![]() 38
5)
Membuat one-to-one (1:1) recursive Relationship
Untuk pemecahan hubungan
ini, kita bisa
menggunakan
cara
yang sama dengan yang kita
terapkan dengan yang
kita gunakan pada 1:1 relationship.
6)
Memecah Superclass/subclass relationship
Untuk
setiap Superclass/subclass
relationship
kita
mengidentifikasikan superclass
sebagai
entitas
induk
sedangkan subclass
sebagai
entitas
anak.
Cara
kita
merepresentasikan data
ini
sangatlah
tergantung
dengan
Disjoint
constraint
dan
Participation
constraint
dari
Superclass/subclass relationship.
Participation constraint
Disjoint constraint
Pemecahan
Mandatory
Nondisjoint {And}
Gabungkan entitas
induk
dan
semua
entitas
anak
kedalam sebuah entitas
Optional
Nondisjoint {And}
Gabungkan
semua
entitas
anak
kedalam satu
entitas,
sedangkan entitas
induk
tetap terpisah
Mandatory
Disjoint {Or}
Gabungkan entitas
induk
kedalam
masing-masing
entitas anak.
Optional
Disjoint {Or}
Setiap entitas tetap berdiri
sendiri
Tabel 2.2 Pemecahan Superclass/subclass relationship(Connolly, 2005, p468)
|