Home Start Back Next End
  
3
1.2
Perumusan Masalah
Setelah dilakukan penelitian pendahuluan di bagian produksi, identifikasi
masalah
yang
ditemukan
di
PT.
Mulia
Knitting Factory adalah
ketidakteraturan
jumlah dan jadwal pemesanan asesoris yang berpengaruh terhadap kelancaran
produksi produk. Kekurangan asesoris menyebabkan barang produksi yang siap
di-packing  menjadi  tertunda  dan  tidak  dapat 
memenuhi  stock gudang.  Hal
tersebut
dapat
menimbulkan
adanya lost
of
sales
perusahaan
ketika
permintaan
datang dan stock minimum tidak mencukupi.
Selama ini perusahaan melakukan pemesanan asesoris berdasarkan
pemberitahuan dari pihak gudang asesoris ketika asesoris sudah tinggal sedikit
atau
habis,
sedangkan
dibutuhkan
waktu
bagi
bagian
purchasing
untuk memilih
dan
melakukan
pemesanan
ke
supplier untuk
memenuhi
permintaan
asesoris.
Akibatnya kadang persediaan asesoris tidak mencukupi ketika akan melakukan
kegiatan produksi.
Perusahaan
memiliki
rencana
untuk
menerapkan
sebuah
Sistem Informasi
MRP
(Material
Requirement
Planning).
Diharapkan
dengan
adanya
sistem ini
dapat membantu perusahaan dalam hal kebutuhan asesoris sehingga dapat
menunjang kelancaran kegiatan produksi. Dengan analisa AHP (Analitical
Hierarchy Process) diharapkan dapat membantu bagian purchasing  dalam proses
pengambilan
keputusan
pemilihan
supplier yang
terbaik
untuk
dilakukan
pemesanan
asesoris
sehingga
dapat
mempercepat
proses pemesanan
dan
pilihan
yang tepat dalam pemesanan asesoris
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter