Home Start Back Next End
  
17
?
dalam  suatu  pemesanan  dan 
harga 
semakin 
menurun  seiring  dengan 
meningkatnya
jumlah pesanan. Purchase cost suatu unit barang diperlihatkan sebagai berikut.
?
P
untuk
U
=
Q
<
U1
,
?
P1 untuk
U1
=
Q
<
U
2
,
P
=
?
?
?
?
untuk
U
=
Q
<
U
,
?  
j
j
j
+1
di
mana
U1
<
U2
<…<
U
adalah
urutan
jumlah
barang
(dalam
bilangan
bulat)
tempat
price breaks terjadi. U
0
adalah
jumlah
minimum
yang dibeli (biasanya
nilainya satu), dan
U
j+1  
adalah 
jumlah 
maksimum 
yang 
dibeli 
(biasanya 
tak 
terbatas). 
P
i  
merupakan
purchase cost unit barang
yang ditetapkan berdasarkan
jumlah pemesanan barang dalam
interval U
i
hingga U
i+1
di mana P
0
>
P1
>
… >
P
j
.
Gambar  2.4  menunjukkan tiga kemungkinan kondisi yang mungkin ada pada
single
price
break.
Bagian
kurva
total
cost
yang
tebal
relevan,
sedangkan
bagian
yang
bergaris putus-putus tidak relevan. Kurva yang tebal menunjukkan fungsi biaya,
sedangkan
kurva
yang bergaris
putus-putus
mewakili
luasnya
fungsi
biaya
ke
dalam
wilayah
yang
nonapplicable.
Permasalahannya
adalah
menemukan
nilai
terendah
pada
kurva
yang
dibentuk
oleh
bagian
yang
tebal. Karena
diskontinuitas
dari
kurva,
jumlah
dengan   
biaya   
terkecil   
tidak   
dapat   
selalu   
ditemukan   
melalui   
diferensiasi.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter