BA!l2
LANDASAN TEOID
2.L1 Pengertirun
S!stem
Menrn:ut
James
A.
Hall 
(2001,
p5-6),
"Sebuah
sistem a:ialar'l
kelompok
dua 
atau 
iebili 
komponen-korr,ponen
yang 
sali.P.g
berkaitan
(interrelated}
atau
subsistem-subsistem
yang 
be::satu
untuk 
mencapai
tujuar"l
yang
same
(common
purpose)o"
Sistem
menurut
Sanyoto
Gcndcdiyoto 
(2006,
p92), 
merupakaG 
salah
satu  
pengetahuan 
dasar  
atau   :filosofi   fundamental 
untuk 
dapat  
mengikuti
pembahasan lebih
lanjut.
Mulyadi
(2001,
p5), 
"Sistem
adalah
suatu
jaringan
prosedur
yang 
dibuat
mem::.-ut pola 
yang 
terpadu
untuk 
melaksanakan
kegiatan
pekok
perusahaan. ;
Kesi:npclannya
adalah
suatu 
sistem
harus 
terdiri
atas 
lebih 
dari 
satu
bagiao..
Sebuah
sistem
setidaknya
l:larus
memiliki
satu 
tujuan
bersama
yang
meng:1ubungkan semua
bagian
dalam 
sistem
2.1.2 PengJJrtiaiTII
lilformasi
Inforrnasi
men
"1lt
McLeod
dalam 
bu_lruoya yang 
berjudul
Management
Information
System
(2001,
pl2)
adalah
data
yang
telab 
diproses atau 
data
yang
sudah
lebih
memiliki arti
tertentn bagi
kebanyakan
penggurumya.
7
  
8
Menunrt  
(2DG1,
"Jnfo::masi  
adalah  data  
yang 
bergu.'la
d.iolah set;llij;ga  dapat 
dijadikan dasar 
mengambi::
keputusan
tepat."
Menu.I"Ut
A.
Hall
(2001,  pl4), L'lfnrmasi
menyebabkan 
pemakai
me:akukan 
suatu 
tir,dakru.1
ya11g   
dapat   
ia 
atau 
dilak!:kan
In:tonnasi ditentukan
oleh
efeknya pada
pemakabukan
bentuk  fisikny2-
Kesirripulannya
informasi
adalsh 
data
telah
diolah 
menjadi
bentuk
yang 
yang
menerlmanya.
Mer,urut
James  A.
kP..xakteristik he1-ik1:t
L
A:{'Jrnt
(Relevan)
(2001,
p
17),
i.nformasi
ya11g 
bergrma
meJtniliki
Infcrmasi
1:-.aros  bebas   dari  
kesaiahan-kesa!ahan  cl!m tidak   menyesatkan
renggunanya.
Tepat
waktu (Timely)
Informasi
disajikan 
yang  
dibutubkan
dan
memrengaruhl proaes
pengambilan
keputusan.
3.   Dapat
c!ipercaya
(Reliable)
Informasi 
bebas 
kesalahan 
Can  
hllr.JS!ah
akurat
nempresentasikru:
s
uatu 
kejadian
atau
kegiatan
Lengkap
(Complete)
saru organisasi.
Infom=i
yang 
disajikan,
menca1rup 
semua
data-data
yang 
relevan
dan
mengabaikan
kepentingan 
diharnpkan 
pernbuz.t kepntusan.
5.   Dapat
dll:nellg<;rti (Understandable)
In:!itlrnlaSi harus diagregasi agar ,,_,ua,
denga11. ke1"lutufum pemakai.
Manajer
rendah cenderung
memer!.ukan bformasi yang
sangat rinci.
  
9
2.5.3 Pengertian Sistem
Illllfm·mtii.si
S>istem
infurw.asi  
menunrt  Ja'Iles  
A
Hall   (2001,
p7) 
ada:lah  sebuah
rangkaian 
prosedur               
dlmana 
data  
dikumpull<an,   
diproses   :menjadi
inforrnasi,
dan
didistribusLla!n
kepaia para
pemakai.
Sistem  
infom1asi  
menurut 
S!!!tyoto
Gondodiyoto
(2006, 
p98} 
yaitu
sebagai                  
elemen-elemen
atau 
su:nber  daya 
dan 
jaringan
prosedur
yang  
saiing    berkaitan 
secara 
terpadu, 
teiiirtegrnsi
dalam 
suatu 
hubungan
hierar:ci
tertentu dan
bartuina."l uru"uk mengolah data  menjadi 
infoi:I"disi.
(2003,
p7),
dapat 
berupa 
kombinasi
yang  
teratur 
da.ri
w..anusia, 
hardware,
soflware,
jaringan 
komunilr.asi,  
da:rt
sumber 
da.ya
y::mg
mengw-npulkan,
mengubah 
dan 
menyebark::m 
informasi
da!am suatu o:rga.11isasi.
Sistem 
infumlaSi 
disimpuLI::an sebagai
sekelompok
hardware, software
yang  
drrarrcang  untuk  
w.engubah
data  
menjedi 
h-ITormasi 
yang  
bermarrfuat
untuk
mendu!mng
pembl.Mlta:J. keputusar_ dan pemgawasan dalam organisasL
Merrul"'Ut
James  A.
HaH
(200
l,
p18),
terdapat tiga 
tujuan 
ya:Jg
berlaku
umum  um"'uk semua sistem
inforrr.asi,  yaitu:
:;.
1. Untuk 
mendukung 
fungsi 
kepengurusa.'l
(stewardship)
manaJemen,
kepengurl.lsan 
memjuk 
ke 
tanggung
jawab 
me.najemen  
untuk  
mengatur
sumher
daya perusabrum
secara
benar.
2.   Umuk
menduktmg  pengambihm
keputusan
n::ar.ajemer_
3.  
Untuk 
mendclrung kegiatan
operasi perusahrum
hru:i
i'.arL
  
l!il
                                                                      
yang
adalah
suatu                                   
yang  
mengorg
nisasikan
sera."lgkaia."l
prosedur
da."l
metode
yang
dirac1cang
untuk 
menghasilkan,
menganalisa,
menyebarkan 
dan   memperoleh 
informasi  
guna  
mendu_lcl!llg
pengambiian
keputusan
mengenai
penjualarL
Menurut
Mulyadi
(2001,
p211-213),
ftJngsi
yang 
terkalt
d.alam
sistem per,Jualac'1 kredit,
meliput:
1. 
Fungsi
Penjual&"l
fur,gsi      
bertar,ggung
jawab
untuk   m
:nerinm 
suret  
order 
dari 
pembeli,
meng-edit 
order 
dad
pelanggan
untuk  
menamba.'J."i{an 
informasi
yang  
belum
ada 
pada
su:-at
order
tersebut,
meminta otorisasi
la·edit, 
merekam
tanggal
pengiriman
da.1
dari 
gudang
mana  akan 
dikirim
serta
mengisi
smat
order
pengirirnau.
2.  
Fungsi Kredii
Fungsi     
berada
dibawah
fungsi
keuangan,
yang 
dalam.
tralt'seksi
penjuaian kredit
benarcggung
jawab
unt1ik
meneli::i
kredit 
peianggan
dan
memberika.'l otorisasi
pemberian
kredit  kepada pelanggan.
  
11
.-
3.  
Fungsi 
UudarlJZ
Flk"lgsi  hl
bertanggung
jawab 
menyiapkan  bl!Fang 
yang 
dipesa<n
o!eh
pebmg:gan seria :Dellye;rahlcan barang 
fuugsi 
pengiriman.
4.  
FuP_gsi Pengiriman
Fungsj
ini
bertanggung
jawab untuk
menyerahlcan !Yarang atas
da..«ar
surat
Fungsi
pengirirnan 
citerimanya
fungsi 
penjualan.
mco!J;j!m:'Jill
tidak 
ada
ba.rang 
ya11g
keluar 
pen.::sabaan
adanya otorisasi
yang
berwei>.ang.
5.  
Fungsi
Pe!Jagihan
Fungsi 
bertanggung
jawab 
untuk 
membuat 
dan 
mengirimkan
menyiapklm 
copy
untnk 
peneatatan transaksi peJljulia!L
Filngsi
Akuntansi
Fnncr•<i 
ini
berta:nggung
elm:! 
t:rausakst  penjua!un
untm{
JT.encatat
piutac1g
yang timbu!
6n
membuat serta mengirimkan
pemyataan
piu:ta:rlg
kepada
para
de1Jitttr,
ser..a 
membuat
  
12
Menur.rt   
Mulyadi 
(2001, 
p214), 
dokt;men 
yang  
cigunakru:.
dalam 
penjualan,
meliputi:
l. 
Su:rat Order
Pengirhnan d&'l Temht!Sfu'lnya
Surat 
order
pangiriman
yang 
memberikan
otorisasi
kepada
fungsi
peP.giriman u11tuk 
r:1engirimkan  
jecis  
barar.g  
d&'1
jumlah 
barang
yang
tertere dala;n  dokumen.
2.  
Faktu:r
dan
Tembusrumya
Faktur 
penjual:m
diserabkan
kepada
pehmggan
serta
tanda  
bukti
bahwa 
barang
sudab 
diterima
oieh 
pelauggan
dan  perusahaan.
mengguna.Jca;u!ya  
m1t'Jk 
menag'nh 
pada    pelaaggan 
dac! 
dipakai
sebagai dasar 
pencatatan tk'!lbulnya
piutang.
3.  
Rekapitulasi Harga  Pokok Penjualan
Dokumen 
yang  
digunakan 
m:t;;uk
menghitung  total  
HPP   (Harga
Pokok
PenJualan) yang
4.  
Bukti
MeDDrial
selarnta
periode tertentu.
Doku.'r!en 
sumber
untuk
dasa:r
pencatatan
ke 
dalam
ju:rnal
umum.
Pada   penjua1an 
1"--edit, bukti  
memorial
ini  merupakan
doktt.men
sumber
untuk 
mencatat
HPP 
[tlarga
Pokok
Penjualan)
ya11g 
dijua!
da!am
periode tertentu.
  
13
Menurut
Mulyadi (2001,
p209-210),
prosedur ysng
membentuk
sistem
penjua!an sntara
lah1,
sebagai
berikut:
L
Prosedur
Order
Penj :.alaTl
Dala.-n
prosedur      
fi-h"lgSi 
penjualsn
menerima
order da.ri
pert',beli
dJ.ID
meuambahkan
Informasi
penting
pada
surat 
order dari
pembeli.
Fungsi  
penjualan
kemadian
alam  
membuat  fuktul·
penjualan
dan
mer,gilrimkannya pada 
berbagai
fungsi 
yang 
lain
untuk
memung..lillL'<:an
Jimgsi
tersebut 
memberikan
komribusi
dalam
melaya.iu order
dirri
pembe!L
2.  
Prosedur
PeJJgirin:lll.:1
Barang
Da.lam
prosedur 
iPi,  
fungsi  
gudang 
nenyiapka.'1
ba,-ang 
yang
diperlukan           
pembeli 
dan    fi;:ngsi 
pengir'liDan  
mer,glrimkan
barang 
kepada 
pembeli 
sesuai 
dengsn 
inforl'illLSi
yang   terdapat
dalam 
fuktar 
penjua!an ya:ng
diterima
dad 
limgsi 
gudang.
3.  
Prosedur Pencaill.tan Pictang
DE.Ja:n
fungsi 
akuntansi
menca.tat
tembusa."1
faktur
penjualan ke
dalam 
karta pil.:tang.
4.  
Prosedur Peoogihan
Dala."!l
prosedur 
i.rli,  fungsi 
penagihan
membuat 
faktur 
penjualan
dan  mengiri."llkalh"lya
kepada pembeli.
5.  
P'rosedur
Pencatatan
Penjuala.o
Da!am 
prosedur      
ihr,gsi 
a.kuntansi
ne!!1catat
tra.-1saksi
penjualan
kartu
kredit      
da!am
jurna! peujualan.
  
!4
2.2
Audit
Sistem
llfhfonnasi
2.2.!Pe!lgerti:ul
Aua1ting
Audit;!ng
menurilt 
Arens   dan  
Loe!:lbecke 
(2001, pi)  ada!:Ll-t 
proses
              pengevaluasian
bahan
bukti 
tentang
infonr.asi
yang 
dapat
di;lirur mengenai suatu entitas  ek:mmni yang  dilakukan seonmg yang
kompeten
dan  
independent 
untuk 
dapat
menentu.i(an 
dan  
mel!!po:rkan  
kesesuaian
info=.asi yang
dimaksud der:gan
kriteria-kriteria yar.g
telah
ditetapkan.
Berdasarkan
James 
A
Hall  (2001, 
p42),
"Auditing
adalah  salah  satu
bentuk
pengujian
independent
yar:g
di!alrukan
cleh
seorang
aJ:.Ji
auditor
yang
menunjukkan 
pendapatnya  
tentang  
kejuju:ran   
(fairness) 
sebll.!l.!'l   
laporan
kc!dlllgaJ:L"
Menurut
Sllllllrto 
(2003,
pl6-17), 
"Pengaudi:tan
adalah
su.atu 
proses
sisteJ::ruitis umuk  
mendapatksn 
dan  
mengevaluasi 
bulcti 
yang  
berhubungan
dengan
asersi
t10ntang
thcdakan.-tindalam
dan
kejadian-kejadian 
ekonomi
seca:ra
objektif           
u:enemukan
tingkat  kesesuaian
a11tara
asersi 
tersebut
dengan
kriteria 
yang
telah 
ditetapkan
dan 
mengkomunikasikan
hasilnya
kepada
pihak­
pwllk
yar:g
berkepentinga.'l."
KesiP 
p'llannya
bahWll. de:finisi 
Auditing
adalah 
kegiatan
memeriksa
den.ga.'mengumpulksu          
(data)
Cael
mengevaluasinya. berdasarkan
sta."ldar
atau  
kinerja 
yang  
d:itetapkan,  
kemudian 
akan  
mengl:-,asilkan 
laporan 
dari
auditor me':!genai
kesesuaiaa
kegiatan
w..au
kejadian yang  drperiksa tersebut.
  
15
2 2.2
Jenis Alldit
Menurut
Arens 
LoebiJecke (2001,
p4-5)
ada
tigajenis
aad.it,
yaitu:
1.  .  
Audit
Lat.'Oran
Ke:Ja!'lgan
(General
Financial Statement
Audit)
laporan 
kemmga.n  
ber.:ujua.n 
untuk 
menentulam 
apakah 
laporan
diverifikasi
telah
disajikan sesuai 
dengan
kriteria-kriteria
tertentu_
2.  
Audit
Operasi.ona!atau Ma.11ajemen
(Operational or
Management
Audit)
Audit   
operasiona! 
penelaahan  
atas  
bagian 
dari
prosedur 
metode orerasi 
suatu 
organisesi
untuk
wenilai
efisiensi
dan
efekti:fitasnya.
Uwillilll.ya,  pada.
sam:
selesainya
audit
operasional,
auditor
akan 
rnemberikan
seju.'!llah  saran
kepada
::ml!'2je:men untuk
memperbaiki
jalannya
operasi
perusaha<'l-rL
3.   Audit
Katsatan
(Compliance
Audit)
Audit 
ketaata11
oortujuaz:
mempertimbang.!Qm  apa_kah k!ien
te!ah 
menglkuti
prosedur
atau 
aturan
tertentu 
yang 
telah 
ditetapk.a:l 
pili.ak
yang 
memiliki
otoritas
tinggi,
misaloya  pemeriksaall surat perjanjian 
dengan
bany!!k
d&"l
atan
kreditui
meJY.astika-'1 bahwa  perusahaan  tersebut  telah
meJnert!.ihi
keteentwm h:Lirum
yang
berlclru.
J!A.etode ""'""''
1. 
Auditing
around the
computer
Menurut
Ron 
Weber 
(1999,
p56), 
Auditing
around
the 
computer
merupa_lmrr suatu  
peniekata.'1
audit  
dengan
mernperlakulam
kompater
sebagai
black  box,
maksldnya
rr.erode        tidak 
menguji
langkah-langkah
  
16
proses
secara  langSU!'_g, teta;;ri
hanya  berfokus  pada
masll.kan dan
keluaran
d&i
sistcm ko:w.p;rter.
Auditing around the
computer
melihatkan
opL'li audit
seteiah  r:1emerikse dan
mengevaluasi
pengenclalian  manajemen
dan
input­
output hanya pacla
sistem
aplil<l!Sl.
Diasumsikan
bahv.-a
jikE.
masukan
benar
akan
diwnjudkan
pada.
keluaran, sellli'lgga pemrosesen
juga 
benar
dan
tidak
melakukan per,gecekan
terhaclap pern.""Osesan komputer secara
langS!L"Jg.
Pendekatan  ini menganda."!g kelemaban antara !ah"l:
a.  
Tipe 
dar!
sistem
komputer )'l!P,g dapat 
dijalanlrnn
sa.>J.gat
terbatas.
Tidak
dapat  
dig-w"lakan  ketika  sistem 
kompleks.
Ka:rena
auditor
akan  gagal  untuk 
mengerti  bebernpa
aspek 
d&i 
sistem  sehlngga  akan
memp:myai efek
yang bera.."ii pada
pendekatan audit.
b. 
Audit
around
the  computer           
menyediakan
irt..formasi
tentang
kelnakT!j)t:lill
sistem  dal3m
mengatasi  perubahan.
Sistem 
dapat 
didesain
dan
progrn."!l
dapat  
dibuat  
daiam 
kondisi
tertentu
1l11tuk 
mencegah
Keunggulan da..ri metode
audit
around the
computer sebagai
berLlrut:
a.   Pendekalan Jl.lf:g sederhana  untuk
me!akuiam
audit.
b.  
Dapat 
dilakukan
oleh 
auditor
yang 
memiliki  pengetahuan
minimal
di bidaqg komputer.
2.
AuditJfng through the
computer
Menumt 
Ron Weber    
999, 
p57),
Auditing
through the
computer
mempakan
suatu pendekatan          
yang berorientasi pada
komputer
der:ga.n
rnernbuica  
black            
dan 
secara  
langsung 
berfokus  
pacla  
operasi
  
!7
pemrosesan
dalam
sistem
komputer.
Dengan
asumsi
oohwa
apabila
sistem
pemrosesan
mpunyai
pengendaiia:l
y;mg  rm
madlri             
kesallahan
dan
pe:1yalahgunaan
terlewat 
untuk 
didetelksi 
Sel:mgai   akibatnya
kel:uarnn
dapat dfu
riJna.
Keuntunga:1 ui:a'llll          
pendekata:1
ini
adalah
dapat meningkatkan
kekuatan
terl:adap                
sistem
aplikasi
secara
efektif;
di 
mana ruang
Englc.tp 
dru"'                         
dari   pengujian
yang 
dilakukan
dapat diperluas
sehlngga 
tingkat
kepercayaan
terhadap 
keanda!an 
dari 
peng1l!Il1ipUhln 
dan
pengevaluasian                       
ditingkatkan.
Selain  
itu,  
dengan
memeriksa
SCC<l!a   
!ogika                                       
sistem 
aplikasi
kemrur,puan  
sistem               
menang&-ri   
;:;erubaha."l  
dan   kemungkirum
kehllarrg= ya:;g
terjadi pada masa yac"lg akan
datang.
a.  
Biaya yang 
dibutuhkan rell!tif                                                             
yang
banyak untu.\c
dapat
b.   Butuh 
keahlian
teknik           
lebili 
mendalam
untdc
m( Jruili11ll'j
earn
kerja sistetn_,
Menurut
(Control  ObJectives
diartikan
sebagai tujuan
peng<:m:lal;!an 
rmtuk
inforrnasi 
dan 
telmc)lo:gi
terkait
  
18
dart  
mempakan 
standa.r  
terbul<a  
umuk  
pengendalian 
terhadap  
teknoiogi
informasi  yang dikembang.n dan
dipromesikan
oleh Instit:1t
IT
Governance.
Empat oomain COBIT
diidenti:'ikasilm.n,
yaitu:
e
Planning
and 
Organization,
mencalmp
level 
strategis
dan 
taktis, 
dengan
fokus 
pada   
identifikasi 
terbadap 
TI  
untTlk
meningkatkan 
pencapaian
terhadap
rujnan-tujuan
bisrris.
0
Acquisition
Implementation, lliltuk merealisasi!au;strategi TI, solusi TI
yang 
per!u 
diidentiflkasikan,
dikembangkan
dfu<
juga 
diimpJ.ementasikan
serta 
diintegrasikan
dalam 
proses bisnis.
s
Delivery          
Support, 
membahas
mengenai  
penyampaian 
aktnal   dad
layanan
yang 
diperlui>.an,
dengan
menyusun kegiatan
operasional
ya.'lg
sedang 
be1jalan
t<:rhadap
kea'lli\nan
dan 
aspek  
kontinuitas
sampai 
pada
pelatilia:!.    Domain     
juga
membahas
me:ge'nai
proses
data 
a.ktua!
me:lal1
i
sistem aplikasi yiiP,g sering 
diklasirJ::asikan
dalam 
pengendalian aplikasi.
e
Monitoring,
pada  domain         lebih  difokaskan
kepada 
pengendalhn 
dan
pengawasa!1 terhadap 
sistem
aplikasi
yang 
sedang
berjala::1
baik 
dari 
segi
internal maupun eksterrdtl 
tersebut.
Proses
pengen.dalianfkontrol aadit:
"
Planning and  Organization (PO):
POl Menetapkan rer.cac;a strategis teknologi
infor1:1asi
(Define   a Strategic
IT
Plan).
  
19
P02
Menetapka.vt 
a..-sitektur 
informa i 
(Define 
the 
Information
Architecture).
P03 Mene:;tukan 
telmologi
(Determine
Technological
Direction).
P04   Menetapkan
Organisasi
dar:  
hubunga.."'Dya 
(Define 
the
Organization and  Relationships).
P05
Mengatur
i11vestasi
TI
(1vfanage the
II 1nvesment).
P06  Mengkomunikasikan Tujuan dan 
araban
manajemen
(Communicate
Management Aims  and
Direction).
P07 Mengelola sumberdaya '1usia (Manage Human
Resources).
PO&
Me;nastika:J
kesesuaian 
dengan 
kebutuhan-kebu.tuh&\1   
eksten:a!
(Ensure 
Compliance with
Exterool
Requirements).
P09 
Meni!ai  reslko 
(Assess Risks).
POlO  Me;:
gatur
proyek  (Manage Projects).
POll
Mengatur
Kualitas (Manage Quality).
"'
Acquisition and
Implementation (AI):
All Menti.11J,;:asi sobsi-solusi otomatl.sasi
(IdentifY  AutomaJed Solutions).
AI2 Merr.peroleh dan 
perangkat  lunak aplikasi 
(Acquire
and
Maintain Application Softvvare).
Al3 
Memperoleh
memelil:ll!ra infi:astrukttlf  org'&llisasi
(Acquire
and
Maintain Techndogy
Infrastucture).
Al4
Mcngemba;1gkfu>  dan  
memelihara
prosedur 
(Develop
and 
Maintain
Procedures).
A!5
Instalasi dan  pengakmm
sistem
(Install and
Accredit Systems).
AI6  Mengal:l.rr
pembaha11
(Manage Changes).
  
2C
"
Delivery and
Support (DS):
DS1 
Menetapkan
Services Levels).
menga ;;.r
tingkatan
pelayaD_an
(Define
and 
Manage
DS2 
Mengelola !ayar.an
lretiga
(Manage
Third-Party
Services).
DS3
Mengelola
dan
kinerja
(Manage
Performance and
Capacit;
DS.i
Menj!llltin
layanan
(Ensure Continuous
Services).
M<onj<tminkearr:a.TJan
(Ensure Systems Security).
DS6
Mengidentifikashic&'1 dan 
mengalokasikan
(Identify and
Allocate
Costs).
Mendidik
melatih user (Educate and
Train Users).
DS8 
Memba.'ltu 
mem  rikan  masukan lrepada pelanggan (Assist
and
Advice 
Customers).
Mengelo!a
konfignrasi
(l!lanage the
Configuration).
OSlO   
Mengelola 
kegiatan 
dan  
permasalahan  (Idanage
Problems 
and
Incidents).
DS11
Mengelola data (Manage
Data).
DS12 
Mt:ng,e!ola fasi?itas
(Manage
Facilities).
M<mg,elcia
operasi
(Mar.age
Operations).
"
Delivery and
Support
(DS):
JV::I 
Mengawasi proses (Monitor
Processes).
M2 
Mer:ilai  
keculrupau
pengendalian 
internal 
(Assess 
Internal 
Control
Adequacy).
  
21
M4
Menyedlakan audit 
ind.ependen
(Provide for
Independent
Auditj.
2.2.5 li"enge>1ian Audit Sistem Infermasi
        
Weber   (1999,
p!O),   pe"...gertianiJya secargaris
besar
dapat 
diartika.11 sebagal proses
peng1unpulan
dan
pengevalua.sian
bukti-bukti
mrtuk  mene!'Jtukan
ap!lkfu'l sebuah
sistem
komputer
telah.
menetapkan
sistem
pengendalia:.1
yang 
memadaJ, semna  aktiva 
dilindU!lgi 
d.engan 
baik
atau 
tidak
disaiahgunakan
serta 
terjaminnya
integritas
data,  
keandalan
serta 
efuktifitas
dan efisiensi
penyelenggaraan
sistem
izlformasi.
Menurut 
Aren 
dan 
Loebhecke
yang 
dil:er]ienmtlkzi!!
oleh  Jusuf 
(1996,
p1}, 
menambahkan
"untuk 
melaksanalGm  a:. d't 
diperlukan 
infof!".uasi 
yang
dapat
diveriflkasi 
dan
sejmruah
standru:
(kriteria)
yang
da;:;at
dig-Jnakan
sebagai
pegangan
pengeval1msia:J
infunnasi
tersebut. il.gar 
dapat 
diveriflkasikaJJ,
informasi
harus
da?at 
diukur.
I:nfurmasi
yang 
dapat 
diukur 
memiliki
berbagai
bentclc''"
Kesimpulac'1 dru:i
teori-toori
di atas
bahwa
audit 
sistem
infurmasi  OOa!ah
proses                                
;:;engevaluasian                         
menentukan  apakah
sistem
kow,puter 
dapat 
me!indungi
aset 
atau 
kekayaan,
memeli!:lara 
integritas
data,  
memungkinkan
tt.juan.
organisasi
Ulli<uk 
dicapai 
secara  
efektif
dai!!
menggunakan s
:mber 
daya
secara 
el'l.:siel1.
2.2.6 
Audit
Sistem
Informll.!li
Menurut  
Ron   Weber   (!999,  p11-13),
tujuan
audit   sistem
informl.!Si •
dapat 
disimpuikan secara garis 
besar
terbagi menjadi ernpat
taha;J,
yaitu:
  
22
Aset  
info=i
suat.:. 
perusahaa;1. 
seperti 
peracrtgka: keras 
(hardwm·e),
lcat
lu:tllk 
(sofl:viiare),
sumber
daya 
manusia,
file 
data 
hams
dijaga
ole!:  
suatu  
sistem 
pengendalian 
intern  
yang  
baik    agar  
tidak  
te!jadi
penyalahgunaan aset
perusa.
2.  
Men:ingkatlam integritas data
data   adal&'l 
salah   satu  
kcnsep
dasar  
sistem  informasi.
atribut-atribut
seperti 
kelengkapen, 
kebenara."'l
dan
kealrurntan.
Jika 
integritas
data 
tidak 
terpelhlwra,   maka 
suatu
perusahaan
tidak  akan 
lagi 
menriiiki
dapat
1nenderita 
kerugian.
!!tau
laporan
yang
beuar 
bahkan
perusahaan
3.  
Meningkatlam efukti:Btas
sistem
Efuktifitas
sistem
infnrmasi
perusahaan
me,miiiki 
peranan
penting
dalam
pe!1gG!IDlJilakeputusan.
Suatu sistem 
informasi dapat 
dikatakan efuktifbila
sistem infcrma.si
tersebut
telah
sesuai  der.gan
kebutuhan user.
4.  
Meningkatkan efi!;iensi
sistem
Suatu
sis:teln
sebagai
fasilitas
pemrosesan infurmasi diketakan
efisien
ia 
me:ngguJ'lllli:an 
smnber 
daya   serninimal
:numgkin   untulc 
mengh_asilkan
output 
yang
dlbutu!Jkan
Menurut
Weber   (1999,   p48),  
tal:1apan
audit  
sistem   info:rmasi
  
        •
1\ VI\!:ifj[t Re&'iw
[O'E-nqe-n!:!sdh:::n
Apt..'k h
P&!'t@.0t>d!!'lHsn
Dapt_a
d'isrn:!J!.!ka,"l7
PQITID:Bf$frii?tt    -------- ,
K rn bsiiRastko- 
I
?cng.en.dal\sn
Ya
At'B!<el1
PBflg&ndafle.u!'
MU iDSfi6tt
D!andalken?
Ya
'
f
Tingkatan
!<a.aril:!alan
Pense.nda!!an
Tidak
Penje!asan
dari
tahapan-tahapan di
atas:
?erencanaan
adalah
tahap 
awaL 
Pada  tahap 
auditor
menenta\an
tingkat  
preliminary 
:naterial 
u;nuk   audit  
serta  
mencoba  
memperoleh
  
pengertian 
n1engenru
pengenda.t an
yang 
digunakan 
&lam
Pertgujjian Pertgendaifun
(Test of Control)
hams 
melalrukan 
penguji&'l  
atas
tertentu   untuk
m
::ng.ev:aluasi apakah =eka beroperasi secara
ele:kti.t
3.
Auclitt)r 
menjalankan pengujian
subst:ar.tif
untuk
meng 
valua.si 
apakah ada
ke:salilltallll!Jatier
ll atau 
salah 
per:yajian drui 
alrurrta.,"1Si
yang
terjadi ataupun
yang
mu :in.1terj1cii.
4.
PeJJg>.ljian  
Balar ce
atau 
basil 
keseluruh:m
(Tests  of  Balances  or  Everall
Results)
Auditor 
meneari            
mendapatkm:
blLlffi 
yang  
cukup
unruk  
membuat
tiillJ:kat
kesalahan
atau 
salah 
penyajian
yang 
telah   c
·J
·
ata.upun
ya.qg mrlllg!cm terjadi.
Auditor
memberilcan          
apakah  ada 
kesalahan
material
ataupun
salah
penyajfun
  
2.2.8 
Aud!t
Mer:uru': 
Weber
(1999,
p66i-838),
terdapat
lima 
alat 
dan 
teknik
yang
dapat 
dig'£1nakan dalam 
men,"Ulcnpulkan
fu.kta,
1.
Audit  
Sojlware: 
secara  
D-'11Ul1'l
membal:ru; 
audit  
software,
audit  
khusus
industri
software,
high 
level  
language,
utility  
software,
expert  
systems,
neural  netv;ork
software,
dan
so.f
ivare
!ainnya.
Code  
Review,
Test   Data,  
Code  
Comparison:  secara
umum  membahas
tentang
di 
mana 
kesaiahan
(error) 
program
teljadi
dengan
cara 
meiihat
kcde
prog::am,
test
data  dan
perbandhgan
kode.
Concurrent
Auditing
Techniques: membahas
tentang teknik,
kebutulJa.'l
dar:
inplemer.tasi
bersaoaan. Tipe 
concurrent
auditing
technique:
integrated
test
facility,
snapshort atau extended
record,
system
control atau
audit
review  file,
continous and
intermittent
simulation.
4.  
Ir.terviews,  
Questionnaires,
Control  J:7owcharfs: 
membahas 
tentang
C:esain
dan
penggur£an interview, kuesioner
dar:
arus
pengendalian.
5.  
Performance
Monitoring 
Tools, 
mendiskusikan
tenta::lg 
objek 
dari
pengukuran
krrterja, 
karaktel:ist 
pengawasan penguku:ran, 
hardware,
sojlware, 
firmware, 
dan  
pengaw"'"asan
pengukuran 
cru:n n::rat"1 (hybrid),
bagaimana
hasi! 
dar!
pengukul'l!.!l
kinerja,
dan 
resiko 
untuk  yeme!iliarnan
integritas data
sewaktu
pengawasan kinerja dilaml;:an.
Audit
Faktor-fllktor  y<ng
mendorong
pentingnya 
pengendalian
dar:
audit
sistern 
t\1formru;i menUt-at Ron
Weber  (1999, p5-l
0)
adalah
untuk:
  
Mendeteksi
kcmputer  tidak
c!ikelola secara
lnrrang terara.i}, tidak
ada
      perenca.'1ll£m teknologi informaspimpinan
tertinggi  orgar.isasi
kura..YJg  peduli, tidak ada
pelatihan  dan 
karir  personil yang 
baik, 
dan
sebagainya.
2.  
Mendeteksi
resiko 
kehllangan
data.
3.  
Mendeteksi
resiko   penga:·nbilan 
keputusan
yang 
sa!ah 
akibat 
i.tformasi
basil p:r<JS<s sist•e:n komputerisasi salah atau
4. 
MePJaga aset  perusahasn
kare::ta nihil
hardwure,
software
dan  personil
yang  laziJJ:L'lya tinggi.
.
'
rwndeteksi resiko  error
kornputer.
6. 
Menjaga 
keJcahasiEaJn,
maksudnya
ialah 
::,ah,w
sistem
informasi
berbasis
komputer 
hendaknya 
rnemp1myai
kemampuan
untuk 
memproteksi
data,
aman, 
terjaganya
privacy
para penggunanya dan
sebagainya.
7.  
Mendeteksi resiko 
penyalahgu 'l. kompute::-.
8.  
Meningkatkan 
per,gendalian.
evolusi
penggunaan
lmmputer,  yaitu
jangan
srunpai suatu
orga:nisasi
atau
peru.."l.l.baan
mela..lruka.rt
komputerisasi
secara
tidak  terl
endali 
sehingga 
te!jadi  pemborosan-pemborosan
atau 
tingkat
keamanan
yang kurang
memadru.
Menlli'ut Mulyadi  (2001,  pl63), sistem  pengendalian
internal  meliputi  ·
menjaga
kekayaan   organisasi,  
mengecek    ketelitian
  
27
ak .ans.L   
mendorong efisiensi   
dan   mendorong 
dipat•1hinya kebijakan
YJJ.a:lajemeJL
2.3.2.1!"e
Tgemlirui:m
Manajemen
i?eag<3!Klali·:m
JV!anajemen
tcrdiri
dad:
L
Pengendali:m
Top
Ma::Jajemen
(Top
Managernent
Control)
manajemen 
menurut 
Ron 
Weber 
(1999, 
p39),
merupakan
sebuah
pengendalian
o!eh
pimpimm
perusahaan
yang
bertanggnng
jawab  
terlL'Idap
f.mgsi 
sistem  
i.'!furmasi 
yang
berhadapan 
dengan 
banyak 
tantanga:n, 
seperti 
perkembangan
hardware
dru:
software.
2.   Pengendalian
Manajemen 
Sistem   Informasi 
(Information 
System
Management Control)
Information   systems  
managemr;nt   
menurut    Ron  
Weber
(1999,   
p39),   
memili i  
tanggung   
jawab   keselu_ruhan dalam
merencanakan
infofllJaSi, juga memberikan saran unt!.!k
rnanajemen puncak dalam
hubunga:'mya
dengan  peugarnbiliui  keputusart  jangka 
panjang 
dan
menerjernahkan kebijakan 
jangka  
panjang 
ke  dalam
]11an
sasara•'l
jangka pendek
  
28
Pengendali:m
terhadap 
Manajemen 
Pe::lgembanga-'1
Sistem
Informasi
(Information
System
Development Afanagement Control)
Pengenda1ian
terhadap manajeoen
pengeobangan
sistem
infc:rr:naLsi 
menurut
Ron 
Weber
(1999,
pl05), 
bertanggnng
jawab
terhadap
fungsi
analisa,
desain,
pengembangan.
implementasi dan
maintenance siste;n
h""lfunmsi.
Pengendali:m
Manajemen 
Sumber
Data 
(Data 
Resources
Management Control)
Menunrt  Ron  
Weber   (1999, 
p206),
pengendalian
sumber
data
ya."lg            
yaitu:
a. 
User 
harms dapat
membagi
dat!!.
b. 
tersedia 
untuk 
dapat  
diJ,;un.ak.&1
kapan 
saja, 
di
mana1mn
da-'1
bent-Jk
apapun.
c. 
hac-us 
dapat 
dbnodiflkasi 
dengan 
mudah 
oleh   
yang
berwena!',g sesuai clengan
kebutclllln user.
d.  
Memelihara interg i.t!;.s data.
Agar 
kondisi
tersebut
dapat
dieapai,
maka 
dibutuhkan
solusi
teknik
dengan
mer:ggunakan
sistem
manajemen
database
yang 
baik
da!am
sistem
penyimpanan
data.
Denga.'l
sistem
database yang
baik
m.aka 
independensi
data, 
integritas
data,  
da_q 
pengendalian
akses
dapat  dilakukan atau 
dike!ola 
dengan lebih 
baik.
  
5.  
PtOugendalian 
Marnjemen 
Jilmbzn 
Kualitas  (Quality
Assurance
Management
Control)
Management qv.ality 
assurance
menumt        
Weber 
(1999,
p332),
berkonsentmsi
untuk  
memastikan 
bahwa 
siste;n 
informa.si
yang                                   
fungsi   sistem   informasi  
mencapai  
suatu
staru:lar  
kualitas   
yang    
dapat  
diterima  
dan    
pe
gemb&'lgan,
imp!ementasi,  
operasiona!  
dan   
mainter.ance  
terhru1ap   
sistem
iTiti1ro-"'·'i
tumi
lc
kepada
standai: kualitas
yang
telah
ditetapkan.
6.  
Pengendalian Manajemen
Keamal1ll.!l (
SeCW'ity Afanagement
Control)
Menurut         
Weber 
(1999,
p257),
pengendalian techadap
mamjeme::t
kea=nan
seci!!"a
garis 
besac
bertanggung
jawab 
dalam
menjan;n aset sistem
info=si tetap &-nan.
Am.;runan
p+ama
terimdap  keama1mn
dapat  
bersifat  
karena
manusia
yang 
bersifat
kelalaian
maupun
kesengajaan, antara
An•carrmnkebakaran
Beberapa
pela.lcsanaan.
pengamanan
untuk   ancrunan
kebakaran
kebakaran
otc•nx1tis
yang 
diletakkan
pada
teropEtt
di mana aset-aset sistem
informasi
berada.
  
Memiliki  tabu:Jg
kebakaran 
yang  
diletakkan  pada 
lokasi
yar.g mudah
diambil.
"'    Memi.lilci tombol
power  utlullf!
(termasuk  AC).
"  
Gedung
tempat  penyimpan&'1   
aset   
sistem     infomni
dibar4;un
dari
baban
tahan
api
atau tangga
da.rurat yang
diber!
tanda
de:r;garr
jelas
se!1i.11gga la:..ryawarr dengan
mudah
rr::enggiJI!akann;y1::.
b.   Ancaman
harrjir
Beberapa  pelaksanaan
pengamauan
untuk  a::tcaman keba:njimn,
al1tara
lain:
Menyediakan
alarm
pada  
titik 
strategis
di 
mana
material
aset sistem infonr..asi
diletak,.\an.
"
Sem;Ja 
material
aset 
sistem
informasi
diletakkan
di  tempat
yang
tinggi.
Menutup  peralatan.
hardware
dengan  baharr
yang  J:al1.an
sewaktu tida.k diguna.ka.n.
c.   Pe:mba.llfu"1. tegaugan su:m
er
energi
Pelaksan!lan
pengarmliJa.ll
u::lt!l..li::
menga.'1tisipasi 
perubahan
tegangan  sumber  
energi  
listrik, 
misalnya 
menggiJI!akan
stabilizer 
ataupun
untuk 
Uninterruptible
Power  Supply 
(UPS)
  
yang 
memadai
dan 
mampu ro.engatasi
tegangan
listrik 
jika
tiba­
tibat=-
d.  
Kel:'l.lSllin
stnlktlmli
Kernsakan 
struktural 
terhadap 
aset    sistem 
informasi 
dapat
teljadi
ka..reP.a
adanya
gempa
dan 
angin. 
Beberapa
pelaksanaan
peng&narum 
untuk 
mengantisipasi 
kemsakan 
struktural,
rnlsclnya
lokas!perusah= yang  jarar.g  terjadi
gempa
dan
a.qgiE. ribut.
e.
Beherapa
pelaksaru!.an
pengamanan
untuk 
mer,gamisipasi
polusi, 
misa!nya 
situasi 
kamor 
yang  
bebas  
debu  
dan 
tidak
w..emperbolehklm 
memba\va  binata11g
peliharaan
serta   dengan
atau   meletakkan minuman di
dekat
per&lai:an
komputer.
f. 
Penyusup
!1e:a.kS!!illlall pengamanan unruk 
mengarli:isipasi 
penyus:up 
dapat
di!akukan 
dengan  
menempatkan 
penjaga 
dan   
pengguuaan
Virus
Pelaksanasn 
pengal!lllnan
untuk  
mengantisipasi
virus 
meliputi
tindaklm:
"
Preventll,  seperti 
menginstal
a."lt:
virus   dan 
mer.g-update
secara
melakukan scam file
yang
a!am
digumklm.
  
., 
Detektif; melakukan scwt  secara rutin.
"
Korektii; memastiY,.an
back-up 
data bebas
virus,  perr,akaia11
&-rti
virus
ter!:m.dap file
yar,g
tef eksi.
              
pelaksanaan
pengamanan
untuk
menga11tisipasi
hacking:
"
Penggunaan  kontro! logikai  seperti 
penggunaan 
password
yaP,g sulit 
un!:ck ditebak.
"
Petugas
kea.'TIIII'..an 
secani
teratlrr :memonitor sistem
yang
digunakar1-,
Penge'1dalian
akhlr
dapat
dilaksanakan
apabiia
ancan:12n
kear-..!lllna'l benar-benar
telah
terjadi antara
lain:
a
Renca.'la PemulL'ftan
Bencana
Rencana
pemulihan
me.njwii
keadaan
normal setelah
teijadinya
bencana 
ililakukan kegiatan-kegiatan
yang 
pada
bakekatnya terdiri
"
Renca:Ia 
Darurat  
(Emergency
Plan)  
yaitu    jika   
teljadi
sesuatu,  
tii:Jda.lca:n 
apa
ya.'1g
har-us
segera dilaku.kin dan
baga.L111ana
melakulr.rumya.
"
Rencana
Back-up   (Back-Up 
Plan)  
dilakukan  misalnya
membuat
persetujl.lll.l"l denga.n
unit 
komputer atau instalasi
  
lz.iP
yaitu 
bila   terjadi   rnasa!ah   dapat
menggur.ak:an
kom.p:Jter 
di
ternplt tersebut.
"'
Rencana
Pemulil1a11 
(Recovery
Plan) 
yaitu 
prosedur apa
yang 
harus 
di!akukan  
dapat 
kembali 
be:ro:;>erasi
dez;gan
starting
pada
saat  
kerusakan te;jadi
(tidak
proses
yattg
sudah dikerjakan
dari 
saat
start-up sampai
mesin
down  atau
listrik
mati).
"
Rencar.a
Pengujian
(Test 
Plan) 
di
mana sel1lnk'l 
program
kerja yang sudal1 direncanakan
perlu
diuji
ooba  terlebih
da.iulu untllk test
atau uji
keahlia::mya.
b.   Asura:nsi
dipertimbangkan
cost 
atau 
benefit-nya untuk
memiliki 
asnrans1 
unmk  
pe:ra!atar., fusilitas, 
media
penyi:.;::parum,
gangguan
bisnis,
delru..'llen
dan 
kertas
yang
berwga yang ada   iestalasi.
7.  
PengendaJi,m 
Manajemen  
Operasional   (Operation
Management
ControV
Menurut 
Ron
Weber 
(1999, 
p289), 
seca:ra keselunlhan
per,gendaliar. 
operasiona!  
bertanggung 
jawa.b   
terbadap 
hal-hal
sebagai
be:rikut:
a.  
Pengoperasian komputer.
  
34
b.   Pengoperasian
jaringan.
c.   Persiapan
dan pengelltri.an data
d.   Pengendalian produksi.
8.   Pengendalian Program  Manajemen
(Programming
management)
Men rrut    
Ron    
Weber      (1999,      p39),    
programming
management
bertanggth"lg
jawab
dalam
proses
pem:rograman
sistem
yang
bam,  merawat  sistem          
dan
menyediakan penmgkat  la11l'!k
We'xr 
(1999,   p365),  
pengenda!ian
siatem
aplikasi 
berkaitan   denga.Cmenja;rrJn
sistem 
aplikasi 
1ndividu 
untuk
menjaga 
aset,  
mer:jamin 
integritas
per-JSI!haan dengan
efulctifda."1 efisien"
l.
Boundary Control
dan  
mencapai   objektif
MemLrut            
Webe;·
(1999, 
p368), 
subsistem
boundary
menghubm:g]r..an
arJ:ara
user                
sistem  kompt.'1er dan
dengan
komputer                     
mengendalikan
sifut        
fungsi  pengendaliat"l
ukses.
  
2. 
Control
Menumt
Ron 
Weber 
(1999,
p418),
per;gendaEan
inputbert:mggung
jawab 
untuk
mengi:rimk:an
data 
dan 
m.stru.'<si
da.ri
pengguna
kepada
sistem
aplikasi
merupak:m
sa.lah
satu
tahap
daiam
sistem 
kompuierisasi
yan.g
pa!iTJg krusia!
dar! 
mengandung
resiko. 
Resiko
yang 
diliadapi
misalnya:
<>         
Data tr:msaksi
ya.TJg
cllitulis
oleh  pelalru
transaksi
salah
(error).
Kesa!ahan pengisian
dengan
kesengajaan.
PenuEsan tidak 
jelas
serJngga dlbaca salah
ole!l
orang
lair;.
3.  
Database Control
Menurut            
Weber     (1999,  
p560),  
pengendalian  
database
bertangg-o.ih'lg jawab   
terhadap   
mendefi1risikan, 
membuat,
memodifihsi, menghapus,
membaca d<rta cla!am sistetu
informasi.
4.   Processing C011trol
Me:mrut   
Ron    
Weber    
(1999,   
p517),   
pengeadalian   
proSes
bertanggung 
jawab
terhadap
perhitungan,
pengklasiflkzslan
mern .md.aia.
  
Output
Control
Menlli"""Ut  
Ron   Weber  
(1999, 
p613), 
pengenda!.i.an 
output
menyediakan
fungsi  y L'lg menenffikan  lsi
data 
yang  akan  tersedia
bagi  
per.gguna,  
cara   data   diubah  
dfu1 di?resentaslkllll 
kepada
pengguna,
dan 
cara 
data 
akan 
disediakac dan
didistrib!lSikan
ke
pengguna
Pengenda!ian 
ke!J:Ja.ra.'l
pada 
peP.genda.lian
intern
digunakan
untuk
mendeteksi 
jll£'lglll1
sampai  informasi
yang 
disajikan
t;dak
alrurat,
tidak 
lengkap,
tidak
mutakhlr
datanya
atau 
didistribusi.lcan 
kepada
orang-oraP.g
yang tidal(
berhak. 
Kereungkinan
resiko
yang 
dihadapi
terkait
dengal'l keluaran. 
adalah
seperti
laporan
tidak 
akurat, 
tidak
lengkap, 
terlarebat   atau    dataJ:ya  
tidak   
up   to   date  
lremudian
banyaknya
item
data
yang
tidak
relevan.
6.   Communicatbn
Controls
Men:uut           Weber (1999, p470),
pengendalian komunikasi
bertanggung
jawab 
untuk  
mengirim
data  
antar  
subsistem
dalam
selmah  sisten
dan
juga
ke sistem
!ai."lnya,
Mer:mut
Maiwald
(2003,
p144),
risk is the underlying concept
that 
forms the
basis 
for  what  we  calls   "security".
Risk  is  the  potential 
for  loss  that  requires
protection.
(Resiko 
adalah
konsep 
yang  
mendasari   apa 
yang  
kita 
sebut  
dengan
"keamamm". Resika adalah 
potensi kehilangan perlindungan yang 
dibutuhkan).
  
A
vulnerability is
potential
avenue of
attack. (Sifat raw&-'l
adalah
pendekatan
potensiai
dari serw an).
A
threat
is
an
action
or
event 
might violate the
security of
an
infonnation
system  
em;ironment. 
(Ancardll.TI
ada1ah tindakan atau peristivva yang mungkin
mel.fu"lggar keamanan
iingkungaa sistem informasi).
Threat
+
Vulnerability= Risk
Risk
is
the
combination of
threat  and
vulnerability. (Resiko
ar!al"h kombii"lasi
dari ancasnan dan
kerawanan).
Resik:o
dapat dide:firJsika'l. dalarn tiga tingkata.'l.
secara kualitatif, yaitu:
1. 
Low
(rendah)
Kerawanan
sebuah   tir
atan 
resiko
da!aJ11
organisasi,
walaupth'l itu
tidak
diinginkan
teljadi.
Tindakan
untuk
memindahklm
atau
menghil lcan
keraWQ-,an ha:rus dilakukan 
jika   mungkir>
tetapi
biaya
cad 
ini 
seharusnya
b=t bertenta.ngan dengan
penunman
keeil
dala;:n resL'zo.
2.  
Medium (menengall)
Kerawl!nan 
merrempati
tinglrsiguifik:m.
dari 
resiko
untuk
kernhasiaa_1J,
integritas, 
kemam
m.a:1, 
dan  
atau   pelapornn
dari   sistem   informasi
organiaasi,
a"cau segi 
fisik.
Ada 
kemungki.'lan nyata
ba.l:lwa
ini
mungkir:
teLjadi. Tindakan untuk
merghilangkan kerawa;·1an
adaiah
kebijaksa.r;aan.
High
(Jinggi)
Kerawanan
menampati
tingkat 
berballl!ya untuk
kerat.asiaan, integritas,
kemampuan.
dan 
atau 
pelaporan
dari
sistem
informllSi organisasi, atau
  
segi
Esi" 
Tindakan 
l:mus
dian:.bil  
secara
tepat
untu.k 
menglrilangkan
Menurut
James A.
Hali 
(20(Jl, p155-l61), kontul
merna! yang didefinisikan
da!am
Statement  on Auditing  Standards  No 78 (SAS 78)
yang
menaati
rekomen:.lasi
dari
Committee
of
Sponsoring 
Organizations of
the Treadway
Commission
(COSO)
terffiri
dari
lima komponen yai.tu sebagai
berik"c t:
".   LingkUl"...gan Kontrol
L!ngkungan
kontrol
adalah
pon:.lasi 
dad 
keempat
komponen kontrol
uunn:ya,
Lir:gku!'.gan kontrol
menetapkan 
suasana
orgar>isasi 
dan 
mempengaruhi
kesadaran 
kclltrol 
dari
para 
llllL'lajemen
dan 
pegawainya.
Elemen-e!emen
yang
penting
da.;
l
ingkungan kontro1
,
yaita:
etika
mai'Jajeme!L
@
Struktur
organisasL
"
dewan
di::ektur organisasi daJl komite audit, jika
ada.
"' 
Filosofi
rll!IDajemen
dan gaya opernsi.
"
Prose::!ur 
pendelegasian
tanggung
jawab
dan  otorit.a<;.
"
Metode
manajemen da!am menilai
kiJJ,e:j.a.
"
ekstemal,
seperti
peniiaian dari agen penentuan
und&>g-undang.
"
Kebljakan    dan  
praktik 
organisasi   dala.'TI 
memtoejemen 
sumber    daya
manusianya.
  
39
melakukan penilaiac'l  resiko
tLtltuk
mengidemifikasikac'1,
mengat-ur    resiko-:resiko 
ya.'lg
der.gan 
pe!apors
muncul atau bembah dari situasi, seperti
PeJrul:>ahan 
dalam 
lingklL'lgan 
operas<  
yang    memaksa
tekanan 
baru 
atau
perusahaaa
., 
Personil 
barn   yang   memegang pemahawn  kontrol
int•ernal 
yang  
ber':Jeda
atau tida.k
m<:madlri.
"
Sistem
pemrosesan
@
Pe1turnbuban
din::kayas;a
kembali
atau 
barn
signif'ikan dan  cepat  yang   menyarmg
im11tr<ll  internal
yang 
ada.
.,
Penerapan
tez:nar:oji
baru 
ke 
proses
pmduksi
atau 
sistem
infonna:si
yang
mempengaruhi pe;:nn)se:santransaksi
"'
Perkenalan. 
akan 
lu:ri  
atau 
kegiatan 
produk 
baru   
dengan
organisasi yang sedikit
"'
Restrdctu::'JSai or€ 11.\!:srusi r:xentghasilkllnpengurangan dan  atau
pelJg ilolcasian
kem!:raii
personii-j:;ersonil
diproses.
<
Memasuki pasar
berkaitan transaksi
r::Jata
ua'lg
,. 
Penerapan  prinsip 
akuntansi
laponm keuangan.
dan 
pemrosesan transaksi
rne::npengara.c'li
operasi, yaitu
resik:o 
yang
yang   
mempengaruln 
persillpan
  
40
3.   Irrfm:masi d&'"! Lingkur.gan
Sistem  infon:nasi akuntansi  terdiri  dari 
atas 
catatan-catatan
dan  rnetode
yang  digur..akan
un::.t.ic  rnemu1ai,
1!TI<mgide:•1tifJcasi, 
I!lengaualisis,
mencatat
traJ'JSaksi organisasi 
serta
rnemperbJrungk.an aktiva
dan
kewajiba.'1 terkait.
Sistem
informasi
a. tansi
yang
efek1:if akan:
"
MengiderJ.iflkasi.
da11
mencatat
semu.a transaksi  keuangan  yang
sah.
yang
:rumit
U."liu.k
memi:ngkiu.kan klasifikasi 
dan  pelaporl.l.!l
keaangan
yang
benar.
"
M:engukur
nilai 
transaksi   keuangan   dengan   akurat   sehingga 
efek   mereka
dapat dicatat
""''"'ulaporan
keaar.gan.
"
Mencatat
tra:: Sa.!(si dengan
aku.rat yada periode
waktu
mlillcdnya.
4.  
Pengawasan
Plhak  manajemen   harus 
menentukan   bahwa 
kontrol 
i'11:enlal
berftlllgsi
dengan
benar.
Pengawasan
OOaJ.ah
proses di
mana
kufi.Jitas desain
kontrol
i.'l!emal
operasinya  dapat   di11ilai. Pegawasan 
yang   berkelanjutan 
dapat   dieapai
denga.'1  mengintegritas
m.odul-modul 
komputer 
k..husus
ke 
dalam    sistem
mJ·bn:nasi
yang 
mena.ngkap
G.ata 
kunci 
dan 
atau 
melakalan
tes 
kontrol 
lli"'ltu.k
diJ.a.lmkan sebagai bagian. dari
kegiatan
operasi
ruti.\1.
mencapai   pengawasan 
yang   berkelanjutan
adalah
penggunaa.'l 
laporan 
m
mc e1rnen sec
'!bijaksana. Laporan 
yang  
tepat 
waktu
memungkinkan
para 
manajer
di 
wiiayah-wi!ayah
fimgsional
seperti
penjualal'l,
  
41
pembelian,
prcduksi,
dan 
pengeiuaran
kas 
untuk
mengawasi dan 
mengontrol
kegiatan
operasi
mereka.
5.  
Kegiat>..,,
Kcmtrol
Kegiatan
kontrol 
ana·ah
kebijakan
dar,  prcsedur
yar
digunakan
u..11tuk
w.emastikan 
bahwa   tL11dakan
yang   beP.ar
diambil   untuk
menghadapi  resiko
organL<asi
yq
diid.enti:::kasi. Kegiatan kegiatan
kontrol
dapat
dikelompokkan
menjadi dua kategori yaitu:
"
Kcntrol Komputer
Kontr::Jl
komputer 
membentuk 
mcteri 
y
qg 
menjadi 
fokus 
utrur"'.
Kontrol
ini
secara 
berkaitan  dengan 
lhtgku.ngan  teknclogi
infor1r i
auditing telL'lologi
dikelompokkan
dalam  dua
kelompok
besar
yaitu
ko:1trol um;un 
kontro!aplikasi.
"'
Kontrol
Jenis  kegiatan kontml
terutll!11l! 
berkaitan
dengan
sistem
alruntansi
tradisional yang
menerapkan pmsedur
manuaL 
Ada
enam
ka:tegori
tradisional
dari
kegiatan
kontroi.
fisik, 
yaitn:
a.  
Otorisasi tr
'!SI!ksi
Otorisasi 
tnL-.saksi 
adalah             
memastikan 
hailwa   
semua 
materi
transa.i
yang
diproses
oleh  sistem                     
tersebut  valid
dan 
sesuai
dengan tujuan lJl!Lc'llljemen.
  
42
b.   Pemisartugas
Pemisahan t:.Jgas dapat 
mengambil banyak 
berrtuk, bergz.mung  pada
tugas
yarJg
c.  
Supervisi
Korrtrol
adalah 
bahwa 
perusahaar:
me;npekerjakac11
personil
yang
kompeten dru1dapat r:lif>en:a.ya.
d.  
Record
akuntansi
Record 
akur.ia.""Jsi tTadisio:nal dalam suatu 
organisasi
terdiri atas 
dokumen
s-UJTller, jurnal,  dar. bu.lru
be=.
e.   Kontro!akses
a.lcses
adalah  untuk  
me:nast5kan 
bahwa  
hanya 
personil 
yang
d
iotodsasi yang
memi!iki akses
ke
aktiva  perusahaar1.
f. 
Verifikasi
independen
Prosedur 
verifikasi  
adalah 
pengecekan 
il:dependen 
terha.Cap
sistern
alruntansi untu.l,: mengiden.tiflkasi kesalaha'l
dan
salah 
penafsiran.