![]() BA!l2
LANDASAN TEOID
2.L1 Pengertirun
S!stem
Menrn:ut
James
A.
Hall
(2001,
p5-6),
"Sebuah
sistem a:ialar'l
kelompok
dua
atau
iebili
komponen-korr,ponen
yang
sali.P.g
berkaitan
(interrelated}
atau
subsistem-subsistem
yang
be::satu
untuk
mencapai
tujuar"l
yang
same
(common
purpose)o"
Sistem
menurut
Sanyoto
Gcndcdiyoto
(2006,
p92),
merupakaG
salah
satu
pengetahuan
dasar
atau :filosofi fundamental
untuk
dapat
mengikuti
pembahasan lebih
lanjut.
Mulyadi
(2001,
p5),
"Sistem
adalah
suatu
jaringan
prosedur
yang
dibuat
mem::.-ut pola
yang
terpadu
untuk
melaksanakan
kegiatan
pekok
perusahaan. ;
Kesi:npclannya
adalah
suatu
sistem
harus
terdiri
atas
lebih
dari
satu
bagiao..
Sebuah
sistem
setidaknya
l:larus
memiliki
satu
tujuan
bersama
yang
meng:1ubungkan semua
bagian
dalam
sistem
2.1.2 PengJJrtiaiTII
lilformasi
Inforrnasi
men
"1lt
McLeod
dalam
bu_lruoya yang
berjudul
Management
Information
System
(2001,
pl2)
adalah
data
yang
telab
diproses atau
data
yang
sudah
lebih
memiliki arti
tertentn bagi
kebanyakan
penggurumya.
7
|
![]() 8
Menunrt
(2DG1,
"Jnfo::masi
adalah data
yang
bergu.'la
d.iolah set;llij;ga dapat
dijadikan dasar
mengambi::
keputusan
tepat."
Menu.I"Ut
A.
Hall
(2001, pl4), L'lfnrmasi
menyebabkan
pemakai
me:akukan
suatu
tir,dakru.1
ya11g
dapat
ia
atau
dilak!:kan
In:tonnasi ditentukan
oleh
efeknya pada
pemakabukan
bentuk fisikny2-
Kesirripulannya
informasi
adalsh
data
telah
diolah
menjadi
bentuk
yang
yang
menerlmanya.
Mer,urut
James A.
kP..xakteristik he1-ik1:t
L
A:{'Jrnt
(Relevan)
(2001,
p
17),
i.nformasi
ya11g
bergrma
meJtniliki
Infcrmasi
1:-.aros bebas dari
kesaiahan-kesa!ahan cl!m tidak menyesatkan
renggunanya.
Tepat
waktu (Timely)
Informasi
disajikan
yang
dibutubkan
dan
memrengaruhl proaes
pengambilan
keputusan.
3. Dapat
c!ipercaya
(Reliable)
Informasi
bebas
kesalahan
Can
hllr.JS!ah
akurat
nempresentasikru:
s
uatu
kejadian
atau
kegiatan
Lengkap
(Complete)
saru organisasi.
Infom=i
yang
disajikan,
menca1rup
semua
data-data
yang
relevan
dan
mengabaikan
kepentingan
diharnpkan
pernbuz.t kepntusan.
5. Dapat
dll:nellg<;rti (Understandable)
In:!itlrnlaSi harus diagregasi agar ,,_,ua,
denga11. ke1"lutufum pemakai.
Manajer
rendah cenderung
memer!.ukan bformasi yang
sangat rinci.
|
![]() 9
2.5.3 Pengertian Sistem
Illllfm·mtii.si
S>istem
infurw.asi
menunrt Ja'Iles
A
Hall (2001,
p7)
ada:lah sebuah
rangkaian
prosedur
dlmana
data
dikumpull<an,
diproses :menjadi
inforrnasi,
dan
didistribusLla!n
kepaia para
pemakai.
Sistem
infom1asi
menurut
S!!!tyoto
Gondodiyoto
(2006,
p98}
yaitu
sebagai
elemen-elemen
atau
su:nber daya
dan
jaringan
prosedur
yang
saiing berkaitan
secara
terpadu,
teiiirtegrnsi
dalam
suatu
hubungan
hierar:ci
tertentu dan
bartuina."l uru"uk mengolah data menjadi
infoi:I"disi.
(2003,
p7),
dapat
berupa
kombinasi
yang
teratur
da.ri
w..anusia,
hardware,
soflware,
jaringan
komunilr.asi,
da:rt
sumber
da.ya
y::mg
mengw-npulkan,
mengubah
dan
menyebark::m
informasi
da!am suatu o:rga.11isasi.
Sistem
infumlaSi
disimpuLI::an sebagai
sekelompok
hardware, software
yang
drrarrcang untuk
w.engubah
data
menjedi
h-ITormasi
yang
bermarrfuat
untuk
mendu!mng
pembl.Mlta:J. keputusar_ dan pemgawasan dalam organisasL
Merrul"'Ut
James A.
HaH
(200
l,
p18),
terdapat tiga
tujuan
ya:Jg
berlaku
umum um"'uk semua sistem
inforrr.asi, yaitu:
:;.
1. Untuk
mendukung
fungsi
kepengurusa.'l
(stewardship)
manaJemen,
kepengurl.lsan
memjuk
ke
tanggung
jawab
me.najemen
untuk
mengatur
sumher
daya perusabrum
secara
benar.
2. Umuk
menduktmg pengambihm
keputusan
n::ar.ajemer_
3.
Untuk
mendclrung kegiatan
operasi perusahrum
hru:i
i'.arL
|
![]() l!il
yang
adalah
suatu
yang
mengorg
nisasikan
sera."lgkaia."l
prosedur
da."l
metode
yang
dirac1cang
untuk
menghasilkan,
menganalisa,
menyebarkan
dan memperoleh
informasi
guna
mendu_lcl!llg
pengambiian
keputusan
mengenai
penjualarL
Menurut
Mulyadi
(2001,
p211-213),
ftJngsi
yang
terkalt
d.alam
sistem per,Jualac'1 kredit,
meliput:
1.
Fungsi
Penjual&"l
fur,gsi
bertar,ggung
jawab
untuk m
:nerinm
suret
order
dari
pembeli,
meng-edit
order
dad
pelanggan
untuk
menamba.'J."i{an
informasi
yang
belum
ada
pada
su:-at
order
tersebut,
meminta otorisasi
la·edit,
merekam
tanggal
pengiriman
da.1
dari
gudang
mana akan
dikirim
serta
mengisi
smat
order
pengirirnau.
2.
Fungsi Kredii
Fungsi
berada
dibawah
fungsi
keuangan,
yang
dalam.
tralt'seksi
penjuaian kredit
benarcggung
jawab
unt1ik
meneli::i
kredit
peianggan
dan
memberika.'l otorisasi
pemberian
kredit kepada pelanggan.
|
![]() 11
.-
3.
Fungsi
UudarlJZ
Flk"lgsi hl
bertanggung
jawab
menyiapkan bl!Fang
yang
dipesa<n
o!eh
pebmg:gan seria :Dellye;rahlcan barang
fuugsi
pengiriman.
4.
FuP_gsi Pengiriman
Fungsj
ini
bertanggung
jawab untuk
menyerahlcan !Yarang atas
da..«ar
surat
Fungsi
pengirirnan
citerimanya
fungsi
penjualan.
mco!J;j!m:'Jill
tidak
ada
ba.rang
ya11g
keluar
pen.::sabaan
adanya otorisasi
yang
berwei>.ang.
5.
Fungsi
Pe!Jagihan
Fungsi
bertanggung
jawab
untuk
membuat
dan
mengirimkan
menyiapklm
copy
untnk
peneatatan transaksi peJljulia!L
Filngsi
Akuntansi
Fnncr<i
ini
berta:nggung
elm:!
t:rausakst penjua!un
untm{
JT.encatat
piutac1g
yang timbu!
6n
membuat serta mengirimkan
pemyataan
piu:ta:rlg
kepada
para
de1Jitttr,
ser..a
membuat
|
|
12
Menur.rt
Mulyadi
(2001,
p214),
dokt;men
yang
cigunakru:.
dalam
penjualan,
meliputi:
l.
Su:rat Order
Pengirhnan d&'l Temht!Sfu'lnya
Surat
order
pangiriman
yang
memberikan
otorisasi
kepada
fungsi
peP.giriman u11tuk
r:1engirimkan
jecis
barar.g
d&'1
jumlah
barang
yang
tertere dala;n dokumen.
2.
Faktu:r
dan
Tembusrumya
Faktur
penjual:m
diserabkan
kepada
pehmggan
serta
tanda
bukti
bahwa
barang
sudab
diterima
oieh
pelauggan
dan perusahaan.
mengguna.Jca;u!ya
m1t'Jk
menag'nh
pada pelaaggan
dac!
dipakai
sebagai dasar
pencatatan tk'!lbulnya
piutang.
3.
Rekapitulasi Harga Pokok Penjualan
Dokumen
yang
digunakan
m:t;;uk
menghitung total
HPP (Harga
Pokok
PenJualan) yang
4.
Bukti
MeDDrial
selarnta
periode tertentu.
Doku.'r!en
sumber
untuk
dasa:r
pencatatan
ke
dalam
ju:rnal
umum.
Pada penjua1an
1"--edit, bukti
memorial
ini merupakan
doktt.men
sumber
untuk
mencatat
HPP
[tlarga
Pokok
Penjualan)
ya11g
dijua!
da!am
periode tertentu.
|
|
13
Menurut
Mulyadi (2001,
p209-210),
prosedur ysng
membentuk
sistem
penjua!an sntara
lah1,
sebagai
berikut:
L
Prosedur
Order
Penj :.alaTl
Dala.-n
prosedur
fi-h"lgSi
penjualsn
menerima
order da.ri
pert',beli
dJ.ID
meuambahkan
Informasi
penting
pada
surat
order dari
pembeli.
Fungsi
penjualan
kemadian
alam
membuat fuktul·
penjualan
dan
mer,gilrimkannya pada
berbagai
fungsi
yang
lain
untuk
memung..lillL'<:an
Jimgsi
tersebut
memberikan
komribusi
dalam
melaya.iu order
dirri
pembe!L
2.
Prosedur
PeJJgirin:lll.:1
Barang
Da.lam
prosedur
iPi,
fungsi
gudang
nenyiapka.'1
ba,-ang
yang
diperlukan
pembeli
dan fi;:ngsi
pengir'liDan
mer,glrimkan
barang
kepada
pembeli
sesuai
dengsn
inforl'illLSi
yang terdapat
dalam
fuktar
penjua!an ya:ng
diterima
dad
limgsi
gudang.
3.
Prosedur Pencaill.tan Pictang
DE.Ja:n
fungsi
akuntansi
menca.tat
tembusa."1
faktur
penjualan ke
dalam
karta pil.:tang.
4.
Prosedur Peoogihan
Dala."!l
prosedur
i.rli, fungsi
penagihan
membuat
faktur
penjualan
dan mengiri."llkalh"lya
kepada pembeli.
5.
P'rosedur
Pencatatan
Penjuala.o
Da!am
prosedur
ihr,gsi
a.kuntansi
ne!!1catat
tra.-1saksi
penjualan
kartu
kredit
da!am
jurna! peujualan.
|
|
!4
2.2
Audit
Sistem
llfhfonnasi
2.2.!Pe!lgerti:ul
Aua1ting
Audit;!ng
menurilt
Arens dan
Loe!:lbecke
(2001, pi) ada!:Ll-t
proses
pengevaluasian
bahan
bukti
tentang
infonr.asi
yang
dapat
di;lirur mengenai suatu entitas ek:mmni yang dilakukan seonmg yang
kompeten
dan
independent
untuk
dapat
menentu.i(an
dan
mel!!po:rkan
kesesuaian
info=.asi yang
dimaksud der:gan
kriteria-kriteria yar.g
telah
ditetapkan.
Berdasarkan
James
A
Hall (2001,
p42),
"Auditing
adalah salah satu
bentuk
pengujian
independent
yar:g
di!alrukan
cleh
seorang
aJ:.Ji
auditor
yang
menunjukkan
pendapatnya
tentang
kejuju:ran
(fairness)
sebll.!l.!'l
laporan
kc!dlllgaJ:L"
Menurut
Sllllllrto
(2003,
pl6-17),
"Pengaudi:tan
adalah
su.atu
proses
sisteJ::ruitis umuk
mendapatksn
dan
mengevaluasi
bulcti
yang
berhubungan
dengan
asersi
t10ntang
thcdakan.-tindalam
dan
kejadian-kejadian
ekonomi
seca:ra
objektif
u:enemukan
tingkat kesesuaian
a11tara
asersi
tersebut
dengan
kriteria
yang
telah
ditetapkan
dan
mengkomunikasikan
hasilnya
kepada
pihak
pwllk
yar:g
berkepentinga.'l."
KesiP
p'llannya
bahWll. de:finisi
Auditing
adalah
kegiatan
memeriksa
den.ga.'mengumpulksu
(data)
Cael
mengevaluasinya. berdasarkan
sta."ldar
atau
kinerja
yang
d:itetapkan,
kemudian
akan
mengl:-,asilkan
laporan
dari
auditor me':!genai
kesesuaiaa
kegiatan
w..au
kejadian yang drperiksa tersebut.
|
![]() 15
2 2.2
Jenis Alldit
Menurut
Arens
LoebiJecke (2001,
p4-5)
ada
tigajenis
aad.it,
yaitu:
1. .
Audit
Lat.'Oran
Ke:Ja!'lgan
(General
Financial Statement
Audit)
laporan
kemmga.n
ber.:ujua.n
untuk
menentulam
apakah
laporan
diverifikasi
telah
disajikan sesuai
dengan
kriteria-kriteria
tertentu_
2.
Audit
Operasi.ona!atau Ma.11ajemen
(Operational or
Management
Audit)
Audit
operasiona!
penelaahan
atas
bagian
dari
prosedur
metode orerasi
suatu
organisesi
untuk
wenilai
efisiensi
dan
efekti:fitasnya.
Uwillilll.ya, pada.
sam:
selesainya
audit
operasional,
auditor
akan
rnemberikan
seju.'!llah saran
kepada
::ml!'2je:men untuk
memperbaiki
jalannya
operasi
perusaha<'l-rL
3. Audit
Katsatan
(Compliance
Audit)
Audit
ketaata11
oortujuaz:
mempertimbang.!Qm apa_kah k!ien
te!ah
menglkuti
prosedur
atau
aturan
tertentu
yang
telah
ditetapk.a:l
pili.ak
yang
memiliki
otoritas
tinggi,
misaloya pemeriksaall surat perjanjian
dengan
bany!!k
d&"l
atan
kreditui
meJY.astika-'1 bahwa perusahaan tersebut telah
meJnert!.ihi
keteentwm h:Lirum
yang
berlclru.
J!A.etode ""'""''
1.
Auditing
around the
computer
Menurut
Ron
Weber
(1999,
p56),
Auditing
around
the
computer
merupa_lmrr suatu
peniekata.'1
audit
dengan
mernperlakulam
kompater
sebagai
black box,
maksldnya
rr.erode tidak
menguji
langkah-langkah
|
![]() 16
proses
secara langSU!'_g, teta;;ri
hanya berfokus pada
masll.kan dan
keluaran
d&i
sistcm ko:w.p;rter.
Auditing around the
computer
melihatkan
opL'li audit
seteiah r:1emerikse dan
mengevaluasi
pengenclalian manajemen
dan
input
output hanya pacla
sistem
aplil<l!Sl.
Diasumsikan
bahv.-a
jikE.
masukan
benar
akan
diwnjudkan
pada.
keluaran, sellli'lgga pemrosesen
juga
benar
dan
tidak
melakukan per,gecekan
terhaclap pern.""Osesan komputer secara
langS!L"Jg.
Pendekatan ini menganda."!g kelemaban antara !ah"l:
a.
Tipe
dar!
sistem
komputer )'l!P,g dapat
dijalanlrnn
sa.>J.gat
terbatas.
Tidak
dapat
dig-w"lakan ketika sistem
kompleks.
Ka:rena
auditor
akan gagal untuk
mengerti bebernpa
aspek
d&i
sistem sehlngga akan
memp:myai efek
yang bera.."ii pada
pendekatan audit.
b.
Audit
around
the computer
menyediakan
irt..formasi
tentang
kelnakT!j)t:lill
sistem dal3m
mengatasi perubahan.
Sistem
dapat
didesain
dan
progrn."!l
dapat
dibuat
daiam
kondisi
tertentu
1l11tuk
mencegah
Keunggulan da..ri metode
audit
around the
computer sebagai
berLlrut:
a. Pendekalan Jl.lf:g sederhana untuk
me!akuiam
audit.
b.
Dapat
dilakukan
oleh
auditor
yang
memiliki pengetahuan
minimal
di bidaqg komputer.
2.
AuditJfng through the
computer
Menumt
Ron Weber
999,
p57),
Auditing
through the
computer
mempakan
suatu pendekatan
yang berorientasi pada
komputer
der:ga.n
rnernbuica
black
dan
secara
langsung
berfokus
pacla
operasi
|
![]() !7
pemrosesan
dalam
sistem
komputer.
Dengan
asumsi
oohwa
apabila
sistem
pemrosesan
m
mpunyai
pengendaiia:l
y;mg rm
madlri
kesallahan
dan
pe:1yalahgunaan
terlewat
untuk
didetelksi
Sel:mgai akibatnya
kel:uarnn
dapat dfu
riJna.
Keuntunga:1 ui:a'llll
pendekata:1
ini
adalah
dapat meningkatkan
kekuatan
terl:adap
sistem
aplikasi
secara
efektif;
di
mana ruang
Englc.tp
dru"'
dari pengujian
yang
dilakukan
dapat diperluas
sehlngga
tingkat
kepercayaan
terhadap
keanda!an
dari
peng1l!Il1ipUhln
dan
pengevaluasian
ditingkatkan.
Selain
itu,
dengan
memeriksa
SCC<l!a
!ogika
sistem
aplikasi
kemrur,puan
sistem
menang&-ri
;:;erubaha."l
dan kemungkirum
kehllarrg= ya:;g
terjadi pada masa yac"lg akan
datang.
a.
Biaya yang
dibutuhkan rell!tif
yang
banyak untu.\c
dapat
b. Butuh
keahlian
teknik
lebili
mendalam
untdc
m( Jruili11ll'j
earn
kerja sistetn_,
Menurut
(Control ObJectives
diartikan
sebagai tujuan
peng<:m:lal;!an
rmtuk
inforrnasi
dan
telmc)lo:gi
terkait
|
|
18
dart
mempakan
standa.r
terbul<a
umuk
pengendalian
terhadap
teknoiogi
informasi yang dikembang.n dan
dipromesikan
oleh Instit:1t
IT
Governance.
Empat oomain COBIT
diidenti:'ikasilm.n,
yaitu:
e
Planning
and
Organization,
mencalmp
level
strategis
dan
taktis,
dengan
fokus
pada
identifikasi
terbadap
TI
untTlk
meningkatkan
pencapaian
terhadap
rujnan-tujuan
bisrris.
0
Acquisition
Implementation, lliltuk merealisasi!au;strategi TI, solusi TI
yang
per!u
diidentiflkasikan,
dikembangkan
dfu<
juga
diimpJ.ementasikan
serta
diintegrasikan
dalam
proses bisnis.
s
Delivery
Support,
membahas
mengenai
penyampaian
aktnal dad
layanan
yang
diperlui>.an,
dengan
menyusun kegiatan
operasional
ya.'lg
sedang
be1jalan
t<:rhadap
kea'lli\nan
dan
aspek
kontinuitas
sampai
pada
pelatilia:!. Domain
juga
membahas
me:ge'nai
proses
data
a.ktua!
me:lal1
i
sistem aplikasi yiiP,g sering
diklasirJ::asikan
dalam
pengendalian aplikasi.
e
Monitoring,
pada domain lebih difokaskan
kepada
pengendalhn
dan
pengawasa!1 terhadap
sistem
aplikasi
yang
sedang
berjala::1
baik
dari
segi
internal maupun eksterrdtl
tersebut.
Proses
pengen.dalianfkontrol aadit:
"
Planning and Organization (PO):
POl Menetapkan rer.cac;a strategis teknologi
infor1:1asi
(Define a Strategic
IT
Plan).
|
|
19
P02
Menetapka.vt
a..-sitektur
informa i
(Define
the
Information
Architecture).
P03 Mene:;tukan
telmologi
(Determine
Technological
Direction).
P04 Menetapkan
Organisasi
dar:
hubunga.."'Dya
(Define
the
Organization and Relationships).
P05
Mengatur
i11vestasi
TI
(1vfanage the
II 1nvesment).
P06 Mengkomunikasikan Tujuan dan
araban
manajemen
(Communicate
Management Aims and
Direction).
P07 Mengelola sumberdaya '1usia (Manage Human
Resources).
PO&
Me;nastika:J
kesesuaian
dengan
kebutuhan-kebu.tuh&\1
eksten:a!
(Ensure
Compliance with
Exterool
Requirements).
P09
Meni!ai reslko
(Assess Risks).
POlO Me;:
gatur
proyek (Manage Projects).
POll
Mengatur
Kualitas (Manage Quality).
"'
Acquisition and
Implementation (AI):
All Menti.11J,;:asi sobsi-solusi otomatl.sasi
(IdentifY AutomaJed Solutions).
AI2 Merr.peroleh dan
perangkat lunak aplikasi
(Acquire
and
Maintain Application Softvvare).
Al3
Memperoleh
memelil:ll!ra infi:astrukttlf org'&llisasi
(Acquire
and
Maintain Techndogy
Infrastucture).
Al4
Mcngemba;1gkfu> dan
memelihara
prosedur
(Develop
and
Maintain
Procedures).
A!5
Instalasi dan pengakmm
sistem
(Install and
Accredit Systems).
AI6 Mengal:l.rr
pembaha11
(Manage Changes).
|
|
2C
"
Delivery and
Support (DS):
DS1
Menetapkan
Services Levels).
menga ;;.r
tingkatan
pelayaD_an
(Define
and
Manage
DS2
Mengelola !ayar.an
lretiga
(Manage
Third-Party
Services).
DS3
Mengelola
dan
kinerja
(Manage
Performance and
Capacit;
DS.i
Menj!llltin
layanan
(Ensure Continuous
Services).
M<onj<tminkearr:a.TJan
(Ensure Systems Security).
DS6
Mengidentifikashic&'1 dan
mengalokasikan
(Identify and
Allocate
Costs).
Mendidik
melatih user (Educate and
Train Users).
DS8
Memba.'ltu
mem rikan masukan lrepada pelanggan (Assist
and
Advice
Customers).
Mengelo!a
konfignrasi
(l!lanage the
Configuration).
OSlO
Mengelola
kegiatan
dan
permasalahan (Idanage
Problems
and
Incidents).
DS11
Mengelola data (Manage
Data).
DS12
Mt:ng,e!ola fasi?itas
(Manage
Facilities).
M<mg,elcia
operasi
(Mar.age
Operations).
"
Delivery and
Support
(DS):
JV::I
Mengawasi proses (Monitor
Processes).
M2
Mer:ilai
keculrupau
pengendalian
internal
(Assess
Internal
Control
Adequacy).
|
![]() 21
M4
Menyedlakan audit
ind.ependen
(Provide for
Independent
Auditj.
2.2.5 li"enge>1ian Audit Sistem Infermasi
Weber (1999,
p!O), pe"...gertianiJya secargaris
besar
dapat
diartika.11 sebagal proses
peng1unpulan
dan
pengevalua.sian
bukti-bukti
mrtuk mene!'Jtukan
ap!lkfu'l sebuah
sistem
komputer
telah.
menetapkan
sistem
pengendalia:.1
yang
memadaJ, semna aktiva
dilindU!lgi
d.engan
baik
atau
tidak
disaiahgunakan
serta
terjaminnya
integritas
data,
keandalan
serta
efuktifitas
dan efisiensi
penyelenggaraan
sistem
izlformasi.
Menurut
Aren
dan
Loebhecke
yang
dil:er]ienmtlkzi!!
oleh Jusuf
(1996,
p1},
menambahkan
"untuk
melaksanalGm a:. d't
diperlukan
infof!".uasi
yang
dapat
diveriflkasi
dan
sejmruah
standru:
(kriteria)
yang
da;:;at
dig-Jnakan
sebagai
pegangan
pengeval1msia:J
infunnasi
tersebut. il.gar
dapat
diveriflkasikaJJ,
informasi
harus
da?at
diukur.
I:nfurmasi
yang
dapat
diukur
memiliki
berbagai
bentclc''"
Kesimpulac'1 dru:i
teori-toori
di atas
bahwa
audit
sistem
infurmasi OOa!ah
proses
;:;engevaluasian
menentukan apakah
sistem
kow,puter
dapat
me!indungi
aset
atau
kekayaan,
memeli!:lara
integritas
data,
memungkinkan
tt.juan.
organisasi
Ulli<uk
dicapai
secara
efektif
dai!!
menggunakan s
:mber
daya
secara
el'l.:siel1.
2.2.6
Audit
Sistem
Informll.!li
Menurut
Ron Weber (!999, p11-13),
tujuan
audit sistem
informl.!Si
dapat
disimpuikan secara garis
besar
terbagi menjadi ernpat
taha;J,
yaitu:
|
![]() 22
Aset
info=i
suat.:.
perusahaa;1.
seperti
peracrtgka: keras
(hardwm·e),
lcat
lu:tllk
(sofl:viiare),
sumber
daya
manusia,
file
data
hams
dijaga
ole!:
suatu
sistem
pengendalian
intern
yang
baik agar
tidak
te!jadi
penyalahgunaan aset
perusa.
2.
Men:ingkatlam integritas data
data adal&'l
salah satu
kcnsep
dasar
sistem informasi.
atribut-atribut
seperti
kelengkapen,
kebenara."'l
dan
kealrurntan.
Jika
integritas
data
tidak
terpelhlwra, maka
suatu
perusahaan
tidak akan
lagi
menriiiki
dapat
1nenderita
kerugian.
!!tau
laporan
yang
beuar
bahkan
perusahaan
3.
Meningkatlam efukti:Btas
sistem
Efuktifitas
sistem
infnrmasi
perusahaan
me,miiiki
peranan
penting
dalam
pe!1gG!IDlJilakeputusan.
Suatu sistem
informasi dapat
dikatakan efuktifbila
sistem infcrma.si
tersebut
telah
sesuai der.gan
kebutuhan user.
4.
Meningkatkan efi!;iensi
sistem
Suatu
sis:teln
sebagai
fasilitas
pemrosesan infurmasi diketakan
efisien
ia
me:ngguJ'lllli:an
smnber
daya serninimal
:numgkin untulc
mengh_asilkan
output
yang
dlbutu!Jkan
Menurut
Weber (1999, p48),
tal:1apan
audit
sistem info:rmasi
|
![]() 1\ VI\!:ifj[t Re&'iw
[O'E-nqe-n!:!sdh:::n
Apt..'k h
P&!'t@.0t>d!!'lHsn
Dapt_a
d'isrn:!J!.!ka,"l7
PQITID:Bf$frii?tt -------- ,
K rn bsiiRastko-
I
?cng.en.dal\sn
Ya
At'B!<el1
PBflg&ndafle.u!'
MU iDSfi6tt
D!andalken?
Ya
'
f
Tingkatan
!<a.aril:!alan
Pense.nda!!an
Tidak
Penje!asan
dari
tahapan-tahapan di
atas:
?erencanaan
adalah
tahap
awaL
Pada tahap
auditor
menenta\an
tingkat
preliminary
:naterial
u;nuk audit
serta
mencoba
memperoleh
|
![]() pengertian
n1engenru
pengenda.t an
yang
digunakan
&lam
Pertgujjian Pertgendaifun
(Test of Control)
hams
melalrukan
penguji&'l
atas
tertentu untuk
m
::ng.ev:aluasi apakah =eka beroperasi secara
ele:kti.t
3.
Auclitt)r
menjalankan pengujian
subst:ar.tif
untuk
meng
valua.si
apakah ada
ke:salilltallll!Jatier
ll atau
salah
per:yajian drui
alrurrta.,"1Si
yang
terjadi ataupun
yang
mu :in.1terj1cii.
4.
PeJJg>.ljian
Balar ce
atau
basil
keseluruh:m
(Tests of Balances or Everall
Results)
Auditor
meneari
mendapatkm:
blLlffi
yang
cukup
unruk
membuat
tiillJ:kat
kesalahan
atau
salah
penyajian
yang
telah c
·J
·
ata.upun
ya.qg mrlllg!cm terjadi.
Auditor
memberilcan
apakah ada
kesalahan
material
ataupun
salah
penyajfun
|
![]() 2.2.8
Aud!t
Mer:uru':
Weber
(1999,
p66i-838),
terdapat
lima
alat
dan
teknik
yang
dapat
dig'£1nakan dalam
men,"Ulcnpulkan
fu.kta,
1.
Audit
Sojlware:
secara
D-'11Ul1'l
membal:ru;
audit
software,
audit
khusus
industri
software,
high
level
language,
utility
software,
expert
systems,
neural netv;ork
software,
dan
so.f
ivare
!ainnya.
Code
Review,
Test Data,
Code
Comparison: secara
umum membahas
tentang
di
mana
kesaiahan
(error)
program
teljadi
dengan
cara
meiihat
kcde
prog::am,
test
data dan
perbandhgan
kode.
Concurrent
Auditing
Techniques: membahas
tentang teknik,
kebutulJa.'l
dar:
inplemer.tasi
bersaoaan. Tipe
concurrent
auditing
technique:
integrated
test
facility,
snapshort atau extended
record,
system
control atau
audit
review file,
continous and
intermittent
simulation.
4.
Ir.terviews,
Questionnaires,
Control J:7owcharfs:
membahas
tentang
C:esain
dan
penggur£an interview, kuesioner
dar:
arus
pengendalian.
5.
Performance
Monitoring
Tools,
mendiskusikan
tenta::lg
objek
dari
pengukuran
krrterja,
karaktel:ist
pengawasan penguku:ran,
hardware,
sojlware,
firmware,
dan
pengaw"'"asan
pengukuran
cru:n n::rat"1 (hybrid),
bagaimana
hasi!
dar!
pengukul'l!.!l
kinerja,
dan
resiko
untuk yeme!iliarnan
integritas data
sewaktu
pengawasan kinerja dilaml;:an.
Audit
Faktor-fllktor y<ng
mendorong
pentingnya
pengendalian
dar:
audit
sistern
t\1formru;i menUt-at Ron
Weber (1999, p5-l
0)
adalah
untuk:
|
![]() L
Mendeteksi
kcmputer tidak
c!ikelola secara
lnrrang terara.i}, tidak
ada
perenca.'1ll£m teknologi informaspimpinan
tertinggi orgar.isasi
kura..YJg peduli, tidak ada
pelatihan dan
karir personil yang
baik,
dan
sebagainya.
2.
Mendeteksi
resiko
kehllangan
data.
3.
Mendeteksi
resiko penga:·nbilan
keputusan
yang
sa!ah
akibat
i.tformasi
basil p:r<JS<s siste:n komputerisasi salah atau
4.
MePJaga aset perusahasn
kare::ta nihil
hardwure,
software
dan personil
yang laziJJ:L'lya tinggi.
.
'
rwndeteksi resiko error
kornputer.
6.
Menjaga
keJcahasiEaJn,
maksudnya
ialah
::,ah,w
sistem
informasi
berbasis
komputer
hendaknya
rnemp1myai
kemampuan
untuk
memproteksi
data,
aman,
terjaganya
privacy
para penggunanya dan
sebagainya.
7.
Mendeteksi resiko
penyalahgu 'l. kompute::-.
8.
Meningkatkan
per,gendalian.
evolusi
penggunaan
lmmputer, yaitu
jangan
srunpai suatu
orga:nisasi
atau
peru.."l.l.baan
mela..lruka.rt
komputerisasi
secara
tidak terl
endali
sehingga
te!jadi pemborosan-pemborosan
atau
tingkat
keamanan
yang kurang
memadru.
Menlli'ut Mulyadi (2001, pl63), sistem pengendalian
internal meliputi ·
menjaga
kekayaan organisasi,
mengecek ketelitian
|
![]() 27
ak .ans.L
mendorong efisiensi
dan mendorong
dipat1hinya kebijakan
YJJ.a:lajemeJL
2.3.2.1!"e
Tgemlirui:m
Manajemen
i?eag<3!Klali·:m
JV!anajemen
tcrdiri
dad:
L
Pengendali:m
Top
Ma::Jajemen
(Top
Managernent
Control)
manajemen
menurut
Ron
Weber
(1999,
p39),
merupakan
sebuah
pengendalian
o!eh
pimpimm
perusahaan
yang
bertanggnng
jawab
terlL'Idap
f.mgsi
sistem
i.'!furmasi
yang
berhadapan
dengan
banyak
tantanga:n,
seperti
perkembangan
hardware
dru:
software.
2. Pengendalian
Manajemen
Sistem Informasi
(Information
System
Management Control)
Information systems
managemr;nt
menurut Ron
Weber
(1999,
p39),
memili i
tanggung
jawab keselu_ruhan dalam
merencanakan
infofllJaSi, juga memberikan saran unt!.!k
rnanajemen puncak dalam
hubunga:'mya
dengan peugarnbiliui keputusart jangka
panjang
dan
menerjernahkan kebijakan
jangka
panjang
ke dalam
]11an
sasara'l
jangka pendek
|
|
28
Pengendali:m
terhadap
Manajemen
Pe::lgembanga-'1
Sistem
Informasi
(Information
System
Development Afanagement Control)
Pengenda1ian
terhadap manajeoen
pengeobangan
sistem
infc:rr:naLsi
menurut
Ron
Weber
(1999,
pl05),
bertanggnng
jawab
terhadap
fungsi
analisa,
desain,
pengembangan.
implementasi dan
maintenance siste;n
h""lfunmsi.
Pengendali:m
Manajemen
Sumber
Data
(Data
Resources
Management Control)
Menunrt Ron
Weber (1999,
p206),
pengendalian
sumber
data
ya."lg
yaitu:
a.
User
harms dapat
membagi
dat!!.
b.
tersedia
untuk
dapat
diJ,;un.ak.&1
kapan
saja,
di
mana1mn
da-'1
bent-Jk
apapun.
c.
hac-us
dapat
dbnodiflkasi
dengan
mudah
oleh
yang
berwena!',g sesuai clengan
kebutclllln user.
d.
Memelihara interg i.t!;.s data.
Agar
kondisi
tersebut
dapat
dieapai,
maka
dibutuhkan
solusi
teknik
dengan
mer:ggunakan
sistem
manajemen
database
yang
baik
da!am
sistem
penyimpanan
data.
Denga.'l
sistem
database yang
baik
m.aka
independensi
data,
integritas
data,
da_q
pengendalian
akses
dapat dilakukan atau
dike!ola
dengan lebih
baik.
|
![]() 5.
PtOugendalian
Marnjemen
Jilmbzn
Kualitas (Quality
Assurance
Management
Control)
Management qv.ality
assurance
menumt
Weber
(1999,
p332),
berkonsentmsi
untuk
memastikan
bahwa
siste;n
informa.si
yang
fungsi sistem informasi
mencapai
suatu
staru:lar
kualitas
yang
dapat
diterima
dan
pe
gemb&'lgan,
imp!ementasi,
operasiona!
dan
mainter.ance
terhru1ap
sistem
iTiti1ro-"'·'i
tumi
lc
kepada
standai: kualitas
yang
telah
ditetapkan.
6.
Pengendalian Manajemen
Keamal1ll.!l (
SeCW'ity Afanagement
Control)
Menurut
Weber
(1999,
p257),
pengendalian techadap
mamjeme::t
kea=nan
seci!!"a
garis
besac
bertanggung
jawab
dalam
menjan;n aset sistem
info=si tetap &-nan.
Am.;runan
p+ama
terimdap keama1mn
dapat
bersifat
karena
manusia
yang
bersifat
kelalaian
maupun
kesengajaan, antara
Ancarrmnkebakaran
Beberapa
pela.lcsanaan.
pengamanan
untuk ancrunan
kebakaran
kebakaran
otcnx1tis
yang
diletakkan
pada
teropEtt
di mana aset-aset sistem
informasi
berada.
|
![]()
Memiliki tabu:Jg
kebakaran
yang
diletakkan pada
lokasi
yar.g mudah
diambil.
"' Memi.lilci tombol
power utlullf!
(termasuk AC).
"
Gedung
tempat penyimpan&'1
aset
sistem infomni
dibar4;un
dari
baban
tahan
api
atau tangga
da.rurat yang
diber!
tanda
de:r;garr
jelas
se!1i.11gga la:..ryawarr dengan
mudah
rr::enggiJI!akann;y1::.
b. Ancaman
harrjir
Beberapa pelaksanaan
pengamauan
untuk a::tcaman keba:njimn,
al1tara
lain:
"
Menyediakan
alarm
pada
titik
strategis
di
mana
material
aset sistem infonr..asi
diletak,.\an.
"
Sem;Ja
material
aset
sistem
informasi
diletakkan
di tempat
yang
tinggi.
Menutup peralatan.
hardware
dengan baharr
yang J:al1.an
sewaktu tida.k diguna.ka.n.
c. Pe:mba.llfu"1. tegaugan su:m
er
energi
Pelaksan!lan
pengarmliJa.ll
u::lt!l..li::
menga.'1tisipasi
perubahan
tegangan sumber
energi
listrik,
misalnya
menggiJI!akan
stabilizer
ataupun
untuk
Uninterruptible
Power Supply
(UPS)
|
![]() yang
memadai
dan
mampu ro.engatasi
tegangan
listrik
jika
tiba
tibat=-
d.
Kel:'l.lSllin
stnlktlmli
Kernsakan
struktural
terhadap
aset sistem
informasi
dapat
teljadi
ka..reP.a
adanya
gempa
dan
angin.
Beberapa
pelaksanaan
peng&narum
untuk
mengantisipasi
kemsakan
struktural,
rnlsclnya
lokas!perusah= yang jarar.g terjadi
gempa
dan
a.qgiE. ribut.
e.
Beherapa
pelaksaru!.an
pengamanan
untuk
mer,gamisipasi
polusi,
misa!nya
situasi
kamor
yang
bebas
debu
dan
tidak
w..emperbolehklm
memba\va binata11g
peliharaan
serta dengan
atau meletakkan minuman di
dekat
per&lai:an
komputer.
f.
Penyusup
!1e:a.kS!!illlall pengamanan unruk
mengarli:isipasi
penyus:up
dapat
di!akukan
dengan
menempatkan
penjaga
dan
pengguuaan
Virus
Pelaksanasn
pengal!lllnan
untuk
mengantisipasi
virus
meliputi
tindaklm:
"
Preventll, seperti
menginstal
a."lt:
virus dan
mer.g-update
secara
melakukan scam file
yang
a!am
digumklm.
|
![]() .,
Detektif; melakukan scwt secara rutin.
"
Korektii; memastiY,.an
back-up
data bebas
virus, perr,akaia11
&-rti
virus
ter!:m.dap file
yar,g
tef eksi.
pelaksanaan
pengamanan
untuk
menga11tisipasi
hacking:
"
Penggunaan kontro! logikai seperti
penggunaan
password
yaP,g sulit
un!:ck ditebak.
"
Petugas
kea.'TIIII'..an
secani
teratlrr :memonitor sistem
yang
digunakar1-,
Penge'1dalian
akhlr
dapat
dilaksanakan
apabiia
ancan:12n
kear-..!lllna'l benar-benar
telah
terjadi antara
lain:
a
Renca.'la PemulL'ftan
Bencana
Rencana
pemulihan
me.njwii
keadaan
normal setelah
teijadinya
bencana
ililakukan kegiatan-kegiatan
yang
pada
bakekatnya terdiri
"
Renca:Ia
Darurat
(Emergency
Plan)
yaitu jika
teljadi
sesuatu,
tii:Jda.lca:n
apa
ya.'1g
har-us
segera dilaku.kin dan
baga.L111ana
melakulr.rumya.
"
Rencana
Back-up (Back-Up
Plan)
dilakukan misalnya
membuat
persetujl.lll.l"l denga.n
unit
komputer atau instalasi
|
|
lz.iP
yaitu
bila terjadi rnasa!ah dapat
menggur.ak:an
kom.p:Jter
di
ternplt tersebut.
"'
Rencana
Pemulil1a11
(Recovery
Plan)
yaitu
prosedur apa
yang
harus
di!akukan
dapat
kembali
be:ro:;>erasi
dez;gan
starting
pada
saat
kerusakan te;jadi
(tidak
proses
yattg
sudah dikerjakan
dari
saat
start-up sampai
mesin
down atau
listrik
mati).
"
Rencar.a
Pengujian
(Test
Plan)
di
mana sel1lnk'l
program
kerja yang sudal1 direncanakan
perlu
diuji
ooba terlebih
da.iulu untllk test
atau uji
keahlia::mya.
b. Asura:nsi
dipertimbangkan
cost
atau
benefit-nya untuk
memiliki
asnrans1
unmk
pe:ra!atar., fusilitas,
media
penyi:.;::parum,
gangguan
bisnis,
delru..'llen
dan
kertas
yang
berwga yang ada iestalasi.
7.
PengendaJi,m
Manajemen
Operasional (Operation
Management
ControV
Menurut
Ron
Weber
(1999,
p289),
seca:ra keselunlhan
per,gendaliar.
operasiona!
bertanggung
jawa.b
terbadap
hal-hal
sebagai
be:rikut:
a.
Pengoperasian komputer.
|
![]() 34
b. Pengoperasian
jaringan.
c. Persiapan
dan pengelltri.an data
d. Pengendalian produksi.
8. Pengendalian Program Manajemen
(Programming
management)
Men rrut
Ron
Weber (1999, p39),
programming
management
bertanggth"lg
jawab
dalam
proses
pem:rograman
sistem
yang
bam, merawat sistem
dan
menyediakan penmgkat la11l'!k
We'xr
(1999, p365),
pengenda!ian
siatem
aplikasi
berkaitan denga.Cmenja;rrJn
sistem
aplikasi
1ndividu
untuk
menjaga
aset,
mer:jamin
integritas
per-JSI!haan dengan
efulctifda."1 efisien"
l.
Boundary Control
dan
mencapai objektif
MemLrut
Webe;·
(1999,
p368),
subsistem
boundary
menghubm:g]r..an
arJ:ara
user
sistem kompt.'1er dan
dengan
komputer
mengendalikan
sifut
fungsi pengendaliat"l
ukses.
|
|
2.
Control
Menumt
Ron
Weber
(1999,
p418),
per;gendaEan
inputbert:mggung
jawab
untuk
mengi:rimk:an
data
dan
m.stru.'<si
da.ri
pengguna
kepada
sistem
aplikasi
merupak:m
sa.lah
satu
tahap
daiam
sistem
kompuierisasi
yan.g
pa!iTJg krusia!
dar!
mengandung
resiko.
Resiko
yang
diliadapi
misalnya:
<>
Data tr:msaksi
ya.TJg
cllitulis
oleh pelalru
transaksi
salah
(error).
"
Kesa!ahan pengisian
dengan
kesengajaan.
"
PenuEsan tidak
jelas
serJngga dlbaca salah
ole!l
orang
lair;.
3.
Database Control
Menurut
Weber (1999,
p560),
pengendalian
database
bertangg-o.ih'lg jawab
terhadap
mendefi1risikan,
membuat,
memodifihsi, menghapus,
membaca d<rta cla!am sistetu
informasi.
4. Processing C011trol
Me:mrut
Ron
Weber
(1999,
p517),
pengeadalian
proSes
bertanggung
jawab
terhadap
perhitungan,
pengklasiflkzslan
mern .md.aia.
|
|
Output
Control
Menlli"""Ut
Ron Weber
(1999,
p613),
pengenda!.i.an
output
menyediakan
fungsi y L'lg menenffikan lsi
data
yang akan tersedia
bagi
per.gguna,
cara data diubah
dfu1 di?resentaslkllll
kepada
pengguna,
dan
cara
data
akan
disediakac dan
didistrib!lSikan
ke
pengguna
Pengenda!ian
ke!J:Ja.ra.'l
pada
peP.genda.lian
intern
digunakan
untuk
mendeteksi
jll£'lglll1
sampai informasi
yang
disajikan
t;dak
alrurat,
tidak
lengkap,
tidak
mutakhlr
datanya
atau
didistribusi.lcan
kepada
orang-oraP.g
yang tidal(
berhak.
Kereungkinan
resiko
yang
dihadapi
terkait
dengal'l keluaran.
adalah
seperti
laporan
tidak
akurat,
tidak
lengkap,
terlarebat atau dataJ:ya
tidak
up to date
lremudian
banyaknya
item
data
yang
tidak
relevan.
6. Communicatbn
Controls
Men:uut Weber (1999, p470),
pengendalian komunikasi
bertanggung
jawab
untuk
mengirim
data
antar
subsistem
dalam
selmah sisten
dan
juga
ke sistem
!ai."lnya,
Mer:mut
Maiwald
(2003,
p144),
risk is the underlying concept
that
forms the
basis
for what we calls "security".
Risk is the potential
for loss that requires
protection.
(Resiko
adalah
konsep
yang
mendasari apa
yang
kita
sebut
dengan
"keamamm". Resika adalah
potensi kehilangan perlindungan yang
dibutuhkan).
|
|
A
vulnerability is
potential
avenue of
attack. (Sifat raw&-'l
adalah
pendekatan
potensiai
dari serw an).
A
threat
is
an
action
or
event
might violate the
security of
an
infonnation
system
em;ironment.
(Ancardll.TI
ada1ah tindakan atau peristivva yang mungkin
mel.fu"lggar keamanan
iingkungaa sistem informasi).
Threat
+
Vulnerability= Risk
Risk
is
the
combination of
threat and
vulnerability. (Resiko
ar!al"h kombii"lasi
dari ancasnan dan
kerawanan).
Resik:o
dapat dide:firJsika'l. dalarn tiga tingkata.'l.
secara kualitatif, yaitu:
1.
Low
(rendah)
Kerawanan
sebuah tir
atan
resiko
da!aJ11
organisasi,
walaupth'l itu
tidak
diinginkan
teljadi.
Tindakan
untuk
memindahklm
atau
menghil lcan
keraWQ-,an ha:rus dilakukan
jika mungkir>
tetapi
biaya
cad
ini
seharusnya
b=t bertenta.ngan dengan
penunman
keeil
dala;:n resL'zo.
2.
Medium (menengall)
Kerawl!nan
merrempati
tinglrsiguifik:m.
dari
resiko
untuk
kernhasiaa_1J,
integritas,
kemam
m.a:1,
dan
atau pelapornn
dari sistem informasi
organiaasi,
a"cau segi
fisik.
Ada
kemungki.'lan nyata
ba.l:lwa
ini
mungkir:
teLjadi. Tindakan untuk
merghilangkan kerawa;·1an
adaiah
kebijaksa.r;aan.
High
(Jinggi)
Kerawanan
menampati
tingkat
berballl!ya untuk
kerat.asiaan, integritas,
kemampuan.
dan
atau
pelaporan
dari
sistem
informllSi organisasi, atau
|
![]() segi
Esi"
Tindakan
l:mus
dian:.bil
secara
tepat
untu.k
menglrilangkan
Menurut
James A.
Hali
(20(Jl, p155-l61), kontul
merna! yang didefinisikan
da!am
Statement on Auditing Standards No 78 (SAS 78)
yang
menaati
rekomen:.lasi
dari
Committee
of
Sponsoring
Organizations of
the Treadway
Commission
(COSO)
terffiri
dari
lima komponen yai.tu sebagai
berik"c t:
". LingkUl"...gan Kontrol
L!ngkungan
kontrol
adalah
pon:.lasi
dad
keempat
komponen kontrol
uunn:ya,
Lir:gku!'.gan kontrol
menetapkan
suasana
orgar>isasi
dan
mempengaruhi
kesadaran
kclltrol
dari
para
llllL'lajemen
dan
pegawainya.
Elemen-e!emen
yang
penting
da.;
l
ingkungan kontro1
,
yaita:
etika
mai'Jajeme!L
@
Struktur
organisasL
"
dewan
di::ektur organisasi daJl komite audit, jika
ada.
"'
Filosofi
rll!IDajemen
dan gaya opernsi.
"
Prose::!ur
pendelegasian
tanggung
jawab
dan otorit.a<;.
"
Metode
manajemen da!am menilai
kiJJ,e:j.a.
"
ekstemal,
seperti
peniiaian dari agen penentuan
und&>g-undang.
"
Kebljakan dan
praktik
organisasi dala.'TI
memtoejemen
sumber daya
manusianya.
|
![]() 39
melakukan penilaiac'l resiko
tLtltuk
mengidemifikasikac'1,
mengat-ur resiko-:resiko
ya.'lg
der.gan
pe!apors
muncul atau bembah dari situasi, seperti
PeJrul:>ahan
dalam
lingklL'lgan
operas<
yang memaksa
tekanan
baru
atau
perusahaaa
.,
Personil
barn yang memegang pemahawn kontrol
internal
yang
ber':Jeda
atau tida.k
m<:madlri.
"
Sistem
pemrosesan
@
Pe1turnbuban
din::kayas;a
kembali
atau
barn
signif'ikan dan cepat yang menyarmg
im11tr<ll internal
yang
ada.
.,
Penerapan
tez:nar:oji
baru
ke
proses
pmduksi
atau
sistem
infonna:si
yang
mempengaruhi pe;:nn)se:santransaksi
"'
Perkenalan.
akan
lu:ri
atau
kegiatan
produk
baru
dengan
organisasi yang sedikit
"'
Restrdctu::'JSai or€ 11.\!:srusi r:xentghasilkllnpengurangan dan atau
pelJg ilolcasian
kem!:raii
personii-j:;ersonil
diproses.
<
Memasuki pasar
berkaitan transaksi
r::Jata
ua'lg
,.
Penerapan prinsip
akuntansi
laponm keuangan.
dan
pemrosesan transaksi
rne::npengara.c'li
operasi, yaitu
resik:o
yang
yang
mempengaruln
persillpan
|
![]() 40
3. Irrfm:masi d&'"! Lingkur.gan
Sistem infon:nasi akuntansi terdiri dari
atas
catatan-catatan
dan rnetode
yang digur..akan
un::.t.ic rnemu1ai,
1!TI<mgide:1tifJcasi,
I!lengaualisis,
mencatat
traJ'JSaksi organisasi
serta
rnemperbJrungk.an aktiva
dan
kewajiba.'1 terkait.
Sistem
informasi
a. tansi
yang
efek1:if akan:
"
MengiderJ.iflkasi.
da11
mencatat
semu.a transaksi keuangan yang
sah.
yang
:rumit
U."liu.k
memi:ngkiu.kan klasifikasi
dan pelaporl.l.!l
keaangan
yang
benar.
"
M:engukur
nilai
transaksi keuangan dengan akurat sehingga
efek mereka
dapat dicatat
""''"'ulaporan
keaar.gan.
"
Mencatat
tra:: Sa.!(si dengan
aku.rat yada periode
waktu
mlillcdnya.
4.
Pengawasan
Plhak manajemen harus
menentukan bahwa
kontrol
i'11:enlal
berftlllgsi
dengan
benar.
Pengawasan
OOaJ.ah
proses di
mana
kufi.Jitas desain
kontrol
i.'l!emal
operasinya dapat di11ilai. Pegawasan
yang berkelanjutan
dapat dieapai
denga.'1 mengintegritas
m.odul-modul
komputer
k..husus
ke
dalam sistem
mJ·bn:nasi
yang
mena.ngkap
G.ata
kunci
dan
atau
melakalan
tes
kontrol
lli"'ltu.k
diJ.a.lmkan sebagai bagian. dari
kegiatan
operasi
ruti.\1.
mencapai pengawasan
yang berkelanjutan
adalah
penggunaa.'l
laporan
m
mc e1rnen sec
'!bijaksana. Laporan
yang
tepat
waktu
memungkinkan
para
manajer
di
wiiayah-wi!ayah
fimgsional
seperti
penjualal'l,
|
|
41
pembelian,
prcduksi,
dan
pengeiuaran
kas
untuk
mengawasi dan
mengontrol
kegiatan
operasi
mereka.
5.
Kegiat>..,,
Kcmtrol
Kegiatan
kontrol
ana·ah
kebijakan
dar, prcsedur
yar
digunakan
u..11tuk
w.emastikan
bahwa tL11dakan
yang beP.ar
diambil untuk
menghadapi resiko
organL<asi
yq
diid.enti:::kasi. Kegiatan kegiatan
kontrol
dapat
dikelompokkan
menjadi dua kategori yaitu:
"
Kcntrol Komputer
Kontr::Jl
komputer
membentuk
mcteri
y
qg
menjadi
fokus
utrur"'.
Kontrol
ini
secara
berkaitan dengan
lhtgku.ngan teknclogi
infor1r i
auditing telL'lologi
dikelompokkan
dalam dua
kelompok
besar
yaitu
ko:1trol um;un
kontro!aplikasi.
"'
Kontrol
Jenis kegiatan kontml
terutll!11l!
berkaitan
dengan
sistem
alruntansi
tradisional yang
menerapkan pmsedur
manuaL
Ada
enam
ka:tegori
tradisional
dari
kegiatan
kontroi.
fisik,
yaitn:
a.
Otorisasi tr
'!SI!ksi
Otorisasi
tnL-.saksi
adalah
memastikan
hailwa
semua
materi
transa.i
yang
diproses
oleh sistem
tersebut valid
dan
sesuai
dengan tujuan lJl!Lc'llljemen.
|
![]() 42
b. Pemisartugas
Pemisahan t:.Jgas dapat
mengambil banyak
berrtuk, bergz.mung pada
tugas
yarJg
c.
Supervisi
Korrtrol
adalah
bahwa
perusahaar:
me;npekerjakac11
personil
yang
kompeten dru1dapat r:lif>en:a.ya.
d.
Record
akuntansi
Record
akur.ia.""Jsi tTadisio:nal dalam suatu
organisasi
terdiri atas
dokumen
s-UJTller, jurnal, dar. bu.lru
be=.
e. Kontro!akses
a.lcses
adalah untuk
me:nast5kan
bahwa
hanya
personil
yang
d
iotodsasi yang
memi!iki akses
ke
aktiva perusahaar1.
f.
Verifikasi
independen
Prosedur
verifikasi
adalah
pengecekan
il:dependen
terha.Cap
sistern
alruntansi untu.l,: mengiden.tiflkasi kesalaha'l
dan
salah
penafsiran.
|