Home Start Back Next End
  
37
c.
Urutan prioritas
Bila
perusahaan
dihadapkan
pada
situasi
dimana
perusahaan harus
menentukan
prioritas daripada
rencana-rencana investasinya, maka proses
pengurutan
prioritas dapat
digunakan. Menurut
Husein
Umar
(2003,
p207-209),
terdapat lima
skenario pengurutan
prioritas:
1.   Mutually Exclusive (saling meniadakan)
Dalam skenario
ini
jika
perusahaan
memilih
proyek A
maka
proyek-proyek
lain
ditiadakan.
Instrumen pengukuran
yang
cocok
digunakan
pada
skenario
ini
adalah
metode
Net
Present
Value
(NPV)
atau
Internal Rate
Return
(IRR)
tergantung
pada
persoalan yang dihadapi dan karakteristik keduanya.
2.  Contingency (saling terkait)
Dalam skenario ini jika perusahaan memilih proyek A yang erat hubungan dengan
proyek
B, maka proyek
B atau yang lainnya diikutsertakan juga. Metode-metode yang
dapat
digunakan
dalam
skenario
ini adalah
Profitibality
Index (PI),
Net Present Value
(NPV), Internal Rate Retu®n (IRR), dan lainnya.
3.  Independence (saling bebas)
Dalam skenario ini jika perusahaan memilih proyek A sesuai dengan kelayakannya
dan
ternyata proyek
B
(bertolak
belakang
dengan
proyek
A dalam
hal
jenis
investasi)
juga memiliki kelayakan untuk
dijalankan maka keputusan
terhadap proyek mana yang
akan direalisasikan harus dipelajari kemudian karena dianggap tidak berkaitan.
4.  Capital Budget Constrain (Keterbatasan keuangan)
Dalam skenario
ini
dimana perusahaan dihadapkan
pada
keterbatasan dana
maka
proyek
yang
akan direalisasikan hanya
satu atau beberapa
yang
memenuhi
syarat
kelayakan yang telah dijelaskan.
5.  Cost Effe©tiveness (Biaya Efektif)
Dalam
situasi seperti
ini
pengurutan
pengerjaan
proyek
didasarkan
pada
sumber
daya yang mendesak untuk segera digunakan, seperti tenaga kerja yang menganggur.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter