|
2
keuntungan yang diperoleh juga
menjadi
tidak optimal. Hal
ini
tentu saja tidak sesuai
dengan
prinsip
dasar
tentang
optimalitas, efektifitas, maupun
efisiensi.
Kondisi
tersebut
menunjukkan bahwa
ada
kesenjangan
(gap)
antara
sistem
pemuatan
barang
tersebut dengan sistem pemuatan barang ideal yang sesuai dengan teori.
1.2 Identifikasi dan Perumusan Masalah
Mengapa
pemecahan masalah
pemuatan
barang
di
PT.
Krista
Jaya
Indosol
dilakukan dengan
dynamic
programming?
Alasan
pertama,
karena
dynamic
programming
merupakan
pendekatan
yang
berusaha
mencapai
optimasi
proses
melalui banyak tahap.
Hal
ini sesuai dengan
masalah pemuatan barang
yang dihadapi
oleh
perusahaan,
dimana
masalah
tersebut
adalah
masalah
optimasi.
Alasan
kedua,
hal
ini
dimungkinkan
karena
tersedianya
data
dan
informasi
yang
diperlukan
berkaitan dengan
masalah pemuatan barang dari pihak perusahaan
untuk
menerapkan
model
dynamic
programming-nya.
Disamping itu,
sebagai
suatu
konsep,
dynamic
programming
lebih
fleksibel
dibandingkan dengan
kebanyakan
model
dan
metode
matematik lain dalam operation research.
Disamping
dapat
diterapkan ke
masalah
pemuatan
barang,
dynamic
programming
juga
mampu
untuk
menyelesaikan berbagai
masalah
lain
yang
terkait
dengan
masalah
pemuatan
barang,
diantaranya masalah
alokasi
dan
masalah
pengendalian persediaan.
Ada beberapa perbedaan
mendasar antara dynamic programming dengan
linear
programming
dalam
menyelesaikan
suatu
permasalahan
operation
research.
|