|
33
2.10 Karakteristik Performa Jaringan
Secara
tidak formal,
jaringan
dapat
di
klasifikasikan
sebagai low
speed
dan
high
speed. Bagaimanapun, teknologi jaringan sudah
berkembang
dengan
cepat
sekali
dan
jaringan
diklasifikasikan
sebagai
high
speed selama
3 atau 4 tahun belakangan ini.
Ketika para ahli perlu untuk menspesifikasikan kecepatan jaringan secara tepat, mereka
tidak menggunakan aturan kualitatif. Mereka menggunakan perhitungan kuantitatif.
Meskipun pemula kesulitan mengerti pengukuran kuantitatif, pengukuran kuantitatif
penting karena memungkinkan untuk membandingkan antara 2 jaringan.
2.10.1 Delay
Hal pertama yang penting dari jaringan yang dapat di ukur secara kuantitatif
adalah delay. Delay dari sebuah jaringan menspesifikasikan berapa lama waktu yang
diperlukan sebuah bit untuk melewati jaringan dari 1 komputer ke
komputer lain,
delay diukur dalam satuan detik.
Delay dapat bernilai berbeda-beda,
tergantung dari
lokasi
beberapa
pasang
komputer
yang berkomunikasi. Meskipun user hanya
memperhatikan total delay dari sebuah jaringan, para ahli perlu untuk membuat
perhitungan yang tepat. Maka, para ahli sering kali melaporkan delay maksimum dan
delay rata-rata, dan mereka membagi delay dalam beberapa bagian.
Beberapa
delay
dalam suatu
jaringan
muncul
karena
sebuah
sinyal
memerlukan
sedikit
waktu
untuk
melewati
kabel
atau fiber
optic.
Delay
tersebut
dikenal
sebagai
propagation
delay.
Sebagai
contoh
LAN
biasa
yang
digunakan
dalam satu
gedung
mempunyai delay dalam satu milisecond. Meskipun
beberapa delay kelihatannya
tidak berhubungan dengan manusia, sebuah komputer modern dapat mengeksekusi
lebih
dari
seratus
ribu
instruksi
dalam
satu
milisecond.
Dengan
begitu
satu
milisecond berpengaruh bagi sebuah komputer. Sebuah
jaringan yang
menggunakan
|