiai
biner
dari
berbagai
macal!l keadaan
input.
2.7.4
Osilator  l!Uistal
Rangkaian  
Clock
internal
dari
MT
8870
cukup  d!lengkapi
suatu
kristal
'
\
eksternal
sebesar
3.579545
MHz.
LCD
HD44780U
LCD 
(Liquid 
Crystal 
Display) 
:yang
digunakan   pada 
alat 
ini
diatur
melalui  
Slli!tu  controller  
atau   driver   HD44780U  
dari   Hitachi  
yang  
dapat
  
·o'o [
10
Tulis !R sebagai
operasi
inte1nal (Contoh
:
Bersihkan
Layar)
 
l
1
Baca
Busy
flag
[ilB7)
and address
counter
(DBO-DB6)
1
0
Tulis
DR sebagai
operasi
internal
..
I
l
I
Baca DR sebagai
operasi
intemal
I
 
=l
35
menampilkan 
huruf
alphanumeric,
karakter
kana
Jepang
dan
simbol.
LCD 
yang
digunaka<1pada alat
ini
berukuran
16
karakter
X
2
bari s
dengan
ukuran
karakter
5
x
7
dot
matrik 
dan
1
baris dibawahnya 
yac'l.g dign11akan untuk
kursor.
LCD
HD44780U
dapat
dikonfigurasi 
untthlc bekerja
pada
mikroprosesor
4 bit
atau
8
bit.  
LCD
HD44780U  
mempunyai
Character
Generator
ROM
(CGROM)
yang
:nampu
menampilkac'l
208 
karakter
pada
ukuran 
karakter
5
x
8
dotma0Jc
2.8.1 
Register
Didala:n
kontroler
LCD
terdapat
dua
Register
8
bit,
Instruction
Register
(IR) dfu'1
Data
Register
(DR).
Meialui
sinyal
Register
Selector 
(RS),
pemilihan
dua
Register tersebut
dila..kthlcan.
Tabel2.3
Pemilihan
Register
IRS  
j_ru_w_"+l-op_er_ _on
I
lR
berfungsi 
t;Utth
men}1mpan
kode 
-
kode 
instmksi
seperti
membersihkan 
layar 
da:1
menggeser 
cursor, 
juga  rr<enggeser informasi 
alamat
dari
Display
Data RAM
(DDRA,\1) dan Character
Generator
RAM
(CGR.l\M).
lR 
hanya 
dapat 
dirubah 
oleh 
mikroprosesor.  DR
berfungsi
pe11yimpanan data sel:lentara
yang
akan ditulis
kedalam
DDRAM
atau
CGRAM.
  
36
2.8.2 
Busy Flag
Ketika 
busy 
flag  bernilai
1,
maka 
controller 
dari 
LCD  sedang 
berada
dalam 
mode 
operasi 
internal, 
dan 
instruksi 
berikutnya   tidak 
akan 
diterima.
Ketika 
RS 0
dan 
R
!W
=1
busy
flag
dikeiuarkan
pada
output
DB7.
2.8.3 
Address Counter
(AC)
Address 
Counter 
(AC)  
berisi  
pengala:tr..atan
untuk 
DDRAM  
dan
CGRAM.
Ketika
suatu
alamat
dari
ilh'ltn:ksi diMis 
kedalam
IR,
informasi
alamat
dikirim
dari
lR
ke
AC.
Pemilihan
antara
DDRAM
atau
CGRA\1
juga
ditentukan
secara
bersamaan
dengan
insttuksi.
Setelah
menulis
atau
membaca
DDRA'vf atau
CGRAM,
Nilai
AC
secara 
i
otomatis
bertambah
atau
berkurang
1. 
Nilai
AC
kemudian
dikeluarkan 
ke 
DBO
sampai
DB6
ketika  RS
=
0
atau 
RIW = l
2.8.4 
Display
Data RAM
(DDRAM)
Display
Data
RA\1 (DDRAM) 
men:y1mpan  
data 
display 
yang
direpresentasikan 
dalam
kode
character
8
bit 
Mempunyai
kemampuan 
80 x 8
bit
atau
80
karakter.   AC
akan
menunjukan  aiarnat
dari
display
yang
tarnpil.
Setiap
DDRAM
mempunyai
alamat
relatif.
;,
2.8.5 
Character Generator
RAM
(CGRA.'VI)
'
Pa.da
Character Generator
RAM,
seorang
user
dapat
menulis
sendiri
pola
karakter 
melalui
program.
Terdapat
8
pola
karakter
yang
dapat
dibuat.
  
37
2.8.6 
Character Generator
ROM  (CGROM)
Untuk  
menampilkan 
display 
ke
dahL'TI 
LCD,  kita  cukup 
menuliskan
koce 
ASCII-nya. 
Di  LCD 
terdapat 
CGROM 
yang  akan 
mengkonversi 
kode
ASCII
menjadi
pola
karaktcor 5 x
7
dot
matrik
yang
akan ditampilkan
di
LCD.
2.8.7 
Instrnksi
I
Seorang
user
dapat
mengatur
fungsi   dari
LCD
melalui
IR
dm1 membaca
!
atau
menulis
melaiui
DR.
Semua
intruksi
dari
LCD
dapat
dikategorikan  kedalam
tiga
kategori
a..    Mengatur
fungsi
dari
LCD
b.   Penga!amatan
RAM
internal
c.  
Menulis
atau membaca
RAM
intel1l!ll.
2.9
Real
Time Clock
DS12C887
IC
Dallas 
DS12C887 
merupakan 
sebuah 
IC  
Real  Time  Clock 
(RTC).
Yang
dimaksud
dengan
RTC
adalah
IC
ini
mmnpu
meyedia.kan
Clock
yang 
tetap
benar
waiaupun
tidak
ada
tegangan.
Selain  
menyediakan
Clock,
IC ini
juga
menyediakan  Kalender, 
Oscilator
kotak
yang
dapat
diprogram, 
Time Alarm
dan
User
Rmn..
IC
ini
dapat 
berkerja
berdasarkan 
dua
Tipe
bus
prosesor 
Motorola
dan 
Ir
tel, 
dimana 
pengaiurannya 
dilakukan 
melalui 
pin 
MOT. 
IC 
irJ 
sudah
mempunyai 
baterai 
lithium
da.>
Quartz
yang
membuat
isi
RAM
dari
DS12C887
dapat
bertahan
smnpai
l
0
tahun
sedangkan
kale:;.demya valid
sa.mpai tahun
2100.
Tiga 
bual1
maemn 
lnterupt 
disediakan  
dan 
dapat 
diprogram  
melalui
softwore.   Representasi 
wa.ktn, kalender  dan
alarm
dapat
dipilih  antara  
binary
  
38
ataE
BCD. 
Mode
dati
jam
juga
dapat
dipilih
e41tara :uode
12
jam
(AM,
?M)
atau
dengan
mode
24
jam.
Untuk
mengefisiensikan
bus
IC
ini
sudah
me-multtjlex-kru1
antara
bus  data
dengan
bus
ala..'TI.atuya. RTC
pada
slu
psi 
ini
digunakan 
sebagai
pewak:u 
selain 
ini
User 
RAM
nya
digunakan
sebagai 
buffer 
dari
serial
RS232.
Diagram
Blok 
dari
RTC dapat dilihat
pada
gam"!:Jar 2.18.
SQW
D
CCNTURY BYTE
G&'TI.bar
2.18  
Diagra..m Biok 
DS12C887
2.9.I
Pemetaan Alamat RTC
Pengalamatan  
dari 
DS12C887  
dapat 
dijelask<L'l pada 
gambar 
2.19.
Pengalamatru1 tersebut
terdiri
dari
113
byte
yang
digunakan
untuk
user
RAM.
11
byte 
R.Arv1 
berisi 
wktu  RTC,
kalender
dan
data
alarm,
4
by1e digunakan  untuk
menenmkarc
status
dan
control.
Keselun:han 
dari
128
byte 
tersebut
dapat
ditu!is
dan
dibaoa 
kecUJJ.li  untuk
beberapa 
hal
dibawah
ini
:
  
=>
,
'
50 
.,
J
39
a.
Register
C
dan
D
hanya
dapat
dibaca
b. 
Bit
7
dari
Register
A
hanya
dapat 
dibaca
c.
Bit
high
order
bit 
byte  vvaktu hanya
dapat
dibaca
BYTES
SECONDS ALARM
OD
2
MINUTES
14
I
OE
3
MINUTES ALARM
"
HOURS 
"
,_
'
DAY OF THE WEEK
""
s
HOURS ALARM
"-
51
7
      DAY  OF
THE
MOf\f'Tli
l!il
 
MONTH 
[
,_
5
YEAR
0:
10 
REGISTER A
"'
1
REGISTER E!
l
REGfSTERC
1l
REG(STERD
5ll 
CENTURY
Gambar2.19
Pemctaan
Alamat
Informasi 
waktu
dan
kalender
dilakukan 
dengan 
membaca 
byte
ya.'1g
bersesuaian.
Sedangkan
untuk
menginisialisasi
atau
mengatcr
nilai
dari waktu,
kalender
dan
alarm
dilakukan
dengan
cn::enulis
byte
yang
bersangkutan.
Ni!ai
dari
10
byte
dari waktu,
kalender
da..TI
ala:-m
dapat
ber..tpa
binary
atau
BCD dilakukan
dengan 
mengatur 
nilai 
DM
(Data 
Mode) 
pada 
Register 
B.
Sebelum 
menulis
kedalam  
Register
waktu,
kalender 
dan
aim-m, nilai
dari
SET bit
di
Register 
B
hants   
ditu!is 
ke
logika 
satu 
untuk 
menghindari 
update 
yang   
terjadi 
ketika
sedang
menulis/membaca. 
Setelah
penulisan
selesai
nilai
bit         
pada
Register
B
harus
diclearkan
kemba!i agar
RTC dapat
melakukan
update data.
  
40
Tiga  
bual1 byte
a!at-m dapat
digunakan
dengan
dua
cara.  
Cara
pertama,
ketika   waktu   alarm 
dituliskan   kedalam  
lokasi 
ja.rn,
menit   dan 
detik   yang
bersesuaian, 
maka 
alarm 
interrupt
aka,,
ctiinisialisasi 
pacta
waktu 
yang 
te-pat
setiap
harinya
jika
bit
enable-nya
bemilai
satu.
Cara
yang
kedua 
ctengan megisi
kondisi
"don't 
care"
pada  satu  atau
lebih 
tiga 
buah 
byte  alarm. 
Kode
"don't
care"
adalah  semua  nilai 
hexadecimal 
da.ri
CO samapai    FF  Jika
"don't 
care'
dimasukan 
pada
byte
jam  maka 
Alarm lnterupt 
akan 
di!aksanakan 
setiap 
Jam
pacta
menit
dan
detik
yang
bersesuaian.. 
Jika
"don't  care'
dimasukan 
pada
byte
jam
dan
menit
maka
Alarm lnterupt
akan
dilaksanakan 
setiap
menit 
pada
detik
yang
bersesuaian.. 
Sedangkan
jika
semuanya
kita
i1llis
dengan
kode
"don't 
care"
malca alarm
interrupt
akan teljadi
setiap
detik.
2.9.3 
Register
Kontrol
DS12C887   
memiiiki 
empat 
buah 
Register 
kontrol 
yang 
kesemuanya
da?at 
cliakses
setiap  saat 
walaupun 
pada 
saat  update  cycle. 
Register 
tersebut
terdiri
dari
Register
A,
B,
C
dan
D,
Untuk
melakukan
pengaturan
terhadap  
RTC
dilakukan
dengan
mengatur
isi bit dari
keempat
register
tersebut
2.9.4 
Nonvolatile
RAM
113  
Nonvolatile 
RAM  
tidak   digunakan   oleh 
DS12C887   dan   dapat
digunakan  
sebagai  
user 
RAM. 
Pada 
system 
kita  
1i3
Nonvolatile  
tersebut
digunakan
oleh
Mikrokontroler
sebagai
buffer 
dala.m tra:unisi
data
seriaL
Hal
ir.i
dilalcrkan
karena
padatnya komunikasi
antara
komputer
dengan 
Mikrokontroler.
  
41
2.9.5 
Register
Abad
Register 
Abad
terletak 
pada
alarn.at 32h,    fonnat 
datanya 
selalu 
dalam
bentuk
BCD.   Ketika
Register
tahu11
berubah
dari
99
menjadi
00
maka
Register
abad
akan
berubah
menjadi
20.
Register  
abad  
ini  
merupakan  
salal1 satJ  
kelebihan  
dari   DS
l2c887
dibandingkan 
dengan
IC
Real
Time
Clock
sebehannya. Dengan
penarnbahal"l
register
abad
maka
IC
RTC
memp;.myai fitur Y2K
Ready.