3
BAB 2
DATA DAN ANALISA
2.1
Data Dan Literatur
2.1.1
Sumber Data
Data dan informasi
yang
mendukung proyek
Tugas Akhir
ini, diperoleh
dari beberapa sumber, antara lain :
Data elektronik (versi online atau internet)
Data non elektronik (versi cetak)
Interview (dengan pihak terkait)
2.1.2
Gambaran Umum Teh Kajoe Aro
Gambar 2.1
Gambar 2.2
Teh
Kajoe
Aro
diproduksi
oleh
PT
Perkebunan
Nusantara
VI,
Jambi. Teh ini diluncurkan pertama kali pada :
Hari/tanggal
: Rabu, 30 Agustus 2000
Waktu
: Pukul 16.00 s/d 18.00
Tempat
: Hotel Bumiminang
  
4
yang dipimpin oleh Drs.Hb.Djamali Abdullah, Direktur Utama PTPN VI
yang menjabat pada masa itu.
Teh Kajoe Aro diolah dari daun teh pilihan hasil kebun Kayu Aro.
Kebun Kayu Aro adalah salah satu diantara monumen sejarah bangsa
Indonesia. Perkebunan ini terletak di lereng Gunung Kerinci, Kabupaten
Kerinci, Provinsi Jambi, sekitar 460 km sebelah barat Kota Jambi
merupakan perkebunan teh tertua dan terluas di Indonesia. Terletak pada
ketinggian
1400-1600
mdpl,
dibangun oleh
Perusahaan
Belanda,
Namblodse
Venotchaaf
Handle Veriniging
Amsterdam (NV
HVA) pada
tahun 1925. Penanaman teh, yaitu dari biji teh dimulai tahun 1929 dan
pabrik didirikan tahun 1932 dengan kapasitas produksi 90 ton pucuk teh
per hari dan kapasitas terpasang 100 ton.
Sampai kini
Belanda masih rutin membeli
teh Kajoe Aro melalui
lelang.
Sekitar 80
persen
dari
enam juta kg
lebih
produksi
teh
kebun
Kayu Aro setiap tahun diekspor, hanya
20 persen yang dijual di dalam
negeri. Teh Sari Wangi dan Sosro, sebagian bahan bakunya berasal dari
produksi perkebunan teh Kayu Aro.
Nama  “Kajoe  Aro”  adalah  nama  sebuah  tempat  di  Sumatera
Barat, yang merupakan nama dari kebun Kayu Aro, tempat teh ini
dibudidayakan. Menggunakan ejaan lama karena dari zaman Belanda.
Teh Kajoe Aro mengandung antara lain :
o
Ribloflavin
Membantu pertumbuhan, pencernaan, dan vitalitas
  
5
o
Polifenol
Merupakan
Anti
Oksidan jenis
biolavanoid yang
100 kali
lebih
efektif dari Vitamin E, yang sangat berguna untuk :
-
mencegah  koresterol  jahat 
yang 
memicu  pertumbuhan
plak yang bisa menyumbat pembuluh darah arteri
-
mencegah arterisklerosis
-
memperlancar pembuluh darah arteri dalam mengirim
darah yang penuh gizi ke jantung dan seluruh tubuh.
Karakteristik Teh Kajoe Aro :
1.   Dibudidayakan di dataran tinggi (Highland Tea) pada ketinggian
1400 sampai 1600 mdpl
2.   Varietas yang spesifik ditanam sejak tahun 1926
3.   Diolah dengan teknologi tradisionil di pabrik terbesar di dunia yang
telah berusia 70 tahun
4.   Anugrah alam kerinci yang terkenal di pasaran dunia
Pembeli dari luar negeri yang mengatakan, baik lisan maupun
tulisan, bahwa teh Kajoe Aro sebagai teh hitam terbaik di dunia -
International
Tea
Committee
(ITC), komisi
atau
organisasi
teh
internasional pun mengakui teh Kajoe Aro sebagai teh hitam terbaik. Teh
Kayu Aro sama sekali tidak ada tambahan zat kimia atau bunga. Teh
Kajoe Aro dipasarkan dengan motto,
"Kenikmatan
Aroma
Teh
Yang
Sebenarnya".
  
6
Daftar Jenis Dan Harga Teh Kemasan Kajoe Aro :
Jenis
HET (Harga Eceran Terendah)
Teh Celup 25T
Rp. 3.600,-
Teh Seduh 250 Gram                                     Rp. 6.000,-
Teh Seduh 50 Gram                                       Rp. 2.000,-
Teh Seduh 50 Gram Special Blend                Rp. 1.500,-
Teh Seduh 500 Gram Resto                          
Rp. 7.000,-
2.2
Hasil Survey di Lapangan
2.2.1
Interview  (Bapak Dadang Juanda - KPB PTPN)
Teh Kajoe Aro adalah jenis teh hitam (Pure Original Black Tea -
No Taste). Nama Kajoe Aro sendiri berasal dari nama sebuah daerah di
Sumatera Barat, yang dalam ejaan baru dibaca Kayu Aro.
Teh
Kajoe Aro
mempunyai image brand yang cukup dikenal di
mata dunia, karena ketinggiannya, sehingga teh yang dihasilkan terjamin
mutunya.
Teh   Kajoe   Aro   diproduksi   oleh   SBU   Teh   Kemasan   PTP
Nusantara VI Padang. Tanpa bahan pengawet. Teh yang baik adalah teh
yang
langsung
tercium wanginya ketika pertama kali diseduh.
Teh
akan
awet dan tahan lama selama penyimpanannya baik dan tidak
terkontaminasi serta ditutup yang rapat.
Adanya kelemahan dalam distribusi teh Kajoe Aro ini, sehingga
tidak begitu dikenal di Tanah Air, karena
terikat dengan birokrasi yang
  
7
kuat, sehingga jika ingin mengubah dua sistem menjadi satu sistem akan
menjadi kacau semua, akhirnya ditunda, sehingga terhambat.
Masalah keunggulan, sangat relatif.
Tergantung
opini
masing-
masing
orang
yang
mencobanya,
sama
seperti
rokok, wine,
sabun,
dan
lain-lain. Selain rasa juga tergantung pada desain kemasan, warna, harga,
promosi. Teh Kajoe
Aro, aroma dan cita
rasanya sangat baik ,bermutu,
dan kandungannya sangat baik untuk kesehatan, tetapi untuk masalah
desain dan promosi masih kurang untuk melengkapi produk.
SDM, finansial,
row material atau bahan baku, semuanya tanpa
distributor, semuanya dihasilkan oleh PTPN VI khusus teh Kajoe Aro.
Bahkan untuk row material sendiri saja banyak diekspor di mancanegara
sebagai bahan campuran.
Target market kurang jelas, karena harga yang murah, kemasan
tidak menarik, sehingga sangat sulit jika ingin ditebus pada kelas atas,
padahal soal
mutunya, teh Kajoe Aro nomer satu. Oleh karena
itu tidak
mencapai target.
Kompetitor masih sulit dikatakan, karena disini kita harus mencari
teh dengan bahan baku (row material) yang sama, bahan baku teh Kajoe
Aro alami tanpa bahan pengawet dan diekspor untuk campuran bahan
makanan.
2.3
Data Pendukung
2.3.1
Teh Kajoe Aro Hangatnya Disukai Ratu Inggris
Jumat, 26 Januari 2007 (Irma Tambunan-KOMPAS)
  
8
Mata
kami
seperti
tak
ingin
berkedip
saat
melintasi
perkebunan
teh terluas di dunia, yaitu Kajoe Aro yang berlokasi di Kecamatan Kayu
Aro. Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Hijauan tanaman teh berbatang
pendek membentuk hamparan luas yang begitu indah, tepat di kaki
Gunung Kerinci dengan ketinggian 3.800 meter.
Sejak pukul 07.00, aktivitas ratusan
pemetik
teh
mulai
hidup.
Perempuan-perempuan setengah baya menggendong keranjang anyaman
rotan dari rumah.
Mereka langsung sibuk memetik pucuk-pucuk teh hijau dan
menyusunnya dalam keranjang rotan, sambil asyik
mengobrol satu sama
lain. Suasananya sedikit aneh ketika mendengar mereka bercakap-cakap.
Rasanya memang tidak seperti di Sumatera karena mereka menggunakan
bahasa Jawa.
Berusaha meyakinkan diri sendiri, saya bukan sedang di tanah
Jawa kan? Dan, sebuah pertanyaan spontan meluncur, "Mengapa mereka
tak ada yang berbahasa Melayu Jambi, padahal kita sedang berada di
Kerinci?"
Perkebunan Teh Kajoe Aro yang
dibangun oleh perusahaan
Belanda ini semula digarap ramai-ramai oleh kuli atau pekerja-pekerja
yang sengaja didatangkan dari Pulau Jawa.
Pemetik teh yang sekarang adalah anak-anak atau cucu-cucu para
kuli pada masa lalu. Di Perkebunan Teh Kajoe Aro telah berkembang
permukiman
para
pemetik
kebun, lengkap
dengan
sarana
kesehatan,
pendidikan, dan pasar.
  
9
Saat
akan difoto,
para
pemetik
teh itu begitu ramah menyambut
saya, meski dengan gaya yang malu-malu. Masih dengan bahasa Jawa ala
mereka, yaitu bernada agak keras sesuai dengan logat khas masyarakat di
daerah Sumatera, mereka mempersilakan saya mengambil gambar.
"Dari nenek, ibu, dan saya sendiri, kami semua bekerja di kebun
teh ini," tutur Ngadinem, pemetik teh yang neneknya berasal dari Pati,
Jawa Tengah.
2.3.2
Jumiati (Tester Teh Kajoe Aro)
KOMPAS-Nasrul Thahar
Tidak banyak yang tahu bahwa teh produksi PT Perkebunan
Nusantara VI (PTPN VI) Kebun Kayu Aro dengan merek dagang Teh
Kajoe Aro adalah teh dengan kualitas terbaik di dunia.
Satu dari 3.470
karyawan
yang
cukup berperan
dalam menjaga
mutu teh produksi Perkebunan Teh Kayu Aro adalah Jumiati (35). Wanita
cantik, berkulit kuning dengan wajah cerah yang bersuamikan Gunawan,
seorang petani kentang dan sayuran
di Desa Sako II, Kecamatan Kayu
Aro, Kabupaten Kerinci, ini sudah 12 tahun bekerja di Pabrik Teh Kajoe
Aro. Ia telah tujuh tahun
bertugas di bagian tester, yang tugasnya
mengetes kualitas teh yang diproduksi. Sejak empat tahun lalu, dipercaya
menjabat  Kepala  Tester pabrik.  Sebelumnya,  sebagai  asisten  tester,
kepala tester-nya langsung dirangkap kepala pabrik.
Meskipun dibantu tiga asisten (semuanya wanita), Jumiati tetap
turun  tangan  langsung  untuk  melakukan  pengetesan  teh.  "Pengetesan
  
10
dilakukan dua kali terhadap semua
jenis produk teh yang dihasilkan.
Pertama
terhadap
contoh
yang diambil
dari
pengeringan
(sudah
dikeringkan),
namun
belum disortasi.
Kedua,
setelah
disortasi
sebelum
dikirim untuk
pengantungan
atau
pengepakan.
Tidak
ada
produksi
teh
Kajoe Aro yang keluar dari pabrik tanpa melalui tes mutu terlebih dulu,"
kata Jumiati. Teh Kajoe Aro yang dipasarkan melalui lelang dalam
kantung, rata-rata 50 kg/kantung tahan dua tahun jika kantungnya tidak
rusak.
Tes
teh
dilakukan
untuk
mengetahui, jenis teh yang diproduksi
sudah sesuai dengan mutunya. Kalau ada perubahan dan perbedaan, kata
Jumiati,
akan
tercium dan
terasa
di
lidah,
karena
tes
dilakukan
tanpa
menggunakan gula. Misalnya, teh yang dihasilkan gosong, bau rumput,
bau
asap dan
sebagainya.
Atau
ada
bau
lain
di
luar
bau
teh, ada rasa
benda
lain
selain
rasa
teh.
"Kalau
warna,
lebih
mudah,
perubahannya
cepat terlihat," ujar Jumiati.
Jika
hasil
pengetesan diketahui dan dikenali ada aroma lain atau
rasa lain, produksi yang dites itu diasingkan atau dipisahkan, kemudian
diberitahukan
ke
bagian
pengeringan untuk
diperbaiki
atau
dicampur
dengan yang lain karena biasanya jumlahnya tidak banyak. Setelah
dikembalikan ke bagian pengeringan, kemudian dites lagi sampai
kualitasnya dinyatakan
oke.
Bau
asap
pada
teh
yang
dihasilkan,
bisa
disebabkan oleh kerusakan pada mesin pengering.
Sebagai tester, Jumiati mengaku pernah menerima keluhan atau
klaim dari pembeli di
luar
negeri
melalui
surat,
namun jarang
terjadi.
  
11
"Kadang  sampai  enam  bulan  tidak  ada  komplain,  kadang  dalam
satu
bulan
ada.
Komplain
terhadap
teh Kajoe
Aro
dari
pembeli,
umumnya
adalah terdeteksinya bau atau
aroma asap," tutur Jumiati.
Belum pernah
terjadi, pembeli sampai mengembalikan atau minta potongan harga
terhadap teh yang telah dibelinya karena terdeteksinya bau asap dan
sebagainya.
"Kalau ada komplain dari pembeli, perasaan kami tidak enak,
meskipun tidak ada teguran atau peringatan tertulis dari atasan. Paling
dinasehati
agar
lebih
hati-hati,"
tuturnya
lagi.
"Sebagai tester,
saya dan
para asisten tidak boleh lengah, harus selalu hati-hati. Tugas kami terkait
dengan citra yang sudah dibangun lama dan harus terus dijaga," ucap
Jumiati.
Dalam
mengetes teh
yang
dihasilkan, Jumiati
menggunakan
tiga
pancaindranya. Pertama sekali hidung, untuk mencium aroma teh, kedua,
mata melihat warna air, dan ketiga, lidah guna mengetahui rasa. Prosedur
pengetesan sederhana. Teh yang akan dites ditimbang sekitar 2,8 gram
(sekitar satu sendok) kemudian dimasukkan ke dalam cangkir disiram air
mendidih dan ditutup selama lima menit. Setelah itu dicium, kemudian
disaring
dan dilihat
warna
airnya. Setelah
agak
dingin
dimasukkan
ke
dalam mulut
untuk
mengetahui
rasanya
dengan
lidah,
terus
dibuang
(diludahkan) ke wadah yang telah disediakan.
"Begitulah cara pengetesan yang dilakukan terhadap semua
jenis
produksi teh Pabrik Kajoe Aro
yang sudah jadi, seluruhnya 16 macam
teh.  Pengetesan  dilakukan  setiap  45  menit  sekali,"  kata  Jumiati  yang
  
12
sangat
bangga
dengan
tugasnya
sebagai tester.
"Di
rumah,
saya
juga
minum  teh  Kajoe  Aro.  Kebiasaan  tersebut  sudah  berlangsung  sejak
kecil,"
jelasnya
lagi.
"Setiap
kali
ada
surat atau
ucapan
bernada
pujian
dari
pembeli
di
luar
negeri
yang
mengatakan mutu
teh Kajoe
Aro baik
adalah
tantangan
bagi
saya
selaku tester
untuk
terus
menjaga
kualitas,"
katanya lagi.
Jumiati, tamatan SMA Sungaipenuh, Kerinci, tahun 1988 ini tidak
memiliki pendidikan khusus sebagai tester teh. Pengetahuan atau
lebih
tepat  pengalaman  sebagai  tester didapatnya  selama  bekerja  di  bagian
tester sebagai
asisten
selama
tiga
tahun. "Ketika
itu,
belum
ada
kepala
tester, tester dirangkap oleh kepala pabrik," katanya.
2.3.3
Teh Kajoe Aro, Aroma Asli
KOMPAS-H. Nasrul Thahar
“IF you are cold, tea will warm you. If you are too heated, it will
cool you. If you are depressed, it will cheer you.
If you excited,
it will
calm you”  (Pakar teh dunia dari Inggris, WE Gladstone, 1865)
PT Perkebunan Nusantara VI (PT PN VI) yang menaungi atau
mengelola perkebunan teh Kayu Aro saat ini memproduksi
teh dengan
merek dagang Kajoe Aro. "Perkebunan teh Kayu Aro merupakan
perkebunan teh tertinggi nomor dua
di
dunia,
setelah perkebunan teh
Darjeling di kaki Gunung Himalaya dengan luas sekitar 500 hektar yang
berada pada ketinggian 4.000 meter dpl," kata Administrator Perkebunan
Teh Kayu Aro R Bangun.
"Namun, perkebunan teh
Darjeling tidak bisa
  
13
dipetik  sepanjang 
tahun,  karena  pada 
musim  dingin  tertutup  salju,"
tambah Bangun.
Perkebunan teh Kayu Aro adalah perkebunan teh tertua
di
Indonesia. Dibuka antara tahun 1925-1928 oleh Perusahaan Belanda,
ditanam asli
dari
biji
teh.
Empat
tahun
kemudian
(1932),
perusahaan
Belanda itu membangun pabrik teh di Bedeng VIII Kayu Aro dengan
kapasitas produksi 90 ton pucuk teh per hari dan kapasitas terpasang 100
ton.
Teh Kayu Aro adalah sejarah. Kebun teh Kayu Aro adalah salah
satu
di
antara
monumen
sejarah bangsa
Indonesia.
Untuk
membuka
perkebunan teh ini, perusahaan
Belanda mendatangkan ribuan pekerja
(kuli) dari pulau Jawa. Anak dan cucu kuli itulah yang kini hidup relatif
makmur   mendiami   desa-desa   enclave   dan   sekitar   perkebunan   teh
tersebut. Di samping bekerja di perkebunan, mereka memiliki kebun kayu
manis (casiavera), memelihara ternak, berladang sayuran (kentang, kol,
dan wortel).
Meskipun
kurang
dikenal
di
dalam negeri,
termasuk
Provinsi
Jambi, 
teh 
produksi 
perkebunan 
Kayu  Aro  sangat  terkenal  di
mancanegara.
Teh
Kayu
Aro
adalah
anugerah alam
Kerinci
yang
indah
yang terkenal di pasar dunia. Harumnya teh Kajoe Aro adalah aroma asli
teh. Sama sekali tidak ada tambahan zat kimia atau bunga.
Sekitar 80 persen dari tanaman teh Kayu Aro yang ada kini, masih
tanaman
asli
dari
zaman
Belanda, yaitu
tanaman
yang
berasal
dari biji
  
14
teh.
Perawatan dan pemeliharaan,
merupakan
kunci
utama
bertahannya
teh asli dari biji yang ditanam pada zaman Belanda itu.
Asisten Kepala Kebun Teh
Kayu Aro
Victor Sianipar
mengungkapkan, pemetik teh bertugas atau wajib mencabut rumput
pengganggu yang menjalar sampai ke pucuk teh. "Pemberantasan rumput
yang
menjalar
di
tanah
di
sela
pohon teh dilaksanakan oleh petugas
khusus, yaitu karyawan Perkebunan Teh Kayu Aro dengan rotasi dua
bulan sekali. Pemberantasan rumput liar di tanah ini menggunakan
herbisida," ujar Sianipar.
Menurut Direktur Utama PT PN VI Insyaf Malik, harga lelang
rata-rata
teh Kajoe
Aro 95
sen
dollar
Amerika
(AS)
per
kg.
Karena,
sebagian besar produksi diekspor, pendapatan PTPN VI dari kebun teh
Kayu
Aro
tergantung
pada
fluktuasi
nilai dollar
AS
terhadap
rupiah.
"Penurunan nilai dollar AS terhadap rupiah secara signifikan empat bulan
terakhir cukup mempengaruhi atau mengurangi pendapatan PTPN VI dari
penjualan teh," kata Insyaf Malik. "Biaya yang kami keluarkan umumnya
dalam rupiah,
hanya
sebagian
kecil
dalam
dollar
AS,
yaitu
untuk
pembelian kantung teh dan sedikit suku cadang pabrik," jelas Insyaf.
Musuh utama tanaman teh, menurut R Bangun adalah penyakit
cacar daun
teh atau
yang dikenal dengan Blister blight. Pucuk teh
yang
terserang mengalami
bintik-bintik
hitam (mutung), kira-kira sebesar biji
kacang
kedelai.
Spora cacar daun
teh
ini berada di
udara, berkembang
dengan cepat, terutama pada saat kelembaban udara tinggi, banyak kabut.
Sinar matahari terhalang sampai ke bumi seperti yang terjadi akhir tahun
  
15
2000
lalu. Serangan
Blister blight ini
bisa
mengurangi
produksi
20-25
persen. Di samping itu juga ada penyakit jamur akar putih, namun sangat
jarang.
"Pengendalian cacar daun teh ini
bisa
dilakukan
dengan
penyemprotan fungisida yang dilakukan setelah pemetikan pucuk teh.
Namun,
kalau
serangan
terjadi
pada
saat
musim
hujan,
penyemprotan
sulit
dilakukan
dan
tidak
banyak
menolong
karena
akan terbawa
air
hujan," tutur Sianipar.
2.4
Data Penyelenggara
2.4.1
PT Perkebunan Nusantara VI (Persero)
Gambar 2.3
2.4.1.1
Status
BUMN (Persero)
2.4.1.2
Bisnis / Industri
Industri Perkebunan
2.4.1.3
Deskripsi Bisnis
Kompetensi Perusahaan adalah di bidang Perkebunan
Kelapa Sawit dan Teh. Pengolahan Minyak Sawit dan Inti Sawit,
Pengolahan Teh Hitam (ortodox), Teh kemasan merek Kajoe Aro
  
16
(Teh  seduh  dan  Teh  celup)  dan  Pembangunan  Kebun  Kelapa
Sawit untuk Mitra/Petani
2.4.1.4
Landasan Hukum
PP RI No. 10 Tahun 1996 dan Akta Pendirian No. 39
tanggal 11 maret 1996 dari Notaris Harun Kamil, SH diperbaharui
Akta No.19 tanggal 30 September 2002 oleh Notaris Sri Rahayu
Hadi Presetyo, SH
2.4.1.5
Sejarah
PT Perkebunan Nusantara VI (Persero) berdiri sejak tahun
1996, yaitu hasil dari penggabungan PTP.III, PTP.IV, PTP.VI dan
PTP.VIII
yang
berada
di
wilayah Propinsi
Sumatera
Barat
dan
Propinsi Jambi, sesuai dengan peraturan Pemerintah Republik
Indonesia No: 11 tahun 1996 tanggal 14 Pebruari 1996.
Selanjutnya disahkan oleh Notaris Harun Kamil, S.H berdasarkan
Akta No. 39 tanggal 11 Maret 1996 serta Keputusan Menteri
Kehakiman  Republik  Indonesia  No.  C2-8334.HT.01.01  Tahun
1996  dan  akte  Notaris  Sri  Rahayu  Hadi  Prasetyo,  SH  Jakarta
No.19 tahun 2002 tanggal 30 September 2002, kantor Direksi PT
Perkebunan Nusantara VI (Persero) berkedudukan di Jambi.
PT Perkebunan Nusantara VI (Persero) adalah perusahaan
yang memiliki perkebunan dengan total luas mencapai 90.122,14
hektar. Bidang usahanya meliputi pengelolaan 17 unit perkebunan
  
17
meliputi
budidaya
kelapa
sawit, karet,
dan
teh,
serta
pabrik
berteknologi modren yang terdiri dari 4 unit pabrik pengolahan
kelapa sawit, 3 unit pabrik pengolahan karet, 2 unit pabrik
pengolahan teh yang menghasilkan produk berkualitas.
PT Perkebunan Nusantara VI (Persero) memiliki
karakteristik usaha yang spesifik, dibandingkan perusahaan
perkebunan lainnya. Terlihat dari komposisi pengelolaan 65,76%
kebun plasma
dan 34,24% kebun Inti, sehingga dibutuhkan
kepiawiaan  pengelolaan  dan  tanggung  jawab  yang  lebih
kompleks. Kendati demikian,
manajemen
senantiasa
meletakkan
kebijakan yang bertujuan memelihara dan mengembangkan aset
bangsa agar dapat memberikan manfaat lebih besar bagi
stakeholders, karyawan, dan masyarakat.
PT Perkebunan Nusantara VI (Persero) tidak semata
bertujuan
pada
keuntungan,
tetapi juga
memiliki
kepedulian
terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar dan
pembangunan  ekonomi  daerah  melalui  program  kemitraan  dan
bina
lingkungan.
Semua
upaya
ini selain
utnuk
menaikkan
nilai
ekonomis
perusahaan
juga sebagai bukti pengabdian dan
kepedulian pada tercapainya cita-cita untuk mengangkat harkat.
  
18
2.4.1.6
Visi Perusahaan
Visi   Perusahaan   menjadi   perusahaan   yang   tangguh,
tumbuh  dan  berkembang  pada  peningkatan  kualitas  kemitraan
serta ramah tamah lingkungan.
Visi
PTPN
VI
adalah perusahaan yang
memiliki
nilai
meliputi :
1.   SDM  kreatif  dan  berdaya  inovasi  tinggi  serta  mempunyai
integritas
2.   Komitmen
bersama
untuk
melaksanakan
tata
kelola
perusahaan yang baik secara konsisten
3.   Kemitraan yang serasi dengan stakeholders
4.   Memberikan kontribusi yang tinggi kepada negara
2.4.1.7
Misi Perusahaan
Misi Perusahaan
adalah Perusahaan yang mengelola
agribisnis dan agroindustri dengan menggunakan teknologi tepat
guna dan ramah lingkungan untuk menghasilkan produk berdaya
saing tinggi dengan dukungan kemitraan serta memanfaatkan
sumber daya dan budaya perusahaan untuk dapat memberikan
manfaat bagi pemegang saham,
karyawan dan masyarakat
sekitarnya.
  
19
2.4.1.8
Struktur Organisasi
o
Dewan Komisaris
-  
Komisaris Utama : DR. Ir. Mohammad Jafar Hafsah
-  
Komisaris
: Drs. Maman Lukman H.
Uteng Suryadiyatna Drs.
Amir Hudin Siregar
Drs. Brata Antakusumah, Ak
o
Dewan Direksi
-  
Direktur Utama
: Drs. Amir Soenarso, Ak.
-
Direktur Produksi 
: Ir. Paul Siregar
-
Direktur Keuangan : Ir. Syaiful Bachri
-  
Direktur Pemasaran: Drs. H. Ramlan Nasution
-  
Direktur Umum
: Ir. H. Eddy Yanto
2.4.1.9
Budaya Perusahaan
Keterbukaan,   kebersamaan,   kebersihan   dalam   meraih
prestasi, dan citra Negara Indonesia di mata dunia Internasional
2.4.1.10
Produk
PTPN VI memiliki 13 unit usaha kebun, sebagai berikut :
1.   Ophir
2.   Bunut/Pinang Tinggi
3.   Tanjung Lebar
  
20
4.
Durian Luncuk
5.
Rimbo Dua
6.
Solok Selatan
7.
Batanghari
8.
Pangkalan Limapuluh Koto
9.   Rimbo Satu
10. Kayu Aro
11. Danau Kembar
12. Mekanding
13. PKS Bunut/Pinang Tinggi
2.4.1.11
Alamat
o
Kantor Pusat
Jalan Zainir Haviz No. 1
Kotabaru - Jambi 36128
Indonesia
Telp
: (0741) 445603, 445604
Fax
: (0741) 445500, 445608
Email
o
Kantor Perwakilan Padang
Jalan Khatib Sulaiman No. 14
  
21
Padang 25121
Indonesia
Telp
: (0751) 25690
Fax
: (0751)
Email
o
Kantor Perwakilan Jakarta
Jalan Tebet Utara III No. 9
Jakarta Selatan
Telp : (021) 8354802
Fax  : (021) 8354805
Email
2.4.2
Data Kompetitor
2.4.2.1
Lipton
Sir Thomas Lipton Akan Mendapat Pengakuan
Hanya   sedikit   orang   seperti   dia   di   Inggris,   bahkan
mungkin di dunia. Sir Thomas Lipton adalah seorang pribadi yang
baik dan seorang visioner sejati. Seorang laki –
laki dengan
semangat petualan dan berselera tinggi, Sir Thomas Lipton
menghabiskan seluruh hidupnya menjelajahi dunia untuk mencari
racikan
yang
sempurna
untuk
membuat
teh
yang terbaik.
Tidak
  
22
ingin membuang waktu, dia membangun sebuah kapal untuk
mengirimkan  teh  hasil  seleksinya  ke  Kerajaan  Inggris.
Standardnya yang tanpa kompromi memberinya status Kerajaan
dan juga kehormatan untuk menyuplai teh bagi Ratu Victoria dan
juga anggota Kerajaan Spanyol dan Italia. Semangatnya yang luar
biasa terkandung dalam setiap teh hasil produksinya.
Langsung dari Perkebunan ke Teko Anda Sejak 1890
Sir
Thomas
Lipton
mendirikannya pada tahun 1890. Saat
ini teh kami dibawa kepada anda dengan tradisi mutu yang sama,
segar
langsung
dari
perkebunan
dalam sachet
aluminium
tahan
panas yang mengunci rasa dan aroma
memberikan pengalaman
kualitas rasa yang segar dalam setiap sajian.
Diuji oleh Ahli – Ahli Teh Demi Kualitas Mutu
Seperti Sir Thomas Lipton sendiri, panel Lipton yang
terdiri atas 50 ahli teh dan tester internasional, dibentuk untuk
membuat saat minum teh sebagai sebuah pengalaman
yang tidak
terlupakan. Mereka mencoba ratusan
teh
dari
berbagai
belahan
dunia setiap minggunya, merasakan dan meraciknya untuk
memastikan kualitas
teh
yang
konsisten.
Inilah
janji
dari
Sir
Thomas Lipton.
Lipton adalah salah satu merek penyegar terbaik di dunia,
membuat sebuah terobosan besar di pasar minuman global dengan
  
23
minuman
berbahan
dasar
teh,
termasuk
teh
dalam
bentuk
daun,
teh siap saji atau teh instan dan alternatif minuman ringan lainnya
yang sehat dan menyegarkan.
Membuat terobosan besar di pasar minuman dunia, Lipton
selalu menjadi pemimpin di pasar minuman teh dunia, membuat
terobosan besar dengan variasi minuman berbahan dasar teh.
Selain
memungkinkan konsumen
untuk minum dan hidup
untuk lebih baik, Lipton juga aman untuk
lingkungan. Salah satu
contoh  dari  banyak  program  untuk  lingkungan  adalah  Trees
2000”
di Kenya,
dimana
Lipton
menanam 40.000 pohon
setiap
tahunnya untuk mengurangi kerusakan hutan.
Tidak ada yang lebih baik daripada segelas teh penghilang
dahaga
untuk
membantu
menjalani hari anda. Sebuah panel
independen yang terdiri atas sekelompok ahli nutrisi, telah
menyetujui  bahwa  teh  segar  merupakan  pengganti  air  terbaik
untuk proses hidrasi tubuh, mengingat
berbagai
manfaatnya.
Walaupun kandungan gula dalam Lipton Ice Tea sudah jauh lebih
rendah dari standar minuman ringan lainnya, kami masih
menguranginya lagi sebesar 10%.
Lipton adalah teh instan yang paling cepat berkembang
yang mencakup Lipton Ice Tea International, Lipton Brisk
di
Amerika Utara, dan teh Lipton instant di Asia yang bisa disajikan
dingin atau panas.
  
24
Inovasi rasa lainnya diciptakan untuk mendapatkan
perubahan  dan  varian  rasa,  contohnya  green tea dan  Lipton
Fusion yang merupakan campuran dari es teh dan jus buah
buahan eksotis.
Teh segar tetap menjadi favorit di banyak pasar dan Lipton
membuatnya lebih terasa dan lebih mudah untuk dibuat dengan
inovasi, termasuk
Lipton Pyramid Tea Bags
yang
memberikan
daun
teh
lebih
banyak
ruang
untuk
bergerak,
dan
Lipton
Cold
Brew Tea Bags yang memungkinkan es teh lebih mudah dibuat
dengan air dingin hanya dalam
5
menit.
Lipton
juga
telah
memasuki pasar green tea dengan meluncurkan variasi teh segar
dan teh instan.
Fakta – Fakta Penting
-
Teh adalah minuman favorit dunia setelah air
-
Ilmuwan
independen
selalu
meletakkan
daun
teh
setelah
air sebagai minuman paling ideal di dunia
-
Semua  daun  teh  secara  alami  tidak  mengandung  kalori
sehingga   dapat   membantu   program   pengaturan   berat
badan anda
-
Teh Lipton memberi anda teh dengan perasa anti-oksidan.
Anti-oksidan
dapat
menjaga
kesehatan
tubuh
dan
mengeluarkan radikal bebas dari tubuh
  
25
-
Penelitian
pada
populasi
yang
besar
dengan
cara
makan
dan
gaya
hidup
mereka
dalam periode
yang
lama
menunjukkan
bahwa
kebiasaan
minum teh
membantu
menjaga
kesehatan
jantung. Sejumlah penelitian
menunjukkan
bahwa
orang
yang
minum
teh
tanpa
gula
dan  susu  dalam  jumlah  yang  tetap  sebagai  bagian  dari
gaya hidup yang sehat memiliki jantung yang lebih sehat
daripada mereka yang tidak minum teh
-
Lipton
adalah
teh
yang
paling
populer
dan
paling
tinggi
penjualannya, dengan penjualan mendekati €3 milyar saat
ini. Lipton adalah pemimpin market global untuk daun teh
dan teh instan dengan pangsa pasar 3 kali lipat lebih besar
dari rival terdekatnya
-
Tersedia di lebih dari 110 negara. Lipton sangat populer di
Eropa, Amerika Utara, Timur Tengah, dan sebagian Asia
-
Teh mempersehat tubuh dan pikiran anda
-
Teh  hanya  mengandung  setengah  kafein  dari  secangkir
kopi
-
Semua   jenis  
teh:  
hitam,  
hijau,  
oolong   dan  
putih
melindungi anda dengan memberikan kandungan anti-
oksidan
-
Hanya secangkir Lipton Yellow Label takaran 200ml, akan
memberikan anda sebesar 135 mg anti-oksidan
  
26
Keistimewaan Produk
-
Merek internasional yang dikenal seluruh dunia
-
Mutu dan rasa teh yang berkualitas
-
Berbeda dengan
pembuat
teh
lainnya, Lipton
mempunyai
banyak pembeli teh profesional yang berkeliling dunia
untuk memilih daun teh muda yang berkualitas
Varian Rasa
-
Lipton English Breakfast
-
Lipton Earl Gray
-
Lipton Darjeeling
-
Lipton Vanilla
-
Lipton Forest Fruits
-
Lipton Decaffeinated
-
Lipton Chamomile
-
Lipton Peppermint
-
Lipton Lemon
-
Lipton Orange
-
Lipton Green Tea with Jasmine
-
Lipton Yellow Label
-
Lipton Ice Tea Mix
  
27
2.5
Target Audience
Yang
menjadi
target
teh
Kajoe
Aro
adalah
masyarakat
Indonesia
usia 25
tahun ke atas, kelas menengah ke atas dan kelas atas. Usia produktif yang bekerja,
aktif, berkeluarga, gemar membaca, nonton, dan lain-lain.
Alasan
memilih
target karena teh
hampir diminum
setiap orang, baik kelas
menengah, menengah ke atas, menengah ke bawah, dan yang paling sering adalah
mereka yang berusia dewasa.
2.6
Analisa SWOT
o
Strenght (Kekuatan)
1.   Teh Kajoe Aro diolah dari daun teh pilihan hasil perkebunan teh Kayu Aro
pada ketinggian 3.800 meter
2.   Aroma dan cita rasa yang spesifik merupakan keunggulan utama teh Kajoe
Aro, yang banyak diperlukan produsen dan konsumen sebagai bahan utama
pencampur/blending untuk memperoleh cita rasa teh yang berkualitas
3.   Teh  Kajoe  Aro  adalah  minuman  alami,  yang  diproses  tanpa  campuran
kimia dan sangat bermanfaat untuk kesehatan
4.   Teh  ini  telah  dikenal  di  Manca  Negara,  meliputi  Eropa   Barat,  Eropa
Timur, Rusia, Timur Tengah bahkan India dan Srilangka
o
Weakness (Kendala/Kelemahan)
1.   Desain logo dan kemasan tidak menarik
2.   Teh Kajoe Aro hanya 20 persen yang dijual di dalam negeri, sehingga teh
ini kurang dikenal masyarakat
  
28
3.   Promosi masih sangat kurang
4.   Masyarakat pasti lebih memilih teh yang sudah dikenal dipasaran
o
Opportunities (Peluang)
1.   Teh Kajoe Aro terkenal hingga di dunia internasional
2.   Sekitar 80 persen dari enam juta kg
lebih produksi teh kebun Kayu Aro
setiap tahun diekspor
3.   Mutu dan kualitas teh ini sangat dijaga agar diperoleh hasil yang baik
4.   Sejak tujuh tahun lalu, sebagian kecil dijual sudah dalam bentuk kemasan,
berupa teh celup dan teh seduh dengan merek dagang Highland Tea Kajoe
Aro
5.   Teh  Kajoe  Aro  adalah  teh  hitam  terbaik  di  dunia  (International Tea
Committe)
o
Threat (Ancaman)
1.   Banyak teh lain dengan jenis yang sama (teh hitam) yang good quality baik
teh produksi dalam maupun luar negri (Sari Wangi, Sosro, Lipton Yellow,
Twinings, dll)
2.   Secara desain, kemasan mereka menarik
3.
Untuk promosi, teh-teh lain yang sudah beredar dipasaran, selalu aktif
melakukan promosi dan mengembangkan produk mereka, dan sangat
dikenal di masyarakat