BAB 2
GAMBARAN UMUM OBJEK
2.1
Sejarah Singkat PT Saung Mirwan
PT Saung Mirwan berdiri tahun 1984. PT Saung Mirwan didirkan atas prakarsa
dari Bapak Tatang Hadinata yang pada awalnya adalah seorang pengusaha konstruksi.
Kegiatan berawal dari kegemaran pemilik sekaligus pimpinan perusahaan terhadap
tanaman.  Tatang 
Hadinata 
merupakan  seorang  otodidak  di  bidang  pertanian  dan
memulai
segalanya
dari
nol.
Saat awal pendirian, PT
Saung
Mirwan hanya memiliki
empat
orang
staf
dan
beberapa
karyawan
harian
mulai
menanam melon di atas
lahan
terbuka. Daerah yang pertama kali dijadikan lahan adalah daerah Sukamanah.
Selanjutnya pada akhir tahun 1985, PT Saung Mirwan menyewa lahan sekitar
tujuh
hektar
di
daerah
Cipanas,
Kabupaten Cianjur.
Lahan
tersebut
ditanami
dengan
bawang
putih.
Penanaman
berbagai
jenis
sayuran
juga
dilakukan
pada
tempat
yang
sama.  Usaha  tersebut  terus  berkembang  selama  tiga  tahun,  akan  tetapi  pada  tahun
terakhir mengalami penurunan. Kemudian pemimpin perusahaan memutuskan untuk
mengembalikan usaha di sekitar Desa Sukamanah.
Pada
tahun
1988,
perusahaan
melakukan
perubahan
dalam
pola
usahanya dari
cara tradisional di
lahan
terbuka menjadi
hidroponik dalam green house (rumah kaca).
Sistem
irigasi
yang
digunakan
di
dalam green
house
tersebut
adalah
drip
irrigation
(irigasi tetes) yang digunakan untuk memproduksi paprika, cabe jepang (shisito), timun
jepang,   tomat   dan   melon.   Hasil   percobaan   penggunaan   teknik   baru   tersebut
menunjukkan 
hasil  yang 
memuaskan 
yang 
membuat  pimpinan 
memutuskan 
untuk
  
9
memperbesar  usaha  ini.  Untuk  itu  pada  akhir  tahun  1991,  luas  area  green house
diperlebar sehingga mencapai 1,5 hektar.
Usaha
penanaman
sayur
dalam green
house
di
PT
Saung
Mirwan
terus
berkembang.   Melihat   kondisi   tersebut,   maka   pada   tahun   1992   sebagai   usaha
diversifikasi, PT Saung Mirwan mulai mengadakan percobaan untuk memproduksi stek
krisan
yang
sudar
berakar
(uprooted
cutting), bunga krisan yang kemudian dengan
produksi bunga pot. Hasil percobaan yang memuaskan mendorong PT Saung Mirwan
untuk
membentuk
divisi
bunga
dan
mulai memproduksinya
secara
komersial
dan
kontinyu.
2.2
Letak Geografis
Lokasi
PT
Saung
Mirwan
secara
administratif terletak di Desa Sukamanah,
Kampun Pasir Muncang, Kecamatan Mega Mendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Tepatnya, PT Saung Mirwan beralamat di Jalan Cikopo Selatan 134, Bogor 16750,
Indonesia. Lokasi PT Saung Mirwan selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 2.
PT Saung Mirwan secara astronomis terletak pada koordinat 106 derajat bujur
timur dan 6 derajat 41 lintang selatan dengan ketinggian 670 meter dpl. Lokasi tersebut
dapat dicapai dengan
menggunakan kendaraan dengan jarak
lebih kurang 25 kilometer
dari kota Bogor dan 60 kilometer dari kota Jakarta.
2.3
Struktur Organisasi
PT Saung Mirwan dipimpin oleh seorang direktur utama yang juga merupakan
pemilik   dari   perusahaan.   Pimpinan   perusahaan   adalah   sumber   gagasan  
untuk
  
10
melaksanakan
aktifitas pekerjaan, pengambilan
kebijakan
dan
pengkajian
strategis.
Dalam menjalankan
tugasnya,
direktur
utama
dibantu
oleh
bagian
IT,
SPE
(Satuan
Pengawasan dan Efisiensi) dan wakil direktur. Bagian IT memberikan informasi kepada
direktur utama
dan mendukung kerja SPE.
Sedangkan bagian SPE berfungsi untuk
mengontrol semua kegiatan yang sifatnya teknis.
Untuk
memudahkan
dalam pengaturan
dan
koordinasi,
PT
Saung
Mirwan
membaginya ke dalam divisi-divisi. Saat ini, PT Saung Mirwan terbagi ke dalam 3 divisi
utama, yaitu: divisi umum, divisi komersil dan divisi produksi. Tiga divisi ini dibagi lagi
kedalam 9
sub
divisi
yang
masing-masingnya
dipimpin
oleh
seorang
manajer
serta
dibantu oleh beberapa kepala bagian dan kepala seksi. Struktur organisasi PT Saung
Mirwan dapat dilihat pada Lampiran 3.
2.4       Profil PT Saung Mirwan
PT
Saung Mirwan
adalah
perusahaan
yang
bergerak
dalam usaha
pertanian
di
bidang
hortikultura.
Kantor
dan
kebunnya berlokasi
di
Desa
Sukamanah.
Secara
keseluruhan,
PT
Saung
Mirwan
memiliki
luas
areal
11
hektar
di
Desa
Sukamanah.
Lahan yang berstatus hak milik tersebut merupakan pusat aktifitas perusahaan. Lahan
tersebut
terdiri
dari
3,5
hektar green
house
dan
sisanya
digunakan
untuk
prasarana
lainnya seperti rumah tinggal pimpinan perusahaan, kantor, tempat packaging,
pembakaran sekam, bengkel, gudang, dapur umum, kolam renang, masjid, asrama
karyawan, pos penjagaan, kolam ikan,
lapangan
golf serta lahan terbuka. Selain
itu PT
Saung
Mirwan
juga
memiliki
lahan
di
Lemah
Neundeut
seluas
4 hektar, dimana
1,5
hektarnya digunakan untuk green house. Sarana dan prasarana lain yang dimiliki seperti
  
11
peralatan irigasi tetes, perlengkapan nutrisi, perlengkapan sterilisasi media, mobil boks,
mobil bak terbuka, mobil staf, perlengkapan kantor, komputer dan lain-lain.
PT Saung Mirwan memasok hampir sebagaian besar swalayan yang ada,
perusahaan catering
bertaraf
nasional
maupun
internasional,
perusahaan
perorangan,
pemasok 
hotel  dan 
restoran. 
Sejak  tahun 
1997, 
Saung 
Mirwan  telah 
mempuyai
pelanggan tetap di Hongkong, Taiwan dan
Singapura
untuk
beberapa
produk
unggulannya seperti paprika,
tomat
ceri,
tomat
rianto
(beef),
kapri
dan
sayur-sayuran
jenis lettuce. Sedangkan stek bunga krisan, selain dijual kepada para petani bunga lokal,
sebagian dijual ke
Belanda dan Jepang.
Untuk di dalam
negeri pengiriman dilakukan
oleh 
armada 
angkutan 
berpendingin 
yang 
dimiliki 
oleh 
Saung 
Mirwan 
sendiri.
Sedangkan
untuk
pengiriman
ke
luar
Jawa,
dilakukan
melalui
udara.
Pengiriman
ke
pasar
mancanegara
dilakukan
melalui
udara dan
laut,
tergantung
dari
permintaan
konsumen.
PT Saung Mirwan melakukan kegiatan utama di bidang penyediaan sayur dan
bunga segar, seperti telah dijelaskan sebelumnya. Pendiri dan pimpinan PT Saung
Mirwan telah berusaha di bidang ini selama lebih dari 20 tahun. Beliau memiliki
pengetahuan yang luas di bidang produksi, pengolahan, penanganan pengiriman kepada
pelanggan. Selain itu, beliau juga adalah penggagas diterapkannya pola kemitraan yang
menjadi
ciri
dan
keunggulan perusahaan
hingga sekarang
ini.
Pimpinan
dibantu
oleh
satu tim yang andal, terdiri dari beberapa manajer dan kepala bagian. Sebagai tenaga ahli
di bidangnya masing-masing, para manajer dan kepala bagian telah mempunyai
pengalaman kerja yang cukup lama.
  
12
2.5
Pola Kemitraan
PT Saung Mirwan sangat menyadari adanya keterbatasan-keterbatasan, terutama
dalam hal luas lahan dan jumlah penanaman masih sangat kurang untuk mencapai target
dan kontinuitas produksi sesuai dengan kebutuhan pasar. Hal tersebutlah yang
melatarbelakangi perusahaan untuk membuat
suatu pola kerjasama melalui sistem
kemitraan.
Konsistensi
dan
kesinambungan
produksi Saung Mirwan tercapai melalui
kerjasama dengan
para petani kecil. Pola
Kemitraan telah
memberikan
manfaat
yang
dirasakan oleh PT Saung Mirwan. Pola Kemitraan ini dapat dikatakan cukup rumit dan
merupakan suatu proses. Persoalan krusial yang dihadapi adalah bagaimana mengubah
cara berpikir dan bekerja yang awalnya sederhana dan tradisional menjadi berwawasan
bisnis dengan menerapkan teknologi tepat guna.
Awalnya
mitra
tani
hanya
berjumlah
puluhan. Saat
ini, mitra
tani
PT
Saung
Mirwan  telah  mencapai  250  orang  yang  tersebar  di  wilayah  Jawa  Barat.  Mereka
memasok lebih dari 50 jenis sayuran. Kerjasama yang dilakukan PT Saung Mirwan
dengan mitra taninya adalah berdasarkan kesepakatan yang tertuang dalam MOU
(Memorandum  of  Understanding).  Dalam  kemitraan  ini,  PT  Saung  Mirwan
menyediakan sarana produksi
yang dibutuhkan petani. Kemudian
para petani
tersebut
menjual hasil produksinya kepada Saung Mirwan. Keberhasilan Pola Kemitraan
ini
adalah karena didasari azas kesetaraan di dalam menikmati keuntungan. Dari kemitraan
ini telah banyak manfaat yang dirasakan oleh banyak pihak, antara lain bertambahnya
tenaga kerja pertanian yang terampil, berkualitas dan siap pakai.
  
13
2.6
Hasil Produksi
PT Saung Mirwan memproduksi berbagai jenis sayuran yang terdiri dari sayuran
dataran rendah dan dataran tinggi, seperti: brokoli, berbagai jenis lettuce, kedelai jepang
(edamame), pakchoy, bawang daun, seledri, tomat, kapri, buncis mini, zukini, okra dan
sebagainya. Permintaan yang terjadi di PT Saung Mirwan memiliki periode mingguan,
maka jadwal panen juga diplot setiap minggu. Kegiatan utama yang dilakukan PT Saung
Mirwan adalah:
1.   Memproduksi  berbagai  jenis  sayuran  segar  yang  dibudidayakan  di  dalam  green
house secara hidroponik dan sayuran segar yang dibudidayakan di lahan terbuka.
2.   Memproduksi sayuran segar dalam kemasan.
3.   Memproduksi
sayuran
fresh
cut
(sayuran
siap
masak)
yang
mempunyai
kecenderungan besar akan menjadi produk pilihan di masa datang.
4.   Memproduksi stek (bibit) bunga krisan, bunga pot krisan dan bunga potong krisan.
Sebagian kegiatan produksi dilakukan oleh para petani
mitra di
lahan
mereka masing-
masing. Sayuran yang masuk dalam kategori eksklusif seperti paprika, tomat ceri, tomat
rianto
(beef),
timun
jepang
(kyuri), cabe
jepang
(shisito)
diproduksi
sendiri
di
dalam
green  house  dengan sistem
hidroponik.  Kegiatan  produksi  yang  dilakukan  oleh  PT
Saung Mirwan dilakukan di lahan PT Saung Mirwan yang meliputi lokasi Sukamanah –
Bogor, Lembah Neundeut – Bogor dan Garut. Selain memproduksi sayuran, PT Saung
Mirwan
juga
memproduksi
stek bunga
krisan
yang dilakukan di dalam
green house.
Sedangkan silver dollar dan bunga balon ditanam di kebun luar.
PT Saung Mirwan melihat adanya kecenderungan bahwa dengan meningkatnya
kesadaran konsumen akan kepraktisan dan penghematan, permintaan sayuran fresh cut
  
14
akan
meningkat.
PT Saung
Mirwan
mencoba memanfaatkan peluang tersebut dengan
memproduksi sayuran fresh cut. Ide sayuran fresh cut tersebut pada awalnya berasal dari
permintaan
pelanggan
PT
Saung
Mirwan.
Sebelumnya
PT
Saung
Mirwan
melakukan
trial ke beberapa supermarket yang merupakan pelanggan PT Saung Mirwan dan
mendapat  respon  yang  cukup  baik.  Produk  tersebut  diluncurkan  akhir  tahun  2003
dengan logo fresh & quality.
Produk fresh cut
merupakan sayuran atau buah segar atau kombinasi keduanya
yang secara fisik telah dirubah dari bentuknya semula tetapi tetap dalam keadaan segar.
Produk 
fresh  cut 
dijamin 
bersih, 
aman 
dan 
sehat 
karena 
melewati 
proses 
yang
merupakan  perpaduan  antara  ilmu  pengetahuan, 
keterampilan, 
teknologi 
dan
pengawasan mutu yang konsisten. Berikut ini adalah urutan proses produk fresh cut:
1.   Sayuran atau buah dipanen dari kebun, diangkut oleh mobil pendingin dan disimpan
ditempat penampungan berpendingin (chiller).
2. 
Setelah itu produk-produk ini akan
melewati proses trimming
(pengopekan) untuk
membuang
bagian-bagian
yang
tidak perlu
seperti
lembaran
paling
luar,
tangkai/bonggol, kulit dan lain-lain, kemudian dicuci dengan air yang suci hama dan
telah didinginkan.
3. 
Produk yang telah dikupas tersebut selanjutnya dimasukkan ke
mesin pemotong,
pengiris
atau
dipotong/diiris
dengan
tangan
dalam bentuk
yang
sesuai
dengan
permintaan.
4.   Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan ukurannya, potongan atau irisan seragam.
5.   Produk yang
telah diiris
atau dipotong dicuci dengan cermat sebanyak dua sampai
tiga kali dengan menggunakan air yang suci hama dan telah didinginkan.
  
15
6.   Selanjutnya  produk  yang  telah  dicuci  tersebut  dikeringkan  sebelum  dimasukkan
dalam kemasan untuk kesegarannya.
2.6.1
Kualitas
Dalam dekade tahun 90-an, banyak diberitakan dalam media perihal timbulnya
penyakit
yang diakibatkan
oleh
makanan
dan
menjadi
suatu
dilema
yang
besar
yang
harus dihadapi oleh para produsen makanan. PT Saung Mirwan menyadari sepenuhnya
adanya kemungkinan orang yang sakit diakibatkan oleh produk yang dihasilkannya.
Untuk
itu, pencegahan dilakukan dalam menjamin bahwa perusahaan berada di posisi
paling depan dalam menyiapkan metode pengolahan dan penanganan yang benar untuk
mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan tersebut.
Dalam  persaingan  yang  semakin  ketat,  citra  PT  Saung  Mirwan  tetap  tinggi
karena
konsistensinya
di
dalam
menjaga
mutu.
Apabila
dilihat
dari
sisi
penampilan
sayur dan bunga yang dihasilkan, hampir tidak berbeda dengan sayur dan bunga yang
dihasilkan oleh perusahaan
lain. Keunggulan produk Saung Mirwan terletak pada daya
tahan ketika disimpan dibandingkan dengan produk perusahaan lain. Beberapa swalayan
menganggap daya tahan tidak terlalu penting dan lebih mementingkan arus keluar masuk
barang yang cepat. Akan tetapi, kebanyakan ibu rumah tangga dan para juru masak
sebagai  konsumen  berharap  daya  tahan  yang  lebih  lama,  yang  artinya  daya  tahan
menjadi sangat penting.
Penerapan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Path)
secara konsisten
telah  menjadi  bagian  dari  budaya  kerja  dari  seluruh  karyawan  PT  Saung  Mirwan
sehingga
membuat
mutu
produk
Saung
Mirwan
berada
diatas
yang
lain.
Penerapan
  
16
HACCP
dimulai  
sejak  
waktu  
persiapan  
tanam,  
waktu  
tanam  
serta   proses
pemeliharaannya
sampai
waktu
panen
hinga pasca
panen.
Beberapa
pelanggan
yang
dikenal
begitu
ketat
dalam urusan
mutu,
memilih
PT
Saung
Mirwan
sebagai
mitra
usahanya untuk memasok kebutuhan mereka. Hal tersebut dikarenakan adanya
kepercayaan yang tinggi terhadap konsistensi Saung Mirwan dalam menjaga dan
memelihara standar mutu produknya.
2.6.2    Daya Tahan
Sayuran yang telah dipanen masih dapat melakukan aktifitas respirasi. Sayuran
yang telah dipanen sebaiknya tidak dibiarkan di lapangan selama lebih dari satu jam. Hal
tersebut akan mengurangi daya tahan produk selama 1-3 hari. Untuk itu dibutuhkan
perhatian
yang
sungguh-sungguh agar sayuran
yang sedang dalam proses tetap berada
dalam kondisi yang terbaik. Kerusakan akan berkurang apabila mengikuti aturan-aturan
yang
benar
dalam penanganan,
kecepatan
kerja,
pengolahan
yang
efisien
dan
dalam
proses pengangkutan.
Salah
satu
penyebab
sayuran
mudah
rusak
adalah
proses oksidasi.
Terdapat
beberapa inovasi yang baru diterapkan untuk mengurangi terjadinya oksidasi. Termasuk
diantaranya adalah pencucian sayuran (menggunakan citric acids, chlorine dioxide dan
lain-lain)
dan
penggunaan kemasan
khusus untuk
memperpanjang
daya
tahan
produk.
Daya tahan antara satu produk dengan yang lainnya berbeda, tetapi kebanyakan produk
mempunyai daya tahan 5 hari. Setelah diproses, dicuci dengan menggunakan campuran
acids,
kemudian 
dikemas  dengan  cara 
yang 
khusus, 
daya 
tahan 
sayuran  dapat
diperpajang sampai 14 hari.
  
17
Hal  penting  yang  perlu  diperhatikan  bahwa  daya  tahan  dapat  diperpanjang
apabila dapat mempertahankan kesinambungan pendinginan dan perlakukan yang benar
pada setiap tahapan. Untuk itu urutan tahapan harus diikuti dengan benar dalam
memberikan hasil terbaik tapi juga dapat
meyakinkan pelanggan
bahwa
mereka
akan
menerima produk sayuran yang masih segar dengan mutu terbaik.
2.7
Pemasaran
PT Saung Mirwan memproduksi produk yang
berkualitas
dan
eksklusif.
Hal
tersebut  sesuai  dengan  sasaran  pasar  PT  Saung  Mirwan.  Sasaran  pasar  PT  Saung
Mirwan
adalah
pasar
menengah
ke
atas
sehingga
PT
Saung
Mirwan selektif dalam
memilih pelanggannya. PT Saung Mirwan dalam memasarkan produknya menggunakan
sistem jual putus. PT Saung Mirwan hanya memasuki supermarket tertentu saja, seperti:
Hero, Sogo, Club the Store, Diamond, Papaya, Ranch Market, beberapa restoran cepat
saji
seperti
Mc.
Donald
dan KFC,
perusahaan
catering
bertaraf
internasional
seperti
ACS dan Indocater.
Pihak-pihak
yang
ingin
menjadi pelanggan
PT Saung
Mirwan
harus
membuat
suatu perjanjian kerjasama atau MOU. Terkait dengan pembayaran, selama tiga bulan
pertama
dilakukan
pembayaran
secara cash
and
delivery. Selang waktu pembayaran
adalah 7-30 hari. Setelah tiga bulan menjadi pelanggan perusahaan, PT Saung Mirwan
melihat bagaimana perkembangan dari pelanggan baru tersebut dari sisi permintaan,
kontinuitas dan pembayaran. Hal tersebut dijadikan bahan pertimbangan bagi PT Saung
Mirwan untuk melakukan kerjasama selanjutnya.
  
18
PT Saung Mirwan juga merupakan salah satu perusahaan agribisnis yang
mempunyai kemampuan mengekspor hasil produksinya secara berkesinambungan.
Terdapat beberapa jenis sayuran yang
diekspor secara rutin ke Hongkong, Taiwan,
Singapura dan Jepang, seperti tomat ceri, tomat rianto (beef), zukini, kol, paprika dan
kapri
sebagai
produk
unggulan.
Kegiatan
ekspor sayuran
telah
dilakukan
sejak
tahun
1997. Sedangkan untuk ekspor stek bunga krisan ke Belanda baru dilakukan pada tahun
1999. Penjajagan awal telah juga dilakukan
PT
Saung
Mirwan
untuk
kemungkinan
memasarkan produk sayuran dan bunga ke Eropa, Amerika, Timur Tengah dan Jepang
di masa mendatang.
Pemesanan terhadap komiditi PT Saung Mirwan dapat dilakukan melalui telepon
dan internet. Pemesanan melalui internet
biasanya dilakukan untuk pasar ekspor.
Pelanggan PT Saung Mirwan dapat melakukan order dalam bentuk standing order dan
daily order. Pelanggan
yang
melakukan pesanan dalam bentuk standing order berkisar
sekitar 70 persen dari
total
jumlah pelanggan. Pelanggan yang
menghubungi PT Saung
Mirwan untuk melakukan pemesanan merupakan permintaan aktual terhadap PT Saung
Mirwan. Selanjutnya berdasarkan permintaan tersebut, PT Saung Mirwan berusaha
memenuhi permintaan pelanggan tersebut baik dari sisi kuantitas, kualitas, maupun
spesifikasi yang diinginkan oleh pelanggan.
Salah   satu   strategi   pemasaran   yang   dilakukan   oleh   PT   Saung   Mirwan
diantaranya dengan promosi. Promosi dilakukan ketika permintaan turun dan terjadi
kelebihan produksi. Bentuk promosi ketika permintaan turun terdiri dari promo weekend
dan promo leaflet. Perbedaan keduanya terletak pada jangka waktu promosi. Promo
weekend
hanya
berlangsung
selama
tiga
hari (Jumat,
Sabtu dan Minggu),
sedangkan
promo leaflet berlangsung selama dua minggu. Promosi
yang dilakukan ketika terjadi
  
19
kelebihan
produksi
adalah
program
best
buy
selama
satu
minggu.
Program best
buy
dilakukan dengan
cara
menurunkan
harga jual kepada pelanggan PT Saung Mirwan.
Dalam
hal
ini,
pelanggan
membeli dalam jumlah
yang
lebih
banyak dan
menjualnya
kembali dengan harga yang lebih murah. Strategi lain yang dilakukan adalah ketika
jumlah pasokan tidak mencukupi. Dalam hal ini, PT Saung Mirwan memilih pelanggan
yang diprioritaskan untuk dipenuhi permintaannya. Biasanya adalah para pelanggan
standing  order  dan  pelanggan  yang  menawarkan  harga  lebih  baik  dari  pelanggan
lainnya.
2.8       Pelayanan Terhadap Pelanggan
PT
Saung
Mirwan
berupaya
memberikan pelayanan
terbaik
kepada
semua
pelanggannya. Salah satu bentuk pelayanannya adalah melalu kesiapan setiap personil
yang dapat dihubungi setiap saat. Pelanggan dapat membicarakan masalah yang terkait
dengan pesanan, pertanyaan yang ingin diajukan juga penjelasan yang dibutuhkan.
Selain itu, bentuk pelayanan lain adalah seperti pengiriman yang terjadwal sesuai
dengan permintaan pelanggan. Karena sayruan mempunyai daya tahan yang tidak terlalu
lama,
maka
sayuran
setelah
panen
harus
segera
diproses
dan
diantar ke tempat
penerimaan pelanggan dalam waktu yang singkat.
PT Saung Mirwan juga dapat dan akan
menyiapkan spesifikasi sayuran sesuai
permintaan   pelanggan,   misalnya   dalam   hal   bentuk,   warna,   ukuran,   irisan   dan
sebagainya. Menyiapkan spesifikasi sesuai dengan permintaan pelanggan
memiliki arti
bahwa apa yang diinginkan oleh pelanggan akan diusahakan terpenuhi.