Home Start Back Next End
  
16
access
point
bekerja
bersamaan,
namun
semuanya
harus
saling
bersinkronisasi
agar tidak saling bertransmisi pada frekuensi yang sama.
Dwell time
Dwell
time
merupakan waktu
dimana
satu
sinyal
carrier
tidak
berpindah
frekuensi. Ketika dwell time ini
usai, maka sinyal kembali
melompat ke frekuensi
baru dan mulai bertransmisi kembali.
Hop time
Ketika
suatu
sinyal
berpindah frekuensi
maka
akan
terjadi
latency
(delay)
perpindahan
frekuensi.
Pada
FHSS,
latency
ini
dikenal
dengan
hop
time.
Pada
standar 802.11 FHSS memiliki hop time sebesar 300-400 µs. Pada saat terjadinya
hop
time
ini,
transmisi data dihentikan, ketika telah
melompat ke
frekuensi baru,
barulah transmisi berjalan kembali. Dengan kata
lain, semakin besar dwell
time,
semakin besar pula throughput yang dihasilkan.
b.          DIRECT SEQUENCE SPREAD SPECTRUM (DSSS)
Direct
sequence
spread
spectrum
(DSSS)
merupakan
metode
dimana
pengirim
dan penerima sama-sama menggunakan set
frekuensi sebesar 22 MHz
yang sama
(Akin,
2002,
pp
55-58).
Karena
menggunakan channel
yang
lebar,
memungkinkan
DSSS
mentransmisikan
data
pada
data
rate
yang
lebih
tinggi
daripada FHSS.
Mekanisme
DSSS
mengkombinasikan data
sinyal
dengan
rangkaian pola
bit
yang
redundan.
Rangkaian pola
bit
yang
redundan
ini
dikenal
dengan
chip,
atau
chipping
code,
atau
processing
gain.
Processing
gain
ini
dapat
menambah kekebalan
sinyal
terhadap  interferensi.  Batas  minimum
processing  gain  yang baik adalah 10
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter