Home Start Back Next End
  
4
Setelah 
lahir, 
Ryunosuke  dijauhkan  dari  Fuku 
sebab 
menurut  kepercayaan
Jepang
pada
waktu
itu
pantang
untuk
melahirkan
anak
bagi
perempuan
yang
telah
berusia
33
tahun
dan
pada
saat
suaminya berumur
42
tahun.
Menurut
kepercayaan, keadaan
seperti
itu
akan
menyebabkan mereka
jatuh
sakit,
atau
menderita (Wibawarta, 2005 : 4).
Sedangkan
mengenai
penyebab penyakit
jiwa
ibunya,
Hisako
mengatakan bahwa
karena
ibunya
berhati
lemah
dan
lebih
senang
memendam perasaan
daripada
mengungkapkannya. Watak Niihara Toshizo, ayahnya
yang kasar juga
menambah beban
penderitaan batin ibunya.
Karena
hal
tersebut,
diputuskan
Ryunosuke
seolah-olah
dibuang
dengan
dipelihara
oleh
teman
lama
ayahnya,
Matsumura Senjiro.
Namun,
secara
resmi
dia
diadopsi
oleh
kakak
ibunya,
Akutagawa
Michiaki.
Sejak
itu,
secara
resmi
Ryunosuke
menggunakan
nama Akutagawa setelah dua tahun ibunya meninggal, yakni ketika berumur 12 tahun.
1.1.1.2 Masa Pertumbuhan
Masa  sekolah  dilewatkannya  di  Tokyo,  mulai  dari  Sekolah 
Dasar 
Umum 
Edo,
Sekolah Menengah 3
Tokyo, Sekolah
Lanjutan
Atas
1,
hingga Jurusan
Sastra Inggris
di
Universitas
Kerajaan
Tokyo
(Universitas Tokyo).
Bulan
Februari
1914,
Akutagawa
bersama
teman
kuliahnya bernama
Kikuchi
Kan,
Kume
Masao
dan
Matsuoka Yuzuru,
yang
kemudian
menjadi penulis-penulis terkenal di
Jepang, 
menghidupkan untuk
yang
ke-3 kalinya majalah sastra Shinshicho (Arus Pemikiran Baru).
Sejak saat
itu,
Akutagawa menjadi penulis
tetap di
majalah
tersebut
tersebut dengan
nama
samaran
Yanaigawa Ryunosuke.
Karyanya
berupa
cerpen
berjudul
Ronen
dimunculkan pada
terbitan
bulan
Mei.
Karyanya
yang
lain
yaitu
Rashomon
diterbitkan
pada 
tahun 
1915 
dan 
menempatkannya  dalam 
deretan 
sastrawan 
yang 
mendapat
perhatian besar dan
memiliki posisi tersendiri dalam dunia kesusatraan. Sejak
itu pula,
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter