|
39
harus mempunyai informasi
yang
sama dan setiap area
harus dihubungkan
ke
area
backbone (Area 0).
Keinginan
untuk
membatasi jumlah
redistribusi
sangat penting dalam
lingkungan
OSPF.
Kapanpun
sebuah
rute
diredistribusi
ke
dalam
OSPF,
saat
itu
juga langsung
diperlakukan
sebagai
rute
OSPF
ekstemal.
Protokol
OSPF
menyatakan
bahwa rute
ekstemal
harus
dikirimk:an
ke
seluruh
domain
OSPF,
yang
berarti
akan
meningkatkan
beban
protokol,
seperti
CPU
mengisi
semua
router
yang
berpartisipasi
dalam
domain
OSPF.
Untuk
mengatasi
ini,
tipe
area
tertentu,
seperti
potongan
area
atau
area
utuh,
dapat
dikembangkan
supaya
rute
ekstemal
tidak
dikirirnkan ke
area
tersebut.
Bagaimanapun
juga,
terdapat
kekurangan
dari
routing
sub-optimal
karena
area
tersebut
tidak
mempunyai
informasi topologi
penuh
untuk
membuat keputusan
di
titik
keluar
terbaik ke arah backbone OSPF untuk rute ekstemal
khusus.
Dengan
menggunakan
model
VPN
overlay,
penyedia
layanan
mempunyai
kemampuan
menyediakan
infastruktur
yang
dapat
digunakan
untuk
menukar
informasi
routing
antar
VPN
site
pelanggan.
Dengan
model
ini,
router
di
sisi
pelanggan
membentuk
routing at;ijacencies
dengan
site router
lain
melalui
sirkuit
virtual Frame
Relay I
ATM
dan
kemudian
secara
langsung
menukar
informasi IP
prefix
antar
router
CE
melalui
at;ijacencies ini
menggunakan
protokol
OSPF. Dengan
backbone MPLS
I
VPN,
dan
model
peer-to-peer
VPN,
penukaran
informasi
site routing
menjadi
suatu
tantangan
:
pembatasan
langsung
antar
site
tidak
dapat dibentuk
lama karena
tidak
ada
sirkuit
virtual
yang
eksis.
Artinya,
mekanisme
selanjutnya dibutuhkan
untuk
mengijinkan
OSPF
berfungsi
di
Iingkungan
ini
dan
untuk
menyediakan
seamless
integration
dari site
OSPF ke infrastruktur MPLS I
VPN.
|