  
           <rss version="2.0">  
                <channel>  
                    <title>Library Binus</title>  
                    <link>http://library.binus.ac.id</link>  
                    <description>  
                    E-cliping  
                    </description>  
                      <image>
                        <url>http://library.binus.ac.id/images/feature/binus_corporate.gif</url>
                        <title>Library And Knowledge Center</title>
                        <link>http://library.binus.ac.id</link>
                      </image>
                    <category>
                    Ecliping
                    </category>
          
            <item>  
                <title>Tok! Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Tahun Pertama 
Prabowo Ditetapkan 5,1%-5,5%</title>  
                <link>http://library.binus.ac.id/Collections/Clipping_detail.aspx?id=49300</link>  
                <pubDate></pubDate>  
                <author>Maria Elena</author>  
                <description>&lt;div &gt; 
                                Bisnis.com, JAKARTA – Badan Anggaran DPR RI dan pemerintah telah menyepakati target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 5,1%-5,5% pada 2025 atau tahun pertama pemerintah Presiden terpilih Prabowo Subianto.  Sejalan dengan itu, rapat juga menyepakat isaran asumsi dasar ekonomi makro dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2025 lainnya, antara lain inflasi untuk 2025, yaitu 1,5%-3,5%, serta nilai tukar rupiah ditargetkan pada kisaran Rp15.300-Rp15.900 per dolar AS. Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah menyampaikan bahwa asumsi dasar ekonomi makro dan target pembangunan tahun 2025 yang disepakati tersebut akan menjadi kerangka kerja (frame work) bagi pemerintah untuk menjalankan proses pembangunan.   “Tentunya kita berharap, setiap asumsi ekonomi makro dan target pembangunan akan mencerminkan kondisi ekonomi nasional dan sekaligus menjawab tantangan ekonomi dan keuangan global yang masih diliputi ketidakpastian,” katanya dalam rapat kerja dengan pemerintah, Kamis (4/7/2024).&lt;/div&gt; 
                </description> 
                <category></category>
                <copyright>Hasil karya tulis ini dilindungi undang-undang hak cipta. Cantumkan sumbernya bila anda mengutip sebagian atau seluruh isi artikel ini.</copyright>
                <source>Bisnis Indonesia</source>
                <enclosure url="http://library.binus.ac.id/eColls/eClipping/Tok! Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Tahun Pertama Prabowo Ditetapkan 5,1%-5,5%.pdf"></enclosure>
                
        </item>  
          
            <item>  
                <title>Jokowi Sebut RI Terima Devisa Triliunan Rupiah dari 
Pertemuan Internasional</title>  
                <link>http://library.binus.ac.id/Collections/Clipping_detail.aspx?id=49299</link>  
                <pubDate></pubDate>  
                <author>Akbar Evandio</author>  
                <description>&lt;div &gt; 
                                Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Indonesia menerima devisa hingga triliunan rupiah dari penyelenggaraan agenda pertemuan dan konser musik baik internasional maupun nasional. Misalnya agenda Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan bahwa dalam beberapa waktu ke belakang Indonesia giat menyelenggarakan konferensi tingkat internasional yang memberikan keuntungan signifikan bagi pemasukan Negara.  Hal ini disampaikannya dalam agenda peresmian Peluncuran Digitalisasi Layanan Perizinan Penyelenggaraan Event di Gedung Tribrata Dhamawangsa, Jakarta Selatan, Senin (24/6/2024). “Kita punya event-event besar, meeting misalnya, yang baru saja world water forum itu dikunjungi oleh peserta itu lebih dari 50.000. Kemudian waktu sebelumnya juga, World Bank dan IMF annual meeting yang datang ke Indonesia kurang lebih 30.000 peserta,” ujarnya dalam forum tersebut. Tak hanya itu, dia memerinci bahwa agenda lainnya seperti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada November lalu mampu mendatangkan 21.000 peserta yang turut merogohkan kocek untuk berbelanja di Tanah Air dengan kisaran Rp30 juta per orang. “Tinggal kalikan saja total jadi berapa ratus miliar atau berapa triliun. Inilah event meeting, sehingga sekarang ini banyak orang rebutan mengadakan event-event dunia,” katanya. BACA JUGA 10 Tahun Pemerintahan Jokowi, Jalan Tol RI Bertambah 2.113 Kilometer Jokowi Ungkit Alasan Coldplay Manggung Sehari di RI Saat di Singapura 6 Hari, Juga Bahas Fans Swifties Jokowi Kesal Musisi Dunia Lebih Pilih Konser di Singapura: Perizinan Kita Ruwet Lebih lanjut, dia pun mengatakan bahwa Indonesia seringkali melaksanakan agenda internasional lainnya seperti ajang MotoGP di Mandalika yang memberikan dampak ekonomi hingga Rp4,3 triliun. “Saya berikan contoh saja, MotoGP di Mandalika. Saya cek ke panita, ini efeknya luar biasa, dampak ekonominya 4,3 triliun. Bisa menyerap melibatkan tenaga kerja 8.000, dan UMKM yang terlibat kurang lebih 1.000,” tandas Jokowi. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel Penulis : Akbar Evandio Editor : Leo Dwi Jatmiko Topik Jokowi Pertemuan G20 mice World Water Forum Bali 2024 Share Konten Premium Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan LOGIN untuk menikmati artikel Konten Premium. Premium 1 jam yang lalu Prospek Saham MDKA Ketika Harga Emas Naik Premium 4 jam yang lalu Ramalan Saham Komponen Otomotif AUTO &amp; DRMA Cs Semester II/2024 Artikel Premium Lainnya ARTIKEL TERKAIT Pedagang Sayur Bertemu Jokowi di Pasar Bulukumba, Begini Kesannya Menantu Jokowi Bobby Nasution Masuk Radar PDIP di Pilkada Sumut 2024 Family Office Bebas Pajak, Menteri Bappenas: Saya Kasihan sama Bu Sri Mulyani Sri Mulyani Tiba di Brasil, Hadiri Forum Menkeu dan Bank Sentral G20 Menteri Energi G20 Gagal Capai Konsensus soal Bahan Bakar Fosil Imbas Perang Rusia-Ukraina, Pertemuan Menkeu G20 Terancam Tanpa Komunike Lagi? Menparekraf Dorong MICE Skala Kecil Tidak Hanya di Bali Selatan Sokong MICE di Balikpapan, Maxone Bangun Ballroom Berkapasitas 2.500 Orang BERITA LAINNYA Mendagri: Indonesia Berpotensi Jadi Negara Dominan di Sektor Ekonomi Dibuka di Solo, Tower Dinasti Nusantara Group Siap Dampingi UMKM Beli Mobil Bukan Prioritas Masyarakat Kelas Menengah Realme 13 Pro Series 5G Diperkenalkan, Kamera Berteknologi AI Pelaku Pelecehan Beraksi Dua Kali di Pogung Sleman, Terancam Empat Tahun Penjara Deflasi Terjadi di Jogja, Dampak Daya Beli Masyarakat Lesu BERITA TERBARU Ekonomi 2 jam yang lalu Aset Sitaan Milik Tommy Soeharto Belum Laku-Laku, Satgas BLBI Lakukan Ini Ekonomi 2 jam yang lalu Cadangan Devisa RI Berpotensi Naik Jadi US$142 Miliar, Ini Pendorongnya Ekonomi 2 jam yang lalu Cadangan Devisa RI US$140,2 Miliar pada Juni 2024, Ekonom Wanti-wanti Risiko Ini Infrastruktur 9 jam yang lalu Konstruksi IKN akan Diberhentikan Sementara Jelang 17 Agustus Jasa &amp; Niaga 11 jam yang lalu Pengusaha Sebut Bea Masuk 200% Akan Timbulkan Penutupan Toko hingga PHK Berita Lainnya Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro TERPOPULER 1 Top 5 News Bisnisindonesia.id: Janji Hyundai hingga Bank Syariah Buatan Muhammadiyah 2 Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$140,2 Miliar per Juni 2024 3 Pemerintah Bakal Tetapkan Bea Masuk Impor 7 Komoditas, Ini Bocorannya 4 Masa Tugas Satgas BLBI Diperpanjang hingga Pemerintahan Prabowo 5 PUPR Sebut Pasokan Air Bersih Mengalir ke IKN 15 Juli 2024 Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro # HOT TOPIC Impor dari Israel PDN Down Bambang Susantono Iuran Tapera Uang Kuliah Tunggal (UKT) Turbulensi singapore airlines Elon Musk Presiden Iran Ebrahim Raisi Kasus Bea Cukai Cadangan Devisa Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro REKOMENDASI KAMI China-AS Gontok-gontokan, Manufaktur RI Bisa Apa? Makan Siang Gratis Prabowo atau IKN Jokowi? Ini Jawaban Indef Pendapatan APBN 2025 Prabowo Dipatok 12,3%-12,36% dari PDB Siap-Siap! Sistem MLFF Bakal Diterapkan di 7 Ruas Tol, Ini Daftarnya Importir Bodong Gentayangan Hantui Produsen Tekstil, Butuh Lartas yang Tegas Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro Lagi! KPK Usut 4 Pengadaan LNG di Pertamina Setelah Vonis Karen Agustiawan 05 Juli 2024 FOTO 2+ Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro TERPOPULER 1 Top 5 News Bisnisindonesia.id: Janji Hyundai hingga Bank Syariah Buatan Muhammadiyah 2 Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$140,2 Miliar per Juni 2024 3 Pemerintah Bakal Tetapkan Bea Masuk Impor 7 Komoditas, Ini Bocorannya 4 Masa Tugas Satgas BLBI Diperpanjang hingga Pemerintahan Prabowo 5 PUPR Sebut Pasokan Air Bersih Mengalir ke IKN 15 Juli 2024&lt;/div&gt; 
                </description> 
                <category></category>
                <copyright>Hasil karya tulis ini dilindungi undang-undang hak cipta. Cantumkan sumbernya bila anda mengutip sebagian atau seluruh isi artikel ini.</copyright>
                <source>Bisnis Indonesia</source>
                <enclosure url="http://library.binus.ac.id/eColls/eClipping/Jokowi Sebut RI Terima Devisa Triliunan Rupiah dari Pertemuan Internasional .pdf"></enclosure>
                
        </item>  
          
            <item>  
                <title>Family Office Bebas Pajak, Menteri Bappenas: Saya 
Kasihan sama Bu Sri Mulyani</title>  
                <link>http://library.binus.ac.id/Collections/Clipping_detail.aspx?id=49298</link>  
                <pubDate></pubDate>  
                <author>Maria Elena</author>  
                <description>&lt;div &gt; 
                                Bisnis.com, JAKARTA – Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menanggapi wacana pembentukan family office di dalam negeri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Menurutnya, hal itu akan menambah pekerjaan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.  Adapun, salah satu insentif yang diberikan pemerintah kepada investor yang membangun family office adalah pembebasan pajak.  Suharso menilai bahwa pemerintah tidak seharusnya selalu mengandalkan pemberian insentif fiskal dalam rangka menarik investasi ke dalam negeri. Pasalnya, dia mengatakan Kementerian Keuangan diminta untuk bisa mengerek penerimaan negara, tapi di sisi lain, pemerintah juga harus meramu insentif fiskal yang dapat menguras potensi penerimaan.&lt;/div&gt; 
                </description> 
                <category></category>
                <copyright>Hasil karya tulis ini dilindungi undang-undang hak cipta. Cantumkan sumbernya bila anda mengutip sebagian atau seluruh isi artikel ini.</copyright>
                <source>Bisnis Indonesia</source>
                <enclosure url="http://library.binus.ac.id/eColls/eClipping/Family Office Bebas Pajak, Menteri Bappenas  Saya Kasihan sama Bu Sri Mulyani.pdf"></enclosure>
                
        </item>  
          
            <item>  
                <title>Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$140,2 Miliar per Juni 
2024</title>  
                <link>http://library.binus.ac.id/Collections/Clipping_detail.aspx?id=49297</link>  
                <pubDate></pubDate>  
                <author>Maria Elena</author>  
                <description>&lt;div &gt; 
                                Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia mencapai US$140,2 miliar pada Juni 2024. Asisten Gubernur, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono menyampaikan bahwa posisi cadangan devisa tersebut naik jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar US$139,0 miliar. “Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2024 tercatat sebesar US$140,2 miliar, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Mei 2024 sebesar US$139,0 miliar,” katanya melalui keterangan resmi, Jumat (5/7/2024). Erwin menjelaskan, kenaikan posisi cadangan devisa pada Juni 2024 dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, di tengah kebutuhan stabilisasi nilai tukar rupiah sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.&lt;/div&gt; 
                </description> 
                <category></category>
                <copyright>Hasil karya tulis ini dilindungi undang-undang hak cipta. Cantumkan sumbernya bila anda mengutip sebagian atau seluruh isi artikel ini.</copyright>
                <source>Bisnis Indonesia</source>
                <enclosure url="http://library.binus.ac.id/eColls/eClipping/Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$140,2 Miliar per Juni 2024.pdf"></enclosure>
                
        </item>  
          
            <item>  
                <title>Cadangan Devisa RI Diproyeksi Turun pada Juni 2024</title>  
                <link>http://library.binus.ac.id/Collections/Clipping_detail.aspx?id=49296</link>  
                <pubDate></pubDate>  
                <author>Maria Elena</author>  
                <description>&lt;div &gt; 
                                Bisnis.com, JAKARTA – Posisi cadangan devisa Indonesia diperkirakan akan mengalami penurunan pada Juni 2024 setelah mengalami peningkatan signifikan pada Mei 2024. Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memperkirakan cadangan devisa pada Juni 2024 akan berada di kisaran US$137,5 miliar hingga US$139,5 miliar, turun dari posisi bulan sebelumnya yang mencapai US$139 miliar. Menurut Josua, beberapa faktor mempengaruhi perkembangan cadangan devisa tersebut, termasuk aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik dengan net sell sebesar US$91,7 juta. Meskipun demikian, kepemilikan investor asing pada Surat Berharga Negara (SBN) naik sekitar US$117,4 juta. Sebaliknya, kepemilikan investor asing pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) hingga 27 Juni turun sekitar US$1,77 miliar. “Faktor lain yang mempengaruhi posisi cadangan devisa selain aliran modal ke pasar keuangan domestik adalah penerbitan surat berharga oleh pemerintah. Pada Juni lalu, pemerintah menerbitkan sukuk global sebesar US$2,35 miliar,” ujar Josua kepada Bisnis pada Kamis (4/7/2024). Josua juga menyebutkan bahwa pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah turut memengaruhi cadangan devisa. Rata-rata nilai tukar rupiah sepanjang Juni melemah 1,7% dibandingkan Mei 2024.&lt;/div&gt; 
                </description> 
                <category></category>
                <copyright>Hasil karya tulis ini dilindungi undang-undang hak cipta. Cantumkan sumbernya bila anda mengutip sebagian atau seluruh isi artikel ini.</copyright>
                <source>Bisnis Indonesia</source>
                <enclosure url="http://library.binus.ac.id/eColls/eClipping/Cadangan Devisa RI Diproyeksi Turun pada Juni 2024 .pdf"></enclosure>
                
        </item>  
          
            <item>  
                <title>Bank Indonesia Jelaskan Beda Arah Investor di Surat 
Utang Negara vs Bank Indonesia</title>  
                <link>http://library.binus.ac.id/Collections/Clipping_detail.aspx?id=49295</link>  
                <pubDate></pubDate>  
                <author>Maria Elena</author>  
                <description>&lt;div &gt; 
                                Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan investor asing masih terus keluar dari Surat utang pemerintah (SBN) dan pasar saham masih per Juni 2024. BI mencatat, aliran modal asing pada 21 Juni 2024 telah mencapai Rp3,4 triliun, sementara dari pasar saham keluar sebesar Rp1,98 triliun. Padahal, pada periode Mei 2024, tercatat terjadi inflow sebesar Rp16,21 triliun di pasar SBN, sementara terjadi outflow sebesar Rp14,2 triliun dari pasar saham. Meski demikian, tren outflow pada Juni 2024 masih lebih rendah jika dibandingkan dengan periode April 2024, di mana outflow dari pasar SBN mencapai Rp14,80 triliun dan dari pasar saham sebesar Rp18,33 triliun&lt;/div&gt; 
                </description> 
                <category></category>
                <copyright>Hasil karya tulis ini dilindungi undang-undang hak cipta. Cantumkan sumbernya bila anda mengutip sebagian atau seluruh isi artikel ini.</copyright>
                <source>Bisnis Indonesia</source>
                <enclosure url="http://library.binus.ac.id/eColls/eClipping/Bank Indonesia Jelaskan Beda Arah Investor di Surat Utang Negara vs Bank Indonesia.pdf"></enclosure>
                
        </item>  
          
            <item>  
                <title>E-Clipping Kompas Edisi 04 Juli 2024</title>  
                <link>http://library.binus.ac.id/Collections/Clipping_detail.aspx?id=49294</link>  
                <pubDate></pubDate>  
                <author>Tim Redaksi Kompas</author>  
                <description>&lt;div &gt; 
                                Kumpulan Berita Koran Kompas&lt;/div&gt; 
                </description> 
                <category></category>
                <copyright>Hasil karya tulis ini dilindungi undang-undang hak cipta. Cantumkan sumbernya bila anda mengutip sebagian atau seluruh isi artikel ini.</copyright>
                <source>https://epaper.kompas.id/</source>
                <enclosure url="http://library.binus.ac.id/eColls/eClipping/E-Clipping Kompas Edisi 04 Juli 2024.pdf"></enclosure>
                
        </item>  
          
            <item>  
                <title>Utang Pemerintah Naik Jadi Rp8.353,02 Triliun per Mei 
2024</title>  
                <link>http://library.binus.ac.id/Collections/Clipping_detail.aspx?id=49293</link>  
                <pubDate></pubDate>  
                <author>Maria Elena</author>  
                <description>&lt;div &gt; 
                                Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat posisi utang pemerintah mencapai Rp8.353,02 triliun hingga akhir Mei 2024. Dengan jumlah utang tersebut, rasio utang pemerintah per akhir Mei 2024 tercatat mencapai 38,71% terhadap PDB. Posisi utang pemerintah pada Mei 2024 meningkat jika dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar Rp8.338,43 triliun atau dengan rasio 38,64% terhadap PDB. Kemenkeu menyatakan, rasio utang hingga Mei 2024 ini tetap konsisten terjaga di bawah batas aman 60% dari PDB sesuai dengan UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara.&lt;/div&gt; 
                </description> 
                <category></category>
                <copyright>Hasil karya tulis ini dilindungi undang-undang hak cipta. Cantumkan sumbernya bila anda mengutip sebagian atau seluruh isi artikel ini.</copyright>
                <source>Bisnis Indonesia</source>
                <enclosure url="http://library.binus.ac.id/eColls/eClipping/Utang Pemerintah Naik Jadi Rp8.353,02 Triliun per Mei 2024.pdf"></enclosure>
                
        </item>  
          
            <item>  
                <title>Tingkat Kemiskinan RI Turun selama Era Jokowi, Sri 
Mulyani Irit Bicara</title>  
                <link>http://library.binus.ac.id/Collections/Clipping_detail.aspx?id=49292</link>  
                <pubDate></pubDate>  
                <author>Akbar Evandio</author>  
                <description>&lt;div &gt; 
                                Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati tak banyak berkomentar terkait dengan penurunan tingkat kemiskinan yang hanya berkurang sebanyak 3,06 juta orang atau turun 2,22% poin selama 10 tahun Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat. “[Soal] itu entar dulu ya karena banyak sekali yang [perlu diperhatikan],” ujarnya usai mengikuti rapat internal bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait dengan relaksasi pajak industri kesehatan di Istana Kepresidenan, Selasa (2/7/2024). Sekadar informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan di dalam negeri turun ke level terendah dalam 10 tahun terakhir. Adapun, tingkat kemiskinan pada Maret 2024 adalah sebesar 9,03% atau terdapat sebanyak 25,22 juta penduduk miskin.&lt;/div&gt; 
                </description> 
                <category></category>
                <copyright>Hasil karya tulis ini dilindungi undang-undang hak cipta. Cantumkan sumbernya bila anda mengutip sebagian atau seluruh isi artikel ini.</copyright>
                <source>Bisnis Indonesia</source>
                <enclosure url="http://library.binus.ac.id/eColls/eClipping/Tingkat Kemiskinan RI Turun selama Era Jokowi, Sri Mulyani Irit Bicara.pdf"></enclosure>
                
        </item>  
          
            <item>  
                <title>Tingkat Kemiskinan Papua Tertinggi, Tapi Jumlah 
Terbanyak Ada di Jawa</title>  
                <link>http://library.binus.ac.id/Collections/Clipping_detail.aspx?id=49291</link>  
                <pubDate></pubDate>  
                <author>Maria Elena</author>  
                <description>&lt;div &gt; 
                                Bisnis.com, JAKARTA – Plt. Sekretaris Utama Badan Pusat Statistik (BPS) Imam Machdi menyampaikan bahwa penduduk miskin masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Sumatera hingga Maret 2024. Secara nasional, tingkat kemiskinan per Maret 2024 adalah sebesar 9,03% atau tercatat ada sebanyak 25,22 juta penduduk miskin. Dari jumlah tersebut, BPS mencatat, jumlah penduduk miskin di Pulau Jawa mencapai 13,24 juta orang atau 52,49% dari total jumlah penduduk miskin nasional.  Sementara itu, jumlah penduduk miskin di Pulau Sumatera mencapai 5,55 juta orang atau 22,01% dari total jumlah penduduk miskin secara nasional&lt;/div&gt; 
                </description> 
                <category></category>
                <copyright>Hasil karya tulis ini dilindungi undang-undang hak cipta. Cantumkan sumbernya bila anda mengutip sebagian atau seluruh isi artikel ini.</copyright>
                <source>Bisnis Indonesia</source>
                <enclosure url="http://library.binus.ac.id/eColls/eClipping/Tingkat Kemiskinan Papua Tertinggi, Tapi Jumlah Terbanyak Ada di Jawa .pdf"></enclosure>
                
        </item>  
          
                </channel>  
            </rss>  
         
