Home Start Back Next End
  
58
terkumpul
pada
objek
yang
diteliti.
Berikut
ini
dikemukakan cara
pengujian
validitas
dan
reliabilitas instrumen
yang
akan
digunakan untk
penelitian,
sedangkan reliabilitas dapat
diukur
dari
tingkat
koefisien
korelasi
antara
percobaan
yang
pertama
dengan
percobaan
yang
berikutnya. Bila
tingkat
koefisien
korelasi
menunjukkan sisi
positif
dan
signifikan,
maka
instrumen
tersebut
dapat
dinyatakan
reliabel.
Pengujian
ini
sering
juga
disebut
pengujian
yang stabil (stability)
Sebelum instrumen (alat untuk mengumpulkan data) itu digunakan, maka
harus dilakukan uji Validitas dan Reliabilitasnya.
Menurut
Sugiyono
(2004,  p141)  dalam
pengujian
validitas
instrumen
dapat dilakukan dengan berbagai cara :
1.   Pengujian Validitas Konstruksi (Construct Validity)
Dalam
pengujian
validitas
ini,
dapat
digunakan pendapat
dari
ahli
(Judgement
Experts).
Setelah
pengujian
konstruksi
dari
ahli
selesai
lalu
diteruskan dengan uji coba
instrumen,
instrumen
tersebut dicobakan pada
sampel darimana populasi diambil.
2.   Pengujian Validitas isi (Content Validity)
Dengan
membandingkan antara
isi
instrumen
dengan
materi
pelajaran
yang
telah
diajarkan. Secara
teknis
pengujian validitas instruksi dan
validitas
ini
dapat
dibantu
dengan
menggunakan
kisi
kisi
atau
matrik
pengembangan instrumen.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter