|
42
2.2.1
Persediaan
Menurut Dyckman(1996,p376), persediaan terdiri dari barang-barang
yang dimiliki suatu bisnis dan disimpan baik untuk digunakan membuat
produk
atau
sebagai
produk
yang
siap
untuk dijual.
Kita
biasanya
berpikir
bahwa persediaan adalah bahan baku, barang dalam proses, barang
jadi, atau
barang dagang yang disimpan oleh pengecer. Namun tergantung pada sifat
bisnis perusahaan, persediaan bisa terdiri dari semua barang atau bahan
terwujud. Suatu persediaan bisa terdiri dari komponen peralatan, komoditi
beras seperti
gandum dan
tepung, bensin
yang ditumpuk
untuk dijual selama
musim
dingin
atau
ruangan
penyimpanan
yang
tak
terpakai.
Mesin-mesin
dan peralatan, misalnya, dianggap sebagai aktiva operasional oleh
perusahaan
yang
membelinya, tetapi belum dijual
mereka
merupakan bagian
persediaan perusahaan yang membuatnya.
Bahkan
suatu
bangunan,
selama
periode konstruksi, merupakan item persediaan bagi pembangunnya.
Menurut
Mulyadi
(2001,p553),
sistem persediaan
bertujuan
untuk
mencatat mutasi tiap jenis persediaan yang disimpan digudang. Sistem ini
berkaitan
erat
dengan
sistem penjualan,
sistem retur
penjualan,
sistem
pembelian, sistem retur pembelian, dan sistem akuntasi biaya produksi.
Dalam perusahaan manufaktur, persediaan terdiri dari : persediaan produk
jadi,
persediaan
produk
dalam proses,
persediaan
bahan
baku,
persediaan
bahan penolong, persediaan bahan habis pakai pabrik, persediaan suku
cadang.
Dalam perusahaan
dagang,
persediaan
hanya
terdiri
dari
satu
golongan,
yaitu
persediaan
barang
dagangan,
yang
merupakan
barang
yang
|