|
100
D
D
ij
ij
bersangkutan, hasilnya
akan
dibulatkan
ke
bawah
kecuali
apabila
hasilnya
setelah
dibulatkan
ke
bawah
ternyata
nol,
akan
dibuat
1
untuk
menunjukkan kerugian
aktualnya
pada
fungsi
tujuan.
Sebaliknya bila
hasilnya
sama
dengan
atau
lebih
dari
break
even
point
rute
bersangkutan,
hasilnya
akan
dibulatkan
ke
atas.
Break
even
point
dari
masing-masing
rute
dapat
dilihat
pada
tabel
5.7.
Model
matematis
dari
perhitungan di atas adalah sebagai berikut :
t
Fp =
ij
S
dimana :
Fp
=
perkiraan frekuensi penerbangan.
t
=
rata-rata peramalan permintaan hari i rute j periode t.
S
=
kapasitas maksimum pesawat Boeing 737-200.
Guna
menentukan rata-rata jumlah penumpang per
hari pada setiap rute dapat
digunakan rumus berikut :
t
Xp =
ij
Fp
dimana :
Xp
=
rata-rata jumlah penumpang.
t
=
rata-rata peramalan permintaan hari i rute j periode t.
Fp
=
perkiraan frekuensi penerbangan.
|