Home Start Back Next End
  
6
parah
dan
dibayangi ketakutan akan
menjadi
gila
seperti
almahum
ibunya.
Dapat
dikatakan   itulah   awal   gejala   penyakit   schizophenia, 
dan   pada   saat   itulah   dia
menghasilkan sebuah
novel
pendek berjudul Kappa.
Ketika
usianya
telah
menginjak 35
tahun, pada dini
hari 24
Juli 1927,
dia
melakukan tindakan bunuh
diri
di
rumahnya, di
Tokyo
dengan
mengkonsumsi kaliumsianida
(obat
tidur
atau
obat
penenang)
secara
berlebihan.
1.1.2    Karya-Karya Akutagawa Ryunosuke
Dalam penyusunan skripsi
ini,
saya
menggunakan tiga
karya
Akutagawa Ryunosuke
antara
lain
Hana
(1916)
menceritakan
tentang
seorang
pendeta
Budha
yang
bernama
Zenchi
Naigu
yang
merasa
tersisak
batinnya karena
memiliki hidung
panjang
sekitar
enam
belas
sentimeter,
dia
berusaha
menemukan
cara
agar
hidungnya
dapat
seperti
orang
normal
lainnya;
Mikan
(1919)
menceritakan
tentang
seorang
tokoh
“Aku”
yang
mengamati  seorang  anak  gadis  dari  keluarga  miskin  yang  memberikan  buah  jeruk
(mikan)
kepada
saudaranya
sebagai
salam
perpisahan
melalui
jendela
kereta
api
yang
sedang
melaju;
dan
Kappa
(1927)
menceritakan
kisah
seorang
pasien
di
Rumah
Sakit
Jiwa
yang
tersesat
ke
dunia
kappa,
dan
di
dunia
tersebut
dia
mempelajari
berbagai
macam hal sampai akhirnya dia kembali lagi ke dunia manusia.
1.2      Rumusan Permasalahan
Berdasarkan beberapa karya Akutagawa
Ryunosuke
antara
lain
yang berjudul
Hana,
Mikan
dan
Kappa,
permasalahan yang
akan
dibahas
dalam
skripsi
ini
adalah
mengkaji
sosok 
Akutagawa 
melalui 
segi 
penyudut 
pandangan 
dalam 
karya-karya 
tersebut.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter