![]() 42
Selain tindakan pencegahan, juga perlu dilakukan tindakan
pemeriksaan
secara
teratur
agar
dapat
meminimasi
downtime
mesin
akibat
kerusakan
yang
terjadi
secara
tiba
tiba.
Konstruksi
model
interval
waktu
pemeriksaan optimal tersebut adalah : ( Jardine, hal 108 )
1 / µ = Waktu
rata - rata perbaikan
1 / i = Waktu rata - rata pemeriksaa n
Total downtime per unit waktu merupakan fungsi dari frekuensi pemeriksaan (
n ) dan didenotasikan dengan D(n) yakni :
D(n)= downtime untuk perbaikan kerusakan + downtime untuk pemeriksaan
D(n) =
?(n)
n
+
µ
i
Dimana :
?(n)
= laju kerusakan yang terjadi
n
= jumlah pemeriksaan per satuan waktu
µ
= berbanding terbalik dengan 1/ µ
i
= berbanding terbalik dengan 1/i
Diasumsi laju kerusakan berbanding terbalik dengan jumlah pemeriksaan :
?(n) = k / n
Dan karena : ( Jardine, hal 109 )
D(n) =
?(n)
n
+
µ
i
Maka :
|