|
25
cara
ini, maka
pemakai
dan
pengembang
dapat
mengetahui
kebutuhan
kebutuhan
pemakai
pada
sistem
dan
mengevaluasi
kemungkinan
rancangan sistem tertentu.
Terdapat
dua strategi
prototyping
secara
umum,
yaitu
prototyping
kebutuhan
dan prototyping
evolusioner.
Prototyping
kebutuhan
menggunakan
sebuah prototype
untuk menentukan
kebutuhan
dari aplikasi
basisdata
yang diusulkan
dan
ketika
kebutuhan
telah
terpenuhi
maka prototype
tersebut
akan
dibuang.
Sedangkan
prototype
evolusioner
juga digunakan
untuk tujuan
yang
sama, namun perbedaannya adalah
prototype ini
tidak
dibuang,
dengan
pengembangan
lebih lanjut
menjadi
aplikasi
basisdata yang bekerja.
2.1.6.8 Implementasi
Tahap yang merupakan
realisasi
fisikal dari basisdata
dan rancangan
aplikasi.
Setelah
menyelesaikan
tahapan
perancangan,
barulah
basisdata
dan program
aplikasi
dapat
diimplementasikan.
Implementasi
basisdata
dapat dicapai
dengan
menggunakan
Data
Definition
Language
(DDL)
dari
DBMS
yang
dipilih
atau sebuah
Graphical
User
Interface
(GUI).
Pernyataan
DDL
digunakan untuk membuat truktur basisdata dan
arsip
basisdata kosong.
Aplikasi
program
yang digunakan
diimplementasikan
menggunakan
bahasa generasi ketiga atau ke-empat (3GL atau
4GL). Sebagian
dari program aplikasi
ini adalah transaksi
|