|
26
Penyebab kerusakan ini antara lain
karena pengendalian kualitas yang
tidak memadai, performansi material dan tenaga kerja yang dibawah
standar, kesalahan pemasangan dan set up, kesalahan yang timbul pada
saat perakitan, kesalahan manusia dan pemrosesan, dll.
Daerah B : fase umur pakai berguna ( useful life region )
Daerah
pada
selang
waktu
t1
sampai t2 ditandai dengan laju kerusakan
konstan atau Constant Failure Rate
( CFR ). Dimana laju kerusakan
sesaat tidak akan bertambah walaupun umur peralatan
terus
bertambah
sampai
saat
t2
dan
probabilitas kerusakan
peralatan
setiap saat
adalah
sama. Oleh karena
itu pada daerah ini kerusakan yang terjadi tidak dapat
diramalkan
dan
umumnya
disebabkan
oleh
penambahan
beban
secara
tiba
tiba,
kerusakan
yang tidak
dapat
dijelaskan
penyebabnya,
kesalahan manusia dan kerusakan alamiah.
Daerah C : Fase pengoperasian melebihi umur pakai ( wearout region )
Daerah
yang
melebihi t2 ditandai dengan
laju kerusakan
meningkat atau
Increase Failure Rate ( IFR ), dimana laju kerusakan sesaat mulai
bertambah
dari
saat
t2.
Peningkatan
ini
terjadi
karena
memburuknya
kondisi peralatan yang telah mencapai batas umur pemakaian. Bila suatu
alat
telah
memasuki
fase
ini
maka
sebaiknya
dilakukan
perawatan
pencegahan
untuk
mengurangi
akibat
yang
lebih
fatal.
Penyebab
kerusakan
ini antara
lain perawatan
yang
tidak
memadai, kelelahan
karena aus akibat pemakaian, kelelahan umur pakai, kesalahan overhaul,
|