Home Start Back Next End
  
2
kematiannya
selain
disebabkan
penyakit-penyakit kronis
yang
diidapnya.
Saya
menganalisa kecemasan
Akutagawa
yang
dikaitkan
dengan
karakteristik tokoh
dalam
karya
Hana
(1916),
Mikan
(1919)
dan
Kappa
(1927)
dengan
didukung data
berupa
otobiografi Akutagawa.
Teori psikoanalisis Sigmund Freud
menyatakan bahwa
manusia sebenarnya
memiliki
kesadaran
dan
ketidaksadaran
yang
sangat
mempengaruhi
kehidupan
seseorang
dalam
melakukan
sesuatu
hal.
Bertens
(2006
:
3)
mengemukakan, “Secara
umum
boleh
dikatakan
bahwa
psikoanalisa
merupakan
suatu
pandangan
baru
tentang
manusia,
di
mana ketidaksadaran
memainkan peranan sentral.”.
Dimana ketidaksadaran
yang terjadi
dapat
timbul
karena
adanya trauma
yang
dialami sejak
kecil
seperti
yang
dialami
Akutagawa
Ryunosuke.
Sigmund
Freud
menyatakan
ketidakberesan psikis
seseorang
dipengaruhi 
oleh 
ketidakseimbangan 
antara 
naluri 
(insting) 
kehidupan 
dan 
naluri
(insting)
kematian.
Freud
dalam
Bertens
(2006
:
32)
mengemukakan bahwa
ketidakberesan psikis seseorang disebabkan :
Ketidakberesan itu
disebabkan
karena
gangguan
keseimbangan
antara
naluri-
naluri,
bukan
karena
sifat-sifat
salah
satu
naluri.
Harus
dikatakan
juga
bahwa
pada
kenyataannya tidak
ada
perbuatan
yang
berasal dari
satu
naluri
saja.
Tidak
ada tingkah
laku
yang destruktif
melulu atau
yang libidinal
melulu.
Tingkah
laku
yang konkret selalu merupakan campuran antara kedua macam naluri.
Dengan
diangkatnya tema
di
atas
sebagai
sebuah
penelitian,
saya
berharap
para
pembaca
dapat
mengetahui riwayat
kehidupan
Akutagawa Ryunosuke
dan
dapat
memandang   dari  
segi  
psikologi   tentang  
kecemasan  
yang  
dialami  
Akutagawa
berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter