|
11
2)
Known-plaintext
attack berguna
untuk
mendapatkan
beberapa plaintext
dan
ciphertextnya. Jika pemecah kode dapat menemukan kunci, maka ciphertext
yang telah dienkrip dengan algoritma yang sama, dapat diketahui plaintextnya.
Diketahui
: P1, P2, P3, .... dan C1, C2, C3, .....
Dicari : K atau P lainnya
3)
Chosen-plaintext attack, menggunakan serangan
ini, kripanalis dapat
mengetahui
beberapa
plaintext
dan
ciphertext,
dan
bebas
memilih
blok plaintext
yang
akan
dienkrip dengan algoritma dan kunci yang sama.
Diketahui
:
P1,
P2,
P3,
....
dan
C1,
C2, C3,
.....
dan
kripanalis
dapat
memilih
P1, P2, P3
Dicari : K atau P lainnya
4)
Adaptive-chosen-plaintext attack, serangan
ini
hampir sama dengan jenis chosen-
plaintext
attack, tetapi
dengan
menggunakan
adaptive-chosen-plaintext
attack
kripanalis dapat memilih blok plaintext yang lebih kecil untuk dienkrip,
memodifikasi pilihannya berdasarkan hasil enkripsi sebelumnya.
5)
Chosen-
ciphertext
attack
membuat
kripanalis
untuk
dapat
memilih
ciphertext
yang berbeda untuk didekrip dan mempunyai
akses
terhadap
plaintext
yang
dienkrip.
Diketahui
: C1,P1 = D
k
(C1), C2,P2 = D
k
(C2),
.... C
i
,P
i
= D
k
(C
i
)
Dicari : K
6)
Chosen-
text
attack
merupakan
gabungan
dari
chosen-plaintext
attack
dan
chosen-
ciphertext attack. Dapat digunakan terhadap algoritma kunci publik,
namun lebih sering digunakan untuk algoritma simetri.
|