|
128
5.2
Analisa Data dan Pembahasan
Setelah
melakukan observasi dan
melakukan
ekstraksi data di atas berupa
identifikasi proses bisnis , SOP, Bill of
Materials, dan alur distribusi serta
informasi
ban
PT.INTIRUB
maka
penulis pun
dapat
menganalisa
tentang
proses
SCM pada PT.INTIRUB.
Berikut ini adalah beberapa analisa yang dapat dilakukan antara lain :
5.2.1
Proses SCM yang sedang berjalan pada PT.INTIRUB
Berikut
ini
adalah
analisa
proses SCM
yang
sedang
berjalan
pada
PT.INTIRUB
yang
merupakan analisa
hasil dari pengumpulan data dan observasi
seperti
yang
dipaparkan
pada
sub-bab sebelumnya.
Namun
ada
beberapa
asumsi
yang
ingin
ditambahkan
yaitu
asumsi
yang
digunakan
dalam perhitungan
biaya
tambahan.
Dalam proses
SCM
ini
biaya
tambahan
dihitung
per
aktivitas.
Yang
menjadi komponen biaya tambahan adalah tenaga kerja dan mobil angkutan.
Biaya tambahan tenaga kerja dihitung proporsional berdasarkan lamanya aktivitas
dalam proses.
Contoh,
lama
waktu
melakukan
aktivitas
adalah
10
menit,
penghasilan tenaga kerja per bulan adalah Rp.600.000 dengan jam kerja 8 jam
perhari,
22
hari
perbulan
(berarti
upah perjam adalah
Rp.3409,-),
maka
biaya
tambahan untuk satu aktivitas adalah 10/60 x Rp.3409 = Rp.569,-. Adapun asumsi
biaya
tenaga
kerja
untuk
level
staf administrasi
adalah
Rp.800.000,-
dan
level
sopir, packer,helper adalah Rp.600.000,-.
Setelah seluruh ekstrasi data diperoleh maka dibuat model proses SCM
PT.INTIRUB yang sedang berjalan menggunakan
visio 2003
seperti
yang
terlihat
pada gambar 5.5
|