![]() 2
rata-rata
bergel'lLk
ganda ke pemulusan eksponensial ganda. Perpindahan
seperti
itu
mur.gkin
menarik
karena
salah
satu
keterbatasan dari
rata-rata
bergerak tungga!-yaitu
perlunya
menyimp N nilai terakhir-masih
terdapat
pada rata-rata bergerak
linear,
kecuali
bahwa
jumlah
ni[ai
data
yang diperlukan
sekarang
ada!ah
2N
I. Pemulusan
ek:sponensial
linear
dapat
dii'.:tung hanya dengan tiga
nilai
data
dan
satu
nilai
untuk
a.
Pendekatan
ini
juga
memberikan bobot
yang
semaki..'l
menurun
pada
observasi
masa
lalu. Dengan
alasa."l
ini
pemuhsan ekspo!lensiai linear
lebih
disukai
daripada
rata-rata
bergerak linear sebagai suatu
metode peramalan dalam berbagai kasus utama.
Dasar
pemikirat1 dari
pemulusan
ek:sponensia!!inear dari
Brown
adalah
serupa
dengan
rata-rata
bergerak linear, karena kedua ni!ai pemulusan
tunggal
dan
ganda
ketinggalan dari
data yang sebenarnya
bila.11ana
terdapat
unsur
trend.
Perbedaan
anta:ra
ni!ai pemulusan
tungga! dan
ganda
dapat
ditambahkan
kepada
nilai
pemulusan
tunggai
disesuaikar:
untuk
trend.
Persamaan
ya..rtg
dipakai
dalam
implementasinya ada!ah
sebagai
berikut (5, hal 88) :
S,
t
x
v...
t
'(
-
r
'
i
-
a
)
'
·
S'
t-l
S''t
=
a.S',+ (l a).S",_,
b,
.\L_ (S', - S":)
1
·a
Dimana
S'1 adalah
nilai
pemulusan
eksponensial
tunggal,
S"1 adatah nilai
pemulusan
eks;:>onensia!
ganda,
Ft+m
adaiah
nilai
dari peramalan
periode mendatang, m
jum!ah
periode ke muka yang diramalkan.
|