Home Start Back Next End
  
19
maka
walaupun
ditemukan
jalurnya,
pasti
membutuhkan banyak
iterasi.
Kesulitan 
dalam 
pencarian 
jalur 
tersebut, 
terjadi 
karena 
dalam
perhitungan nilai fungsi heuristic straight
line distance yaitu :
h(n) = sqrt ((Xn-Xgoal)² + (Yn-Ygoal)² ),
maka nilai
yang dihasilkan
kecil
sehingga
dalam
pencarian
nilai
f(n),
banyak
dipengaruhi oleh
besarnya
nilai
g(n).  
Hal
ini
dapat
dilihat,
semakin
besar
nilai
g(n)
maka
semakin
kecil pengaruh nilai
fungsi
heuristic
tersebut
terhadap
pencarian 
nilai 
f(n), 
karena 
nilai 
fungsi 
heuristic   pada 
setiap
pengujian
tersebut
nilainya tetap
sedangkan nilai
g(n) semakin besar,
maka
nilai
fungsi
heuristic
tersebut
semakin tidak
berpengaruh.
Dimana
nilai pencarian tersebut digunakan dalam
memilih
node yang
akan dimasukkan ke dalam close list.
Karena
alasan
diatas,
dapat
disimpulkan
bahwa
fungsi
straight 
line
distance 
memiliki 
lebih  banyak 
iterasi  dibanding  fungsi 
heuristic
yang lain.
3. 
Menggunakan fungsi heuristic diagonal
distance
Semua jalur-jalur dapat ditemukan (masalah dapat dipecahkan).
Jumlah 
iterasi  dan 
jumlah 
langkah  yang  didapat  pada  pengujian
dengan fungsi
heuristic
diagonal
distance
lebih
sedikit
dibanding
dengan fungsi
heuristic
straight
line
distance
tetapi
lebih
besar
dibanding dengan fungsi heuristic manhattan
distance.
(Mario, Irawan, Aryo, 2004, p121)
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter