|
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latarbelakang
Borneo adalah salah satu dari pulau terbesar yang permukaannya ditutupi
oleh hutan tropis. Hutan Borneo menyimpan beragam satwa yang spesial dan unik,
seperti Orangutan, Bekantan, burung Enggang, dan masih banyak lagi. Burung
Enggang dengan nama latin Buceros Rhinoceros adalah salah satu burung khas
Kalimantan. Burung ini merupakan satwa yang sangat dihormati oleh masyarakat
lokal. Enggang dianggap hewan suci dan banyak dijadikan sebagai simbol-simbol,
salah satunya menjadi simbol Alam Atas bagi masyarakat suku dayak.
Burung
Enggang menjadi salah satu satwa yang terancam punah akibat maraknya perburuan
terhadap burung tersebut
untuk dijual paruhnya. Paruh dari burung Enggang sendiri
bisa dijual dengan harga mencapai jutaan rupiah tergantung ukurannya.
Walaupun
perburuan burung Enggang sudah dilarang, tetapi masih banyak orang-orang yang
berburu burung tersebut hanya untuk kepentingan ekonomi. Selain itu, berkurangnya
hutan yang merupakan habitat dari burung Enggang juga
turut
menjadi salah satu
faktor dari berkurangnya populasi burung ini.
Dimasa lalu, burung Enggang merupakan burung yang banyak ditemukan di
hutan Kalimantan. Tetapi seiring berjalannya waktu, saat ini burung Enggang sudah
sangat sulit untuk dijumpai. Dari permasalahan
ini, penulis ingin membuat sebuah
film animasi pendek yang berkisah tentang burung Enggang. Penulis akan membuat
animasi ini dengan menambahkan unsur fantasi dalam ceritanya agar film animasi
pendek ini tetap bisa menjadi hiburan namun masih dapat memberikan pesan yang
penting untuk kesadaran kita sebagai manusia terhadap lingkungan
dan makhluk
hidup lainnya.
1.2
Lingkup Proyek Tugas Akhir
Penulis memberi batasan pada proyek tugas akhir berupa film animasi pendek
dalam bentuk visual 3D, dengan genre drama fantasi yang bertema tentang alam.
1
|