|
43
5. Pencegahan
kesalahan
dan penanganan
kesalahan
yang
sederhana.
Sedapat
mungkin,
rancang sistem
sehingga
pengguna
tidak
akan
melakukan
kesalahan fatal.
Jika
kesalahan
memang
teijadi,
sistem
seharusnya dapat
mendeteksinya dan
menampilkan
suatu
mekanisme
koreksi
kesalahan
yang mudah dimengerti. Pengguna
seharusnya
tidak
perlu
mengulangi
keseluruhanproses,
tapi
cukup
mengganti
bagian
yang
salah
saja.
Kesalahan
yang teijadi
seharusnya
tidak
mempengaruhi
keseluruhan
sistem.
6. Memungkinkan pembalikan
aksi
yang
mudah.
Sedapat
mungkin,
setiap
aksi
dapat
dilakukan
pembalikan.
Hal
ini sangat
membantu
pengguna
jika
ingin
mengeksplorasi
pilihan atau
aksi
yang
tidak
familiar,
karena
pengguna
mengetahui
jika
teijadi
kesalahan
maka
aksi dapat
dibalik.
7. Mendukung
pusat
kendali
internal.
Pengguna
yang
berpengalaman
ingin
merasakan
bahwa merekalah
yang
menguasai sistem
dan
sistem beraksi
sesuai
dengan
perintah
yang
mereka
terima.
Respon
sistem
yang tidak
terduga,
urutan
aksi
yang
membosankan, kesulitan
dalam
memperoleh
informasi
penting
dapat
menyebabkan
pengguna
merasa
tidak
puas terhadap
sistem.
|