![]() 48
(kompresi)
yang kemudian dikirim
melalui jalur
internet.
Di sisi
penerima, data
dikembangkan lagi (dikompresi), dan diubah menjadi sinyal analog.
Konversi codec bekerja dengan cara memotong bagian sinyal (sampling)
audio
dalam
jumlah
tertentu
per
detiknya. Jika data hasil kompresi berhasil
diterima di sisi lain, proses selanjutnya adalah perakitan ulang. Data yang dirakit
tidak selengkap data saat pertama kali dikirim, ada beberapa bagian yang hilang.
Akan tetapi bagian yang hilang sangat kecil sehingga tidak terdeteksi oleh telinga
manusia.
Codec mempengaruhi kebutuhan bandwidth untuk VoIP, semakin kecil
bitrate
sinyal
digital
yang
dihasilkan codec, maka semakin baik codec tersebut.
Namun perhitungan matematis yang dilakukannya menjadi semakin rumit dan ini
mempengaruhi kualitas suara setelah di-decode (Raharja, 2004).
Kualitas suara biasa dihitung dengan metoda MOS (Mean Opinion
Score). Metoda ini memberi nilai rata-rata kualitas suara
antara 1 sampai 5
dimana 1 artinya buruk dan 5 artinya baik. Pada tabel disajikan perbandingan
antar codec dari beberapa segi, yaitu bandwidth, MOS, algoritma, kompleksitas,
dan delay.
Tabel 2.3 Audio Codec (Anonymous, 2007f)
CODEC
Algoritma
Kbit/s
MOS
Delay(ms)
G.711
PCM
64
4.3
0.125
G.721
ADPCM
32
G.722
7khz audio-coding
64
|