![]() 26
Q* =
2CR
PF
=
EOQ sebelum harga naik.
Karena seluruh pembelian berikutnya akan dihitung pada harga baru (P+k), maka jumlah
pesanan optimal akan menjadi:
Q
*
=
2CR
(P + k )F
=
Q
*
P
P
+
k
=
EOQ setelah harga naik.
Jika dianggap bahwa replenishment lead time adalah nol, keadaan known price dilukiskan
oleh
Gambar
2.7.
Kenaikan
harga
terjadi
sebelum
stock
position mencapai
batas
tanda
penghabisan,
dan
bukan
saat
regular
replenishment. Seperti
yang
ditunjukkan
dengan
garis
yang
bercetak
tebal,
suatu
special
order
Q
dilakukan
pada
waktu
t1,
ketika
stock
position berjumlah q unit. Pembelian berikutnya akan terjadi pada waktu t3
setelah waktu
lalu
(Q
+
q)
/
R
(setelah
special
order
dan
stock
position
telah
habis).
Jika
tidak
ada
special order
yang dilakukan, pembelian selanjutnya akan terjadi pada waktu t2, setelah
waktu
lalu
q/R (setelah
stock position dikosongkan).
Untuk
memperoleh
ukuran
special
order
yang
optimal,
diperlukan
maksimalisasi
perbedaan
biaya
dari
t1
hingga
t3
atau
selama
(Q
+
q) / R
dengan mau pun tanpa special order.
Total cost selama periode
(Q
+
q) / R
ketika suatu special order dibeli pada harga P
per unit barang, adalah sebagai berikut.
total cost = purchase cost + holding cost + order cost
TC
=
PQ
+
Q
PF
q
+
Q
PF
Q
+
q
PF
q
+
C
s
R
2
R
2
R
=
PQ
+
PFqQ
+
PFQ
+
PFq
+
C
.
R
2R
2R
|