Start Back Next End
  
2
ketika diperintah untuk meloncat-loncat, berteriak, menari maupun memasang muka
sedih ketika ada momen mengharukan.
Motivasi para penonton bayaran tersebut tentu berbeda-beda setiap orangnya.
Beberapa orang hanya ingin sekedar masuk TV. Yang lain bahkan sampai
menggantungkan hal ini sebagai ladang mencari penghasilan. Yang terakhir bahkan
ada yang berpikir untuk menjadikan kesempatan ini sebagai batu loncatan untuk
menjadi model atau artis. Seperti yang telah disebutkan di atas, salah satu motivasi
mereka menjadi penonton bayaran adalah untuk mencari penghasilan. Rata-rata
bayaran mereka per acara adalah 25 sampai 30 ribu per acara. Sedangkan dalam satu
hari mereka bisa saja menjadi penonton bayaran sekitar tiga sampai empat acara.
Menjadi penonton bayaran ternyata tidak mudah. Mereka tidak bisa hanya
datang ke stasiun televisi dan menawarkan diri menjadi penonton bayaran, namun
harus melalui agen-agen pemasok penonton bayaran. Agen tersebutlah yang bertugas
mengkoordinir penonton bayaran tersebut. Agen-agen tersebut biasanya ada di
stasiun televisi atau di tempat acara berlangsung.
Contoh agen penonton bayaran yang cukup terkenal adalah Elly Suhari atau
akrab disapa Mpok Elly dari Trans TV. Beliau dulu adalah seorang penonton
bayaran juga yang biasanya muncul di acara “Ngelenong Yuk” di Trans TV.
Sekarang ia telah menjadi koordinator penonton bayaran di beberapa acara.
Memang, sebenarnya fenomena penonton bayaran tidak hanya ada di acara
musik pagi saja. Acara-acara lain seperti acara religi, talkshow, bahkan konser
sekalipun. Tujuannya jelas, untuk memeriahkan acara. Lain acara lain pula julukan
penonton bayaran mereka. Setiap acara, terutama acara music live, memiliki julukan
untuk penonton bayaran mereka tersebut masing-masing. Contohnya dalam acara
Dahsyat yang disiarkan di RCTI, mereka mempunyai julukan “Sahabat Dahsyat”.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter