Home Start Back Next End
  
2
dapat
berbentuk
berbagai
macam,
seperti
investasi oleh suatu perusahaan di tanah dan
perlengkapan 
kantor, 
dan 
investasi 
perorangan 
pada 
saham, 
obligasi, 
reksadana,
komoditas atau real estate.
Dalam melakukan
investasi,
seorang
investor
harus
melakukan
perhitungan-
perhitungan
yang
cermat
dalam membentuk
portofolio
investasinya.
Seorang
investor
seharusnya
mengetahui
harga
yang
wajar
dari
aset
yang
hendak
dimilikinya.
Apabila
harga di pasar masih lebih murah dibandingkan harga wajar dari aset tersebut, maka
seorang investor dapat segera membelinya. Namun apabila harga di pasar sudah lebih
mahal
dibandingkan
dengan
harga
wajarnya,
maka tindakan
yang
tepat
bagi
investor
itu
adalah
dengan
tidak
memilih
aset
tersebut.
Hal
ini
berlaku
pada
semua
pasar,
baik
itu
pada pasar riil, pasar uang maupun pada pasar modal.
Pada
pasar
modal
(saham),
ketepatan
dan
kecepatan
dalam bertindak
memegang
peranan
penting
dalam
keberhasilan
pemilihan
saham.
Seorang
investor
saham
harus
dapat
menilai apakah
saham suatu perusahaan masih
murah atau
sudah
terlampau
mahal
untuk
dimiki.
Sejalan
dengan
tujuan
dari
perusahaan yaitu memaksimumkan kekayaan
para pemegang sahamnya, yang
tercermin dari
harga saham perusahaan
tersebut di bursa,
maka
tujuan
seorang
investor
untuk
melakukan
investasi
disaham suatu
perusahaan,
adalah mengharapkan kenaikan harga dan dividen dari saham tersebut.
Untuk
memilih
suatu saham,
investor dapat menggunakan analis tehnikal dan atau
fundamental.   Tehnikal   analisis   merupakan   suatu   analisis   yang   berdasarkan   atas
pergerakan
harga
saham dan
volume
perdagangan
di
masa
lampau
untuk
mengestimasi
harga saham di
masa datang.
Analisis
tehnikal
menggunakan asumsi-asumsi bahwa
harga
saham 
semata-mata 
ditentukan 
oleh 
faktor 
penawaran 
dan 
permintaan, 
di 
mana
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter