|
41
Tujuan dari Use case diagram
ini adalah
memberikan gambaran keseluruhan dari
struktur
system dan
fitur
yang
ada
kepada
pihak
non
teknis
seperti
bagian
manajemen dan
pengguna.
Diagram
ini
juga
dapat
digunakan
untuk
menggambarkan
urutan
kejadian
(event)
dalam
system, apabila
tidak
ada
kesalahan.
Use
case
diagram
menggambarkan
fungsionalitas
yang
diharapkan
dari
sebuah
sistem.
Yang
ditekankan adalah
apa
yang
diperbuat
sistem,
dan
bukan
bagaimana.
Sebuah
use
case
merepresentasikan sebuah
interaksi
antara
aktor
dengan
sistem.
Use
case
merupakan
sebuah
pekerjaan
tertentu,
misalnya
login
ke
sistem,
meng-create
sebuah
daftar
belanja,
dan
sebagainya.
Seorang/sebuah
aktor adalah
sebuah entitas
manusia atau
mesin
yang berinteraksi dengan sistem
untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu.
Use case
diagram
dapat sangat
membantu penyusunan requirement
sebuah
sistem,
mengkomunikasikan
rancangan
dengan
klien,
dan
merancang
test
case
untuk semua feature yang ada pada sistem.
Sebuah
use
case
dapat
meng-include
fungsionalitas
use
case
lain
sebagai
bagian
dari
proses
dalam
dirinya.
Secara
umum
diasumsikan bahwa
use
case
yang
di-
include akan dipanggil
setiap kali
use
case
yang
meng-include dieksekusi secara
normal.
Sebuah
use
case
dapat
di-include oleh
lebih
dari
satu
use
case
lain,
sehingga
duplikasi
fungsionalitas dapat
dihindari
dengan
cara
menarik
keluar
fungsionalitas
yang common.
Sebuah
use
case juga dapat
meng-extend
use
case
lain
dengan behaviour-nya
sendiri.
Sementara
hubungan
generalisasi antar
use
|