Home Start Back Next End
  
38
metode
peramalan apakah
yang
sesuai
dengan
pola
data
tersebut.
Didapat
hasil
jenis pola data
tersebut adalah jenis pola data trend, sehingga
metode yang
sesuai
untuk
pola
data
tersebut
adalah
dengan
menggunakan metode
double
moving
average, double exponential smoothing, dan metode asosiatif.
Setelah
mendapat
hasil
peramalan maka
akan
dilakukan
perencanaan
agregat
sehingga
dapat
menjadwalkan seberapa
besar
produksi
yang
akan
di
produksi
yang
dapat
memenuhi hasil
peramalan tersebut.
Metode
perencanaan
agregat
yang
digunakan
adalah
dengan
menggunakan
metode
heuristic
dengan
tiga
variasi
yaitu
variasi
tingkat
persediaan,
variasi
jumlah
tenaga
kerja,
dan
variasi
subkontrak.
Dengan
menggunakan variasi
tingkat
persediaan
maka
biaya
yang
akan
timbul
adalah
biaya
tenaga
kerja
dan
biaya
persediaan, dengan
menggunakan variasi
jumlah
tenaga
kerja
maka
biaya
yang
akan
timbul
adalah
biaya tenaga kerja, biaya penambahan
dan
pengurangan tenaga kerja, sedangkan
dengan
menggunakan variasi
subkontrak
maka
biaya
yang
akan
timbul
adalah
biaya tenaga kerja, biaya persediaan, dan biaya subkontrak.
Setelah
mendapat
penjadwalan produksi
yang
akan
dilakukan
maka
sebelumnya   akan  
dikonversikan   dari   bulan  
menjadi  
minggu.   Kemudian
melakukan 
perhitungan 
MPS 
(Master
Production 
Schedule)
dan 
membuat
struktur produk
dan
BOM
(Bill
Of
Material)
sebagai
input
dari
MRP.
Dimana
MPS
yang
akan
dibuat
pada
nilai
ATP
(Available
To
Promise)
tidak
boleh
ada
nilai yang minus karena apabila ada maka perusahaan mengalami lost sales.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter