Home Start Back Next End
  
24
Dimana:
Q
=
jumlah
pemesanan; Q/2
=
rata-rata persediaan; B
=
reorder point;
ac
=
ce
=
interval pemesanan; ab
=
cd
=
ef
=
tenggang waktu.
A..sal mula
model EOQ didasarkan
pada asumsi-asumsi berikut ini :
"
Tingkat pennintaan
adalalt konstan, beru[ang-ulang dan diketahui
., 
Tenggang waktu pemesanan konstan dan diketahui
Tidak
diperboler.kan
ada:1ya stockout,
karena
pennintaan 
dan
tenggang
waktu
pesanan
ada!&'1
konstan
seseor&'lg
dapat
menentukan
sebara
tepat
kapan
untuk
memesan bahan dan
mengbindari stok
Bahan   dipesan 
atau   diproduksi   da!am 
suatu   tumpukkan,   dan   se!uruhnya
ditempatkan ke dalam
persediaan dalam satu waktu.
Saturu"J.
barang memp&l<an produk, tidak ada interaksi dengan produk lai!L
Da!am
memiiih
uk.'Uran
lot,
ada suatu
trade
off antara
frekuensi
pemesana.c1 dan
tingka:persediaan.
Lot
ukuran
keel!akan
akan
mengarah
pada
pemesanan
ulang
yang
sering
tetapi tingkat
persediaan rata-rata
Y<mg
rendah. Jika
ikiran iot
yang dipesan
lebih
besar, maka
frekuensi
per.: esanan akan
berkurang tetapi
lebih
banyak
persediaan
yang
akan
diadakan.
Trade
off
antara
frekuensi
pemesanan dan
tingkat
persediaan
ini
dapat
disajikan
me!alui persamaan matematis yang menggunakan simbol-simbol
berikut
ini :
R
=
jumlah kebutuhan dal<mt unit
P
biaya pembelian
per unit
C
=
biaya pemesanan setiap
kali pesan
H
=
P.T
=
biaya simpan per unit
per tahun
Q
=
jum!ah pernesanan dalam
unit
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter